Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal KACA

Kajian Asbāb Al-Wurūd Terhadap Hadis Al-Thaqalayn Rizaka, Maghza; Zahri, Ahmad Fauzan; Mahbubiati, Nadia Maulida; Achmadana Syachrizal M. F; Aan Darwati
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i1.587

Abstract

Al-Thaqalayn adalah Al-Quran dan Ahlul Bayt, ditinggalkan oleh Nabi sebagai warisan berharga. Hadis ini memunculkan berbagai interpretasi dari ulama terkait konteks, signifikansi, dan implikasinya. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, menelaah asbāb al-wurūd dan metode analisis konten dari kitab-kitab hadis utama serta literatur terkait. Pengertian asbāb al-wurūd menjadi krusial, memberi informasi tentang konteks sejarah hadis. Memahami hal ini membantu menjelaskan hadis al-Thaqalayn dan signifikansinya secara kontekstual. Konteks ini juga relevan bagi ahli hukum Islam (faqīh) dalam menerapkan ajaran dalam situasi aktual. Hadis ini merupakan pesan keselamatan yang disampaikan Nabi sebelum meninggalkan umatnya. Beliau ingin memastikan pesan Ilahi terpelihara dan tidak terdistorsi setelahnya. Pesan beliau tentang meninggalkan al-Thaqalayn di tengah-tengah umat merupakan panggilan untuk menjaga ajaran suci itu sendiri. Para ulama memberikan beragam interpretasi terhadap hadis ini. Sebagian besar menekankan pada beratnya tugas mengikuti dan menjaga al-Thaqalayn. Ada pula penekanan pada keagungan dan kesulitan dalam melaksanakan ajaran keduanya. Beberapa ulama menjelaskan istilah “al-Thaqalayn” sebagai penghormatan pada kedudukan Al-Quran dan Ahlul Bayt. Ada upaya untuk mengartikan pesan Nabi dalam konteks pemilihan pengganti untuk melanjutkan peran beliau setelah wafat. Semua interpretasi ini menegaskan pentingnya mengikuti dan menjaga Al-Quran serta Ahlul Bayt sebagai sumber ilmu agama, petunjuk syariat, dan warisan suci dari Nabi. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam terhadap konteks, signifikansi, dan implikasi dari hadis al-Thaqalayn, menyoroti urgensi pemahaman terhadap pesan Nabi dalam konteks kehidupan umat Islam.
Pola Asuh Toxic Parenting dalam Tinjauan Hadis Nabi: Upaya Spiritual Sebagai Langkah Preventif Atas Pola Asuh Toxic Parenting Pratama, Ferdy; Putri, Delfiani Safira Darminto; Rizaka, Maghza; Afifah, Alvin; Asaaf, M. Amil Hikam
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i1.596

Abstract

Artikel ini mengkaji suatu permasalahan sosial di tengah masyarakat yang menjadi isu global, yaitu pola asuh toxic parenting. Pola asuh toxic parenting adalah pola asuh anak yang kekuasaan selalu ada pada orang tua, seperti mengekang anak, orang tua mendahulukan egonya dan anak tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kondisi kesehatan mental anak, seperti anak selalu merasa rendah diri, memiliki sikap perfeksionis dan mengalami depresi. Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidhi: 1911  dijelaskan bahwa, sesama makhluk di muka bumi harus saling mengasihi dan mencintai. Begitu pula dengan perlakuan orang tua terhadap anaknya, yang harus memberikan kasih sayang dengan cara menunjukkannya secara baik dan benar, agar terjalin hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara pola asuh toxic parenting  dan hadis, serta mengeksplorasi tindakan preventif yang ditawarkan oleh Rasulullah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan psikologi. Hasil atas kajian ini, 1) Hadis riwayat Tirmidhi: 1911 secara umum menjelaskan mengenai pandangan Nabi terhadap pola asuh toxic parenting. 2) Pemaknaan kandungan hadis di dalamnya mengenai pola asuh anak yang baik dan penuh kasih sayang. 3) Dampak bagi anak atas pola asuh toxic parenting dalam sudut pandang psikologi. 4) Tindakan preventif yang ditawarkan untuk mecegah pola asuh toxic parenting.