Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Makanan Kariogenik Bagi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Murid SDN 62 Cot Mesjidlueng Bata Banda Aceh Wirda Syakira; Eka Sri Rahayu
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i95
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Aceh memiliki angka kejadian masalah gigi dan mulut yang tinggi sebesar 56%. Salah satu faktor yang dapat merusak gigi adalah kebiasaan mengosumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat dan pemanis buatan,anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi mulut. Upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dengan melakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada anak Sekolah Dasar, media flipchart Mampu menyajikan pesan pembelajaran secara ringkas dan praktis.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media flipchart terhadap pengetahuan makanan kariogenik bagi kesehatan gigi dan mulut pada murid kelas v di SDN 62  Banda Aceh. Metode: Quasi exsperiment dengan rancangan pre test and post test Non equivalent Control grup Desain. Populasi yang digunakan Siswa Kelas V. Menggunakan Teknik Total Sampling,yaitu seluruh Siswa Kelas V SDN 62 Banda Aceh dan SDN 2 Lamcot. Berjumlah 60 orang 34 kelompok eksperimen dan 26 kelompok kontrol. Hasil penelitian: nilai rata-rata pre-test kelompok eksperimen 64.7%,nilai rata-rata post-test eksperimen 88.2%, selisi nilai mean 29.76%. Nilai rata-rata pre-test kelompok kontrol 53.8%,dan nilai rata-rata post test kontrol 69.2%,selisih nilai mean 17.38%. Berdasarkan uji paired T-test diketahui nilai signifikan variable Skor Pre Test dengan Skor Post Test sebesar 0,001<0,05. Kesimpulan: Adanya pengaruh penyuluhan menggunakan media flipchart terhadap pengetahuan makanan kariogenik bagi kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD Negeri 62 Banda Aceh dengan nilai p value =0,001. Saran: bagi sekolah dan institusi kesehatan untuk memanfaatkan flipchart dalam penyuluhan kesehatan gigi. Penggunaan media ini dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami infomasi yang disampaikan.
Penyuluhan Edukasi Media Puzzle Terhadap Pengetahuan Cara Menyikat Gigi Pada Kelas II SDN 62 Lueng Bata Kota Banda Aceh Siti Nabilah; Eka Sri Rahayu
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i95
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi isu penting di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gigi berlubang pada anak usia 5–9 tahun di Aceh mencapai 53%, sementara hanya 2,8% anak yang menyikat gigi dengan waktu yang benar. Rendahnya pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang benar menjadi salah satu penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media puzzle terhadap pengetahuan cara menyikat gigi pada siswa kelas II SDN 62 Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan nonequivalent control group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari dua kelompok: kelompok intervensi yang diberikan edukasi dengan media puzzle, dan kelompok kontrol tanpa media puzzle (ceramah).jumlah sampel yaitu 75 dengan menggunakan teknik quasi ekperimen,kelompok kontrol berjumlah 45 dan kelompok intervensi berjumlah 45 , dengan pengambilan menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata pengetahuan pada kelompok intervensi dari 43,51% menjadi 77,57%, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat dari 40,54% menjadi 58,65%. Edukasi menggunakan media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang benar. Puzzle sebagai media visual dan interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media edukatif seperti puzzle dalam program promosi kesehatan gigi di sekolah dasar.