Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Sosialisasi Pada PT. Empat Enam Jaya Gudang Penyimpanan Ammonium Nitrat Di KM 24 Karang Joang Balikpapan Hadiyono, Hadiyono; Purwanti , Sri; Saputra, Dharma; luqmantoro, luqmantoro
EUNOIA Vol 2 No 2 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empat Six Jaya, located at km 24 Karang Joang, Balikpapan, is a company engaged in services for temporary storage of ammonium nitrate. The potential for fires to occur in warehouses or storage areas for materials in open and closed spaces can result in losses and the consequences of fire incidents. in the workplace can result in loss of life, material losses, loss of employment and other losses. The method used to achieve the goal is the method of discussion and practice (learning by doing).
PENERAPAN CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM PADA PT JAMIN JAYA ABADI DI BALIKPAPAN Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 4 No 1 (2018): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.721 KB) | DOI: 10.36277/identifikasi.v4i1.43

Abstract

Contractor Safety Management system (CSMS) adalah system control terhadap aspek pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja bagi kontraktor yang bekerja di seluruh daerah operasi kontraktor kontrak kerjasama (KKKS). Hal ini dilakukan karena kontraktor sebagai mitra kerja perusahaan minyak dan gas bumi mempunyai tingkatan risiko pekerjaan yang dibedakan menjadi 3 tingkatan, yaitu Risiko rendah, risiko menengah, dan risiko tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan CSMS di PT. Jamin Jaya Abadi dan mengetahui hasil prakualifikasi serta penilaian lapangan untuk mengidentifikasi elemen-elemen dengan dinlai terendah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, Sumber data di peroleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi, kemudian data dianalisis menggunakan metode Fishbone untuk mengetahui penyebab masalah elemen-elemen yang teridentifikasi mendapatkan nilai rendah. Hasil penelitian menunjukan penerapan CSMS di PT. Jamin Jaya Abadi termasuk dalam kategori High Risk. Ini dibuktikan dari hasil prakualifikasi dan verifikasi lapangan memperoleh nilai 61. Tetapi dari 9 elemen terdapat 4 elemen yang teridentifikasi mendapatkan nilai terendah dan diperoleh penyebab masalah dari hasil wawancara dan observasi kemudian dimasukan dalam metode Fishbone untuk mendapatkan akar penyebab masalah. Elemen yang dimaksudkan ialah elemen 6 mengenai implementasi dan pemantauan kinerja K3, elemen 7 mengenai audit dan tinjauan manajemen, elemen 8 mengenai Rencana tanggap darurat, dan elemen 9 mengenai keanggotaan asosiasi.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PROSES WTP (WATER TREATMENT PLANT) CV BORNEO ASRI REKATAMA BALIKPAPAN Nuryanto, Nuryanto; Maslina, Maslina; Luqmantoro, Luqmantoro; Fariz, Luthfan
IDENTIFIKASI Vol 8 No 2 (2022): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v8i2.250

Abstract

Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) is a method for determining and assigning hazards based on their probability, frequency and severity and evaluating their adverse consequences, including potential loss and injury. Work processes in industry must pay a lot of attention to environmental health and safety aspects in order to support industrial effectiveness. The industry must identify the hazard, assess its associated risks to tolerate a sustainable level, the risk assessment has been made using risk guidelines and standards. Control efforts must be systematic and comprehensive in a management that is integrated into the occupational safety and health program. In accordance with Government Regulation no. 50 of 2012 concerning the Occupational Health and Safety Management System article 11 which requires hazard identification, risk assessment and risk control to meet K3 requirements. CV Borneo Asri Rekatama Balikpapan is a company engaged in the distribution of clean water for PT HER housing in Balikpapan city where the hazards in the work environment of the clean water treatment area are in the form of physical hazards, biological hazards, chemical hazards, ergonomic hazards, and psychosocial hazards. The approach used is a qualitative research method. Data collection uses field research methods, interviews and observations, where the data is obtained by describing a list of questions that are quite detailed and complete about the object studied to the respondents. The results and discussion of the research, namely, in the process of operating the WTP is an activity that has a high risk and from the operational process activities of the WTP there are 8 risks that arise based on ISO 31000. After conducting an assessment, it is found that out of the 8 risks that appear 6 risks with a high risk level, 2 risk with a medium risk level of risk. After the risk has been handled with the OHSAS 18001 hierarchy of control, an assessment is carried out again on the remaining risks from control with the results of research on 8 risks down to 6 risks with a medium risk level and 2 risks with a low risk level.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN DI PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE BATAKAN Aulidan, Muhammad Alif; Yuliana, Lina; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.739

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi sistem proteksi kebakaran aktif sebagai upaya preventif dan responsif terhadap potensi kebakaran di PT. Balikpapan Ready Mix Site Batakan. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta checklist berbasis standar. Fokus penelitian tertuju pada kesesuaian penerapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan sistem alarm kebakaran dengan regulasi nasional, yakni Permenaker No. 4 Tahun 1980, Permen PUPR No. 26/2008, SNI 03-3989-2000, ISO 11602-2, serta Form Pd-T-11-2005-C. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan APAR di lokasi telah memenuhi seluruh kriteria dengan tingkat kesesuaian 100%. Namun, fasilitas pelengkap seperti hydrant dan smoke detector belum tersedia, mengindikasikan adanya celah signifikan dalam sistem proteksi menyeluruh. Jalur evakuasi dan muster point sebagai bagian dari proteksi pasif telah sesuai dan berfungsi sebagai pelengkap mitigasi risiko. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pemenuhan sistem proteksi kebakaran secara menyeluruh guna meminimalkan risiko kerugian jiwa dan aset perusahaan. Temuan ini dapat menjadi acuan penguatan sistem keselamatan kerja di sektor konstruksi dan produksi beton.
ANALISIS SAFETY BEHAVIOR DI WAREHOUSE PT. COSL INDO BALIKPAPAN Parhan, Agatha Patricia; Yuliana, Lina; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.750

Abstract

Perkembangan industri mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, namun seringkali mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana perilaku tidak aman (unsafe behavior) menjadi penyebab utama kecelakaan kerja. Di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan, penerapan Keselamatan Berbasis Perilaku atau Behavior Based Safety (BBS) masih terbatas pada safety morning briefing dan belum memiliki standar yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan safety behavior dan mengidentifikasi perilaku tidak aman pada pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan DOIT (Define, Observe, Intervene, Test) dari E. Scott Geller. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan lima pekerja yang terdiri dari empat operator lapangan dan satu mekanik spesialis peralatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai Safe Behavior Index (SBI) pada aspek individu sebesar 71,42% (Cukup Aman), aspek perilaku 54,54% (Kurang Aman), dan aspek lingkungan 83,33% (Cukup Aman). Ditemukan bahwa penyebab utama perilaku tidak aman adalah faktor kenyamanan pribadi dan efisiensi waktu yang mengesampingkan prosedur keselamatan. Kesimpulannya, tingkat perilaku keselamatan di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan masih memerlukan intervensi segera, terutama pada aspek perilaku pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
ANALISIS RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEMELIHARAAN SURFACE AERATOR DI IPAL MARGASARI Luqmantoro, Luqmantoro; Zulfikar, Iwan; Wardhana, Raihan Satria
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja pemeliharaan surface aerator di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Margasari, Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara, kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan penilaian postur kerja menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil menunjukkan seluruh pekerja mengalami keluhan MSDs di punggung, pinggang, dan lengan bawah kanan. Skor REBA mengindikasikan risiko sedang hingga tinggi, dengan 40% pekerja risiko sedang dan 60% risiko tinggi. Disarankan intervensi ergonomi berupa pelatihan postur, alat bantu, dan desain ulang stasiun kerja untuk menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja.
IDENTIFIKASI POSTUR TUBUH PEKERJA ADMINISTRASI UNTUK MENGETAHUI MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDS) DENGAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT DI PT. SAMLI MAJU SUKSES Luqmantoro, Luqmantoro; Saputra, Angga Dwi; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.843

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang dialami oleh pekerja administrasi akibat postur kerja yang tidak ergonomis dalam penggunaan peralatan kantor seperti komputer, kursi, dan meja. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko penyakit akibat kerja. PT. Samli Maju Sukses sebagai perusahaan logistik memiliki lingkungan kerja kantor dengan pengaturan peralatan yang belum sepenuhnya sesuai prinsip ergonomi, seperti penggunaan kursi non-adjustable dan tata letak ruang kerja yang kurang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan MSDs dan menilai tingkat risiko postur kerja pekerja administrasi menggunakan dua metode, yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner oleh empat orang informan yang merupakan pekerja administrasi di PT. Samli Maju Sukses.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan metode NBM, seluruh informan memiliki tingkat keluhan MSDs yang tergolong rendah dan tidak memerlukan tindakan perbaikan. Namun, penilaian menggunakan metode 2. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja informan dengan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), diperoleh kesimpulan bahwa tingkat risiko pekerja kantor PT Samli Maju Sukses, informan memiliki level risiko sedang 2 pekerja, dan 2 pekerja risiko tinggi sehingga tergolong berbahaya dan diperlukan tindakan seperti istirahat yang cukup, perubahan gaya hidup seperti kebugaran dan olahraga.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Wijaya, Keyvin; Mappangile, Andi Surayya; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1257

Abstract

Industri pengolahan air bersih memiliki risiko keselamatan kerja yang signifikan, terutama selama proses pembubuhan dan pengenceran di mana bahan kimia berbahaya dan peralatan mekanis digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bahaya, menilai risiko, dan membuat strategi pengendalian risiko untuk keselamatan kerja pada proses pembubuhan dan pengenceran di Instalasi Pengolahan Air PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Wawancara semi-terstruktur dengan karyawan dan pengawas, observasi lapangan, serta analisis dokumen digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 43 potensi bahaya dari 8 aktivitas utama proses pembubuhan dan pengenceran, yang terdiri dari bahaya fisik, kimia, dan ergonomis. Sebelum dilakukan pengendalian tambahan, proporsi risiko sedang sebesar 58% dan tinggi 42%. Setelah pengendalian tambahan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, proporsi risiko menurun menjadi 72% rendah dan 28% sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode HIRARC yang sistematis dengan pengendalian yang tepat dapat menurunkan tingkat risiko keselamatan kerja secara signifikan.
ANALISIS POTENSI BAHAYA ERGONOMI PADA BAGIAN DISTRIBUSI DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Zulfikar, Iwan; Akmal, Muhammad Zulfikar; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian distribusi di PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara, kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan penilaian postur kerja menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil menunjukkan seluruh pekerja mengalami keluhan MSDs di punggung, pergelangan tangan, dan tangan kanan. Skor REBA mengindikasikan risiko sedang hingga tinggi, dengan 40% pekerja risiko sedang dan 60% risiko tinggi. Disarankan intervensi ergonomi berupa pelatihan postur, alat bantu, dan desain ulang stasiun kerja untuk menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT ANGKASA PURA INDONESIA Fikri, Ahmad Khoirul; Mappangile, Andi Surayya; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada karyawan Divisi Security Protection PT Angkasa Pura Indonesia di Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan seluruh karyawan berjumlah 56 orang melalui metode total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner HSE untuk menilai tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (85,7%) memiliki beban kerja pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres kerja berada pada kategori sedang (42,9%) dan tinggi (46,4%). Nilai rata-rata skor beban kerja adalah 60,77 (kategori tinggi) dan rata-rata stres kerja sebesar 110,14 (kategori sedang). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja, dengan nilai ρ = 0,293 dan p = 0,029. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan peningkatan tingkat stres kerja karyawan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan beban kerja serta upaya pencegahan stres kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. This study aims to examine the relationship between workload and work stress among employees of the Security Protection Division at PT Angkasa Pura Indonesia in Balikpapan. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving all 56 employees selected through a total sampling method. Workload was measured using the NASA-TLX questionnaire, while work stress was assessed using the HSE questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents (85.7%) experienced a high level of workload, while work stress levels were categorized as moderate (42.9%) and high (46.4%). The average workload score was 60.77 (high category), and the average work stress score was 110.14 (moderate category). The Spearman Rank test revealed a significant positive relationship between workload and work stress, with a correlation coefficient of ρ = 0.293 and a significance value of p = 0.029. These findings indicate that higher workload is associated with increased levels of work stress