Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: RUMAH SEHAT BEBAS ASAP ROKOK DI KAWASAN MASYARAKAT TROPIS Nur Rohmah; Vivi Filia Elvira; Sitti Badrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13240

Abstract

Abstrak: Merokok adalah kebiasaan umum di kalangan masyarakat Indonesia, terutama pria. Tingkat merokok di rumah masih tinggi, dan asap tembakau tidak hanya mempengaruhi perokok tetapi juga orang-orang di sekitar mereka sebagai perokok pasif. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan rumah yang bebas asap rokok dan mewujudkan keluarga yang bersih dan sehat dengan tidak merokok di rumah. Metode pemberdayaan terdiri dari lima tahap: tahap pertama pertemuan dengan ibu-ibu Dasa Wisma; tahap kedua penyuluhan dan edukasi tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan yang diikuti oleh 16 peserta, dan didapatkan terjadi kenaikan skor rata-rata pengetahuan dari 3.87 menjadi 4.47;tahap ketiga deklarasi rumah bebas asap rokok di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda yang dibacakan oleh peserta yang hadir; tahap keempat aksi penempelan stiker rumah sehat bebas asap rokok di pintu rumah, dengan hasil sebanyak 11 peserta melakukan penempelan stiker; dan tahapan kelima adalah monitoring dan pendampingan pelaksanaan gerakan rumah bebas asap rokok. Saran dalam pengabdian masyarakat ini diharapkan peserta bisa terus meningkatkan upaya rumah bebas asap rokok dirumah masing-masing. Abstract: Smoking is a common habit among Indonesians, especially men. Smoking rates at home are still high, and tobacco smoke affects not only smokers but also those around them as passive smokers. The purpose of this service is to empower the community in realizing a smoke-free home environment and realizing a clean and healthy family by not smoking at home. The empowerment method consists of five stages: the first stage is a meeting with Dasa Wisma women; the second stage is counseling and education about the dangers of cigarette smoke for health which was attended by 16 participants, and it was found that there was an increase in the average score of knowledge from 3.87 to 4. 47; the third stage was the declaration of smoke-free homes in Bukit Pinang Village, Samarinda Ulu Subdistrict, Samarinda City, which was read by the participants present; the fourth stage was the action of sticking smoke-free healthy home stickers on the door of the house, with the results of 11 participants sticking stickers; and the fifth stage was monitoring and mentoring the implementation of the smoke-free home movement. Suggestions in this community service are expected that participants can continue to increase efforts to smoke-free homes in their respective homes.  
Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Medis Padat di UPT Puskesmas Teluk Lingga Kabupaten Kutai Timur Vivi Filia Elvira; Adla Alfiyaty; Syamsir Syamsir
Buletin Keslingmas Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i2.9865

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menghasilkan sampah medis padat. Permasalahan akan muncul jika limbah medis tersebut tidak diolah sesuai standar kesehatan seperti munculnya penyakit kulit dan terjadinya pencemaran lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan sampah medis padat yang berasal dari puskesmas harus sesuai dengan peraturan menteri kesehatan nomor 18 tahun 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah medis padat di UPT Puskesmas Teluk Lingga Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  proses pemilihan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan sementara, dan pengolahan eksternal telah memenuhi standar sesuai Peraturan menteri kesehatan No. 18 Tahun 2020 dan Peraturan rmenteri lingkungan hidup dan kehutanan No 56 Tahun 2015. Adapun untuk tahapan pengolahan internal masih perlu untuk dimaksimalkan agar dapat memenuhi standar. Dalam meningkatkan pengolahan internal secara insenerasi dan non insenerasi maka Puskesmas Teluk Lingga perlu memaksimalkan pengadaan peralatan pengolahan sampah medis.
Sanitasi Makanan Pada Rumah Makan Annisa Nur Azzahrah; Vivi Filia Elvira
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.10826

Abstract

Sanitasi makanan di rumah makan sangat penting untuk diperhatikan agar makanan dan minuman yang dihasilkan tetap bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi bakteri yang ada disekitarnya. Rumah makan merupakan suatu tempat pengolahan makanan yang perlu memperhatikan tahapan 6 prinsip sanitasi makanan mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan dan penyajian makanan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011, hygiene sanitasi pangan adalah upaya menjaga, mempertahankan dan mengendalikan faktor pangan, penjamah, tempat dan peralatan yang akan digunakan pada saat pengolahan pangan yang dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti penyakit diare, kolera dan hepatitis A. Oleh karena itu maka perlu dilaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) rumah makan yang dilaksanakan oleh UPTD Puskesmas Baru Tengah. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode langsung atau turun langsung ke lapangan dan metode tidak langsung atau menggunakan data sekunder mengenai hygiene sanitasi makanan rumah makan yang ada di Puskesmas Baru Tengah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah kuesioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan ialah seluruh rumah makan yang ada di wilayah Puskesmas Baru Tengah telah memenuhi syarat dalam prinsip hygiene sanitasi makanan, namun terdapat beberapa aspek yang belum terpenuhi seperti penggunaan APD oleh penjamah makanan, penggunaan tempat pencucian peralatan dan penggunaan tempat sampah yang tidak tertutup. Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan pada rumah makan bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi makanan pada rumah makan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Baru Tengah.
Penyuluhan Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan dan Pengolahan Makanan yang Sehat dan Tepat di Desa Handil Bakti Kecamatan Palaran Kota Samarinda Elvira, Vivi Filia; Badrah, Sitti; Kaat, Jessica Melfin; Rejamulia, Silaban, Vandy; Kharimah, Ismy Yusti; Sombolinggi, Gavrila Meil; Sabila, Aura Balqis; Baharuddin, Shinta Maulidya; Putri, Ella Hayyu Nurul 'Aini; Sabdah, Deva Anggraeni; Az-Zachra, Tiara Aleyda
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.2 No.2 Oktober (2022) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v2i2.99

Abstract

Makanan merupakan bagian penting yang mempengaruhi kesehatan manusia. Mengkonsumsi makanan sehat yang diolah dengan baik akan memberikan efek positif bagi tubuh, seperti terhindar dari berbagai gangguan kesehatan dalam tubuh. Menurut hasil analisis pertanyaan kesehatan wawancara dan kuesioner warga yang tinggal di Desa Handil Bakti (RT 02 dan RT 04) di Kecamatan Palaran Kota Samarinda, 62% makanan diolah dengan cara yang tidak tepat, seperti mencuci sayuran Setelah direbus, dipotong menjadi kubus dan tambahkan garam. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman warga RT 02 dan RT 04 tentang enam prinsip higiene sanitasi makanan, pengolahan sayur yang sehat dan benar, serta cara menambahkan garam saat memasak, terutama ibu rumah tangga dengan metode penyuluhan yang tersusun dengan berbagai macam rangkaian kegiatan. Kegiatan ini dimulai dari penyampaian materi penyampaian materi mengenai enam prinsip sanitasi makanan, pengolahan sayur yang sehat, dan pemberian garam saat memasak. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta. Dari kegiatan tersebut, hasil yang didapat adalah meningkatnya pengetahuan para peserta melalui tanya jawab dan diskusi bersama. Terlihat dari pantauan sesi tanya jawab, ibu-ibu sangat antusias mengikuti acara tersebut. Kegiatan ini memungkinkan ibu rumah tangga untuk memahami cara menangani makanan dan sayuran dengan benar.
PELATIHAN ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DALAM RANGKA PEMBINAAN KAMPUNG SALAI (SAMPAH BERNILAI) Vivi Filia Elvira; Chaerunnisa AR; Sitti Badrah; Ratno Adrianto; Ika Wulan Sari; Akhmad Dzikri; Reza Nur Fahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20408

Abstract

Abstrak: Ecobrick menjadi salah satu upaya pengolahan sampah plastik yang solutif dan pemanfaatannya dapat digunakan menjadi aneka ragam benda yang bernilai ekonomi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengelola sampah dari rumah, memberdayakan masyakarat dalam menghasilkan produk yang berasal dari sampah plastik menjadi barang atau benda yang dapat dijual dan dipergunakan kembali. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam tiga tahap, meliputi tahap persiapan, tahap sosialisasi dan simulasi, serta tahap akhir yaitu monitoring dan evaluasi mengenai komitmen keberlanjutan program di wilayah RT 26 Kelurahan Rapak Dalam. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah penurunan jumlah sampah plastik tidak terolah yang berimplikasi terhadap semakin besarnya kesadaran warga RT 26 dalam pengelolaan sampah, serta dapat menjadi pilot project dan best practice pengelolaan sampah kawasan perumahan. Pelatihan ecobrick dihadiri sebanyak 35 orang diantaranya 2 orang perwakilan Kelurahan Rapak Dalam, Ketua RT 26, Wakil Dekan 2 FKM Unmul, Ketua PKK RT 26, dan anggota PKK. Simpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik menjadi ecobricks dilihat dari hasil pre-posttest sebesar 3,6 %. Masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan terlihat dari aktifnya sesi diskusi masyarakat bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.Abstract: Ecobricks are one of the efforts to process plastic waste that is solutive and its use can be used into a variety of objects of economic value. The purpose of this service is to improve the skills of PKK mothers in managing waste from home, empowering the community in producing products derived from plastic waste into goods or objects that can be sold and reused. The community service method is carried out in three stages, including the preparation stage, socialization and simulation stages, and the final stage, namely monitoring and evaluation of program sustainability commitments in the RT 26 Rapak Dalam Village area. The result of community service is a decrease in the amount of untreated plastic waste which has implications for the greater awareness of RT 26 residents in waste management, and can be a pilot project and best practice for waste management in residential areas. The ecobrick training was attended by 35 people including representatives of Rapak Dalam Village, Chairman of RT 26, Vice Dean 2 of FKM Unmul, Chairman of PKK RT 26, and members of PKK. The conclusion of this activity is an increase in public knowledge about plastic waste management into ecobricks as seen from the pre-posttest results of 3.6%. The community was very enthusiastic about participating in the training, as can be seen from the active discussion session of the community asking about the material that had been delivered.
Analisis Kualitas Bakteriologi dan Jamur di Ruang Rawat Inap RSUD Otanaha : Analysis of Bacteriology and Fungal Quality in the Inpatient Room of Otanaha Regional Hospital Maksum, Tri Septian; Rofia Nurfadillah, Ayu; Elvira, Vivi Filia
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6183

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan sangat mempengaruhi kesehatan manusia, terutama di ruang rawat inap rumah sakit, yang merupakan area dengan interaksi tinggi antara pasien, petugas kesehatan, dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi suhu, kelembaban, pencahayaan, serta kualitas mikrobiologi udara di ruang rawat inap RSUD Otanaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran langsung dan pengujian laboratorium pada ruang perawatan 1, 2, 3, dan 4 di rumah sakit tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% dari total 12 ruangan rawat inap tidak memenuhi standar kelembaban, sementara 91,6% ruangan tidak memenuhi standar suhu yang ditetapkan. Sebanyak 58,33% ruangan juga tidak memenuhi standar intensitas pencahayaan. Pengujian laboratorium udara mengungkapkan bahwa kualitas mikrobiologi udara tidak memenuhi standar, dengan angka kuman tertinggi pada ruang R4 (1288 CFU/m³) dan terendah pada ruang R5 (201 CFU/m³). Bakteri udara yang dominan meliputi Diplobacillus sp., Diplococcus sp., Micrococcus sp., Monobasil sp., Staphylococcus sp., Streptobasil sp., dan Streptococcus sp. Sedangkan, jamur yang mendominasi adalah Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp., dan Scopulariopsis sp. Kesimpulannya, kualitas lingkungan fisik dan mikrobiologi di ruang rawat inap RSUD Otanaha sebagian besar tidak memenuhi standar yang ditetapkan, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasien dan pengunjung. Hasil ini menggarisbawahi perlunya perbaikan dalam pengelolaan kondisi lingkungan ruangan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan di rumah sakit.
GAMBARAN INSPEKSI SANITASI PEMUKIMAN DI KAWASAN KUMUH KELURAHAN SUNGAI PINANG LUAR, SAMARINDA Azzahra, Gasella Aurelia; Zalzabila Maharani, Siti Malikha; Rugayyah, Syarifah; Anastasya, Melisa; Utami, Reza Evelin; Rachmawati, Ayudhia; Elvira, Vivi Filia; Syamsir, Syamsir; Sedionoto, Blego
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v18i2.4279

Abstract

Latar belakang: Permukiman kumuh yang belum memenuhi persyaratan kesehatan rumah tinggal dapat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit. Peranan sanitasi lingkungan dapat berpengaruh besar terhadap derajat kesehatan masyarakat yang tinggal atau bermukim di wilayah tersebut. Studi kasus penelitian ini di laksanakan pada Kelurahan Sungai Pinang Luar yang mana termasuk ke dalam permukiman berkategori kumuh. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui penilaian rumah sehat dalam rangka peningkaan kondisi permukiman kumuh yang memenuhi syarat di Kelurahan Sungai Pinang Luar berdasarkan pada persyaratan yang berlaku. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif obervasional secara langsung dan inspeksi terhadap komponen rumah, sarana sanitasi, serta perilaku penghuni. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2023. Penelitian ini berlokasi sekitaran bantaran Sungai Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, tepatnya pada RT 4-9. Populasi yang diambil sebagai sampel sebanyak 30 rumah dari proses pemilihan sampel yang representatif dari seluruh rumah yang ada pada permukiman kumuh tersebut. Hasil: Terdapat 29 rumah yang belum memenuhi syarat rumah sehat. Untuk rumah yang mendapatkan skor ≥ 1068, hanya ada 1 rumah yang memenuhi syarat rumah sehat, yaitu dengan nilai 1087. Dalam evaluasi perilaku terhadap 30 rumah, perilaku membuka jendela di kamar tamu dan ruang keluarga mendapat penilaian paling rendah. Simpulan: Sebanyak 90% rumah tidak memenuhi syarat sebagai kategori rumah sehat. Hal ini didominasi oleh faktor yang terkait dengan sarana sanitasi dan perilaku penghuni. Perlunya pemenuhan sarana dan edukasi sebagi rencana tindak lanjut perbaikan.
Analisis Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Terhadap Keluhan Hipertensi Pada Petani Holtikurtura Di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Anggi Bagus Setiawan; Riyan Ningsih; Vivi Filia Elvira
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.12812

Abstract

Peningkatan permintaan hasil hortikultura mendorong petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama. Namun, penggunaan yang tidak tepat, berlebihan, tanpa mengikuti aturan, dan tanpa APD menimbulkan risiko kesehatan, seperti hipertensi, serta mencemari lingkungan. Di Desa Jembayan, mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, dengan lonjakan penggunaan pestisida akibat ledakan hama dalam beberapa tahun terakhir.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk menganalisis faktor risiko penggunaan pestisida terhadap hipertensi pada 50 petani hortikultura. Variabel yang diteliti meliputi jenis pestisida, frekuensi dan durasi penyemprotan, penggunaan APD, masa kerja, serta metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% petani tidak menggunakan APD sesuai standar. Faktor risiko signifikan terhadap hipertensi meliputi durasi penyemprotan lebih dari tiga jam (P = 0,00), masa kerja 10 tahun (P = 0,015), arah angin (P = 0,00), dan kebiasaan merokok (P = 0,00), sedangkan penggunaan APD yang memadai (P = 0,021) mengurangi risiko.  Mayoritas responden adalah laki-laki produktif dengan pendidikan atas, namun tingkat kepatuhan terhadap penggunaan APD masih rendah karena alasan ketidaknyamanan. Meskipun frekuensi penyemprotan rendah, durasi lama serta paparan pestisida akibat arah angin dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko. Pestisida yang paling sering digunakan adalah fungisida dan insektisida, dengan sebagian besar petani memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun dan lahan kurang dari satu hektar. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, penyediaan APD yang ergonomis, serta praktik pertanian aman untuk mengurangi dampak pestisida.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AISYIYAH SAMARINDA TAHUN 2024 Wardani, Citra Rizki; Adrianto, Ratno; Sumarni, Sumarni; AR, Chaerunnisa; Elvira, Vivi Filia
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 13, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.13.1.2025.110-22

Abstract

Data on outpatient visits at Aisyiyah Samarinda Mother and Child Hospital in 2022-2024 where the data for 2022 is 9,839 visitors, in 2023 there has been an increase where the number of patient visits amounted to 18,689 visitors, and in 2024 until October there was a decrease where the number of patient visits amounted to 15,783 visitors. This study aims to determine the relationship between service quality and outpatient satisfaction at Aisyiyah Samarinda Maternal and Child Hospital in 2024. This type of research is quantitative research using cross sectional studies. The number of samples was 132 respondents using the purposive sampling technique. Data analysis uses univariate and bivariate analysis with chi squared test. The results showed that there was a relationship between technical competence (ρ = 0.025), access to services (ρ = 0.001), and comfort (0.008) with outpatient satisfaction at RSIA Aisyiyah Samarinda. Meanwhile, there was no relationship between human relationships (ρ = 0.916) and outpatient satisfaction at RSIA Aisyiyah Samarinda. So it can be concluded that there is a relationship between technical competence, access to services, and comfort with patient satisfaction. However, there was no relationship between human relationships and outpatient satisfaction at RSIA Aisyiyah Samarinda.
ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI DALAM MINIMASI LIMBAH PADAT DI KAWASAN WISATA PESISIR KABUPATEN BERAU Fitrah, Muhammad Aidil; Elvira, Vivi Filia; Syamsir, Syamsir; Rachmawati, Ayudhia; Ningsih, Riyan; Sedionoto, Blego; Badrah, Sitti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29578

Abstract

Abstrak: Produksi limbah padat di kawasan wisata pesisir terus meningkat akibat perilaku dan praktik pengelolaan sampah yang tidak memadai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan pesisir. Salah satu solusi inovasi untuk minimasi limbah padat khususnya plastik secara sederhana melalui pembuatan ecobrick. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah padat di kawasan wisata pesisir Kab. Berau. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat meliputi tahap persiapan, sosialisasi, simulasi praktik, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test dengan jumlah sampel 13 Orang (n-13). Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 76,92% pada pre-test menjadi 92,3% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 15,38%. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik menjadi ecobrick. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis di kawasan wisata pesisir.Abstract: Solid waste production in coastal tourism areas continues to increase due to inadequate waste management behavior and practices, causing pollution of the coastal environment. One of the innovative solutions for solid waste minimization, especially plastic, is simply through ecobricking. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in solid waste management in the coastal tourism area of Teluk Sulaiman Village, Biduk-biduk District, Berau Regency. The methods applied in community service activities include the preparation stage, socialization, practical simulation, and monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments with a sample size of 13 people (n-13). The evaluation results show the average community knowledge from 76.92% in the pre-test to 92.3% in the post-test, with an increase of 15.38%. Based on these results, it is concluded that there is an increase in community knowledge about managing plastic waste into eco-bricks. This activity is expected to significantly contribute to sustainable environmental management and economic value in coastal tourism areas.