Isri Nasifah
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Desa Langensari Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Desy Nur Kholimah; Salwa Pramudya Putri; Rosadah Nur Hanifah; Rika Dwi Setyaningsih; Anik Agustina; Lynda Ayu Safitri; Wahyu Kristiningrum; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a critical period for the emergence of problems and diseases, which often raises concerns among parents. An immature immune system makes this period vulnerable to attacks from microorganisms that arise due to inadequately met basic needs. Eating difficulties are a common issue in providing food and nutritional needs that are generally found in children and become a health problem worldwide. Most eating difficulties in infants and children are related to growth and developmental disorders. The target of this activity is toddlers in Langensari Village. The activities include preparation, pre-test, implementation of the activity, demonstrating tuina massage on toddlers using leaflets, evaluation, and conducting a post-test. The preparation for community service regarding Tuina Massage to improve appetite in toddlers started with an analysis through interviews with the village midwife. After conducting the interview and identifying the problem, which is that many children have difficulties eating and the weight of toddlers is not increasing, and there is no increase in every posyandu. Then, a discussion was held on what topics would be presented during the community service, determining the number of respondents, which is 21 toddlers. Information media such as leaflets were created. After that, and refreshments that will be provided during the event. The researcher obtained information in the form of responses from the pre-test and post-test, where the statements have been systematically arranged so that they are easy for the respondents to understand.   Abstrak Balita merupakan masa yang rawan timbulnya permasalahan dan penyakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sistem imunitas yang belum matur sempurna menyebabkan masa ini rentan terkena serangan dari mikroorganisme yang muncul akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi secara adekuat. Kesulitan makan merupakan masalah dalam pemberian makanan maupun kebutuhan gizi yng pada umumnya dijumpai pada anak dan menjadi masalah Kesehatan diseluruh dunia. Sebagian besar kesulitan makan pada bayi dan anak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah balita di Desa Langensari. Bentuk kegiatannya meliputi persiapan, pretest, pelaksanaan kegiatan, mendemonstrasikan pijatan tuina pada balita dengan media leaflet, evaluasi dan melakukan post test. Persiapan pengabdian masyarakat tentang Pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan pada balita dimulai dari Analisa dengan wawancara Bidan Desa, setelah melakukan wawancara dan menemukan masalah yaitu banyak anak yang susah makan dan berat badan  balita ada yang tidak naik dan setiap posyandu tidak bertambah. Kemudian melakukan diskusi topik apa yang akan disampaikan pada pengabdian masyarakat, menentukan data jumlah responden, yaitu 21 balita. Membuat media informasi berupa leaflet. Peneliti memperoleh informasi berupa hasil jawaban dari pengisian pre-test dan post-test, dimana sudah disusun secara sistematis pernyataannya sehingga tidak sulit untuk dipahami oleh responden.
Pemanfaatan Instrumen DASS dan EPDS Guna Deteksi Dini Penyimpangan Psikologis Ibu Bersalin dan Pasca Salin pada Bidan Kabupaten Semarang Moneca Diah Listiyaningsih; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4476

Abstract

Postpartum mental disorders are a global health problem with the prevalence of postpartum depression reaching 17.22% globally. The level of knowledge of midwives in Semarang Regency regarding the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instruments is still low, with approximately 65% ​​of midwives not understanding the use of these instruments comprehensively. This Community Service aims to empower midwives in Semarang Regency to utilize and apply the DASS and EPDS instruments for early detection of psychological abnormalities during labor and postpartum. Community Service is carried out by providing health education about the DASS and EPDS Instruments for early detection of psychological abnormalities in mothers during labor and postpartum, involving 34 midwives working at the Delima Midwifery Center (TPMB) in Semarang Regency. The implementation of the activity was carried out in five systematic stages including location surveys, material preparation, pre-tests, socialization and training, and post-test evaluation. The results of the community service show a significant increase in midwives' knowledge from an average pre-test score of 7.97 to 9.59 in the post-test, an increase of 20.3%. The percentage of respondents with good knowledge increased from 38.2% to 94.1%. The analysis showed a highly significant difference (p < 0.001). The Community Service Program significantly improved midwives' competency in using the DASS and EPDS instruments. It is recommended to replicate the program across all TPMB in Semarang Regency and other regions, as well as develop an ongoing monitoring system to ensure program sustainability.   ABSTRAK Gangguan mental pascamelahirkan merupakan permasalahan kesehatan global dengan prevalensi depresi postpartum mencapai 17,22% secara global. Tingkat pengetahuan bidan di Kabupaten Semarang tentang instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih rendah yaitu sekitar 65% bidan belum memahami penggunaan instrumen tersebut secara komprehensif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan bidan di Kabupaten Semarang dalam memanfaatkan dan menerapkan instrumen DASS dan EPDS untuk deteksi dini penyimpangan psikologis pada masa persalinan dan pascasalin. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Instrumen DASS dan EPDS guna deteksi dini penyimpangan psikologis ibu bersalin dan pasca salin dengan melibatkan 34 bidan yang bekerja di TPMB Bidan Delima Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap sistematis meliputi survei lokasi, persiapan materi, pretest, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan bidan yang signifikan dari rata-rata skor pretest 7,97 menjadi 9,59 pada posttest dengan peningkatan 20,3%. Persentase responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 38,2% menjadi 94,1%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001). Program Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kompetensi bidan dalam menggunakan instrumen DASS dan EPDS secara signifikan. Disarankan untuk melakukan replikasi program ke seluruh TPMB di Kabupaten Semarang dan wilayah lain, serta mengembangkan sistem monitoring berkelanjutan untuk memastikan sustainability program.