Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelayanan HIV Pada Masa Pandemi Covid-19 : Scoping Review Dinge, Fenny; Pratami, Yustika Rahmawati; Wahrini, Sri; Handayani, Endah Purwanti; Nurhilmi, Nurhilmi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.55

Abstract

Kebijakan physical distancing menyebabkan kegiatan pelayanan Kesehatan menjadi terhambat karena larangan keluar rumah pada saat lockdown atau penutupan wilayah demi mengurangi penularan Covid 19. Kebijakan ini mempengaruhi kegiatan di pelayanan Kesehatan yang salah satunya pelayanan HIV. Pelayanan HIV mengalmai beberapa hambatan dari pelayanan tes HIV sampai ke pemantauan kepatuhan konsumsi obat ARV di masa pandemic. Munculnya beberapa kabijakan pelayanan HIV menggunakan telemedicine dan telehealth juga telah diterapkan di beberapa negara. Tujuan: untuk menyimpulkan dan menggali terkait dampak COVID-19 terhadap pelayanan HIV selama masa pandemic. Metode: Metode tinjauan literatur scoping review ini mengadaptasi penulisan menggunakan framework PRISMA-ScR checklist terbit tahun 2021 dengan kriteria inkluasi dan eksklusi. Hasil: Tinjauan literature ini telah melakukan skrining artikel dari tiga database sebanyak 1.010 artikel, kemudian ditemukan 10 artikel terpilih yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dieliminasi sesuai dengan kriteri eksklusi. Alur eliminasi artikel telah digambarkan secara ringkas menggunakan diagram PRISMA flowchart. 10 artikel terpilih kemudian dilakukan penilaian kelayakan menggunakan bantuan tool dari JBI. Selanjutya untuk menggali terkait skrining HIV pada wanita hamil penulis menemukan 3 tema pada studi literature ini. Tema pada tinjauan literature ini antara lain adalah pelayanan HIV masa pandemic, hambatan dan penggunaan telehealth. Kesimpulan: meskipun dalam proses pelaksanaannya penggunaan media telehealth ini memberikan beberapa dampak positif yang diterima oleh pengguna layanan.
Skrining HIV Pada Wanita Hamil : Scoping Review Nurhijraheni, Pranita Kartika Candra; Pratami, Yustika Rahmawati; Priutami, Dionesia; Lestari, Susi; Saldianti, Siti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.56

Abstract

 Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan jenis virus yang menginfeksi sel darah putih dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Selanjutnya Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kondisi yang disebabkan oleh melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Tujuan: untuk menyimpulkan dan menggali terkait skrining HIV pada wanita hamil. Metode: Metode tinjauan literatur scoping review ini mengadaptasi penulisan menggunakan framework PRISMA-ScR checklist dan diseleksi denga kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil: Tinjauan literature ini telah melakukan skrining artikel dari tiga database sebanyak 1.070 artikel, kemudian ditemukan 10 artikel terpilih yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dieliminasi sesuai dengan kriteri eksklusi. Alur eliminasi artikel telah digambarkan secara ringkas menggunakan diagram PRISMA flowchart. 10 artikel terpilih kemudian dilakukan penilaian kelayakan menggunakan bantuan tool dari JBI. Selanjutya untuk menggali terkait skrining HIV pada wanita hamil penulis menemukan 3 tema pada studi literature ini. Tema pada tinjauan literature ini antara lain adalah hasil tes HIV pada wanita hamil dan dua tema diantaranya merupakn faktor yang berhubungan skrining HIV pada wanita hamil yaitu faktor sosio demografi dan faktor kesehatan. Kesimpulan: dari 10 literatur terpilih, maka temuan tinjauan artikel ini peneliti menyimpulkan bahwa tingkat kejadian HIV banyak terjadi di negara berkembang. Adanya isu jender juga ditemukan pada tinjauan literature ini bahwa banyaknya pelayanan skrining HIV hanya berfokus pada wanita hamil. Selanjutnya pada temuan juga mengemukakan bahwa wanita hamil yang tinggal bersama pasangan masih terus aktif melakkukan hubungan seksual dapat menjadi salah satu faktor kejadian temuan kasus baru.
Empowerment of Youth Cadres in HIV/AIDS Prevention Efforts at Youth Health Post of Nurul Anwar Boarding School, Komba, Sentani Hasnia, Hasnia; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Nasrianti, Nasrianti; Said, Fathia Fakhri Inayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17994

Abstract

ABSTRACT The many reproductive health problems of adolescents, then the provision of information, services and education on reproductive health of adolescents becomes very important. Adolescent problems that are closely related to reproductive health are often rooted in the lack of information and understanding and awareness to achieve reproductive health. Adolescent access to these service places is very low. To overcome health problems that occur in adolescents, comprehensive efforts are needed, namely by forming a youth health post. Youth cadres have an important role in providing information to the community, especially about adolescent health. The important role of peers is as a source of knowledge other than that obtained within the family. Peers are a form of a teenager's external environment. If adolescents have peers who have good behavior and knowledge about HIV/AIDS, it will contribute greatly to preventing adolescents from contracting HIV/AIDS, so it is necessary to provide assistance and information to youth cadres so that they can help disseminate the information provided. The method used is through an analytical approach, problem identification, intervention planning and implementation, namely empowering youth cadres in preventing HIV/AIDS by providing information and teaching cadres to conduct basic health checks, namely general condition checks. Providing education about HIV/AIDS, risk behavior for HIV/AIDS transmission (free sex, drugs and alcohol) found that youth cadres were very enthusiastic and interested in learning the guidance provided so that youth cadres would be more confident in carrying out their duties as youth cadres at the Youth Health Post. Keywords: Youth Cadres, Education, HIV/AIDS, HIV/AIDS transmission risk behavior and HIV/AIDS prevention.
Counseling on Elderly about Gymnastics to Improve Sleep Quality of The Elderly Handayani , Endah Purwanti; Lestari , Susi; Astutik , Eftyaningrum Dwi Wahyu; Lestari, Tiyan Febriyani; Vitania, Wiwit; Putri, Harlinda Widia; Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati; Saldianti , Siti; Apaseray, Yuliana Antoneta; Daap , Silpa; Amyol , Emeliana; Karoba , Senita; Mallo , Anice; Kwano , Welmince
Journal of Community Service for Health Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v4i2.ART.p048-053

Abstract

Elderly (elderly) is the final stage of development in the human life cycle which is a natural process that cannot be avoided, runs continuously, and continuously. As they get older, the elderly certainly experiences changes physically, psychologically, socially and spiritually. The cause of these changes can interfere with sleep quality. The level of physical ability that has decreased is very influential on the quality of sleep of the elderly. The purpose of this community service was to convey important information to maintain health for the elderly by routinely carrying out sports such as elderly gymnastics, so that the elderly can carry out normal activities. The method was counseling for the population group of all elderly at the Sereh Village Posyandu as many as 32 people. The result showed that there was an increase in knowledge about the elderly.
Education on Handling Dysmenorrhea in Adolescents at SMA it Insan Cendekia Doyo Baruon Elderly Gymnastics to Improve Sleep Quality in The Elderly Lestari , Susi; Handayani , Endah Purwanti; Astutik , Eftyaningrum Dwi; Putri, Harlinda Widia; Hasnia; Lestari, Tiyan Febriyani; Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Palino, Keryn Amanda; Awairaro, Yurida; Wally , Jenny F; Agapa , Ancelince; Wetapo , Nosti; Dude , Nadia
Journal of Community Service for Health Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v4i2.ART.p054-058

Abstract

Dysmenorrhea is a medical term that occurs during menstruation and causes pain caused by uterine contractions. Dysmenorrhea is not a disease but a problem that periodically makes a woman feel uncomfortable during her menstrual period. The purpose of this community service is to increase the understanding of adolescents in SMA IT Insan Cendekia Kabupaten Jayapura about the handling of dysmenorrhea. The implementation of this community service activities was at namely SMA IT Insan Cendekia Kabupaten Jayapura povinsi Papua, Jl. Yowanibi-Polres, Doyo Baru, Kecamatan Waibu. The partners in this activity were young women who were in the in SMA IT Insan Cendekia Kabupaten Jayapura area as many as 20 teenagers. The activity began with the opening, presentation of material, and post test orally exam. The final result of the counseling activity was as many as 90% of adolescents who gave positive responses and experienced an increase in understanding about dysmenorrhea and an increase in knowledge from an average score of 1 to 8.88 which was seen from the enthusiasm of adolescents when listening to the material and answering the questions asked and great appeal to apply what has been given.
Edukasi Pencegahan Penularan HIV/AIDS Ibu Ke Anak Pada Ibu Hamil Guna Persiapan Bersalin dan Nifas dalam Menghadapi Proses Laktasi Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Said, Fathia Fakhri Inayati; Makualaina, Fenska Narly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20197

Abstract

ABSTRAK Wanita hamil dan menyusui (masa nifas) yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV biasanya terjadi karena perilaku manusia, yang rentan infeksi. Infeksi HIV adalah sekelompok penyakit yang menular dan merupakan salah satu faktor meningkatkan kematian ibu dan anak. Ibu hamil yang terinfeksi akan malu karena stigma tentang penderita sehingga ada perasaan cemas dan takut untuk melakukan pemeriksaan. Upaya yang dilakukan mengatasi masalah tersebut adalah pemberian edukasi sejak dini mulai dari masa prenatal sehingga saat ibu masuk dalam masa nifas, ibu sudah siap melakukan pengobatan untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak guna persiapan persalinan dan masa nifas. Pemberian edukasi menggunakan booklet melalui pendekatan, analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan nilai rata-rata sebelum edukasi sebesar 60 dan setelah edukasi meningkat menjadi 77,94. Nilai minimum yang diperoleh sebelum edukasi sebesar 57 dan maximum 70 sedangkan setelah diberikan edukasi dan terjadi peningkatan diperoleh nilai minimum 70 dan maximum 90. Booklet terbukti secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil setelah terjadi peningkatan pengetahauan maka diharapkan dapat merubah sikap ibu hamil untuk melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS.  Kata Kunci: Edukasi, Pencegahan HIV/AIDS dari Ibu Ke Anak, Booklet, Ibu Hamil  ABSTRACT Pregnant and lactating women (postpartum period) living with HIV are the target of HIV prevention from mother to child. HIV transmission usually occurs due to human behavior, which is susceptible to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that increase maternal and child mortality. Pregnant women who are infected will be ashamed because of the stigma about the sufferer so that there is a feeling of anxiety and fear to undergo examination. Efforts made to overcome this problem are providing early education starting from the prenatal period so that when the mother enters the postpartum period, the mother is ready to undergo treatment to prevent HIV transmission from mother to child. To find out the increase in knowledge of pregnant women about preventing the transmission of HIV/AIDS from mother to child in preparation for childbirth and the postpartum period. The method used is providing education using booklets through an approach, analyzing the conditions of the target area, continuing with problem identification, planning interventions and implementing implementation. The results obtained showed an increase in knowledge of pregnant women before and after education with an average value before education of 60 and after education increasing to 77.94. The minimum value obtained before education was 57 and the maximum was 70, while after education was given and an increase occurred, the minimum value was 70 and the maximum was 90. The booklet has been proven to significantly increase the knowledge of pregnant women. After an increase in knowledge, it is hoped that it can change the attitude of pregnant women to prevent the transmission of HIV/AIDS. Keywords: Education, Prevention of HIV/AIDS from Mother To Child, Booklet, Pregnant Mother.
Edukasi Pelaksanaan Pemeriksaan HIV Pada Ibu Hamil sebagai Upaya Deteksi Dini Penularan dari Ibu Ke Bayi Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Pratami, Yustika Rahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.19848

Abstract

ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Deteksi dini dan edukasi menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif.Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan, pemeriksaan HIV sukarela, serta pendampingan bagi ibu hamil yang terdiagnosis HIV positif. Kegiatan dilakukan di Rumah Bersalin AHBS dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta dilakukan analisis terhadap cakupan pemeriksaan HIV dan tindak lanjut bagi ibu hamil dengan hasil reaktif. Sebelum penyuluhan, hanya 30% ibu hamil yang memiliki pemahaman tentang HIV/AIDS, namun setelah penyuluhan, pemahaman meningkat hingga 85%. Cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil mencapai 80%, lebih tinggi dibandingkan dengan cakupan nasional yang berkisar 60-75%. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 2 ibu hamil dengan hasil reaktif HIV yang kemudian dirujuk untuk mendapatkan terapi ARV guna mencegah penularan ke bayi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV, serta memberikan deteksi dini dan pendampingan bagi ibu hamil dengan HIV positif. Keberlanjutan program ini diperlukan untuk memastikan lebih banyak ibu hamil mendapatkan akses ke edukasi, pemeriksaan, dan perawatan yang diperlukan. Kata Kunci: HIV/AIDS, Ibu Hamil, Pencegahan, Penyuluhan  ABSTRACT Infection of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in pregnant women is one of the major health issues in Indonesia, contributing to maternal and infant morbidity and mortality rates. Mother-to-child HIV transmission can occur during pregnancy, childbirth, or through breastfeeding. Early detection and education are essential steps in preventing this transmission. This study aims to improve pregnant women's understanding of HIV/AIDS, increase the coverage of HIV testing among pregnant women, and provide early detection and assistance for those diagnosed with HIV. This study employs methods such as counseling, voluntary HIV testing, and assistance for pregnant women diagnosed with HIV. The activities were conducted at AHBS Maternity Clinic, involving 30 pregnant women as participants. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure the improvement in understanding, and an analysis was conducted on the coverage of HIV testing and follow-up for pregnant women with reactive results. Before counseling, only 30% of pregnant women had an understanding of HIV/AIDS. However, after the counseling session, understanding increased to 85%. The coverage of HIV testing among pregnant women reached 80%, which is higher than the national coverage rate of around 60-75%. From the test results, two pregnant women were found to be HIV-reactive and were subsequently referred for antiretroviral therapy (ARV) to prevent transmission to their babies. This program has proven effective in increasing pregnant women's awareness of HIV/AIDS, expanding HIV testing coverage, and providing early detection and assistance for pregnant women with HIV. The sustainability of this program is necessary to ensure that more pregnant women have access to education, testing, and necessary healthcare services. Keywords: HIV/AIDS, Pregnant Women, Prevention, Counseling
Penyuluhan Premarital Skrining HIV/AIDS Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.19938

Abstract

ABSTRAKPremarital screening HIV/AIDS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah penularan HIV dari pasangan ke pasangan serta dari ibu ke anak di masa depan. Meskipun pemeriksaan ini memiliki manfaat yang signifikan, tingkat kesadaran dan partisipasi pasangan yang akan menikah masih tergolong rendah di Indonesia. Faktor stigma, kurangnya informasi, serta keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam implementasi premarital screening HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya premarital screening HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV sebelum pernikahan, serta mengurangi stigma terhadap pasangan yang menjalani pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pasangan yang akan menikah, pemberian layanan konseling, serta fasilitasi pemeriksaan HIV secara sukarela. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta analisis tingkat partisipasi dalam pemeriksaan HIV. Penyuluhan diikuti oleh 8 pasangan yang akan menikah, di mana sebelum kegiatan, hanya 50% peserta yang memiliki pemahaman baik tentang premarital screening HIV/AIDS. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 88%. Dari total peserta. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan premarital screening HIV/AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya deteksi dini HIV. Edukasi yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengurangi stigma di masyarakat. Kata Kunci: Premarital Screening, HIV/AIDS, Deteksi Dini, Penyuluhan, Calon Pengantin.  ABSTRACT Premarital screening for HIV/AIDS is a crucial step in early detection efforts to prevent HIV transmission between partners and from mother to child in the future. Although this screening offers significant benefits, awareness and participation levels among couples planning to marry remain relatively low in Indonesia. Factors such as stigma, lack of information, and limited access serve as major barriers to the implementation of premarital HIV/AIDS screening. This initiative aims to enhance engaged couples' understanding of the importance of premarital HIV/AIDS screening, increase the coverage of HIV testing before marriage, and reduce stigma toward couples undergoing the screening. The methods used in this initiative include educational counseling for engaged couples, the provision of counseling services, and the facilitation of voluntary HIV testing. The educational sessions were conducted through interactive lectures utilizing presentations and group discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement, along with an analysis of the participation rate in HIV screening. The counseling sessions were attended by ten engaged couples, of whom only 50% had a good understanding of premarital HIV/AIDS screening before the sessions. Following the education program, this figure increased to 85%. The educational and premarital HIV/AIDS screening activities proved effective in raising awareness and understanding among engaged couples about the importance of early HIV detection. Continuous education and stronger policy support are needed to increase screening coverage and reduce societal stigma. Keywords: Premarital Screening, HIV/AIDS, Early Detection, Counseling, Engaged Couples.
The Effectiveness of Sajojo Dance on Anxiety and Stress in Adolescent in Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Putri, Harlinda Widya; Nurhilmi, Nurhilmi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5574

Abstract

This research is a 2024 Kemendikbudristek Grant research which is a form of development of non-pharmacological and cost-effective interventions selected based on scientific research that have benefits for adolescents in reducing stress and anxiety that are safe and enjoyable. The aims to determine whether the sajojo dance as a typical Papuan dance is effective in reducing anxiety and stress in adolescents. Method: this study is a true experimental with a pretest-posttest control group design and uses proportional random sampling techniques. The population in this study was 40 students. This study found that there was no significant change in the control group because it was accompanied by an increase in anxiety and stress in adolescents and there was a significant change in the intervention group related to reducing anxiety and stress. Sajojo dance is effective as a non-pharmacological treatment in reducing anxiety and stress in adolescents.
Effectiveness of “Isi Piringku” in Pregnant Women with Chronic Energy Deficiency Handayani, Endah Purwanti; Pratami, Yustika Rahmawati; Rohmawati, Siti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5575

Abstract

This research is a 2024 KEMERDIKBUDRISTEK Grant research which is a development of one form of innovation in accordance with Health Technology Assessment which is able to answer the problems of pregnant women with chronic energy deficiency by providing measuring plates that can be a tool to help mothers every time they are going to eat. Objective to test the effectiveness of the "Isi Piringku" guidelines in improving the nutritional status of pregnant women with chronic energy deficiency. in this study is a Pre-Post Experimental Design with a one-group pretest posttest without control group design with a total sampling technique. The number of research respondents was 15 pregnant women who were studied for 1 month. The "Isi Piringku" media is effective in improving the nutritional status of pregnant women with chronic energy deficiency. The "Isi Piringku" media can be used for pregnant women with chronic energy deficiency in regulating meal portions to improve their nutritional status.