Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Smartpunktur untuk Meningkatkan Daya Ingat pada Anak Prasekolah Nova Oktaviani; Eti Salafas; Nafa Nofitasari; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool-age children are children between the ages of 3 and 6 years, during this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive development increases. Children begin to develop their curiosity, and are able to communicate better. Games are a way that children use to learn and develop relationships with other people (DeLaune & Ladner 2011). Smartpuncture is part of acupressure, a legal alternative complementary therapy, in accordance with the RI Minister of Health Regulation No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 concerning the administration of alternative complementary medicine in health care facilities (Sudijayana 2012). This community service activity is carried out through direct counseling. At Kuncup Mawar Kindergarten, several stages are carried out, namely observing children's learning in the classroom, licensing to the school principal, implementing activities for teachers and children. Smartpuncture is part of acupressure, which is an alternative complementary therapy that has a legal legal basis. Smartpuncture massage is a technique of stimulation to improve the flow of blood, nerves and meridians towards the head and brain. This community service activity is carried out through counseling taking place at the Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Participants in this activity were 18 children aged 5-6 years who attended Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Smartpuncture is carried out 1 time by explaining it to the child and the teacher. All children do smartpuncture well. Parents and teachers get information about martpuncture in children. Children who are selected to participate in community service can practice smartpuncture. Children can follow the instructions from the servant to do smartpuntur and can practice it at home.   Abstrak Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, pada periode ini pertumbuhan fisik melambat dan perkembangan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Anak mulai mengembangkan rasa ingin tahunya, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik. Permainan merupakan cara yang digunakan anak untuk belajar dan mengembangkan hubungannya dengan orang lain (DeLaune & Ladner 2011). Smartpunktur merupakan bagian dari akupresur, salah satu terapi komplementer alternatif yang legal, sesuai dengan Permenkes RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif di fasilitas pelayanan kesehata (Sudijayana 2012). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung Di TK Kuncup Mawar  dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pembelajaran anak diruang kelas, perizinan kepada pihak kepala sekolah, pelaksanaan kegiatan pada guru dan anak. Smartpunktur  merupakan  bagian  dari  akupresur, merupakan  salah  satu  terapi komplementer  alternatifyang legal  dasar  hukumnya. Pijat  mencerdaskan otak (Smartpunktur)  adalah  suatu  teknik  rangsangan  untuk melancarkan  aliran  darah,  syaraf  dan meridian   yang   menuju   kearah      kepala   dan   otak. Kegiatan Pengabdian  masyarakat  ini  dilakukan  melalui  penyuluhan berlangsung  di  TK Kuncup Mawar Ngrawan Getasan.  Peserta dalam  kegiatan  ini  berjumlah  18  anak  berusia  5-6  tahun yang  bersekolah  di  TK  Kuncup Mawar Ngrawan Getasan. Smartpunktur diakukan  1  kali dengan  menjelaskan  kepada  anak  dan guru. Semua  anak  melakukan  smartpunktur  dengan  baik. Orang  tua  dan  pengajar  mendapatkan  informasi  tentang martpunktur pada anak. Anak-anak yang terpilih mengikuti pengabdian   kepada   masyarakat   dapat   mempraktikkan smartpunktur. Anak-anak   dapat   mengikuti   instruksi   dari pengabdi untuk melakukan smartpunktur dan dapat mempraktikkannya saat di rumah.
Pendidikan Kesehatan Gizi dan Pijat Oksitosin dalam Upaya Mengatasi Produksi ASI pada Ibu Post Partum Wahyu Indah Lestari; Widayati; Masruroh; Ryan Nabela Maha Rani; Nova Oktaviani; Nafa Nofitasari; Anissa Regita; Alya Fernanda Khairani; Vanisa; Eva Desita Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3439

Abstract

WHO recommendations in order to achieve optimal growth and development are giving breast milk to babies immediately within 30 minutes after the baby is born, giving only breast milk (ASI) or exclusively breastfeeding from birth until the baby is 6 months old, providing complementary foods for breast milk ( MP-ASI) from when the baby is 6 months old to 24 months or more. Providing nutrition to newborns is done by providing good breast milk, namely exclusive breastfeeding, but sometimes mothers experience difficulties in giving breast milk because they think that the milk has not yet come out and they are still stiff in giving breast milk, especially for young mothers who are giving birth for the first time. Prevention can be done by providing health education about nutrition during breastfeeding and oxytocin massage therapy to increase breast milk production.  Prevention can be done by providing health education about nutrition during breastfeeding and oxytocin massage therapy to increase breast milk production. The results of this community service show that the average knowledge of postpartum mothers has increased, where the average post-test knowledge is greater than the average pre-test score. Therefore, postpartum mothers’ knowledge about nutrition and oxytocin massage has increased.   ABSTRAK Menurut WHO untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal yaitu memberikan air susu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara ekslusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulam sampai dengan 24 bulan atau lebih. Pemberian nutrisi pada bayi baru lahir dilakukan dengan cara pemberian ASI yang baik yaitu ASI Eksklusif, tetapi kadang ibu mengalami kesulitan dalam pemberian ASI karena anggapan ASI belum keluar dan masih kaku dalam pemberian ASI terlebih pada ibu muda yang pertama kali melahirkan. Pencegahan dapat dilakukan dengan diberikan pendidikan kesehatan tentang gizi selama menyusui dan terapi pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu nifas mengalami peningkatan dimana rata-rata pengetahuan post retsnya lebih besar daripada nilai rata-rata pre test. Oleh karena itu, pengetahuan ibu nifas tentang gizi dan pijat oksitosin mengalami peningkatan.
SKRINING ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (RHONOMYRTUS TOMENTOSA L.) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF Marwati Marwati; Mirnawati Salampe; Asril Burhan; Megawati Megawati; Khairuddin Khairuddin; A.Adi Al Ma’aridj Naneng; Nova Oktaviani
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v6i2.367

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang banyak tersebar diseluruh Indonesia khususnya berasal Toraja, yang berpotensi sebagai antioksidan dan antikanker dengan adanya kandungan senyawa fenolik dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat flavonoid total serta aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak daun karamunting. Simplisia daun karamunting diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, pengujian aktivitas antioksidan diukur menggunakan microplet reader dan diuji toksisitasnya dengan metode BSLT. Hasi penelitian fenolik total 3,496% , Perolehan aktivitas antioksidan nilai IC50 ekstrak etanol daun karamunting sebesar 24,451 bpj dan Perolehan uji toksisitas nilai IC50 ekstrak etanol daun karamunting sebesar 31,80 bpj terhadap larva udang. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun karamunting masuk dalam kategori antivitas sangat kuat dengan range <50 % dan dinilai memiliki sifat toksisitas katogori sangant kuat.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.K Umur 27 Tahun G2P1A0 dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas Pringapus Nova Oktaviani; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are still health problems that are prioritized in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030. One of the efforts made to reduce MMR and IMR is to provide comprehensive midwifery care through a continuity of care (COC) approach. Providing midwifery care in continuity of care to Mrs. K starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn to family planning services. The method used in this report is a case study of one physiological pregnant woman in the second trimester conducted in the Pringapus Health Center working area on November 16, 2024 - May 11, 2025. Data were collected using the assessment format, KIA/KMS book and analyzed using the Varney 7-step midwifery management approach and SOAP documentation. Mrs. K, 27 years old, G2P1A0 with physiological pregnancy and hemoglobin level of 10.2 g/dl was given care from 15 weeks gestation to 30th day postpartum. Care included education about anemia, monitoring fetal growth and development, danger signs of pregnancy and childbirth, and preparation for delivery. The mother gave birth spontaneously at 40 weeks 2 days gestation with a baby boy weighing 3300 grams in good condition. During the postpartum period, education was provided on exclusive breastfeeding, wound care, danger signs, and nutrition. The newborn was visited until day 25 and showed good development. At the end of the postpartum period, the mother became a MAL family planning acceptor. There was no gap between the theory and practice of midwifery care. Continuity of care midwifery care has a positive impact on improving the health of mothers and babies and encouraging mothers to be more prepared and independent in undergoing pregnancy to postpartum. It is expected that health workers, especially midwives, continue to improve the quality of continuity of care services, and midwifery students can apply theory in practice to reduce MMR and IMR in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif melalui pendekatan Continuity Of Care (COC). Memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny. K mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah studi kasus (Case Study) terhadap satu orang ibu hamil fisiologis trimester II yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pringapus pada tanggal 16 November 2024 sampai 10 Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan format pengkajian, buku KIA/KMS dan dianalisis dengan pendekatan 7 langkah manajemen kebidanan Varney serta dokumentasi SOAP. Ny. K, 27 tahun, G2P1A0 dengan kehamilan fisiologis dan kadar hemoglobin 10,2 g/dl diberikan asuhan sejak usia kehamilan 15 minggu hingga masa nifas hari ke-30. Asuhan meliputi edukasi tentang anemia, pemantauan tumbuh kembang janin, tanda bahaya kehamilan dan persalinan, serta persiapan persalinan. Ibu melahirkan spontan pada 12 Mei 2025 di RS Ken Saras usia kehamilan 40 minggu 2 hari dengan bayi laki-laki BB 3.300 gram dalam kondisi baik. Selama masa nifas, dilakukan edukasi terkait ASI eksklusif, perawatan luka, tanda bahaya, dan pemenuhan nutrisi. Bayi baru lahir dilakukan kunjungan hingga hari ke-25 dan menunjukkan perkembangan baik. Pada akhir masa nifas, ibu menjadi akseptor KB MAL. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan. Asuhan kebidanan continuity of care memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesehatan ibu dan bayi serta mendorong ibu untuk lebih siap dan mandiri dalam menjalani masa kehamilan hingga pasca persalinan. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan terus meningkatkan kualitas pelayanan continuity of care, serta mahasiswa kebidanan dapat mengaplikasikan teori dalam praktik guna menurunkan AKI dan AKB di Indonesia.
Analisis Psikologi Ibu Bersalin sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologi Pasca Salin Ningsih, Diah Ayu; Nasifah, Isri; Nova Oktaviani; Listiyaningsih, Moneca Diah; Natalia Adhy Wulandari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health of postpartum mothers is an important aspect that is often overlooked in maternal health services. This study aims to analyze the psychological condition of postpartum mothers and evaluate strategies for preventing postpartum psychological disorders, such as baby blues, postpartum depression, and anxiety disorders. The study was conducted in February 2025 with a Descriptive Quantitative approach. The instruments used were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire to assess the level of depression and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the risk of postpartum depression. A total of 18 postpartum mothers aged 20 to >35 years were involved, with the majority being in the 20-35 year age range of 16 mothers (88.9%) and 2 mothers (11.1%) over 35 years old. The results of the EPDS analysis showed that 11 mothers (61.1%) were in the normal category, while the rest showed indications of depression risk. The results of the DASS scale measurements showed the following distribution: normal 12 mothers (66.7%), mild 2 mothers (11.1%), moderate 1 mother (5.6%), severe 2 mothers (11.1%), and panic 1 mother (5.6%). These data indicate that although most mothers are in normal psychological condition, there is a significant proportion who experience symptoms of mild to severe psychological disorders. Preventive efforts through counseling, education, and psychosocial support from health workers and families are needed to prevent more serious psychological disorders. These results can be the basis for hospitals in designing more effective psychological interventions for postpartum mothers.   Abstrak Kesehatan mental ibu bersalin merupakan aspek penting yang sering kali terabaikan dalam pelayanan kesehatan maternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi psikologis ibu bersalin serta mengevaluasi strategi pencegahan gangguan psikologis pasca salin, seperti baby blues, depresi postpartum, dan gangguan kecemasan. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan pendekatan Deskriptif Kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk menilai tingkat depresi dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur risiko depresi postpartum. Sebanyak 18 responden ibu bersalin berusia antara 20 hingga >35 tahun dilibatkan, dengan mayoritas berada pada rentang usia 20–35 tahun sebanyak 16 ibu (88,9%) dan 2 ibu (11,1%) berusia di atas 35 tahun. Hasil analisis EPDS menunjukkan bahwa 11 ibu (61,1%) berada dalam kategori normal, sedangkan sisanya menunjukkan indikasi risiko depresi. Hasil pengukuran dengan skala DASS menunjukkan distribusi sebagai berikut: normal sebanyak 12 ibu (66,7%), ringan 2 ibu (11,1%), sedang 1 ibu (5,6%), berat 2 ibu (11,1%), dan panik 1 ibu (5,6%). Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ibu berada dalam kondisi psikologis normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala gangguan psikologis ringan hingga berat. Upaya preventif melalui konseling, edukasi, dan dukungan psikososial dari tenaga kesehatan dan keluarga sangat diperlukan untuk mencegah gangguan psikologis yang lebih serius. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dalam merancang intervensi psikologis yang lebih efektif bagi ibu pasca melahirkan.
Edukasi Pola Asuh dan Pijat Tui Na di Kelurahan Genuk Nova Oktaviani; Ningsih, Diah Ayu; Putri, Andini; Qonitatun, Anisa; Sari, Eva Desita; Shofiula, Niswatul Jannah; Listiyaningsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddlerhood is a golden period in child development, which requires optimal support from the environment, especially parents. One of the important roles of parents is in terms of parenting and fulfilling children's nutritional needs. However, in reality, there are still many mothers who do not have adequate understanding of parenting patterns that are appropriate for the child's developmental stage, and are less familiar with non-pharmacological approaches to overcome problems such as low appetite. One method that can be used is Tui Na massage, a traditional massage technique that is useful for increasing appetite and strengthening the emotional bond between mother and child. This community service activity was carried out at Posyandu Krajan 1, Genuk Village, with the aim of increasing the knowledge of mothers of toddlers regarding appropriate parenting patterns and the application of Tui Na massage. The methods used include educational counseling, interactive Q&A, and direct practice using educational media such as leaflets, videos, and baby phantom aids. Knowledge assessment was carried out before and after education through pre-tests and post-tests to 18 participants. The results showed a significant increase in knowledge; Before education, 12 mothers (66.6%) were in the poor knowledge category, while after education, 14 mothers (77.8%) were in the good knowledge category. This study confirms that providing health education combined with direct practice methods is very effective in improving mothers' understanding of toddlers regarding parenting patterns and Tui Na massage techniques. This education not only has an impact on increasing knowledge, but also encourages positive changes in attitudes and behavior in supporting children's health.   Abstrak Masa balita merupakan periode emas dalam tumbuh kembang anak, yang memerlukan dukungan optimal dari lingkungan, khususnya orang tua. Salah satu peran penting orang tua adalah dalam hal pola asuh dan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Namun, kenyataannya masih banyak ibu yang belum memiliki pemahaman memadai mengenai pola asuh yang sesuai tahap perkembangan anak, serta kurang mengenal pendekatan non-farmakologis untuk mengatasi permasalahan seperti nafsu makan rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pijat Tui Na, yaitu teknik pijat tradisional yang bermanfaat dalam meningkatkan nafsu makan serta mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Krajan 1, Kelurahan Genuk, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pola asuh yang tepat serta penerapan pijat Tui Na. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan edukatif, tanya jawab interaktif, dan praktik langsung menggunakan media edukasi seperti leaflet, video, dan alat bantu berupa phantom bayi. Penilaian pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi melalui pre-test dan post-test kepada 18 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan; sebelum dilakukan edukasi, sebanyak 12 ibu 66,6% berada pada kategori pengetahuan kurang, sementara setelah edukasi sebanyak 14 ibu 77,8% berada pada kategori pengetahuan baik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberian edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan metode praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu balita mengenai pola asuh dan teknik pijat Tui Na. Edukasi  ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, namun juga mendorong perubahan sikap dan perilaku positif dalam mendukung kesehatan anak.