Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Empowerment of Pregnant Women in the Use of Lemongrass Plants as an Effort to Prevent Hypertension in Pregnancy in the Working Area of the Al-Aqsa Mosque Posyandu Sentani in 2023 Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14018

Abstract

ABSTRACT Hypertension in pregnancy (HDK) is one of the health problems, especially in the world of obstetrics which is still a top priority to be resolved immediately because it is a direct cause of death in mothers. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women in preventing hypertension in pregnancy. The methods used are conducting site surveys, identifying problems, planning activities, managing permits, implementing and evaluating activities. Promotional media given to respondents are banners and leaflets. The results of service activities showed an increase in adolescent knowledge after being given counseling materials related to HIV/AIDS. The conclusion of this community service activity is in the form of efforts to prevent hypertension in pregnancy so that later it can be implemented independently by pregnant women in their respective places. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, HDK, Lemongrass Plant
Pemberian Edukasi Pada Ibu Nifas di Klinik Bersalin Angel Hiromi Bumi Sehat (AHBS) Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriani; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13971

Abstract

ABSTRAK Masih banyak ibu yang belum memahami apa itu masa nifas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan-perubahan masa selama masa nifas, seperti bagaimana berubahan yang normal dan tidak normal selama masa nifas serta perawatan masa nifas masih menjadi masalah pada mitra pengabdian kepada masyarakat kali ini. Permasalahan mitra ini kami lakukan pemberian edukasi terkait masa nifas pada seluruh peserta ibu nifas yang dapat menghadiri kegiatan di klinik bersalin AHBS. Metode dalam pemberian edukasi ini melalui tiga tahapan pertama pemberian edukasi yang dibandu dengan media leaflet dan penyuluhan, kedua melakukan tanya jawab serta menanyakan keluhan peserta ketiga melakukan pemechan masalah dari peserta mitra pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil kegiatan ini masih ditemukan ibu dengan masalah terkait masa nifas salah satunya kurangnya pengetahuan. Kesimpulannya kegiatan ini masih harus terus dilakukan untuk membantu seluruh ibu untuk lebih mengetahui dan memahami tentang masa nifasnya. Kata Kunci: Masa Nifas, Perubahan Masa Nifas, Perawatan Perineum.  ABSTRACT There are still many mothers who don't understand what the postpartum period is. Lack of knowledge about changes during the postpartum period, such as normal and abnormal changes during the postpartum period and postpartum care, is still a problem for community service partners this time. The problem with this partner is that we provide education regarding the postpartum period to all postpartum mother participants who can attend activities at the AHBS maternity clinic. The method for providing this education is through three stages: first, providing education guided by leaflets and outreach media, second, conducting questions and answers and asking for participants' complaints, third, problem solving from community service partner participants. The results of this activity still found mothers with problems related to the postpartum period, one of which was a lack of knowledge. In conclusion, this activity must continue to be carried out to help all mothers know and understand more about the postpartum period. Keywords: Postpartum Period, Postpartum Changes, Perineal Care
Edukasi Pentingnya Melakukan Tes HIV Pada Ibu hamil dan Pasangan Selama Hamil di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3424

Abstract

Kurangnya partisipasi pasangan ibu hamil untuk emalkukan skrining tes HIV selama ibu dalam masa kehamilan dan maraknya kejadian penularan HIV dari ibu ke janin selama masa kehamilan menjadi salah satu masalah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan masayarakat terkait pentingnya melakukan tes HIV menjadi salah satu masalah mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan ibu dan keikutsertaan ibu hamil dan pasnagannya dalam melakukan tes HIV terutama saat ibu hamil. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini ditemukan kurangnya pengetahuan ibudan pasangan terkait pentingnya melakukan tes HIV selama masa kehamilan menjadi alasan pasnagan tidka termotivasi untuk ikut serta melakukan tes HIV.
Edukasi Pentingnya Dukungan Keluarga Pada Ibu Nifas dan Sosialisasi Pencegahan Penularan HIV di Puskesmas Harapan Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3531

Abstract

Kegiatan ini dilakukan karena masih ditemukannya ibu nifas yang merasa kurang mendapat dukungan oleh keluarga yang sesungguhnya sangat penting untuk menunjag prose pemulihan ibu selama masa nifas dan proses menyusui yang holistik. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada penleitian sebelumnya yang juga dilakukan di puskesma yang sama yaitu untuk meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pemberian dukungan ibu selama masa nifas. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pasangan akan pentingnya dukungan dari suami dan keuarga kepada ibu pada masa nifas.
Pendidikan Kesehatan Mental pada Ibu di Masa Perinatal Putri, Harlinda Widia; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum D W; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Fretes, Rachel De; Januarti, Putri Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3589

Abstract

Selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, merupakan fase yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seorang ibu. Pada fase ini, banyak ibu yang mengalami perubahan dalam kesehatan mentalnya, seperti mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para ibu mengenai kesehatan mental selama masa perinatal, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan psikologis yang mungkin akan muncul. Kegiatan dilaksanakan di Klinik AHBS, Kabupaten Jayapura. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan ceramah dan mengadakan diskusi secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencatat pencapaian positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan ibu hamil yang hadir.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PROGRAM DANCE PREGNANCY BERBASIS KOMUNITAS: OPTIMISATION OF MATERNAL MENTAL HEALTH THROUGH A COMMUNITY-BASED PREGNANCY DANCE PROGRAMME Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia; Makualaina, Fenska Narly; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2976

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek penting dalam kehamilan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan gangguan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental ibu hamil melalui Program Dance Pregnancy berbasis komunitas di RB AHBS Papua. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dan pelatihan praktik, meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan gerakan Dance Pregnancy, serta pembentukan kelompok dukungan ibu hamil. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi untuk menilai respons dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, serta respons positif terhadap pelatihan Dance Pregnancy yang ditandai dengan perasaan lebih rileks, tenang, dan nyaman secara emosional. Pembentukan komunitas ibu hamil juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya dukungan emosional dan rasa kebersamaan antar peserta. Dapat disimpulkan bahwa Program Dance Pregnancy berbasis komunitas merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Program ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai bagian dari asuhan kebidanan holistik, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.
Khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1934

Abstract

Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement.   Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves.   Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI.   Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.
Analisis hubungan komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil pada pelayanan antenatal care Hasnia Hasnia; Yustika Rahmawati Pratami; Wiwit Vitania; Nasrianti Nasrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2547

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) is an early preventive measure to detect risk factors during pregnancy and childbirth, reduce the maternal mortality rate (MMR), and monitor fetal well-being. One factor that encourages pregnant women to attend regular ANC visits is not only the provision of information about their health condition, but also the midwife's ability to listen to complaints, show empathy, and provide friendly service. Effective communication can create patient satisfaction, which ultimately influences adherence to follow-up visits. Purpose: To determine the relationship between midwife communication and pregnant women's satisfaction with antenatal care services. Method: This quantitative study used an analytical survey design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 20 pregnant women selected using a total sampling technique. The study was conducted in July 2025 at the Khomba Waliyauw Community Health Center, Sentani. The research instruments used were a midwife communication questionnaire and a patient satisfaction questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square statistical tests. Results: Most midwives had good communication skills, and most pregnant women were satisfied with antenatal care services. The chi-square test yielded a ρ value of 0.000 (<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between midwife communication and maternal satisfaction with antenatal care services. Suggestion: Future research should expand the scope of variables, such as facilities and medical personnel competence, to provide more comprehensive results.   Keywords: Antenatal Care Services; Midwife Communication; Satisfaction Level; Pregnant Women.   Pendahuluan: Antenatal Care (ANC) merupakan upaya pencegahan dini untuk mendeteksi faktor risiko selama kehamilan dan persalinan, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), serta memantau kesejahteraan janin. Salah satu faktor yang mendorong ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC secara rutin bukan hanya pemberian informasi mengenai kondisi kesehatannya, tetapi juga kemampuan bidan dalam mendengarkan keluhan, menunjukkan empati, dan memberikan pelayanan yang ramah. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan kepuasan pasien, pada akhirnya memengaruhi kepatuhan terhadap kunjungan ulang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 20 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Puskesmas Khomba Waliyauw, Sentani. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner komunikasi bidan dan kuesioner kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar bidan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan sebagian besar ibu hamil merasa puas terhadap pelayanan antenatal care. Uji Chi-Square menghasilkan nilai ρ sebesar 0.000 (<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan variabel seperti fasilitas dan kompetensi tenaga medis agar hasil penelitian lebih komprehensi   Kata Kunci: Ibu Hamil; Komunikasi Bidan; Kepuasan Ibu Hamil; Pelayanan Antenatal Care.
Optimalisasi Kesehatan Remaja melalui Edukasi Reproduksi Sehat Pada Remaja Putri di SMA YPK Sentani Hasnia Hasnia; Wiwit Vitania; Yustika Rahmawati Pratami; Endah Purwanti Handayani; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik; Susi Lestari; Tiyan Febriyani Lestari; Arum Surya Utami; Fetty Satu Ryan Utami; Harlinda Widia Putri; Fenny Dinge; Pranita Kartika Candra Nurhijrahaeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24735

Abstract

ABSTRAK Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi akibat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada masa pubertas serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan remaja putri melalui edukasi reproduksi sehat di SMA YPK Sentani. Dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan materi meliputi pubertas, menstruasi, personal hygiene saat menstruasi, serta pencegahan masalah kesehatan reproduksi. Menunjukkan bahwa remaja putri memiliki antusiasme yang tinggi selama mengikuti edukasi dan aktif dalam sesi diskusi. Evaluasi secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan diri saat menstruasi dan perilaku hidup sehat. Edukasi reproduksi sehat yang dilaksanakan di lingkungan sekolah terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung optimalisasi kesehatan remaja putri.  Kata Kunci: Edukasi tentang Kesehatan Reproduksi, Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi.   ABSTRACT Adolescent girls are a vulnerable group to reproductive health problems due to the physical and psychological changes that occur during puberty and their limited knowledge. This Community Service activity aims to optimize the health of adolescent girls through healthy reproductive education at YPK Sentani High School. This activity was conducted through interactive lectures, discussions, and QA sessions covering puberty, menstruation, personal hygiene during menstruation, and preventing reproductive health problems. The adolescent girls demonstrated high enthusiasm during the education and actively participated in the discussion sessions. Descriptive evaluation showed an increase in participants' knowledge and understanding of the importance of maintaining reproductive health, particularly personal hygiene during menstruation and healthy lifestyle behaviors. Healthy reproductive education implemented in the school environment has proven effective as a promotive and preventive effort in supporting the optimization of adolescent girls' health. Keywords: Reproductive Health Education, Knowledge, Adolescent Girls, Reproductive Health.
Analisis perilaku “baku bawa” pada pasangan ibu hamil dengan HIV/AIDS di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Handayani, Endah Purwanti; Palino, Keryn Amanda
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2769

Abstract

Background: The shift in HIV test results in pregnant women from negative to positive during pregnancy indicates a gap in the implementation of the PMTCT program, primarily because HIV testing is generally only performed once on pregnant women and does not optimally involve partners. The practice of "baku bawa," or living together without formal marriage, which is quite common in Papua, has the potential to increase risky sexual behavior. Therefore, this study is important as a basis for strengthening PMTCT policies to prevent delays in addressing vertical HIV transmission. Purpose: To describe the "baku bawa" behavior of couples of pregnant women living with HIV/AIDS. Method: This mixed-methods study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach and a qualitative descriptive design with in-depth interviews and focus group discussions (FGDs). Results: There were 14 categories of quantitative analysis, and five themes were identified in the in-depth interviews in the qualitative study related to the behavior of couples with "baku bawa." Conclusion: The behavior of "baku bawa," or living together without formal marriage, among couples with pregnant women is associated with an increased risk of HIV transmission. This confirms that sexual behavior and relationship dynamics in the practice of "baku bawa" require attention in efforts to prevent HIV transmission, particularly in strengthening PMTCT programs through educational approaches, partner screening, and promotion of safe sexual behavior.   Keywords: Baku Bawa; Couples; HIV Testing; Pregnant Women; Sexual Behavior.   Pendahuluan: Perubahan hasil tes HIV pada ibu hamil dari negatif menjadi positif selama masa kehamilan menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA), terutama karena tes HIV umumnya hanya dilakukan sekali pada ibu hamil dan belum melibatkan pasangan secara optimal. Praktik “baku bawa”, yaitu hidup bersama tanpa pernikahan formal yang cukup umum di Papua, berpotensi meningkatkan perilaku seksual berisiko, sehingga penelitian ini penting sebagai dasar penguatan kebijakan PPIA, guna mencegah keterlambatan penanganan penularan HIV secara vertikal. Tujuan: Untuk mendeskripsikan perilaku “baku bawa” pada pasangan ibu hamil dengan HIV/AIDS. Metode: Penelitian mix method dengan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan deskriptif kualitatif dengan pendekatan indepth interview dan FGD. Hasil: Terdapat 14 kategori analisis kuantitatif dan dan pada wawancara mendalam pada penelitian kualitatif terkait perilaku pasangan “baku bawa” ditemukan 5 tema. Simpulan: Perilaku “baku bawa” atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahan formal pada pasangan ibu hamil memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko penularan HIV. Hal ini menegaskan, bahwa faktor perilaku seksual dan dinamika hubungan pasangan dalam praktik “baku bawa” perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan penularan HIV, khususnya dalam penguatan program PPIA melalui pendekatan edukasi, skrining pasangan, dan promosi perilaku seksual yang aman.   Kata Kunci: Baku Bawa; Ibu Hamil; Pasangan; Perilaku Seks; Tes HIV.