Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peran Internal Enablers dalam Transformasi Digital Pelaku Usaha Mikro di Wilayah Blankspot: Studi pada Dusun Kepetingan Sidoarjo Laily Muzdalifah; Muchammad Tamyiz; Muhammad Idham Kholiq; Risalul Ummah
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3905

Abstract

Transformasi digital telah menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha mikro; namun, proses implementasinya belum merata, khususnya di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap teknologi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor pendukung internal dalam mendukung transformasi digital pelaku usaha mikro di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kabupaten Sidoarjo. Cakupan analisis meliputi strategi organisasi, kemampuan teknologi berkelanjutan, kontrol organisasi yang fleksibel, aksesibilitas terhadap kemitraan, proses bisnis, sumber daya manusia terampil, dan budaya organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan 21 informan yang dipilih menggunakan purposive sampling dan diperluas lebih lanjut melalui teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi faktor pendukung internal berkontribusi pada proses transformasi digital. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur jaringan, tingkat keterampilan digital yang rendah, dan pemanfaatan media digital yang terbatas telah menghambat proses transformasi untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bahwa model Internal Enablers dapat diperluas dengan menunjukkan bahwa pada usaha mikro yang berada di wilayah blankspot, infrastruktur digital dan konektivitas berperan sebagai foundational enabler yang mendahului efektivitas faktor-faktor internal organisasi.
Pelestarian Permainan Tradisional sebagai Media Pembentukan Karakter Bangsa dan Pengenalan Budaya Daerah kepada Anak-Anak Moh Raihan Zacky Ramadhan; Muchammad Tamyiz; Syahrul Alvin Chusnan; D.N Awwala Qurrota' Ayun; Muhammad Imam Husein; Aliefia Enggal Saharani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 2 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/zvjpge90

Abstract

Permainan tradisional merupakan kegiatan bermain yang tumbuh dan berkembang dari suatu daerah atau bangsa. Melalui permainan tradisional, kita dapat mengenal berbagai kebudayaan daerah serta mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sosial. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab kita sebagai pengamalan dari "bhinneka tunggal ika". Bertepatan dengan kemajuan teknologi, anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan media digital, yang menyebabkan hilangnya minat pada permainan tradisional. Padahal, permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penting untuk membentuk karakter bangsa. Permainan tradisional, seperti petak umpet, engklek, dan lompat tali, mengajarkan anak-anak nilai-nilai seperti kerja sama, kejujuran, sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk permainan tradisional, tantangan yang dihadapi dalam pelestariannya, dan strategi yang efektif untuk melestarikannya sebagai sarana pembentukan karakter anak. Traditional games are activities that grow and develop throughout a region or nation. Through traditional games, we can learn about various regional cultures and teach the values ​​of cooperation and social responsibility. Therefore, their preservation is our responsibility as a practice of "Bhinneka Tunggal Ika." Coinciding with technological advances, children now spend more time with digital media, leading to a loss of interest in traditional games. Yet, traditional games serve not only as entertainment but also as an important means of shaping national character. Traditional games, such as hide-and-seek, hopscotch, and jump rope, teach children values ​​such as cooperation, honesty, sportsmanship, and togetherness. This study aims to understand the forms of traditional games, the challenges faced in their preservation, and effective strategies for preserving them as a means of character building in children.
Hydrothermal synthesis of ZnFe2O4@g-C3N4 for enhanced adsorption-photocatalytic degradation of ciprofloxacin Medya Ayunda Fitri; Muchammad Tamyiz; Eko Prasetyo Kuncoro; Mamlu’atul Nihaya; Muhammad Abdul Basith Thom Thom; Cindy Dwi Cahyani; Bahauddin Alqostolani
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v15.i1.pp313-321

Abstract

The persistence of antibiotic contaminants such as ciprofloxacin (CIP) in aquatic environments poses significant environmental and health risks, necessitating the development of efficient removal strategies. In this work, a zinc ferrite-anchored two-dimensional carbon nitride nanocomposite (ZF@2DCN) was synthesized via a simple calcination and hydrothermal approach to achieve synergistic adsorption–photocatalytic degradation of CIP under visible light. Structural and optical characterizations confirmed the successful formation of a ZF–2DCN heterojunction with high crystallinity, strong interfacial interactions, and enhanced visible-light absorption. The incorporation of ZF reduced the bandgap of 2DCN from 2.8 to 2.6 eV, promoting improved charge separation. Adsorption studies revealed rapid equilibrium within 30 min and multilayer adsorption on heterogeneous active sites, with a maximum adsorption capacity of 11.7 mg g-1. Under visible-light irradiation, ZF@2DCN achieved up to 81% CIP degradation within 60 min, exhibiting an apparent reaction rate approximately 2.5 times higher than that of pristine 2DCN. The enhanced performance is attributed to the strong synergy between adsorption-driven pollutant enrichment and photocatalytic degradation. Overall, ZF@2DCN shows strong potential as an efficient material for antibiotic removal in wastewater treatment.
Pelestarian Obat Tradisional Dhandhanggulo melalui Pemanfaatan Bahan Alami Lokal sebagai Wujud Kearifan Lokal Nabilah Safitri; Muchammad Tamyiz; Rizqa Putri Ramadhanti; Muhammad Aliful Ittikhad; Mazro’atul Ilmiyyah; Alfia Rohmah Safara; Annur Rahman
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/9swr4240

Abstract

Dhandhanggulo merupakan praktik pengobatan tradisional yang berdiri sejak tahun 2009 di Desa Prasung, Kabupaten Sidoarjo. Keberadaannya berawal dari kepedulian terhadap keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan formal, sekaligus menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pengobatan tradisional Dhandhanggulo, menelaah manfaat kesehatan, sosial, dan budaya, serta memotret nilai solidaritas yang tercermin dalam pelayanannya. Hasil observasi menunjukkan bahwa Dhandhanggulo mengintegrasikan layanan ramuan herbal dengan terapi tradisional, ditopang sepenuhnya oleh tenaga relawan tanpa imbalan. Bahan ramuan sebagian ditanam secara mandiri, sebagian lainnya diperoleh dari pasar. Sebelum pandemi Covid-19, praktik ini telah melayani ribuan pasien dari dalam dan luar Sidoarjo. Temuan ini menegaskan peran penting Dhandhanggulo tidak hanya sebagai alternatif layanan kesehatan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial. Dhandhanggulo is a traditional healing practice established in 2009 in Prasung Village, Sidoarjo Regency. Its existence stems from concern about the community's limited access to formal healthcare services, while also serving as a means of preserving local wisdom. This article aims to describe the traditional healing practice of Dhandhanggulo, examine its health, social, and cultural benefits, and capture the values ​​of solidarity reflected in its services. Observations indicate that Dhandhanggulo integrates herbal concoction services with traditional therapies, supported entirely by uncompensated volunteers. Some ingredients are grown locally, while others are obtained from the market. Prior to the Covid-19 pandemic, the practice served thousands of patients from within and outside Sidoarjo. These findings underscore Dhandhanggulo's crucial role not only as an alternative healthcare service but also as a medium for cultural preservation and strengthening social solidarity.
DOXYCYCLINE PHOTOCATALYTIC DEGRADATION USING MESOPOROUS CARBON NITRIDE (MCN) UNDER VISIBLE LIGHT Azzahra Hanggararas Sasdika; Ervin Nurhayati; Isni Arliyani; Muchammad Tamyiz; Adhi Yuniarto; Yu Syuan Liou; Checia Hu
Purifikasi Vol 25 No 1 (2026): Journal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v25i1.541

Abstract

Antibiotic contamination in aquatic environments has become a global concern due to its potential contribution to antimicrobial resistance and adverse impacts on aquatic ecosystems. Photocatalysis using carbon nitride-based semiconductor materials has emerged as a promising approach for the removal of antibiotic pollutants. This study aimed to evaluate the performance of Mesoporous Carbon Nitride (MCN) for the degradation of DOX under visible-light irradiation at initial concentrations of 0.5, 5, 20, and 50 mg/L. Photocatalytic experiments were conducted in a laboratory-scale reactor equipped with a magnetic stirrer to maintain solution homogeneity. DOX concentration was determined using UV–Vis spectrophotometry, while ammonia (NH₃-N) analyses were performed to investigate compound transformation during the degradation process. The results demonstrated that both irradiation time and initial DOX concentration significantly influenced the degradation performance. The highest degradation efficiency was achieved at an initial concentration of 50 mg/L, reaching 36.51% after 150 min of visible-light irradiation, whereas the degradation efficiency at 20 mg/L was 12.29%. Degradation rate analysis revealed maximum values of 0.103 mg L⁻¹ min⁻¹ and 0.514 mg min⁻¹ g⁻¹ at 50 mg/L. Changes in ammonia concentration indicated that the photocatalytic process not only promoted DOX degradation but also facilitated the transformation of nitrogen-containing compounds during the reaction. Meanwhile, the apparent negative degradation efficiencies observed at 0.5 and 5 mg/L were attributed to analytical limitations associated with UV–Vis measurements at low concentrations. These findings demonstrate the potential of MCN as a visible-light-responsive photocatalyst for the treatment of antibiotic-contaminated wastewater.
Simulasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Sidoarjo Waluyo Prasetyo; Muchammad Tamyiz
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi membawa akibat bertambahnya volume sampah. Pertambahan jumlah volume sampah adalah berbanding lurus dengan pertambahan jumlah penduduk. Di samping pertambahan volume sampah akibat pertambahan jumlah penduduk, fakta empiris juga menunjukkan bahwa jenis sampah yang dihasilkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat semakin beragam seiring dengan kehidupan masyarakat yang semakin konsumtif. Volume sampah anorganik semakin bertambah seiring dengan pola konsumtif kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi performansi dari model transportasi sampah eksisting dan memberikan usulan-usulan untuk perbaikan pada model transportasi sampah yang digunakan. Metode yang digunakan untuk tujuan tersebut adalah menggunakan simulasi. Kontribusi dari penelitian ini adalah penggunaan atau pengembangan usulan hasil penelitian ini pada perusahaan/instansi lainnya dengan menggunakan skenario yang diusulkan sehingga diperoleh rute jarak pengangkutan sampah yang efisien sehingga waktu operasional kendaraan lebih efektif.
Efektivitas Hydrochar Serbuk Kayu Sengon sebagai Adsorben dalam Menurunkan Kadar Antibiotik Enrofloxacin pada Limbah Cair Islamiyatur Rosida; Muchammad Tamyiz
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2092

Abstract

Enrofloxacin merupakan antibiotik yang berpotensi mencemari lingkungan perairan karena bersifat persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas hydrochar berbahan serbuk kayu sengon sebagai adsorben untuk menyisihkan enrofloxacin serta menentukan kondisi optimum berdasarkan ukuran partikel, waktu kontak, pH, konsentrasi awal, dan dosis adsorben. Hydrochar diproduksi melalui hidrotermal karbonisasi pada suhu 200°C selama 10 jam, kemudian dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Konsentrasi sisa enrofloxacin dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis untuk menghitung efisiensi penyisihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hydrochar berukuran 160 mesh memiliki kemampuan adsorpsi terbaik dan digunakan pada pengujian lanjutan. Variasi waktu kontak memperlihatkan bahwa efisiensi adsorpsi meningkat hingga mencapai nilai maksimum 48,69% pada menit ke-30. Kondisi pH netral, yaitu pH 7, menghasilkan penyerapan terbaik. Pada variasi konsentrasi awal, konsentrasi 5 mg/L memberikan persentase penyisihan tertinggi, sedangkan peningkatan konsentrasi menurunkan efisiensi akibat keterbatasan situs aktif adsorben. Peningkatan dosis hydrochar meningkatkan efisiensi adsorpsi hingga mencapai kondisi kesetimbangan. Pengujian triplo menunjukkan hasil yang konsisten dan presisi. Analisis FTIR mengidentifikasi gugus hidroksil, karbonil, aromatik, C–O, dan C–O–C yang berperan dalam adsorpsi melalui ikatan hidrogen, interaksi elektrostatik, dan interaksi π–π. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik permukaan, ketersediaan gugus fungsi, dan kondisi operasional secara bersama-sama memengaruhi kapasitas penyerapan, sehingga optimasi parameter diperlukan untuk memperoleh kinerja pengolahan limbah antibiotik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan demikian, hydrochar serbuk kayu sengon berpotensi menjadi adsorben alternatif yang ramah lingkungan untuk menyisihkan enrofloxacin dari larutan.
Co-Authors Adhi Yuniarto Adi Setyo Purnomo Agus Rachmad Purnama Al Wasilah, Shofiyah Fathi Alfia Rohmah Safara Aliefia Enggal Saharani Allwar Allwar Alvin Rahmad Widiyanto Alvin Romadhoni Putra Hidayat Annafis, Maulana Ahmad Annur Rahman Ardhana Rahmayanti Asranudin Asranudin, Asranudin Atik Widiyanti Ayubi, Anis Al Azizah, Aprilia Putri Azzahra Hanggararas Sasdika Bahauddin Alqostolani Bulloh, Muhammad Basir Chis Catur Lega Wibisono Checia Hu Cindy Dwi Cahyani D.N Awwala Qurrota' Ayun Dalia Allouss Dhafa, Ahza Refkyan Eko Prasetyo Kuncoro Ervin Nurhayati Failany, M. Afif Fauzi, Priananda Hadi Ramadhan Fuad Achmadi Galih Dwiki Ramanda Hamidah, Zumrotul Hidayah, Natasya Nur Holilah Holilah Imamsyah, M. Alim Is Fatimah Islamiyatur Rosida Isni Arliyani Laily Muzdalifah Laily Noer Hamidah Lily Octavia Lily Oktavia Lily Oktavia Lisman Suryanegara Listin Fitrianah Luqman Hakim Mamlu’atul Nihaya Maulidiyah, Takrimatul Mazro’atul Ilmiyyah Medya Ayunda Fitri Merca, Azliya Madinatul Moh Raihan Zacky Ramadhan Mohammad Taufiq Mohammad Taufiq Mufidah, Mas Wardah Muhammad Abdul Basith Thom Thom Muhammad Aliful Ittikhad Muhammad Idham Kholiq Muhammad Imam Husein Mustaqim, M. Nabilah Safitri Pisal, Mohd Hanif Mohd Prasetyo, Waluyo Prasetyo, Waluyo Reza Prasetyo, Faris Risalul Ummah Rizqa Putri Ramadhanti Ruey-an Doong Salsabella, Aulianita Saputro, Arief Sholihah, Zilfatus Surya Rosa Putra Syahrul Alvin Chusnan Utomo, Fajar Nur Waluyo Prasetyo Waluyo Prasetyo Wulandari, Chintiya Yu Syuan Liou