Isri Nasifah
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. Sj Umur 29 Tahun G1P0A0 Hamil 28 Minggu dengan Pre Eklampsia Berat di RS Restu Ibu Balikpapan Meilina Novi Anita; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) midwifery care is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. With COC care, the development of the mother's condition at all times will be well monitored. This is Efforts are being made to reduce the maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). The method used in comprehensive care for pregnant, maternity, postpartum, neonate and family planning women is the descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. SJ provides complementary care to reduce discomfort in the second trimester, namely with massage efflurage care, while the delivery occurs pathologically due to surgery because there have been complications in the mother since pregnancy, namely an increase in blood pressure until it is decided to give birth pathologically, namely via caesarean section. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. SJ is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana, dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baikhal ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. SJ dilakukan asuhan komplementer untuk mengurangi ketidaknyamanan trimester dua yaitu dengan asuhan massage efflurage sedangkan masa persalinan terjadi secara patologis dikarenakan yaitu dengan operasi karena terdapat komplikasi pada ibu sejak kehamilan yaitu terjadi peningkatan tekanan darah hingga diputuskan persalinan secara patologis yaitu melalui operasi sesar. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. SJ  adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R Umur 29 Tahun G2P1A0 dengan Penerapan Counterpressure dan Effleurage Massage di PMB Ignasia Tripudjiastuti Tahun 2024 Ignasia Tripudjiastuti; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. AKI describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that care is provided comprehensive to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum. The aim of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. R at PMB Ignasia Bawen with a descriptive approach by taking anamnesis and observing patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and when selecting contraceptives and documenting the use of SOAP. Meanwhile, health services for children are carried out when new babies are born, neonate visits and counseling on how to care for the umbilical cord and exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of units. single. The results obtained from comprehensive assistance using Continuity of Care (COC) for Mrs. R is from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn until the mother uses contraception, that is, it occurs physiologically and there are no complications. The conclusions obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care using Continuity of Care (COC) for Mrs. R is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan dari  asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. R di PMB Ignasia Bawen dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP . Sedangkan pelayanan kesehan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study) yang dilaksanakan pada September 2024 yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Hasil yang diperoleh dari pendampingan  komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. R adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas,  bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. R adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. D Usia 32 Tahun G2P1A0 di PMB Istiqomah,S.Tr.Keb Desa Pringsari Kec. Pringapus Kab. Semarang Sulisnawati Wonggo; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The still high maternal and infant mortality rate means that Continuity of Care (COC)-based midwifery care is needed, starting from pregnant women, giving birth, postpartum neonates and family planning. Midwifery services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and delivery through the first six weeks postpartum. The methods used in continuous care for Mrs.  D starting from pregnancy care, maternity, postpartum, newborn care and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Within June – October 2024. Collection technique using interviews and observation. Ny.D's subjective data collection starting from pregnancy, childbirth D newborns, neonates and the postpartum period has been carried out and there is no gap between theory and cases. The assessment of Mrs. D objective data starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period has been carried out without any gaps between theory and cases. Analysis of the data obtained is in accordance with the care provided so that it can be used as a diagnostic enforcer. So no gaps were found. Management of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with Mrs. D needs so that there are no gaps between theory and cases. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP management   Abstrak Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi maka diperlukan asuhan kebidanan berbasis Continuity of Care (COC) mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam minggu pertama postpartum. Metode yang digunakan dalam asuhan berkesinambungan pada Ny.  D mulai dari asuhan hamil, bersalin, nifas, asuhan bayi baru lahir dan KB adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Dalam waktu Juni – Oktober 2024. Teknik pengambilan dengan wawancara dan observasi. Pengumpulan data subjektif Ny.D mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus. Pengkajian data objektif Ny.D mulai dari hamil, persalinan, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas dan KB telah dilaksanakan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Analisa data yang didapatkan sesuai dengan asuhan yang diberikan sehingga bisa dijadikan sebagai penegak diagnosa. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.D sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif telah dilaksanakan sesuai dengan manajemen SOAP
Perawatan Bayi Baru Lahir di Ruang Intan RS Ken Saras Tahun 2024 Wayan Dewi Lestari; Sulisnawati Wonggo; Kartika Sari; Isri Nasifah; Dewi Nurani Suci
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems found in newborns are inseparable from infections that are prone to occur in newborns. Proper handling and care are needed by mothers who will take care of newborns at home. If the baby receives poor care, it can pose a risk to the baby which ultimately triggers problems in newborns. Community service which aims to provide information related to newborn care in the diamond room of Ken Saras Hospital which will be held from July 2024 to September 2024. The method used was counseling with socialization or lectures supported by health interactions with 30 respondents of primi postpartum mothers. Mother service contains problems about newborn care because so far all that the public knows is the use of cotton and  alcohol for umbilical cord care and lack of knowledge of mothers who have just given birth to their first child in caring for their babies, with a solution: this activity was carried out on primi postpartum mothers which we did in the diamond room of Ken Saras Hospital.  The first stage is to conduct interviews with primi postpartum mothers on the knowledge of newborn care. The second stage provides a presentation on newborn care. The third stage is to evaluate the mother's knowledge about newborn care. Through this presentation, it is hoped that the public will increasingly understand the importance of good care for newborns.   Abstrak Permasalahan yang terdapat pada bayi baru lahir tidak terlepas dari infeksi yang rentan terjadi pada bayi baru lahir. Penanganan dan perawatan yang tepat diperlukan oleh ibu yang akan melakukan perawatan bayi baru lahir di rumah. Apabila bayi mendapatkan perawatan yang kurang baik makadapat menimbulkan resiko pada bayi yang pada akhirnya memicu munculnya permasalahan pada bayi baru lahir. Pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait perawatan bayi baru lahir di ruang intan RS Ken Saras yang dilaksanakan pada bulan Juli 2024 sampai bulan September 2024. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan sosialisasi atau ceramah yang didukung interaksi kesehatan dengan 30 responden ibu nifas primipara. Pengabdian kepada ibu berisi permasalahan tentang perawatan bayi baru lahir karena selama ini yang diketahui masyarakat hanyalah penggunaan kapas dan alkohol untuk perawatan tali pusat dan kurangnya pengetahuan ibu yang baru melahirkan anak pertamanya dalam merawat bayinya, dengan solusi : kegiatan ini dilakukan pada ibu nifas yang kami lakukan di ruang intan RS Ken Saras.  Tahap pertama adalah melakukan wawancara kepada ibu nifas yang baru melahirkan anak pertamanya terhadap pengetahuan perawatan bayi baru lahir. Tahap kedua memberikan pemaparan tentang perawatan bayi baru lahir. Tahap ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir. Melalui pemaparan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perawatan yang baik pada bayi baru lahir.
Yoga Seri Postur Pahlawan untuk Mengurangi Ketidaknyaman Ibu Hamil pada TM II dan III Sri Hidayati; Selviana, Riska; Elisa Indraeni; Fitriyatul Munawaroh; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy causes physiological and psychological changes due to the hormones estrogen and progesterone, often accompanied by discomfort such as back pain, especially in the second and third trimesters. Yoga is one of the midwifery care to reduce this discomfort, because it helps physically, psychologically, and spiritually. Community service activities are carried out using descriptive methods, active participation, interviews, and literature studies. The steps include pre-tests, yoga material counseling, yoga movement practices, and post-tests using media such as power points and leaflets. The results showed an increase in knowledge and skills of pregnant women in doing yoga, especially the hero posture, which is effective in reducing discomfort in the second and third trimesters. It is recommended that midwives routinely teach yoga techniques to pregnant women in this trimester.   Abstrak Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis akibat hormon estrogen dan progesteron, seringkali disertai ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Yoga menjadi salah satu asuhan kebidanan untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, karena membantu secara fisik, psikologis, dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode deskriptif, partisipasi aktif, wawancara, dan studi pustaka. Langkahnya meliputi pre-test, penyuluhan materi yoga, praktik gerakan yoga, serta post-test menggunakan media seperti power point dan leaflet. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam melakukan yoga, khususnya postur pahlawan, yang efektif mengurangi ketidaknyamanan pada trimester kedua dan ketiga. Disarankan agar bidan rutin mengajarkan teknik yoga kepada ibu hamil pada trimester ini.
Edukasi Akupresure pada Remaja Putri sebagai Upaya Pengetahuan untuk Mengurangi Nyeri Haid di SMPN 3 Tanjung Palas Utara Florenca Sallata; Siti Nur Kholifah; Marta; Dwi Ambarwati; Ana Maulidiyah; Chusnul Dwi Ardiyana; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorhoe) is a common problem experienced by young women and can interfere with their daily activities. Lack of knowledge about proper treatment, especially nonpharmacological methods such as acupressure, leads to high visits to health facilities to address this pain. Therefore, effective education is needed so that adolescents are able to apply acupressure techniques independently to reduce menstrual pain. The implementation of this service activity includes counseling on acupressure at SMPN 3 Tanjung Palas Utara, which is supported by the presentation of material through presentation media and practical demonstrations. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The expected result is to increase the knowledge and application of acupressure independently by adolescents, so as to reduce the need for visits to health centers due to dysminorhoe. Through this activity, it is hoped that adolescents' knowledge about non-pharmacological menstrual pain management can develop, support their reproductive health, and reduce the burden on public health facilities.   Abstrak Abstrak Nyeri haid (dismenorhoe) merupakan masalah umum yang dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan yang tepat, terutama metode nonfarmakologi seperti akupresur, menyebabkan tingginya kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mengatasi nyeri ini. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif agar remaja mampu menerapkan teknik akupresur secara mandiri untuk mengurangi nyeri haid. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan tentang akupresur di SMPN 3 Tanjung Palas Utara, yang didukung oleh penyajian materi melalui media presentasi dan demonstrasi praktek. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil yang diharapkan adalah meningkatkan pengetahuan dan penerapan akupresur secara mandiri oleh remaja, sehingga dapat menurunkan kebutuhan kunjungan ke puskesmas akibat disminorhoe. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan remaja tentang penanganan nyeri haid nonfarmakologis dapat berkembang, mendukung kesehatan reproduksi mereka, dan mengurangi beban fasilitas kesehatan masyarakat.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Umur 27 Tahun G1P0A0 dengan Hipertensi Gestasional di PMB Ernawati Ernawati; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuit Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The descriptive method of case study design, with Varney management and SOAP documentation. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in Nopember 2024 to January 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother had Gestational Hypertension. Collaboration with an obstetrician and gynecologist was carried out to provide 1x 10 mg nipedipine therapy. There were no problems during labor, the mother gave birth by Sectio caesarean and the baby born immediately cried,reddish and moved actively. In the second postpartum visit, mother complained of low breast milk production. Oxytocin massage care was given. In newborn care, all were within normal limits, vitamin K 1 mg, eye ointment and Hepatitis B0 immunization were given. While in family planning care, Mrs. S decided to use an IUD. The conclusion is that the factors that influence the occurrence of gestational hypertension in Mrs. S are obesity. It is hoped that health workers will improve education for pregnant women to maintain a healthy lifestyle, nutritional status and eat nutritious food to prevent gestational hypertension.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Metode deskripif desain case study, dengan manajemen varney dan dokumentasi SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember 2024 s.d Januari 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami Hipertensi Gestasional. Dilakukan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi Nipedipine 1x10 mg. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu bersalin secara SC dan bayi lahir secara SC langsung menangis, kemerahan dan bergerak aktif. Pada asuhan nifas kunjungan kedua, ibu mengalami keluhan pengeluaran ASI sedikit. Diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemberian vitamin K 1 mg, salep mata dan imunisasi Hepatitis B0. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S memutuskan akan menggunakan KB IUD. Simpulan faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi gestasional pada Ny. S yaitu obesitas. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil untuk menjaga pola hidup sehat, status gizi dan makan makan bergizi untuk mencegah terjadinya hipertensi gestasional.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.K Umur 32 Tahun G3P2A0 dengan Pijat Oksitosin pada Masa Nifas di UPTD Puskesmas Tuntang Siti Soimi; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The still high Maternal Mortality Rate and Infant Mortality Rate require quality continuous care (Continuity Of Care) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The presentation of babies who receive exclusive breastfeeding is 61.33%, still below the government's target of 80%. Oxytocin massage is a massage on the mother's back that can stimulate the hormone oxytocin which functions as a hormone that forms breast milk. The method used in continuous care for Mrs. K starting from pregnancy care, childbirth, postpartum, newborn care and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. In November 2024 - February 2025. The collection technique was by interview and observation. The collection of subjective data from Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period has been carried out and there is no gap between theory and case. The assessment of objective data from Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period and family planning has been carried out, there is no gap between theory and case. The analysis of the data obtained is in accordance with the care provided so that it can be used as a diagnosis. So that no gaps were found. The implementation of comprehensive midwifery care has been carried out according to Mrs. D's needs so that there is no gap between theory and case. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP management. The author hopes that comprehensive midwifery care with continuity of care (COC) reports can help reduce maternal and neonatal mortality rates in Indonesia, especially in Semarang Regency.   Abstrak Masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi membutuhkan asuhan berkesinambungan (Continuity Of Care) yang berkualitas mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Presentasi bayi yang mendapat ASI Eksklusif 61.33% masih dibawah target pemerintah yaitu 80%. Pijat oksitosin adalah pijatan di daerah punggung ibu yang dapat merangsang hormon oksitosin yang berfungsi sebagai hormon pembentuk ASI. Metode yang digunakan dalam asuhan berkesinambungan pada Ny. K mulai dari asuhan hamil, bersalin, nifas, asuhan bayi baru lahir dan KB adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Dalam waktu November 2024 – Februari 2025. Teknik pengambilan dengan wawancara dan observasi. Pengumpulan data subjektif Ny.K mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus. Pengkajian data objektif Ny.K mulai dari hamil, persalinan, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas dan KB telah dilaksanakan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Analisa data yang didapatkan sesuai dengan asuhan yang diberikan sehingga bisa dijadikan sebagai penegak diagnosa. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan. Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.K sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif telah dilaksanakan sesuai dengan manajemen SOAP. Penulis berharap asuhan kebidanan komprehensif dengan laporan continuity of care (coc) ini dapat membantu menurunkan angka AKI dan AKB di Indonesia khusunya Kabupaten Semarang
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R Umur 36 Tahun G4P3A0 dengan Mobilisasi Dini Post Operasi Sectio Secaria (SC) di Puskesmas Penajam Rosalini; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous Midwifery Care (Continuity of Care) is comprehensive maternity care provided throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning selection. Its goal is to offer support, monitoring, and early detection of potential complications for both mother and baby from pregnancy until contraceptive use. Childbirth can occur physiologically or pathologically, with pathological cases sometimes requiring surgical intervention via sectio caesarea. Globally, the average cesarean rate is 5–15% per 1,000 births. A cesarean section involves incisions in the abdominal and uterine walls to deliver the baby. Early mobilization training is crucial for faster recovery, yet some mothers hesitate to begin. Efforts to promote early mobilization are essential for optimal healing. At Penajam Community Health Center, midwifery care is delivered through home visits with tailored counseling. In the case of Mrs. R, care was provided across all stages: pregnancy (3 visits), delivery (1 visit), postpartum (4 visits), neonatal care (3 visits), and family planning (1 visit). During pregnancy, Mrs. R complained of back pain, prompting counseling on its causes, proper body mechanics, and the implications of pregnancy after age 35. Delivery was via cesarean section due to her plan for tubal ligation. Postpartum early mobilization began within 6 hours post-surgery, starting with bed rest while moving the arms, hands, toes, ankles, heels, calf muscles, and bending/shifting the legs. At 6–10 hours, she was encouraged to turn side-to-side to prevent thrombosis. By 8–12 hours, she practiced sitting, and within 24 hours, she progressed to sitting and walking—depending on complications—with full mobilization expected within 24–48 hours. On day 3 postpartum, Mrs. R experienced low breast milk production, managed with oxytocin massage. For family planning, she received counseling and opted for tubal ligation. Through Continuity of Care for Mrs. R across pregnancy, delivery, postpartum, newborn care, and family planning, midwives can enhance their professional competencies in standardized care. Additionally, maintaining proper midwifery management ensures sustained high-quality care in the future.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh, dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pemilihan kontrasepsi. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi komplikasi yang mungkin dialami ibu dan bayi sejak masa kehamilan hingga penggunaan KB. Persalinan bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis, persalinan patologis kadang membutuhkan Tindakan pembedahan sectio caesarea, di seluruh dunia angka rata-rata operasi caesar adalah 5–15% per 1000 kelahiran. Salah satu metode melahirkan adalah sectio caesarea, yang dilakukan dengan cara membuat sayatan untuk membuka dinding perut dan dinding uterus untuk mengeluarkan janin. Pelatihan mobilisasi dini sangat penting untuk pemulihan yang lebih cepat. Namun, ada sejumlah alasan mengapa ibu ragu untuk mulai melakukan mobilisasi dini. Upaya untuk mempercepat mobilisasi dini sangat penting untuk pemulihan yang lebih cepat. Di Puskesmas Penajam, metode asuhan kebidanan dilaksanakan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Pada kasus Ny. R, asuhan kebidanan diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, perawatan neonatus, hingga pemilihan KB, dengan frekuensi kunjungan sebagai berikut: kehamilan (3 kali), persalinan (1 kali), nifas (4 kali), neonatus (3 kali), dan KB (1 kali). Selama kehamilan, Ny. R mengeluhkan nyeri punggung, sehingga penanganan yang diberikan meliputi konseling mengenai penyebab nyeri punggung, penerapan body mechanic yang tepat, serta dampak kehamilan di atas usia 35 tahun. Proses persalinan dilakukan melalui sectio caesarea karena rencana ibu untuk menggunakan KB Tubektomi. Pada masa nifas 6 jam dilakukan mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea dimulai pada 6 jam pertama dengan tirah baring sambil menggerakkan lengan, tangan, jari kaki, pergelangan kaki, tumit, otot betis, serta menekuk dan menggeser kaki. Setelah 6-10 jam, ibu dianjurkan miring kiri-kanan untuk mencegah thrombosis, lalu setelah 8-12 jam mulai belajar duduk. Dalam 24 jam, ibu dapat belajar duduk dan berjalan, tergantung ada tidaknya komplikasi, dengan batas maksimal mobilisasi 24-48 jam pascaoperasi. Pada masa nifas hari ke-3, Ny. R mengalami masalah produksi ASI yang sedikit, sehingga diberikan asuhan berupa pijat oksitosin. Sementara itu, dalam asuhan KB, ibu telah mendapatkan konseling dan memutuskan untuk menggunakan metode Tubektomi. Melalui penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. R selama masa hamil, bersalin, nifas, perawatan bayi baru lahir, dan KB, diharapkan bidan dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam memberikan pelayanan sesuai standar profesi. Selain itu, penerapan manajemen kebidanan yang tepat juga perlu dipertahankan guna menjamin kualitas asuhan yang optimal di masa mendatang.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. R Umur 37 Tahun Kebutuhan KB DMPA dengan Hypnoanestesi di PKM Krmlg, Kec Mijen. Kota Smg Siti Maryam; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum and neonatal are physiological conditions that may threaten the life of the mother, baby and even cause death. One of the efforts that can be made is to apply a comprehensive obstetric care model that can optimize the detection of maternal neonatal high risk. Objective: To analyze the implementation of obstetric care for pregnant women, childbirth, postpartum care, BBL and family planning. Observational descriptive analytical, case study approach on the implementation of obstetric care including pregnancy care, childbirth, newborn, postpartum care, and family planning (KB). The sample was a pregnant woman in the first trimester to Family Planning. The research time is from June 2024 to January 2025 in the working area of the Karangmalang Health Center. The research instrument used the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique uses primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The care obtained by Mrs. R was given health care about family planning, namely various birth control methods, benefits, side effects, and how to use each birth control and the mother said that she wanted to use 3-month injectable birth control by providing hypnoanesthesia which is useful hypnoesthesia techniques to create a trance condition, where individuals are more susceptible to suggestions. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Masa  kehamilan,  persalinan,  nifas,  neonatus  merupakan  suatu  keadaan  fisiologis yang  kemungkinan  mengancam  jiwa  ibu,  bayi  bahkan  menyebabkan  kematian.Salah  satu  upaya  yang  dapat  dilakukan  menerapkan  model  asuhan  kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal.Tujuan : Melakukan analisis  pelaksanaan asuhan  kebidanan ibu  hamil, bersalin,  nifas,  BBL  dan KB. Observasional  desktiptif  analitik, pendekatan  studi  kasus  pada  pelaksanaan  asuhan  kebidanan  meliputi  asuhan kehamilan,persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester I sampai dengan Keluarga Berencana. Waktu penelitian dari Juni  2024 sampai  Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Karangmalang. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan polapikir  manajemen varney. Teknik  pengumpulan  menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Asuhan didapatkan Ny. R diberikan penkes tentang KB  yaitu macam-macam metode KB, keuntungan, efek samping, serta cara pemakaian dari masing-masing KB dan ibu mengatakan bahwa ingin menggunakan KB suntik 3 bulan dengan memberikan hipnoanestesi yang bermanfaat teknik hipnosis untuk menciptakan kondisi trance, di mana individu lebih rentan terhadap sugesti. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.