Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengaruh Parameter Pemotongan terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Bubut Baja Karbon Menggunakan Pendingin Minimum Quantity Lubrication (MQL) Pratama, Agung; Saputra, Hanif; Fahmi, Saidul; Akbar, Muhammad Firdaus; Irwati, Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai parameter pemotongan terhadap tingkat kekasaran permukaan dalam proses pembubutan baja karbon dengan metode pendinginan Minimum Quantity Lubrication (MQL). Variasi parameter yang diteliti mencakup kecepatan potong, laju pemakanan, dan kedalaman potong. Eksperimen dilakukan menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat berbahan HSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kecepatan potong tinggi dan laju pemakanan rendah menghasilkan permukaan yang paling halus. Selain itu, penerapan MQL secara signifikan menurunkan suhu pemotongan dan memberikan hasil akhir permukaan yang lebih baik dibandingkan metode pembubutan kering.
Analisis efektivitas mesin bordir komputer fuhao menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses (Studi kasus: UKM XYZ) Nasrudin, Slamet; Irwati, Dwi; Miharja, Muhammad Najamuddin Dwi
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 1 (2025): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i1.39294

Abstract

UKM XYZ is a computer embroidery service business. Based on observations and interviews with the head of production, computer embroidery machines often experience problems and cause machine downtime every month which can cause losses. This study aims to analyze the effectiveness of computer embroidery machines using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and identify the causes of losses using the Six Big Losses. After knowing the cause of the low effectiveness of the machine, the next step is to identify it using the Fishbone Diagram, then provide suggestions for improvement. The results showed that the calculation of OEE resulted in an average value of 76.46%, in the context of JIPM standards categorized as “MEDIUM”, the calculation of Six Big Losses the cause of the highest losses is Reduced Speed Losses with a value of 15.57% and Idling & Minor Stoppage Losses as much as 13.34%. Based on the Fishbone Diagram analysis, the proposed improvements to increase effectiveness are providing training to operators, conducting a daily checklist of machines, ensuring materials according to specifications and machine capabilities, implementing a preventive maintenance system, implementing a 5 R work culture.
Optimasi Urutan Screwing untuk Meminimalkan Waktu Proses Assembly: Pendekatan Berbasis Time Study Tohiron, Ahmad; Hardianto, Rian; Maulana, Ikhsan; Syahbana, Muhammad Irfan; Irwati, Dwi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 01 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI : MEI 2025
Publisher : DPPM UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jutin.v6i01.6010

Abstract

Proses perakitan produk sering kali menghadapi tantangan dalam efisiensi waktu, terutama pada aktivitas screwing yang melibatkan banyak titik pengencangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan urutan screwing guna meminimalkan waktu proses assembly berdasarkan metode time study. Studi dilakukan pada aktivitas screwing dengan tujuh titik, di mana waktu rata-rata kerja tiap titik diukur selama sepuluh siklus, kemudian dihitung waktu normal dan waktu standar dengan mempertimbangkan faktor penilaian kerja dan allowance sebesar 10%. Urutan awal proses yang digunakan operator menghasilkan total waktu standar sebesar 48,39 detik per unit. Namun, waktu tersebut belum memperhitungkan gerakan tangan antar titik. Dengan menggunakan pendekatan heuristik, seperti nearest neighbor dan simulasi terbatas terhadap 5040 kombinasi urutan yang mungkin, ditemukan urutan optimal yaitu 1 → 4 → 2 → 5 → 3 → 7 → 6. Urutan ini meminimalkan perpindahan tangan dan menghasilkan waktu proses lebih singkat, yakni 47,19 detik. Optimasi ini memberikan efisiensi waktu sebesar 1,20 detik per unit atau sekitar 2,48%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan urutan kerja yang efisien dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan gerakan, dan mendukung implementasi lean manufacturing pada proses perakitan. Kata Kunci:  time study, optimasi urutan, screwing, proses assembly, lean manufactur
Analisa Produktivitas Lini Converting Flexographic Menggunakan Prinsip Lean Manufacturing dengan Indikator OEE Sihaloho, Yusuf Perdinan; Irwati, Dwi; Dwi, Muhammad Najamuddin
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.013

Abstract

Dalam penelitian ini, dirumuskan masalah membahas mengenai pengurangan aktivitas waste dalam produksi untuk meningkatkan produktivitas sehingga target produktivitas yang ditetapkan dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan perbaikan dalam hal aktivitas kerja produksi pada proses converting flexographic PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan pendekatan lean manufacturing, dimana dalam praktiknya penelitian ini menggunakan prinsip lean manufacturing dengan OEE sebagai indikatornya. Hasil pengukuran yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai OEE aktual mesin 5PA, 9PA1, dan 9PA2 berada  di bawah nilai OEE kemasan menajemen begitupun terhadap OEE internasional. Analisa dilakukan dengan pencarian akar masalah menggunakan fishbone diagram yang nantinya dikategorikan ke dalam jenis pemborosan (waste), kemudian dinilai prioritas resiko dari setiap akar masalah yang ada dengan menghitung RPN (Risk Priority Number). Berdasarkan analisa yang dilakukan, maka diberikan usulan perbaikan yang diharapkan dapat diterapkan oleh pihak manajemen dan operator sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja perusahaan, yakni memastikan mounting dies terpasang akurat, membuat dan melaksanaan program TPM (Total Productive Maintenance), membiasakan cara kerja dengan prinsip JIT (Just In Time) dan SMED (Single Minute Exchange Dies), serta Training for Employee Skill and Knowledge.