Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Peramalan Pemasangan Internet dengan Menggunakan Metode Single Moving Average dan Exponential Smoothing Faizah Suryani; R.A. Nurul Moulita; Selvia Aprilyanti; MARYADI, DERI
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.92

Abstract

Every industries, whether manufacturing or service, requires forecasting method. Forecasting is used to determine the number of product demand so the needs for goods and equipment can be met and customer satisfaction can be increased. The single moving average method was chosen to calculate the number of internet installations demand in the next period at PT. XYZ. The results obtained is 28 people requested for installation of stroomnet services in October 2022 using the 3-month single moving average method while using the 5-month single moving average method is 27 people. Forecasting was carried out using the exponential smoothing method with a value of α = 0.1 resulting in the number of demand for installing stroomnet services namely 28 people while the exponential smoothing method with a value of α = 0.5 namely 26 people. The exponential smoothing method with a value of α = 0.5 has the smallest mean absolute error (MAE) and mean squared error (MSE) among the other three methods, namely 4.5 for MAE or equivalent to 4 people and 24.38 for MSE or equivalent with 24 people so this method is highly recommended for forecasting the number of internet service installation demand by PT. XYZ. Abstrak Metode peramalan sangat dibutuhkan oleh semua industri, baik industri manufaktur maupun jasa. Peramalan digunakan untuk menentukan jumlah permintaan produk agar kebutuhan barang dan perlengkapan dapat terpenuhi sehingga kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan. Metode single moving avarge dipilih untuk menghitung jumlah pemasangan internet pada periode selanjutnya di PT. XYZ. Hasil yang didapat adalah permintaan pemasangan layanan stroomnet pada bulan Oktober tahun 2022 dengan menggunakan metode single moving average 3 bulanan adalah 28 orang sementara dengan menggunakan metode single moving average 5 bulanan adalah 27 orang. Peramalan yang dilakukan dengan menggunakan metode exponential smoothing nilai α = 0,1 menghasilkan jumlah permintaan pemasangan layanan internet yaitu 28 orang, sementara metode exponential smoothing dengan nilai α = 0,5 yaitu 26 orang. Metode exponential smoothing dengan nilai α = 0,5 memiliki nilai mean absolute error (MAE) dan mean squared error (MSE) yang paling kecil diantara ketiga metode lainnya, yaitu 4,5 untuk MAE atau setara dengan 4 orang dan 24.38 untuk MSE atau setara dengan 24 orang sehingga penggunaan metode ini sangat direkomendasikan untuk peramalan jumlah permintaan pemasangan layanan internet oleh PT. XYZ.
Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle: Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle Fauzan Muhammad; Faizah Suryani; Tolu Tamalika; Moulita, Nurul; Maryadi, Deri
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 02 (2023): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i02.421

Abstract

Sistem bahan bakar merupakan sistem yang cukup krusial bagi suatu kendaraan. Kerusakan pada salah satu komponennya dapat menyebabkan mesin tidak dapat beroperasional sebagaimana sistem operasionalnya mengingat fungsinya yang sangat penting pada kendaraan. Resiko kerusakan pada sistem bahan bakar dapat diminimalkan dengan menganalisa potensi kerusakan yang akan terjadi serta melakukan penjadwalan perawatan terhadap komponen yang ada. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat dikombinasikan guna menentukan komponen yang diprioritaskan untuk diperbaiki dalam jadwal perbaikan sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan yang terjadi secara berulang. Hasil penelitian melaporkan bahwa pompa distribusi dan penyaring bahan bakar diprioritaskan dalam tindakan perbaikan sistem bahan bakar. Tindakan perawatan yang dapat dilakukan terhadap pompa distribusi dan penyaring bahan bakar adalah dengan melakukan tindakan pencegahan kerusakan melalui identifikasi sistem bahan bakar dan langsung melakukan perbaikan atau penggantian komponen jika ditemukan sebuah kerusakan. Rekomendasi yang diberikan terkait jadwal pemeriksaan yang dilakukan secara berkala terhadap pompa distribusi bahan bakar adalah setiap 180 hari sedangkan penyaring bahan bakar setiap 120 hari sehingga konsep perawatan berkala pada sistem bahan bakar mobil dapat terealisasi.
Defect Analysis in the Process of Loading and Unloading Boxed Lubricant Products at PT. Pertamina Lubricants Depot Supply Chain Point Kertapati Palembang Azhari; Hermanto MZ; Maryadi, Deri
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i01.680

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat yang terjadi pada proses bongkar muat produk box pelumas di PT. Pelumas Pertamina, Depo Supply Chain Point Kertapati, Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf terkait, dan analisis dokumen perusahaan terkait proses bongkar muat serta pencatatan cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis cacat yang sering terjadi, yaitu kerusakan fisik pada box, kebocoran pelumas, dan ketidaksesuaian jumlah produk. Penyebab utama cacat ini meliputi ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP), kurangnya pelatihan bagi tenaga kerja, serta kondisi peralatan dan sarana yang kurang memadai. Didapatkan jenis defect yang dominan yaitu kemasan box produk penyok dengan persentase kerusakan sebesar 68,3% dari 4 jenis defect yang ada. Faktor penyebab defect kemasan box produk penyok pada proses bongkar muat produk yaitu faktor manusia, metode dan material. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi defect kemasan box produk penyok dapat dilihat berdasarkan nilai RPN terbesar yang terdapat pada perlakuan material handling kasar yaitu sebesar 392.
Analisis Penjadwalan Ulang Proyek Power House pada Rumah Sakit dengan Metoda PERT, CPM dan Fishbone Diagram (Studi Kasus Pada Kontraktor Di Kota Palembang) Tamalika, Tolu; Maryadi, Deri; MZ, Hermanto; Fuad, Indra Syahrul; Alamsyah, M. Nefo
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.019

Abstract

Penjadwalan Proyek yang efektif dan efesien merupakan target yang ingin dicapai oleh semua perusahaan kontraktor. Dengan waktu proses yang pendek menjadi indikator service yang baik terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan (Maryadi, 2021).  Dalam Studi ini dilakukan untuk mengatur waktu penjadwalan ulang pekerjaan pada Proyek Bangunan Power House pada Rumah Sakit dr.Rivai Abdullah Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang sedang berlangsung dengan menggunnakan metode Critical Path Metode, PERT (Program Evaluation Review and Technic) dan Fishbone Diagram. Dimana diperoleh hasil analisa yaitu: 1. didapatkan 5 jalur kritis pekerjaan dengan durasi waktu pekerjaan yang lama yaitu selama 19 minggu dari hasil metode CPM. 2. PERT (Program Evaluation Review and Technic) dari jadwal sebelumnya selama 22 minggu, ini didapatkan bahwa pekerjaan paling lama dilaksanakan adalah selama 20,87 minggu dan paling cepat adalah 18,83 minggu dengan probabilitas sebanyak 97,5 % pada waktu penyelesaian 20,87 minggu dan 85,00% pada waktupenyelesaian 18,83 minggu 3. Hasil analisa terakhir merupakan analisa kenapa terjadinya keterlambatan yang terjadi dalam proyek tersebut dengan menggunakan Fishbone Diagram. Dari hasil analisa terlihat jika penjadwalan proyek power house tersebut memiliki potensi keterlambatan pekerjaan jika terus dilakukan dengan menggunakan penjadwalan yang sekarang serta usulan perbaikan yang ada.