Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Di MI Mathla’ul Anwar Tanjung Rejo Ramadhani, Afifah; Maisaroh, Iis; Pratiwi, Wulan Octi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) dalam upaya meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan hubungan emosional yang positif sebagai landasan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dimana penulis mengumpulkan berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Penulis juga menganalisis dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan kurikulum pendidikan di Indonesia, seperti dokumen Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, untuk memahami bagaimana kurikulum berbasis cinta diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal kita. Berdasarkan Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berdampak positif terhadap perkembangan emosional dan sosial siswa dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang hangat dan kondusif, di mana nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, dan kebaikan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, tantangan seperti kurangnya persiapan guru, pelatihan, dan keterbatasan sumber daya juga teridentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Kurikulum Berbasis Cinta memiliki potensi dalam mendukung pengembangan karakter, keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dan kolaborasi antara pendidik, siswa, dan pengelola sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar madrasah ibtidaiyah mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap aspek kurikulum sebagai strategi penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan.
OPTIMIZING EDUCATIONAL ADMINISTRATION GOVERNANCE IN SUPPORTING QUALITY EDUCATION MANAGEMENT AT MTS HIDAYATUL MUBTADIIN MUKOMUKO Ahmad Arifin; Fauzi Fauzi; Salamun Salamun; Iis Maisaroh
JECE (Journal of Ethics and Character Education) Vol. 4 No. 1 (2026): JECE (Journal of Ethics and Character Education)
Publisher : YHMM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jece.v4i1.186

Abstract

This study aims to analyze the optimization of educational administration governance in supporting quality educational management at MTs Hidayatul Mubtadiin Mukomuko. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design to obtain an in-depth understanding of the implementation of educational administration within the madrasah environment. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving the principal, three homeroom teachers, six parents, and eight students from different grade levels. The findings reveal that educational administration governance has played a significant role in improving the effectiveness of educational management, particularly in academic administration, student data management, coordination among educational staff, and educational services. The principal actively conducted supervision and evaluation of administrative processes, while teachers contributed to managing learning administration and academic reporting. Parents and students also perceived the administrative services as sufficiently responsive and supportive of educational activities. However, the study identified several challenges, including limited digitalization of administrative systems and manual data management practices, which affected administrative efficiency and service quality. The study concludes that strengthening educational administration governance through technology-based administrative systems, organizational coordination, and continuous evaluation can significantly improve the quality of educational management. This research contributes theoretically to educational management studies and practically provides recommendations for improving administrative governance in Islamic educational institutions.
Digital Administration Management In Improving Efficiency At Alhidayah Kalisari Islamic Boarding School Ahmad sofil ghifari; Iis Maisaroh; Muhtarom Muhtarom
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v12i2.10592

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of implementing digital administration through the Smart Hida (Cashless System) at the Alhidayah Kalisari Islamic Boarding School.  feature expansion, a qualitative method with a participatory case study approach. Data collection was carried out from April 16 to 24, 2026, through observation and in-depth interviews with the central treasurer and administrative members. The results showed that the digitalization of financial transactions had a significant positive impact. The cashless system effectively minimizes student indiscipline, as the absence of physical cash eliminates their motivation to buy snacks outside the boarding school without permission. For parents, this system provides transparency and daily control over their children's expenses, eliminating the need to physically visit the school to pay fees. From the management side, the manual administrative burden previously done in physical books is replaced by an automatic database and a top-up system. Furthermore, the integration of 30 internal merchants with a mutually agreed maintenance fee system creates a sustainable business ecosystem. However, this implementation faces challenges regarding users' digital literacy, so feature expansion needs to be done gradually.
Strategi Pengelolaan Work-Life Balance dan Flexi-Work dalam Meningkatkan Keterikatan Kerja pada Karyawan Sektor Perbankan Iis Maisaroh
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67197/jremp.v3i1.282

Abstract

Karyawan level staf dan operasional di bank umum bekerja di bawah target penjualan yang ketat, jam layanan yang kaku, dan tuntutan interaksi nasabah yang tinggi. Tekanan semacam ini bisa menggerus keterikatan kerja mereka. Penelitian ini menguji pengaruh work-life balance (WLB) dan flexi-work terhadap employee engagement, baik secara parsial maupun simultan, pada karyawan bank di wilayah perkotaan. Kami menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi karyawan staf dan operasional bank umum. Sampel sebanyak 132 responden dipilih melalui purposive sampling, dan data dikumpulkan lewat survei kuesioner tertutup berskala Likert 1–5. Data dianalisis dengan regresi linear berganda memakai SPSS, setelah lebih dulu melalui uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas). WLB berpengaruh positif signifikan terhadap employee engagement (β = 0,300; t = 3,75; p < 0,001), dan flexi-work juga berpengaruh positif signifikan (β = 0,289; t = 3,99; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 23,7% varians employee engagement (R² = 0,237; F = 20,06; p < 0,001). Flexi-work memiliki kontribusi standar sedikit lebih besar (β = 0,317) dibandingkan WLB (β = 0,298). Hasil ini menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja bekerja sebagai mekanisme struktural yang memperkuat keterikatan psikologis karyawan terhadap organisasi, bukan sekadar tunjangan tambahan. Penelitian ini menambah literatur MSDM perbankan dengan argumen bahwa flexi-work perlu dilembagakan sebagai kebijakan permanen, bukan diperlakukan sebagai kebijakan darurat pascapandemi, karena ia berfungsi sebagai instrumen retensi dan produktivitas jangka panjang.
Implementasi Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Di MI Mathla’ul Anwar Tanjung Rejo Afifah Ramadhani; Iis Maisaroh; Wulan Octi Pratiwi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) dalam upaya meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan hubungan emosional yang positif sebagai landasan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dimana penulis mengumpulkan berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Penulis juga menganalisis dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan kurikulum pendidikan di Indonesia, seperti dokumen Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, untuk memahami bagaimana kurikulum berbasis cinta diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal kita. Berdasarkan Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berdampak positif terhadap perkembangan emosional dan sosial siswa dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang hangat dan kondusif, di mana nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, dan kebaikan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, tantangan seperti kurangnya persiapan guru, pelatihan, dan keterbatasan sumber daya juga teridentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Kurikulum Berbasis Cinta memiliki potensi dalam mendukung pengembangan karakter, keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dan kolaborasi antara pendidik, siswa, dan pengelola sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar madrasah ibtidaiyah mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap aspek kurikulum sebagai strategi penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan.
The McDonaldization of Merdeka Belajar: How Globalized Standardization is Quietly Erasing Indigenous Indonesian Pedagogies Iis Maisaroh; Selvy Ratna Sari; Elly Purwanti; Satwika Alhummaira
Indonesian Journal of Education and Youth Development Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Education and Youth Development (IJEYD)
Publisher : STIT Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This library research critically examines the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) policy through the lens of George Ritzer’s sociological framework of McDonaldization to understand its impact on Indigenous Indonesian Pedagogies. As Indonesia aligns its higher education system with global neoliberal pressures for workforce readiness, the MBKM policy is championed as a movement for educational autonomy. However, utilizing Critical Discourse Analysis (CDA) and comparative juxtaposition, this study reveals a profound paradox: the policy’s implementation relies on rigid mechanisms of efficiency, calculability, predictability, and control that mirror the rationalization of the fast-food industry. The analysis demonstrates how accelerated degree pathways (Efficiency) and metric-obsessed performance indicators (Calculability) systematically erode traditional Javanese and Pesantren pedagogies, specifically values such as Ngeli (process-oriented depth) and Olah Rasa (emotional refinement). Furthermore, centralized digital platforms (Predictability) and app-based surveillance (Control) displace the context-specific wisdom of Kodrat Alam and the spiritual autonomy of the Pamong. The study concludes that MBKM facilitates the grobalization of Indonesian education, replacing locally significant cultural practices with globally standardized, empty forms (nothing). It advocates for a de-McDonaldization strategy that harmonizes administrative modernization with the preservation of Indonesia's holistic, character-driven educational heritage.
Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas dan Pencegahan Anemia Melalui Peer Group Education di Karang Taruna Desa Bulokarto Iis Maisaroh; Muhtarom Muhtarom; Nurhadi Kusuma; Fuad Hasan; Ahmad Zainuri; Maya Aulia; Kukuh Maulana Al Fathan; Eri Purwanti; Wulan Octi Pratiwi
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas dan anemia merupakan dua permasalahan kesehatan remaja yang saling berkaitan dan kerap diabaikan di lingkungan pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja anggota Karang Taruna Desa Bulokarto, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, terkait bahaya pergaulan bebas dan upaya pencegahan anemia melalui pendekatan Peer Group Education. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang mengoptimalkan potensi lokal sebagai modal utama perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan dalam format workshop satu hari yang diikuti oleh 50 remaja usia 15–22 tahun. Data dikumpulkan melalui instrumen pre-test dan post-test terstruktur serta lembar observasi partisipasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan peserta: dari 47,8% (pre-test) menjadi 81,8% (post-test) untuk topik pergaulan bebas, dan dari 45,6% menjadi 80,7% untuk topik anemia. Sebanyak 88% peserta menyatakan kesiapan menjadi agen edukasi sebaya di lingkungan mereka. Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam membangun kapasitas remaja desa sebagai pendidik sebaya, dengan memanfaatkan jaringan sosial Karang Taruna sebagai platform yang telah ada. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi kesehatan remaja berbasis komunitas di wilayah pedesaan Pringsewu.