Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Dasar Pembuatan Diorama Tata Surya Dalam Pameran Pekan Ilmiah Science Exhibition di SDS Peachblossoms Hidayat, Ade Nurul; ILYAS, NUR ILMAN; Irwati, Dwi; Nuraini, Afra; Wiyatno, Tri Ngudi
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service is carried out by UPB industrial engineering lecturers to provide contributions and support from the campus to the community. Education is a conscious and systematic effort that guides students to obtain the ideal nature and quality of education. Education should support the physical and mental development of students until they reach adulthood. Education, both formal and informal, cannot be separated from life. Students get information and insight from teachers who act as mentors/trainers. However, because the number of students in one class is large, teachers cannot provide individual teaching. Science exhibitions at schools are a means to foster children's creativity, so teachers and students use science exhibitions as a source of information, facilities, and supporting media in the learning process. Meaningful project-based learning is one way to improve children's skills, and this event provides a lot of insight. Students can also actively participate in project implementation. Three methods are used to achieve this philanthropic goal: lectures, Q&A discussions, training, and project creation. The projects created have a positive impact on children, and receive good support from parents because the sixth grade students can create good work and can present it well.
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK PERUMAHAN DI PT DBUS MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Fadila ilaika; Prasetya, Dwi Indra; Irwati, Dwi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 01 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/justme.v6i01.110

Abstract

Penjadwalan sangat memengaruhi jumlah waktu yang tersedia untuk menyelesaikan proyek di PT DBUS, ini dilakukan untuk mencapai hasil terbaik dengan mempertimbangkan keterbatasan yang ada. PT DBUS sering mengalami masalah dengan waktu penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu, masalah ini dapat mengurangi kepercayaan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metode penjadwalan mana yang lebih efektif antara Critical Path Method (CPM) dengan Precedence Diagram Method (PDM) dibandingkan dengan kondisi saat ini. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang dikumpulkan dari kontraktor pelaksana dalam bentuk time schedule rencana. Dalam membandingkan metode PDM dan CPM terdapat beberapa perbandingan antara lain, CPM dengan satu konstrain kegiatan sedangkan PDM memiliki empat konstrain kegiatan, perbedaan dalam lintasan kritis yang dihasilkan yaitu CPM dengan 21 lintasan kritis dan PDM dengan 19 lintasan kritis dengan durasi total pekerjaan proyek untuk CPM dengan 122 hari dan PDM selesai dalam 80 hari. Berdasarkan penjadwalan yang telah dilakukan metode PDM lebih efektif karena menjadwalkan proyek dengan durasi lebih singkat sehingga proyek dapat selesai lebih hemat waktu, hal ini pun mampu mengurangi terjadinya keterlambatan dikarenakan lebih sedikitnya lintasan kritis.
Analisis Efektivitas Sistem Produksi dengan Metode Troubleshooting pada PT Chandra Nugerah Cipta Sodikin, Muhamad; Ade hendrik; Agung Budi Wibowo; Ferdyansyah; Irwati, Dwi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.136

Abstract

PT Chandra Nugerah Cipta produces components and frames for cars and motorcycles. To speed up its production process, CNC Group has moved into manufacturing and engineering. They make components and spare parts for two-wheeled and four-wheeled vehicles using welding and pressing processes. PT Chandra Nugrah Cemerlang employs Yamaha, Astra Honda Motor, and Kawasaki. One of the production processes to be studied is the PT CNC 3 engraving machine line, which consists of twenty engraving machines and three manual engraving machines of the Otc Daihen type. Manual engraving machines are used to improve poor robotic engraving results or repairs. To face global competition, PT CNC Group is committed to improving productivity, culture, and human resources.   Keywords: efficiency,Effectiveness,Troubleshooting  
Pengaruh Penerapan Lean Manufacturing Terhadap Kinerja Produksi di PT. XYZ Septiana, Avira; khulillah, Sarah; Febryanti, Cornelia; Wibowo, Herdian; Irwati, Dwi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.137

Abstract

This study aims to analyze the effect of Lean Manufacturing implementation on production performance . Lean Manufacturing is a systematic approach to identifying and eliminating waste in the production process to improve company efficiency and productivity. The research methods used include direct observation, interviews, and analysis of production data before and after Lean Manufacturing implementation. The results indicate that Lean Manufacturing implementation successfully enhanced production process efficiency, reduced cycle times, and decreased waste such as waiting time, unnecessary movement, and defective products. Additionally, there was an increase in production output and employee job satisfaction. These findings are consistent with previous studies stating that Lean Manufacturing can significantly impact operational performance by improving quality, reducing costs, and increasing production speed. Therefore, Lean Manufacturing implementation is recommended as a sustainable strategy to enhance competitiveness and production performance in the manufacturing industry
Penguatan Budaya Organisasi yang Mendukung Adaptasi dan Inovasi di Era Digital Astuti, Dwi; Irwati, Dwi; Maryadi, Adi; Wulandari, Siska
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Lentera Vol. 2 No. 07 (2025): Juli 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/djpl.v2i07.1032

Abstract

Era digital menuntut perusahaan manufaktur melakukan transformasi budaya organisasi untuk mempertahankan daya saing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan tentang pentingnya budaya organisasi yang mendukung adaptasi dan inovasi di era digital pada salah satu perusahaan manufaktur di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Metode yang digunakan adalah knowledge sharing melalui workshop intensif satu hari dengan pendekatan participatory action research dan active learning. Peserta terdiri dari 15 karyawan dari berbagai level dan departemen yang dipilih secara purposive sampling. Kegiatan berhasil meletakkan fondasi transformasi budaya digital melalui peningkatan awareness, pembentukan action plan, dan munculnya internal champions. Rekomendasi untuk program serupa meliputi perluasan durasi, integrasi success stories industri sejenis, dan implementasi follow-up sistematis.
Penerapan Metode Six Sigma untuk Pengendalian Kualitas Line Injection di PT ABC Kawasan Industri MM2100 Fahruri, Niam; Irwati, Dwi; Maherni Putri , Isria Miharti
Action Research Literate Vol. 8 No. 9 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i9.1159

Abstract

Perjalanan bisnis dalam industri manufaktur membutuhkan kualitas produk yang menjadi faktor utama keberhasilan perusahaan. Produk yang berkualitas tinggi akan meningkatkan kepuasan pelanggan, loyalitas terhadap merek, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaan. Salah satu area yang sering menghadapi tantangan kualitas adalah line injection, di mana masalah seperti produk cacat, variasi dalam proses, dan waktu henti mesin bisa terjadi. Masalah-masalah ini dapat menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Six Sigma dalam pengendalian kualitas di line injection. Metode Six Sigma berfokus pada peningkatan kualitas produk atau layanan dengan mengurangi cacat atau kesalahan hingga mendekati nol. Penelitian ini menggunakan data dari PT ABC yang berlokasi di kawasan industri MM2100 yang diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan data dari Februari hingga Juli 2024, di PT ABC ditemukan berbagai cacat injeksi, yaitu flash sebesar 1,15%, sink marks sebesar 6,22%, weld lines sebesar 37,12%, dan voids sebesar 55,49%. Cacat-cacat ini menyebabkan produk akhir tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Dalam tahap analisis, diketahui bahwa voids dan weld lines adalah dua jenis cacat yang paling dominan dalam proses produksi. Oleh karena itu, langkah perbaikan harus difokuskan pada dua jenis cacat ini, karena keduanya menyumbang sebagian besar dari total cacat yang terjadi. Perbaikan dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengawasan operator, pengawasan material, serta pengaturan mesin.
Penerapan Metode Six Sigma Untuk Mengurangi Jumlah Produk Cacat pada Proses Produksi Karton Box di PT. Indah Semesta Karya Ayubi, M. Adin Al; Sujayanto, Muhammad Rizki Putra; Herlambang, Bondan; Andriansyah, Muhamad; Irwati, Dwi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.10812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dalam menurunkan jumlah produk cacat pada proses produksi karton box di PT. Indah Semesta Karya. Studi dilakukan selama periode Januari hingga April 2025 di lini produksi utama, dengan fokus pada tiga jenis cacat dominan, yaitu lem tidak rata, sobekan pada lipatan, dan ukuran tidak presisi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi hasil inspeksi kualitas harian, serta wawancara dengan tim Quality Control dan operator produksi. Analisis dilakukan menggunakan pengukuran Defect per Million Opportunities (DPMO), sigma level, Pareto Chart, dan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan penurunan DPMO dari 6.889 menjadi 4.056 dan peningkatan sigma level dari 3,95 menjadi 4,16, menandakan adanya perbaikan kualitas yang signifikan. Implementasi perbaikan seperti pelatihan ulang operator, perbaikan mesin, dan penyusunan SOP baru terbukti efektif. Selain itu, sistem pengendalian mutu melalui check sheet, audit internal berkala, dan manajemen visual turut menjaga keberlanjutan hasil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Six Sigma berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi di industri kemasan karton.
Penerapan Form 4M Change untuk Mengurangi Range NG Pada Proses Assembly di PT. XYZ Yanti, Ade; Dwianto, Bima; Andrianto, Fendi; Setiawan, Rian; Raffli, Muhammad; Irwati, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31459

Abstract

Variasi tinggi produk Not Good (NG) dalam proses perakitan menjadi tantangan utama bagi PT XYZ dalam menjaga konsistensi kualitas dan efisiensi produksi. Penerapan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya variasi NG serta melakukan perbaikan melalui pendekatan 4M Change yang mencakup aspek Man, Machine, Material, dan Method. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data NG, observasi langsung pada lini produksi, serta analisis akar masalah menggunakan diagram sebab-akibat. Intervensi dilakukan melalui pelatihan operator, perbaikan peralatan, pengetatan kontrol material, dan standarisasi prosedur kerja. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan rata-rata variasi NG dan peningkatan konsistensi tenaga kerja antar shift. Implementasi formulir 4M Change terbukti efektif dalam mendukung perbaikan berkelanjutan dan pengendalian kualitas pada proses perakitan.
Proses Manufaktur “ Kenyal Berserat (Coconut Jelly)”: Studi Deskriptif Berdasarkan Observasi Visual Hamsyah, Rais; Sedyoyono, Argi; Bayu, Raihan; Suwito, Murtia Supriatin; Fadillah, Muhammad Rizky; Irwati, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis tahapan proses manufaktur makanan kenyal berserat (nata de coco) berdasarkan hasil observasi visual terhadap tayangan edukatif “Laptop Si Unyil: Kenyal Berserat” yang ditayangkan pada kanal YouTube Trans7 Official. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal, di mana observasi dilakukan terhadap seluruh rangkaian produksi yang meliputi persiapan bahan baku, fermentasi, pemanenan lapisan nata, pemotongan, pencucian, perebusan, pewarnaan, hingga pengemasan. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses fermentasi dengan menggunakan Acetobacter xylinum menjadi inti dari pembentukan tekstur kenyal dan berserat pada produk. Proses ini membutuhkan pengendalian suhu, waktu, dan pH yang tepat agar hasil akhir sesuai standar. Proses pencucian dan perebusan berperan dalam menjamin kebersihan serta kualitas tekstur, sedangkan tahap pewarnaan dan pemberian rasa meningkatkan nilai estetika serta daya tarik konsumen, terutama anak-anak. Pengemasan yang higienis menjadi penutup dari siklus produksi. Meskipun menggunakan peralatan sederhana dalam skala industri rumahan, proses tetap menunjukkan integrasi antara teknik tradisional dan praktik manufaktur modern, serta peran tenaga kerja manusia yang signifikan dalam tahap-tahap tertentu. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukatif berbasis video mampu menjadi media pembelajaran efektif dalam memahami praktik manufaktur secara nyata, serta pentingnya pengendalian mutu dalam setiap tahapan untuk menjamin produk yang aman dan kompetitif di pasar.
Analisis Pengukuran Kerja untuk Menentukan Waktu Baku dalam Peningkatan Produktivitas Produksi Tube Underfloor di PT. UVW Indonesia Utomo, Nugroho Priyo; Febriansyah, Raja Dafa; Pramudianto, Muhammad Agus Kurniawan; Setiawan, Muhamad Budi; Iqbal, Muhamad; Irwati, Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20770

Abstract

This study aims to analyze work measurement using the time study method to determine cycle time, normal time, and standard time on the Tube Underfloor production line at PT. UVW Indonesia. The research was conducted on the Tube Assembling Line 11, consisting of four workstations: Brazing, Bending, Assembling, and Quality Inspection. Data were collected using a stopwatch method with 30 measurements per station. The data were tested for uniformity and adequacy, followed by the calculation of normal time using the Westinghouse adjustment method and a 12% allowance factor. The results showed that the highest standard time occurred during the assembling process (74.1 seconds), and the lowest during quality inspection (40.0 seconds). The standard output was determined to be 49 units per hour. These findings indicate that a systematic work measurement method can help the company set realistic work standards and enhance overall efficiency and productivity.