Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peranan Kecerdasan Emosional terhadap Quarter Life Crisis pada Perempuan Generasi Z di Kota Banjarmasin Pratama, Jesica Alpionita; Safitri, Jehan; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v7i2.9314

Abstract

Memiliki kecerdasan emosional dirasa penting untuk membantu individu mengatasi permasalahan yang terjadi dalam hidupnya salah satunya generasi Z, karena saat ini generasi Z mulai memasuki masa emerging adulthood yang rentan membuatnya mengalami quarter life crisis karena menghadapi tantangan perkembangan dan kekhawatirannya akan masa depan yang tidak pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada perempuan generasi Z di kota Banjarmasin. Partisipan yang mengikuti penelitian ini adalah perempuan generasi Z berusia 18-25 tahun berjumlah 121 orang yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah SEIS (Schutte Emotional Intelligence Scale) oleh Schutte (1998) dan telah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia oleh Ratu dkk. (2021) dan DCQ-12 (The Developmental Crisis Questionnaire) oleh Petrov dkk. (2021). Penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana, ditemukan hasilnya menunjukkan terdapat peranan kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada perempuan generasi Z di kota Banjarmasin.
PENERAPAN METODE DISCRETE TRIAL TRAINING (DTT) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN BICARA Amalia, RR. Nabila Ghina; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1675

Abstract

Keterlambatan bicara merupakan sebuah keadaan pada anak sebagai ketidaknormalan kemampuan bicara jika dibandingkan dengan kemampuan seusianya. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan bicara anak adalah dengan menggunakan metode Discrete Trial Training (DTT). Metode DTT merupakan sebuah metode turunan dari pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) yang sistematik, terstruktur, dan terukur yang didasari oleh model perilaku operant conditioning yakni suatu perilaku tertentu dikendalikan melalui manipulasi imbalan dan hukuman dengan memecah materi menjadi bagian-bagian kecil dalam pengajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan metode Discrete Trial Training (DTT) dalam meningkatkan kemampuan bicara pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria anak yang mengalami keterlambatan bicara tanpa disertai gangguan lainnya yang berusia dua sampai dengan lima tahun dan tidak sedang menjalani terapi apapun selama intervensi diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen, yaitu guide screening, observasi dan wawancara. Guide screening dalam penelitian ini menggunakan acuan pada Milestones of Child Development untuk mengetahui gambaran perkembangan bahasa anak. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank- test sehingga dapat diketahui bahwa taraf signifikansi yakni sebesar 0,180 yang mana lebih besar dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Discrete Trial Training (DTT) tidak dapat meningkatkan kemampuan bicara secara signifikan pada anak yang mengalami keterlambatan bicara namun tetap terdapat peningkatan nilai rerata pretest dan posttest yang diperoleh subjek.
GAMBARAN KEMAMPUAN EMPATI PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN HIPERAKTIF (GPPH) Saputra, Muhammad Singgih; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2667

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan empati pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktif (GPPH). Menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada kemampuan empati pada anak GPPH. Kemampuan empati adalah bagaimana seseorang mengekspresikan perasaan serta emosinya, ikut merasakan apa yang dialami orang lain, yang mana dalam proses pengekspresiannya melibatkan kemampuan afektif dan kognitif. Tiga ciri-ciri kemampuan empati yang harus dimiliki: mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara, menerima sudut pandang orang lain, Peka terhadap perasaan orang lain. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan anak GPPH dan enam orang significant other. Subjek pertama L (8 tahun), subjek kedua (10 tahun), dan subjek ketiga (11 tahun). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisa data model Miles dan Huberman. Didapatkan hasil penelitian bahwa kemampuan empati ketiga subjek dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif rendah. Dari indikator mampu mendengarkan orang lain: Subjek hanya mau mendengarkan dari orang terdekatnya saja. Subjek akan mendengarkan namun harus diulang-ulang dan hanya jika orang tersebut dikenal oleh subjek dan dekat dengan subjek selebih itu subjek acuh dan tidak menghiraukan. Menerima sudut pandang orang lain: Subjek juga hanya akan menerima arahan atau sudut pandang itu dari orang-orang terdekatnya juga ataupun orang-orang yang subjek takuti sepeti ayah dan ibunya, dan subjek juga harus diberikan penjelasan secara perlahan. Peka terhadap perasaaan orang lain: Subjek sering kesulitan dalam mengutarakan perasaannya, pada orang-orang terdekatnya seperti pengasuhnya yang sering bersama subjek, subjek bisa mengatakan perasaannya jika subjek sedih, marah, ataupun senang. Subjek sering mengekspresikan itu secara non-verbal, subjek akan mendekati atau mondar-mandir ketika ada orang yang sedih atau sedang marah. Walaupun untuk mengungkapkannya subjek masih kesulitan.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN GRIT PADA PESERTA DIDIK KELAS SEMBILAN SMPN 1 BANJARBARU Kusumawardhani, Indreswari Sita; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1550

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting pada kelompok remaja. Dalam praktiknya, peserta didik diharuskan untuk dapat bertahan meskipun dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Untuk dapat bertahan selama proses belajar di sekolah, dibutuhkan keinginan yang kuat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan semangat jangka panjang atau grit. Salah satu faktor yang mempengaruhi grit pada anak adalah keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan merupakan cara anak untuk merasakan ketersediaan ayah dalam hal waktu dan interaksi, akses kepada ayah, dan tanggung jawab dari peran ayah itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan grit pada peserta didik kelas sembilan SMPN 1 Banjarbaru. Teknik sampling yang digunakan ialah total sampling yaitu 312 peserta didik kelas sembilan SMPN 1 Banjarbaru. Berdasarkan hasil uji korelasi, nilai signifikansi bernilai 0.000 (<0.05) dan nilai korelasi sebesar 0,235 analisis ini menunjukan bahwa ada hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan grit pada peserta didik. Bentuk-bentuk keterlibatan ayah yang dapat diketahui adalah seperti memberikan kasih sayang dan sentuhan emosi, melakukan kontak dan berkomunikasi dengan baik, terlibat dengan seluruh aktivitas anak seperti mengawasi kegiatan anak, menjaga dan memberi perlindungan, berbagi ketertarikan bersama anak, mendukung anak secara finansial, serta banyak melakukan aktivitas bermain yang dilakukan bersama-sama. Sedangkan bentuk-bentuk sikap grit yang muncul dan dapat diketahui adalah diantaranya konsistensi peserta didik pada minatnya, kegigihan peserta didik dalam menjalani kegiatan akademik, mempertahankan satu kegiatan ekstrakulikuler hingga selesai, mampu bangkit kembali disaat mengalami kegagalan atau kesulitan, dan menjalani kegiatan akademik tanpa perasaan terpaksa.
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DI KOTA MARTAPURA Irsyad, Muhammad; Akbar, Sukma Noor; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara kebersyukuran dengan kesejahteraan subjektif. Subjek pada penelitian ini yaitu Remaja Panti Asuhan di kota Martapura yang berjumlah 60 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala psikologi meliputi skala kebersyukuran dan skala kesejahteraan subjektif. Hasil korelasi product moment dari karl pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kebersyukuran dengan kesejahteraan subjektif pada remaja di panti asuhan di Kota Martapura. Adapun sumbangan efektif kebersyukuran terhadap kesejahteraan subjektif diketahui sebesar 62 % dengan demikian 38 % lainnya merupakan sumbangan dari variabel lain seperti faktor genetik, faktor kepribadian, faktor demografis, harga diri, dan dukungan sosial. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kebersyukuran maka akan semakin tinggi kesejahteraan subjektif.
Hubungan Persepsi Identitas Budaya Dengan Penyesuaian Diri Akademik pada Anak TKI Ilegal Malaysia yang Bermigrasi ke Kalimantan Selatan Hayati, Sari Rifat; Zwagery, Rika Vira; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2139

Abstract

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbagi menjadi dua yaitu legal dan ilegal.Apabila sesama TKI ilegal memiliki keluarga di negara tujuan, maka anak mereka tidak akan mendapat perlindungan hukum dan hak pendidikan yang layak di negara asing sehingga harus dimigrasi kembali ke Indonesia untuk mendapatkan hak tersebut. Anak-anak yang dimigrasi kembali ke Indonesia cenderung berada dalam budaya yang berbeda sehingga mereka menghadapi kendala yang dapat menghambat penyesuaian diri dilingkungan akademik yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster purposive sampling dengan sampel adalah siswa kelas XI dari 10 Sekolah Menengah Kejuruan yang menerima siswa repatriasi di Kalimantan Selatan berjumlah 64 orang. Analisispenelitian menggunakan uji korelasi Karl Pearson product moment dengan instrumen penelitian yaitu skala penyesuaian diri dan skala persepsi identitas budaya. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara persepsi identitas budaya dengan penyesuaian diri akademik pada anak TKI ilegal Malaysia yang bermigrasi ke Kalimantan Selatan dengan arah kedua hubungan variabel yang positif, dimana ketika terjadi peningkatan persepsi identitas budaya maka penyesuaian diri akademik juga akan mengalami peningkatan dan sebaliknya.Kata kunci: persepsi identitas budaya, penyesuaian diri akademik, anak TKI ilegal
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN GRIT PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS "THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDY HABITS AND GRIT IN STUDENTS WITH SPECIAL NEEDS" Maryam, Siti; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2688

Abstract

Abstrak Anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik tetap diharuskan untuk dapat bertahan meskipun dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, sehingga untuk dapat bertahan pada tuntutan selama proses belajar maka dibutuhkan adanya sebuah ketabahan (grit) didalam diri. Salah satu komponen penting dari grit adalah sebuah kegigihan yang mana kegigihan tersebut dapat membentuk sebuah kebiasaan belajar baik pada siswa berkebutuhan khusus yang akan mempengaruhi performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Populasi pada penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus di Banjarbaru dan Martapura, siswa(i) dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan syarat jumlah subjek penelitian secara mutlak. Pada penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian, yakni skala kebiasaan belajar dan skala grit. Menggunakan analisa data dengan analisis korelasi product moment dari Karl Person melalui SPSS versi 24 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan kebiasaan belajar dengan grit memiliki korelasi r=0,678 dari taraf signifikansi 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan belajar dengan variabel grit pada siswa berkebutuhan khusus diterima.Kata kunci: Siswa Berkebutuhan Khusus, Kebiasaan Belajar, Grit. Abstract Children with special needs who become students are required to survive even though they have to meet the demand for being able to complete given tasks. In order to survive the demand during the learning process, grit is needed in the students. One of the important components of grit is persistence that will be able to establish good learning habits in students with special needs which will affect their academic performance. The purpose of this study was to find out the relationship between learning habits and grit in students with special needs. The population in this study was students with special needs in Banjarbaru and Martapura, who were selected based on certain criterias on the condition that the number of study subjects was absolute. Two research instruments used in the study, namely the scale for learning habits and the scale for grit. Data were analyzed using the product moment correlation analysis from Karl Person through SPSS version 24 for windows. The results of data analysis showed that the relationship between learning habits and grit had a correlation of r = 0.678 from a significance level of 0.000 (p <0.05). This showed that the research hypothesis which stated that there is a significant relationship between the learning habits variable and the grit variable for students with special needs is accepted.Keywords: Students with Special Needs, Learning Habits, Grit
EFEKTIVITAS METODE SOSIODRAMA TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL PADA SISWI SMP PONDOK PESANTREN AN-NAJAH MARTAPURA Noor, ST. Lailiani; Safitri, Jehan; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1464

Abstract

Salah satu tugas perkembangan remaja adalah menjalin hubungan dengan teman sebaya. Bagi seorang remaja menjalin hubungan dengan teman memerlukan sebuah keterampilan yang disebut dengan keterampilan sosial. Kemampuan keterampilan sosial yang rendah dapat menimbulkan konflik-konflik dalam pertemanan remaja yang dapat menyebabkan remaja menjadi tidak percaya diri, sulit bekerja sama, ingin menang sendiri, bahkan kesulitan dalam menyampaikan keinginannya. Terdapat beberapa metode yang dapat menstimulasi keterampilan sosial remaja, salah satunya adalah metode sosiodrama. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pemberian metode sosiodrama terhadap siswi SMP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan observasi. Subjek penelitian merupakan siswi SMP di SMP Pondok Pesantren An-Najah Martapura yang berjumlah 18 orang. Hasil analisis dari nilai uji t berpasangan dan gain score menunjukan adanya kenaikan skor sebelum dan sesudah diterapkannya metode sosiodrama pada penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama efektif untuk meningkatkan
LOCUS OF CONTROL PADA ORANG DEWASA YANG MENGALAMI SPINAL CORD INJURY Munawarah, Siti; Fauzia, Rahmi; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui locus of control pada penderita spinal cord injury (SCI). Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Pengambilan sample sendiri dengan tiga orang subjek penderita SCI. Teknik penggalian data menggunakan metode observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian data didapatkan locus of control pada subjek H dan subjek M adalah locus of control eksternal sedangkan subjek R adalah locus of6control internal. Faktor yang mempengaruh locus of0control ketiga subjek adalah faktor keluarga dan faktor usia.
Pengaruh Prophetic Intelligence terhadap Kecenderungan Depresi pada Pengurus KSI Asy-Syifa FK ULM Zainuddin, Akhmad; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v6i1.7082

Abstract

Depresi masih menjadi gangguan psikologis tertinggi dalam 3 dekade terakhir di negara mayoritas muslim seperti Indonesia. Prophetic intelligence adalah kondis kejiwaan individu yang terbebas dari penyakit hati berupa syirik, fasiq, nifaq dan kufur sehingga mampu untuk mengambil pelajaran dan hikmah baik dari segi lahir maupun batin, sehingga muncul keinginan untuk melakukan perbaikan yang lebih baik, lebih positif, dan lebih benar. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah terdapat hubungan prophetic intelligence terhadap kecenderungan depresi pada muslim. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Beck Depression Iventory-II (Indo BDI-II) dan Prophetic Intelligence Scale (PIS) yang sudah diadaptasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 171 orang dari KSI Asy-Syifa FK ULM. KSI Asy-Syifa FK ULM adalah organisasi kemahasiswaan yang berorientasikan nilai-nilai keislaman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat prophetic intelligence subjek berada pada kategori tinggi 74,9%, sedang 25,1% dan rendah 0%, sedangkan tingkat kecenderungan depresi berada pada kategori tinggi 0%, sedang 19,9% dan rendah 81,1%. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara prophetic intelligence terhadap kecenderungan depresi. Semakin tinggi prophetic intelligence maka semakin rendah kecenderungan depresi dan sebaliknya