Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN PENDERITA SPINAL CORD INJURY DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL utamie, Anggriyani; Safitri, Jehan; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada pasien penderita SCI ditinjau dari dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling  dengan jumlah tiga  orang  subjek (Subjek dalam penelitian  ini sebanyak 3  orang pasien penderita SCI yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling). Teknik penggalian data menggunakan wawancara dan observasi non partisipan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran penerimaan diri dan dukungan sosial dari ketiga subjek adalah berbeda. Penerimaan diri ketiga subjek SCI digambarkan dari kepercayaan akan kemampuan diri, menganggap dirinya berharga dan sederajat dengan orang lain, tidak merasa aneh atau abnormal dan tidak mengharapkan akan dikucilkan orang lain, tidak merasa malu, berani memikul tanggung jawab atas perilaku sendiri, mererima pujian atau celaan secara objektif, dan menyatakan peraaan dengan wajar. Selain itu, dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental,  serta  dukungan  informatif  juga  berperan yang berkaitan pada penerimaan diri pasien SCI.
PERBEDAAN PERILAKU MENOLONG PADA ANAK USIA DINI YANG DIBERIKAN CERITA MORAL YANG MENEKANKAN EMOSI NEGATIF PENGAMAT DENGAN CERITA NONMORAL DI PAUD IDAMAN BANJARBARU Fitriyana, Risma; Zwagery, Rika Vira; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1672

Abstract

Dalam berbagai perilaku moral, salah satunya adalah perilaku menolong meskipun pada usianya mereka tidak terlepas dari egosentrisme. Awal masa anak-anak ditandai dengan “moralitas melalui paksaan”. Menurut sudut pandang anak-anak, perbuatan yang “salah” adalah yang mengakibatkan hukuman, baik oleh orang lain maupun oleh faktor lain. Perilaku menolong melibatkan dua aspek yang berbeda, yaitu niat menolong dan perilaku menolong. Niat adalah keputusan atau rencana untuk melakukan perilaku. Perilaku menolong dapat difasilitasi oleh emosi tertentu. Penumbuhan perilaku menolong dapat diupayakan dengan strategi penerapan metode bercerita. Cerita moral dapat difasilitasi dengan emosi tertentu, salah satunya emosi negatif seperti rasa takut dan malu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan niat dan perilaku menolong kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di PAUD Idaman Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah  purposive sampling yaitu 15 anak pada setiap kelompok (eksperimen dan kontrol). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena distribusi data tidak normal (<0,005). Berdasarkan hasil Uji Mann-Whitney nilai signifikansi untuk niat menolong bernilai 0.078 (>0.05) dan perilaku menolong bernilai 0. 0,066 (>0.05), analisis ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan perilaku menolong dan niat menolong pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini bisa saja disebabkan adanya faktor proactive history, emosi dan lingkungan.
PERANAN DYADIC COPING TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN DI KOMUNITAS ADS KALSEL Nurnaningsih, Nada; Safitri, Jehan; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1460

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan faktor penting dalam pernikahan.  Kepuasan  pernikahan  dapat  menentukan kualitas serta usia pernikahan. Salah satu faktornya adalah bagaimana pasangan dapat menyelesaikan permasalahannya atau bisa disebut dengan dyadic coping. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui  peranan  dyadic coping terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memiliki anak dengan down syndrome  di  komunitas Anak Down Syndrome Kalimantan Selatan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat peranan dyadic coping terhadap kepuasan pernikahan. Populasi pada penelitian ini pasangan yang tergabung dalam komunitas ADS Kalsel. Jenis pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. purposive sampling merupakan teknik dimana peneliti membuat kriteria khusus terhadap subjek penelitian. Adapun kriteria subjek pada penelitian ini adalah pasangan yang memiliki anak dengan down syndrome yang tergabung dalam komunitas ADS Kalsel, serta rentang usia pernikahan 15-20 tahun. Sedangkan, metode analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan metode pengumpulan data menggunakan skala kepuasan     pernikahan dan skala dyadic coping.  Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat peranan positif4dyadic coping terhadap kepuasan pernikahan pada pasangan yang memiliki anak dengan down syndrome di komunitas ADS Kalsel, dengan 62,8% variabel dyadic coping memiliki peranan terhadap variabel kepuasan pernikahan
The Relationship Between Religiosity and School Engagement in Female Students At Wustho Level at Darussalam Islamic Boarding School Martapura Silmia, Indah; Mayangsari, Marina Dwi; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v6i1.6681

Abstract

Awareness in carrying out religious activities cannot be separated from the level of development of each individual. By understanding the religious values, people will apply the values in everyday life, like when they study. When studying, one needs to be engaged in studying so that what is learned can be practiced well. Engagement can be understood as the extent to which a student actively participates in learning activities. This study aims to investigate the relationship between religiosity and school engagement in female students at the wustho level at Darussalam Islamic Boarding School, Martapura. The sample was 110 female students at the level of wutsho at Darussalam Islamic Boarding School, Martapura. The scales consisted of the scales of religiosity (cronbach's alpha = 0.909) and school engagement (cronbach's alpha = 0.861). The hypothesis was tested using the Pearson product moment correlation test. The results of data analysis indicate the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (H0). The results of the correlation test showed a value of 0.189, with the effective contribution of the relationship between the two variables of 3.6%. It can be concluded that the relationship between religiosity and school engagement was very low.
Penyesuaian Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SMPN 23 Banjarmasin (Studi Fenomenologi ABK yang Bersekolah bersama Siswa Normal) Ulul Azmi, Ayu Wandari; Safitri, Jehan; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2831

Abstract

Beberapa kasus penolakan yang diterima anak berkebutuhan khusus, menjadikan pembentukan penyesuaian diri bagi masing-masing mereka sangatlah penting. Terlebih bagi anak berkebutuhan khusus yang menjalani pendidikan di sekolah inklusi. Hal tersebut mengharuskan mereka untuk bisa menyesuaikan diri bersama orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Sehingga membuktikan bahwa mereka layak dan pantas untuk hidup dalam masyarakat umum disekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian diri anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusi sesuai dengan aspek penyesuaian diri dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian yaitu dua orang siswa berkebutuhan khusus berjenis kelamin laki-laki yang duduk di kelas VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin dengan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian dari R dan S diketahui bahwa mereka memiliki penyesuaian diri yang cukup baik dengan memenuhi beberapa aspek penyesuaian diri. Kedua subjek mampu untuk mengatur emosi yang muncul ketika terjadi suatu masalah dengan cara menahan, melaporkan kepada orang yang lebih dewasa (guru), serta belajar untuk tidak mengganggu orang lain dengan cara saling menghargai satu sama lain. Adapun faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri R dan S berupa kondisi lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sehingga mampu meningkatkan penyesuaiannya dengan cukup baik. Guru dan teman yang memberikan perhatian khusus dapat membantu subjek merasa nyaman dan meningkatkan penyesuaian diri mereka dengan cara pembelajaran dan pengalaman. Meski masih dibantu oleh GPK, namun penyesuaian diri R dan S terbentuk cukup baik, terbukti saat di sekolah mereka bisa berteman secara baik dan tidak saling menyakiti.Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi ABSTRACTSome cases of rejection received by children with special needs make self-adjustments to each child very important. Especially for children with special needs who are undergoing education in inclusive schools. This requires them to be able to adjust to the people and environment around them. So that it proves that they are worthy and worthy to live in the general public around them. The purpose of this study was to find out self-adjustment of children with special needs who attended an inclusive school based on the aspects of self-adjusment and the influencing factors. A qualitative research design with a phenomenological study approach was used in the study. The research subjects were two male students with special needs in class VIII SMP Negeri 23 Banjarmasin with a purposive sampling technique. Data were collected using observation and interview techniques. The results of the R and S research indicate that they have a fairly good self-adjustment by fulfilling several aspects of adjustment. Both subjects were able to regulate the emotions that arise when a problem occurs by holding back, reporting to an older person (teacher), and learning not to disturb others with mutual respect. The factors that influence the self-adjustment of R and S are in the form of a safe and comfortable school environment, so that it is able to increase the self-adjustment quite well. Teachers and friends who pay special attention can help subjects feel comfortable and improve their self-adjusment to learning and experiences. Although they are still accompanied by SCT, R and S can be adjusted well, it is proven that when they are at school they can be good friends and not hurt each other.Keywords: Self-Adjustment, Children with Special Needs, Inclusive School.
HUBUNGAN ANTARA KESADARAN DIRI DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA RELAWAN GURU SEKUMPUL Widayanti, Wiwin; Safitri, Jehan; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1677

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untukimengetahui apakah ada hubungan antara kesadaran diri dengan perilaku altruism pada relawan haul guru sekumpul. penelitian ini menggunakan  proportional  purposive  sampling.  Metode  analisis data menggunakan korelasi product moment. Instrument yangldigunakan adalah skala kesadaran diri dan perilaku altruism. Hasil korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan positiflantara kesadaran diri dengan perilaku altruism pada relawan haul guru sekumpul. adapun hubungan efektif kesadaran diri dengan perilaku altruism adalah sebesarl26,7%, sedangkan 73,3%.sisanya adalah dari variabelvariabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
PENYESUAIAN DIRI NARAPIDANA PELAKU KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK YANG BERADA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III BANJARBARU Noor, Annisa Aulia; Fauzia, Rahmi; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1575

Abstract

Zaman sekarang.tindak kekerasan seksual semakin marak terjadi di Indonesia khususnya pada anak. Kekerasan seksual merupakan kejahatan yang berkaitan dengan perilaku atau kontak seksual yang terjadi tanpa persetujuan dari korban. Alasan mengapa anak sering menjadi target kekerasan seksual karena anak selalu berada pada posisi yang lebih lemah dan tidak berdaya. Pelaku tersebut mendapatkan hukuman penjara sementara 1 tahun hingga maksimal 20 tahun dan disebut dengan narapidana. Narapidana membutuhkan penyesuaian diri ketika berada di lingkungan baru yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyesuaian diri narapidana pelaku kekerasan seksual pada anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan desain penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 (tiga) orang narapidana pelaku kekerasan seksual pada anak. Teknik penggalian data menggunakan wawancara dan observasi non partisipan serta menggunakan tes psikologi yaitu tes Grafis dan tes MMPI. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian diri dari ketiga subjek berbeda – beda. Ketiga subjek memiliki kemampuan dan kepribadian yang juga berbeda – beda. Memiliki cara masing – masing dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dan cara berinteraksi dengan narapidana lain berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Dilihat dari aspek – aspek penyesuaian diri dan proses penyesuaian diri yang semuanya muncul kepada ketiga subjek, namun yang membedakan dari ketiga subjek yaitu kontrol emosi, sikap subjek dalam berinteraksi, serta kemampuan subjek dalam mengarahkan diri ketika di hadapkan pada masalah.
The Effect of Group Counselling with Mindfulness-Based Cognitive Therapy to Increase Grit Level: A Study on Vocational High School Students Rusli, Rusdi; Tanaputra, Jennifer Joi; Safitri, Jehan
KONSELOR Vol. 12 No. 4 (2023): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202312454-0-86

Abstract

Students’ indecision regarding their interests and their lack of persistence often lead to their careers being irrelevant to the competencies they possess. Grit, as one of the non-cognitive factors that helps a person stay persistent and focused in achieving goals, is needed to have consistency and the ability to overcome obstacles. Aiming to fill the gap in knowledge about previous studies that looked at this topic, this study’s main goal was to increase the grit levels of grade XII students at vocational schools (SMKs) through group counseling using Mindfulness-based Cognitive Therapy (MBCT). This research looked at how MBCT-based group counseling can help students improve their mindful awareness, cognitive patterns, and ability to stay focused on their goals. This quasi-experimental study, employing one group pretest-posttest design, involved 4 grade XII students of a vocational school in Banjarbaru City who had low grit scores, measured using The Grit Scale. Statistical analysis using the paired sample t-test was applied to identify differences in scores between the two groups. The results of this study found that group counseling based on MBCT was effective in increasing grit levels in SMK students in Banjarbaru by increasing the ability of awareness and focus of students to develop new mindsets that lead to positive changes and more appropriate decision-making. With group counseling, a good psychological state will help improve one's self-quality and performance, thus creating potential vocational school graduates. To achieve these goals, vocational schools should have a program that focuses on developing learners‘ psychological aspects and teachers should be specifically trained to assist learners who have difficulties in their studies.