Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Self-Disclosure of Mothers to Their Non-Marital Children Sintawati, Sintawati; Safitri, Jehan; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 4, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v4i1.2842

Abstract

Pregnancy outside of marriage is counsidered to be embarassing socially, culturally and even religiously in Indonesian society. it becomes difficult when a mother, who had non-marital pregnancy, wants to reveal the information about herself to non-marital child. in this case there is a dilemma for self-disclosure. on the one hand it is very important for the mother to disclose herself. however, on other hand, there are several risks that will be faced by the parent when revealing the fact that she  was pregnant outside of marriage. the purposes of this study were to find out the aspects influencing the self-disclosure of the mothers ti their non-marital children and the factors influencing the self-disclosure. a qualititative research design using a case stidy approach was employed in this study. the subjects were to the mothers (N and M), who had been pregnant outside of marriage, perfoming self-disclosure to their non-marital children. they were selected using purposive sampling technique. data were collected and extracted using observation  and interview methods. the result of the study was the process of self-disclosure viewed from the aspects of accuary, motivation, time, intensity, and depth and breadth. it was aslo viewed from the influencing factors, namely reciprocity, norm, trust, relationhip quality and gender, which showed that both subject, N and M, perfomed self-disclosure in a similar way and their self-disclosure was carried out by including the influencing aspects and factors.
Peranan Kesepian terhadap Quarter Life Crisis pada Perempuan di Kota Banjarmasin Ariani, Bunga Asri Dwi; Safitri, Jehan; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 7, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v7i2.9615

Abstract

Kesepian adalah kondisi individu merasa hubungan sosial yang dimiliki tidak memenuhi kebutuhan sosial yang dianggap penting. Perempuan yang memasuki masa dewasa awal lebih cenderung mengalami quarter life crisis diakibatkan banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi. Permasalahan quarter life crisis yang sering ditemui adalah permasalahan keluarga dan hubungan romantis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kesepian terhadap quarter life crisis pada perempuan di Kota Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi sederhana dan teknik pengambilan sampel penelitian nonprobability sampling dengan jenis incidental sampling. Alat ukur yang digunakan yakni social and emotional loneliness scale adult short version (SELSA-S) dan alat ukur quarter life crisis, alat ukur ini digunakan kepada 207 perempuan di Kota Banjarmasin. Hasil uji analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat peranan bersifat positif antara kesepian dan quarter life crisis pada perempuan di Kota Banjarmasin. Hal ini menunjukkan bahwa kesepian menjadi salah satu faktor yang berperan terhadap munculnya quarter life crisis pada perempuan di Kota Banjarmasin.
PERBEDAAN PERILAKU MENOLONG ANAK USIA DINI YANG DIBERIKAN METODE CERITA MORAL YANG MENEKANKAN EMOSI POSITIF TOKOH DAN METODE CERITA NONMORAL DI PAUD IDAMAN BANJARBARU Aminy, Rizka Syifa; Zwagery, Rika Vira; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1674

Abstract

Anak usia dini sudah berpartisipasi dalam perilaku menolong meskipun pada usianya mereka masih memiliki egosentrisme (memikirkan diri sendiri) yang tinggi. Perilaku menolong meliputi dua aspek yang berbeda, yaitu niat menolong danperilaku menolong. Niat adalah keputusan untuk melakukan suatu perilaku. Penelitian menggunakan metode eksperimenreplikasidan memiliki tujuan untuk melihat apakah ditemukan perbedaan niat menolong dan perilaku menolong pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di PAUD Idaman Banjarbaru. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling yaitu 15 siswa pada setiap kelompok dengan anak usia dini yang memiliki umur 5 sampai 6 tahun dengan kategori normal dan belum pernah mendengarkan cerita yang akan diberikan yaitu cerita yang bertema cerita moral emosi positif tokoh dan cerita nonmoral. Berdasarkan hasil Uji Mann-Whitney nilai signifikansi untuk niat menolong bernilai 0.644 (>0.05) dan perilaku menolong bernilai 0.074 (>0.05), analisis ini menunjukan tidak ada perbedaan signifikan perilaku menolong dan niat menolong pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini disebabkan adanya faktor proactive history, model, dan menolong orang yang disukai.
PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA PELAKU ABORSI Mayyasya, Tri; Akbar, Sukma Noor; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1558

Abstract

Pengungkapan diri kepada orang tua adalah bersedianya memberikan informasi pribadi kepada orang lain secara sukarela agar terbangunnya hubungan kedekatan yang baik ataupun interpersonal yang lebih baik lagi. Pada masa ini remaja mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga remaja tidak ragu untuk mencoba hal- hal baru, salah satunya seperti melakukan hubungan seks diluar nikah yang berujung pada aborsi. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui dimensi-dimensi dan faktor-faktor apa yang terkait dengan pengungkapan diri remaja pelaku aborsi. Penelitian ini meggunakan desain penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah (dua) orang, yaitu subjek N dan subjek L yang tinggal di Gambut kabupaten Banjar. Metode penggalian data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara semi terstruktur, observasi partisipan pasif serta dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek N melakukan pengungkapan diri dengan terbuka hanya dengan orang yang dikenalnya saja dan subjek N tidak terbuka terhadap orang lain yang tidak dikenalnya mengenai masalah kehidupannya namun subjek N terbuka di media sosial mengenai permasalahannya sedangkan pada Subjek L melakukan pengungkapan diri dengan sangat terbuka dan subjek L juga percaya terhadap orang lain yang dikenalnya ataupun baru dikenalnya mengenai masalah hidup baik di media sosial ataupun dikehidupan nyata. Berdasarkan dimensi pengungkapan diri kedua subjek dimensi yang berperan penting dalam pengungkapan diri yaitu motivasi dan faktor penting yang mempengaruhi pengungkapan diri kedua subjek yaitu, kepercayaan.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN GRIT PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Rahmi, Lia; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2664

Abstract

Siswa berkebutuhan khusus tidak bisa hanya dipandang sebelah mata, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 34 siswa berkebutuhan khusus di SLBN 2 Martapura, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, alat ukur yang digunakan adalah skala kuesioner motivasi belajar dan grit. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi 0.000 (<0.05) dan nilai korelasi sebesar 0,720 analisis ini menunjukan ada hubungan antara motivasi belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula grit. Bentuk sikap motivasi belajar yaitu tekun, ulet, minat pada berbagai masalah, senang bekerja mandiri, bosan dengan tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat, tidak mudah melepaskan yang diyakini, senang memecahkan masalah belajar. Bentuk sikap grit diketahui seperti, konsistensi pada minat, kegigihan dalam pembelajaran, fokus pada satu hal yang diminati seperti mempertahankan satu kegiatan ekstrakulikuler, mampu menghadapi kesulitan, bisa bangkit dan menjalani proses pembelajaran tanpa terpaksa.
HUBUNGAN PERSEPSI CO-PARENTING DENGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 MARTAPURA Ansyah, Ripyatul; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i1.1600

Abstract

Co-parenting merupakah hal yang penting, karena gangguan dalam hubungan co-parenting memiliki dampak yang merugikan pada perkembangan sosial dan kognitif anak pada tahun-tahun pertama kehidupan hingga masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya pada siswa SMP Negeri 2 Martapura. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan positif antara persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya. Semakin tinggi persepsi co-parenting maka semakin tinggi interaksi teman sebaya. Populasi pada penelitian ini berjumlah 131 yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Martapura. Pengambila sampel sebagai subjek dalam penelitian menggunakan purposive random sampling, yaitu teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan atau karakteristik tertentu. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 65 orang siswa, dengan karakteristik yaitu siswa yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisa korelasi product-moment dari Karls Pearson. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan rendah dengan arah kedua variabel adalah positif. Berdasarkan nilai r dapat diperoleh nilai r2 (0,369) = 0,136. Sumbangan efektif persepsi co-parenting dengan interaksi teman sebaya sebesar 13,6% sedangkan 86,4% merupakan sumbangan dari faktor lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa siswa dengan persepsi co-parenting tinggi, maka interaksi dengan teman sebaya juga tinggi, artinya siswa dapat memenuhi tugas perkembangan pada remaja untuk mencapai hubungan baru, lebih baik, dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita.
PENERAPAN METODE PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM (PECS) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK DENGAN AUTISME Purnama, Muhammad Aditya Ais; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1661

Abstract

Autisme adalah gangguan perkembangan dan perilaku yang ditandai dengan ketidakmampuan pada komunikasi, sehingga digunakanlah berbagai metode intervensi untuk menanganinya, salah satunya adalah picture exchange communication system (PECS). Picture exchange communication system (PECS) adalah sebuah metode yang menggunakan media seperti gambar-gambar khusus yang bertujuan untuk membantu anak yang mengalami kekurangan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode picture exchange communication system (PECS) dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada anak dengan autisme. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan pimpinan tempat penelitian untuk mengetahui gambaran metode yang digunakan pada tempat tersebut, dan gambaran umum subjek. Alat ukur yang digunakan adalah children’s communication checklist (CCC), untuk mengukur keterampilan berkomunikasi subjek sebelum dan sesudah penerapan metode penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank-test, dan hasil menunjukkan bahwa taraf signifikansinya sebesar 0,180 (lebih besaridariinilai alpha 0,05), sehingga hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa metode picture exchange communication system (PECS) tidak dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada anak dengan autisme secara signifikan, akan tetapi terdapat peningkatan skor keterampilan berkomunikasi subjek penelitian pada hasil pretest ke posttest yang didapatkan dari uji analisis deskriptif sebesar 23,5 poin (dari 44,5 poin menjadi 68 poin).
HUBUNGAN KONFORMITAS DENGAN PERILAKU BERKENDARA BERESIKO PADA KOMUNITAS MOTOR X DI BANJARMASIN Riyansyah, Muhammad; Safitri, Jehan; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1572

Abstract

Tingginya jumlah kendaraan roda dua di Indonesia manusia sebagai makhluk sosial menciptakan suatu komunitas untuk bersosialisasi salah satunya komunitas motor. kegiatan touring bersama komunitas adalah salah satu cara untuk bisa bersosialisai. Namun, kecelakaan sering tak bisa dihindari, salah satunya dikarenakan perilaku berkendara beresiko yang dilakukan oleh pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan perilaku berkendara beresiko pada komunitas motor X di Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yaitu menyertakan semua anggota populasi sebagai sampel yang berjumlah 37 orang. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala konformitas dan skala perilaku berkendara beresiko. Hasil penelitian menunjukkan hubungan  antara konformitas dengan perilaku berkendara beresiko pada komunitas motor X di Banjarmasin memiliki korelasi 0,623 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel, artinya ketika terjadi peningkatan pada konformitas maka terjadi peningkatan pula pada perilaku berkendara   beresiko,    juga  sebaliknya   ketika terjadi  penurunan  pada  konformitas   maka  terjadi   penurunan pula pada perilaku berkendara beresiko. Hubungan konformitas dengan perilaku berkendara beresiko adalah sebesar 38,8 %, sedangkan 61,2 % sisanya adalah faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
GAMBARAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SANTRIWATI YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN KEPRIBADIAN NEUROTICISM DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRI Puspaningratri, Noormarizqa; Rusli, Rusdi; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional santriwati yang memiliki kecenderungan kepribadian neuroticism. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode campuran. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket neuroticism sedangkan teknik penggalian data kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Populasi pada penelitian kuantitatif berjumlah 121 santriwati dengan jenis sampling cluster random sampling sehingga sampel penelitian menjadi 87 santriwati, sedangkan jumlah subjek penelitian kualitatif berjumlah 4 santriwati. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional yang berbeda pada keempat santriwati. Kecerdasan emosional pada keempat santriwati neuroticism digambarkan dari pengaturan diri, kesadaran diri, motivasi, keterampilan sosial dan empati yang dimiliki. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional santriwati yang memiliki kecenderungan kepribadian neuroticism yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
GAMBARAN RESILIENSI PADA KORBAN PEDOFILIA DI DENPASAR, BALI (STUDI KASUS PADA KP & WN) Dewantini, Ni Luh Intan Cahya; Fauzia, Rahmi; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i3.1249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk resiliensi korban pedofilia dari segi aspek dan karakteristik  resiliensi pada dua orang subjek bawah umur di Denpasar, Bali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan berupa studi kasus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada dua subjek. Teknik penggalian data menggunakan metode wawancara, kuisioner,  checklist  observasi  dan dokumentasi. Subjek memiliki beberapa aspek-aspek resiliensi yang benar-benar timbul pada diri kedua subjek diantaranya aspek optimis, efikasi diri dan pencapaian. Adapun dari aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, analisa kausal, dan empati sangat dipengaruhi oleh fase perkembangan subjek yang masih anak-anak atau di bawah umur dan pola asuh orang tua masing-masing subjek sehingga menghasilkan resiliensi. Kedua subjek memiliki satu karakteristik resiliensi yang muncul yaitu kemandirian karena subjek sudah merasa bisa mencari uang untuk kebutuhan dirinya sendiri. Adapun dari karakteristik hubungan, humor, pengetahuan, inisiatif, kreativitas dan moralitas, semua sangat dipengaruhi oleh fase perkembangan subjek yang masih anak-anak atau di bawah umur dan pola asuh orang tua masing- masing subjek sehingga menghasilkan resiliensi.