Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hybrid Education Program for Couples: A Strategy to Enhance Pregnancy Quality of Life Widatiningsih, Sri; Mundarti, Mundarti; Handayani, Esti; Tungga Dewi, Christin Hiyana
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 3 (2025): August (In Process)
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.106192

Abstract

Background: Pregnancy involved physical, emotional, and social changes, making spousal support crucial in reducing stress, anxiety, and improving maternal quality of life. However, participation of mothers and husbands in prenatal classes in Indonesia remained low. A hybrid education model (online and face-to-face) had the potential to address these limitations.Objective: This study aimed to assess the effectiveness of a digital-based hybrid companion class on improving the quality of life of pregnant women in Magelang City.Methods: This was a quasi-experimental study with a non-randomized pretest-posttest with control group design. The sample consisted of 60 couples of reproductive age (30 intervention, 30 control) selected through simple random sampling. The hybrid class intervention included modules, educational videos, and mentoring through WhatsApp, conducted in four sessions. Quality of life was measured using WHOQOL-BREF at three time points and analyzed with GLM-RM.Results: The intervention significantly improved the quality of life of pregnant women in the psychological domain (p = 0.001; η² = 69.3%), social domain (p = 0.021; η² = 34.2%), and environmental domain (p = 0.001; η² = 65.7%), while the physical domain was not significant (p = 0.510).Conclusion: The digital-based hybrid companion class was effective in improving the quality of life of pregnant women in psychological, social, and environmental aspects. Integration of the program into antenatal services was recommended to enhance the role of husbands in pregnancy care.
Analysis of Factors Associated with Basic Immunization Coverage in Infants Rini, Purwati Mustiko; Idhayanti, Ribkha Itha; Hapsari, Wanodya; Mundarti, Mundarti
Midwifery and Nursing Research Vol. 7 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Basic immunization is a mandatory immunization given to infants from birth to protect them from dangerous diseases. Complete basic immunization coverage is an essential requirement for infants. In Indonesia, immunization implementation is regulated by Law No. 17 of 2023 concerning Health and Minister of Health Regulation No. 36 of 2017 concerning Immunization Administration. Although the government is actively implementing this program, obstacles remain. Therefore, this study is needed to identify factors influencing the completeness of basic immunization in infants.Objective: This study aims to analyze factors associated with the completeness of basic immunization in infants.Methods: This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The study population was mothers with infants aged 0–12 months in Wotgalih Village, Jatinegara District, Tegal Regency. The sampling technique used saturated sampling. All respondents were given a questionnaire to analyze factors influencing the completeness of basic immunization in infants.Results: The study showed a significant relationship between knowledge, trust, and family support and the completeness of basic immunizations in infants. The p-value for the relationship between knowledge and immunization completeness was 0.0004; trust and immunization completeness was 0.011; and family support and immunization completeness was 0.003.Conclusion: Maternal knowledge, trust, and family support play a significant role in ensuring the completeness of basic immunizations in infants. Efforts to improve these three factors are expected to increase basic immunization coverage in the community
EFEKTIVITAS PERMAINAN ENGKLEK DAN LOMPAT TALI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK PRASEKOLAH Ribkha Itha Idhayanti; Rizqi Khoirunisa; Arum Lusiana; Mundarti Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10248

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak prasekolah sangat penting dilatih sejak dini yang mana merupakan  usia emas golden age, oleh karena itu penting bagi anak untuk diberikan stimulasi sedini mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan dimasa depan. Stimulasi yang dibutuhkan salah satunya ialah stimulasi motorik kasar, stimulasi tersebut bertujuan untuk melatih otot-otot besar dibagian kaki maupun tangan. Salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk menunjang perkembangan motorik kasar ialah permainan engklek dan lompat tali.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas permainan engklek dan lompat tali terhadap perkembangan mottorik kasar anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan di RA Masyithoh Salamrejo, Selopampang, Temanggung. Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Dari 50 populasi didapatkan sampel sebanyak 34 responden yang terbagi 17 responden dengan permainan engklek dan 17 responden dengan permainan lompat tali. Hasil penelitian menggunakan Uji Mann-Whitney dengan hasil p-value = 0.000 dimana p<0.05 yang berarti permainan engklek lebih efektif terhadap perkembangan motorik kasar anak prasekolah. Dari hasil penelitian, permainan engklek dan lompat tali dapat menjadi salah satu cara meningkatkan perkembangan motorik kasar anak prasekolah
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN PERINATAL Ribkha Itha Idhayanti; Galuh Kemalasari; Siti Chunaeni; Mundarti Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i2.10811

Abstract

Angka Kematian Perinatal (AKP) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa Banyak faktor yang dianggap sebagai factor penentu kematian perinatal, faktor-faktor penyebab tersebut dijadikan sebagai faktor determinan diantaranya faktor usia, paritas, pendidikan, faktor bayi yaitu IUFD, BBLR, Kelainan kongenital, premature dan asfiksia.  Jenis penelitian deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, status paritas, pendidikan, penyakit penyebab kematian perinatal (IUFD, BBLR, kelainan kongenital, premature, dan asfiksia)  Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Chi-square terdapat hubungan antara usia dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Terdapat hubungan antara paritas dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Terdapat hubungan penyakit penyebab kematian perinatal dengan pvalue=0,000. Sedangkan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kematian perinatal dengan pvalue=0,750. Diharapkan tenaga kesehatan mampu meningkatkan kualitas pelayanan ANC pada ibu hamil beresiko yang dapat mengalami kematian perinatal
PENGARUH NUGGET KELLA (KELOR DAN NILA) TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BADUTA Ribkha Itha Idhayanti; Dini Puspitasari; Tuti Sukini; Mundarti Mundarti
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11421

Abstract

Kondisi gizi yang bagus ialah salah satu aspek berarti buat menggapai tingkatan kesehatan yang maksimal. Baduta atau bayi usia 12-24 bulan berada pada periode emas dan periode kritis, karena mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Periode emas dapat dicapai secara optimal apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Salah satu upaya pencegahan permasalahan gizi dengan memberikan asupan protein dan karbohidrat dalam bentuk makanan tambahan berupa pemberian nugget kelor dan nila terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh nugget KELLA terhadap berat badan dan tinggi badan baduta. Jenis penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh baduta usia 12 – 24 bulan di Desa Kemiriombo wilayah kerja Puskesmas Gemawan. dan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 responden baduta. Hasil penelitian menggunakan uji T-Dependent ditemukan hasil p-value 0,000 pada berat badan (pvalue < 0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan berat badan baduta dan pada tinggi badan diperoleh p-value 0,000 (palue<0,05), maka disimpulkan ada pengaruh pemberian nugget KELLA terhadap peningkatan tinggi badan badutaHasil penelitian ini diharapkan sebagai pertimbangan dalam tindakan pencegahan masalah gizi pada balita dengan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan bahan lokal seperti daun kelor dan ikan nila dan dapat menerapkan pemberian nugget KELLA sebagai alternatif makanan tambahan balita.
Hybrid Education Program for Couples: A Strategy to Enhance Pregnancy Quality of Life Widatiningsih, Sri; Mundarti, Mundarti; Handayani, Esti; Tungga Dewi, Christin Hiyana
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 3 (2025): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.106192

Abstract

Background: Pregnancy involved physical, emotional, and social changes, making spousal support crucial in reducing stress, anxiety, and improving maternal quality of life. However, participation of mothers and husbands in prenatal classes in Indonesia remained low. A hybrid education model (online and face-to-face) had the potential to address these limitations.Objective: This study aimed to assess the effectiveness of a digital-based hybrid companion class on improving the quality of life of pregnant women in Magelang City.Methods: This was a quasi-experimental study with a non-randomized pretest-posttest with control group design. The sample consisted of 60 couples of reproductive age (30 intervention, 30 control) selected through simple random sampling. The hybrid class intervention included modules, educational videos, and mentoring through WhatsApp, conducted in four sessions. Quality of life was measured using WHOQOL-BREF at three time points and analyzed with GLM-RM.Results: The intervention significantly improved the quality of life of pregnant women in the psychological domain (p = 0.001; η² = 69.3%), social domain (p = 0.021; η² = 34.2%), and environmental domain (p = 0.001; η² = 65.7%), while the physical domain was not significant (p = 0.510).Conclusion: The digital-based hybrid companion class was effective in improving the quality of life of pregnant women in psychological, social, and environmental aspects. Integration of the program into antenatal services was recommended to enhance the role of husbands in pregnancy care.