Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kreatifitas Peserta Didik di Pesantren dan non Pesantren: Analisis dengan Wallach-Kogan Creativity Test Alfiyah, Hanik Yuni; Kusaeri; Fahmi , Muhammad; Tamin, Zaini; Amin , M.
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3074

Abstract

Kreatifitas merupakan kompetensi yang mutlak dibutuhkan di abad 21. Disisi lain, pesantren merupakan budaya yang mendominasi pendidikan Islam di Indonesia. Oleh karenanya, penting dilakukan kajian tentang kreatifitas anak di pesantren sebagai salah satu upaya pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kreativitas siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan non pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi. Sampel terdiri dari 35 siswa Madrasah Tsanawiyah di pesantren dan 31 siswa Madrasah Tsanawiyah Non Pesantren. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Wallach-Kogan Creativity Test. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif statistik. Hasil menunjukkan bahwa kreatifitas siswa pesantren dalam aspek fluency dan flexibility lebih baik dari pada kreatifitas siswa non pesantren. Sedangkan dalam aspek uniques, kreatifitas siswa non pesantren lebih baik dari pada kreatifitas siswa pesantren. Dalam aspek unsusallness tingkat kreatifitas siswa pesantren dan non pesantren berada dalam kategori sama. Keterampilan siswa dalam aspek fluency dan flexibility jauh lebih baik dari pada aspek uniques dan unusualness. Perlu dicarikan variasi solusi untuk meningkatkan aspek uniques dan unusualness siswa mengingat hakikat dari kreatifitas adalah novel.
Many-Facet Rasch Model (MFRM) for Digital Citizenship Measurement Analysis in Islamic Schools: A Bibliometric Review Ulya, Vita Fitriatul; Afriyanto, Fikiy; Suparto; Kusaeri; Dedduang, Vacharee
MUMTAZ : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/mumtaz.v5i3.3632

Abstract

The increasing need for Digital Citizenship competencies in education requires the availability of assessment instruments that are objective, valid, and in line with the challenges of digital ethics in the modern era. This study aims to map the global development of the use of the Many-Facet Rasch Model (MFRM) in the analysis of Digital Citizenship (DC) instruments and identify the implications of its application for the development of assessments in Islamic schools. Using the Scopus and ERIC data-based bibliometric analysis design, this study processed 143 publications through the bibliometrix device at R-Studio, including publication trend analysis, scientific collaboration, thematic structure, and citation network. The results of the study show that the integration of MFRM in digital citizenship assessment provides a strong methodological foundation to overcome the issue of rater bias and strengthen the objectivity of performative evaluation, especially in the context of Islamic Schools which require digital character assessments based on moral values, morals, and ethical responsibility in accordance with Islamic education principles. This study concludes that MFRM is a strategic approach to improve the quality of DC assessments in a fair and value-based manner, as well as open up opportunities for innovation of digital character evaluation instruments in Islamic schools. Further studies are recommended to test the empirical implementation of MFRM-based instruments and Differential Facet Functioning (DFF) analysis in madrasah and cross-cultural contexts.