Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Qualitative Study: Family Support for Post-Partum Mothers with HIV in Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Yunus, Yuliandary
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6310

Abstract

The support that mothers with HIV expect is not only during pregnancy but also throughout the postpartum period and the rest of their life as a mother. Objective: to dig deeper into family support for postpartum mothers with HIV. This research is a quantitative research with a phenomenological approach. The number of participants in this study is two participants who will be interviewed in depth using an unstructured interview guide. Data analysis in this study is divided into three parts, including data reduction, data display and conclusion or verification. Family support is important for all informants, both support from parents and from husbands. Participants felt that the support they received from their families was much greater than the support they received from their husbands.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA DAN SISWI SMPN 2 SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2023 Putri, Harlinda Widia; Handayani, Endah Purwanti; Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum Dwi; Palino, Keryn Amanda; Irianti, Oktavia Syam
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.67

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh jumlah remaja di Indonesia yang mencapai 25.09% dari total jumlah penduduk Indonesia. Pada Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura ada sebanyak 10.584 jiwa remaja dikelompok umur 10-14 tahun. Minimnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dapat membawa dampak yang buruk akibat kesalahan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah: 1) Meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi; 2) Remaja dapat menjaga dan menerapkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang telah dipelajari pada dirinya sendiri; 3) Media online WhatsApp sebagai media edukasi kesehatan reproduksi dan tanya jawab seputar kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 2 Sentani, Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini melalui ceramah dan diskusi secara langsung atau tatap muka, kemudian materi dibahas secara lebih detail dalam kelas diskusi WhatsApp Group. Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar, meskipun terdapat beberapa kekurangan. Salah satu tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu mengukur tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi tidak dapat tercapai karena kondisi yang ditemukan dilapangan.
Empowerment of Pregnant Women in the Use of Lemongrass Plants as an Effort to Prevent Hypertension in Pregnancy in the Working Area of the Al-Aqsa Mosque Posyandu Sentani in 2023 Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14018

Abstract

ABSTRACT Hypertension in pregnancy (HDK) is one of the health problems, especially in the world of obstetrics which is still a top priority to be resolved immediately because it is a direct cause of death in mothers. The purpose of this service is to increase the knowledge of pregnant women in preventing hypertension in pregnancy. The methods used are conducting site surveys, identifying problems, planning activities, managing permits, implementing and evaluating activities. Promotional media given to respondents are banners and leaflets. The results of service activities showed an increase in adolescent knowledge after being given counseling materials related to HIV/AIDS. The conclusion of this community service activity is in the form of efforts to prevent hypertension in pregnancy so that later it can be implemented independently by pregnant women in their respective places. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, HDK, Lemongrass Plant
Pemberian Edukasi Pada Ibu Nifas di Klinik Bersalin Angel Hiromi Bumi Sehat (AHBS) Pratami, Yustika Rahmawati; Lestari, Susi; Hasnia, Hasnia; Lestari, Tiyan Febriani; Handayani, Endah Purwanti; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13971

Abstract

ABSTRAK Masih banyak ibu yang belum memahami apa itu masa nifas. Kurangnya pengetahuan tentang perubahan-perubahan masa selama masa nifas, seperti bagaimana berubahan yang normal dan tidak normal selama masa nifas serta perawatan masa nifas masih menjadi masalah pada mitra pengabdian kepada masyarakat kali ini. Permasalahan mitra ini kami lakukan pemberian edukasi terkait masa nifas pada seluruh peserta ibu nifas yang dapat menghadiri kegiatan di klinik bersalin AHBS. Metode dalam pemberian edukasi ini melalui tiga tahapan pertama pemberian edukasi yang dibandu dengan media leaflet dan penyuluhan, kedua melakukan tanya jawab serta menanyakan keluhan peserta ketiga melakukan pemechan masalah dari peserta mitra pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil kegiatan ini masih ditemukan ibu dengan masalah terkait masa nifas salah satunya kurangnya pengetahuan. Kesimpulannya kegiatan ini masih harus terus dilakukan untuk membantu seluruh ibu untuk lebih mengetahui dan memahami tentang masa nifasnya. Kata Kunci: Masa Nifas, Perubahan Masa Nifas, Perawatan Perineum.  ABSTRACT There are still many mothers who don't understand what the postpartum period is. Lack of knowledge about changes during the postpartum period, such as normal and abnormal changes during the postpartum period and postpartum care, is still a problem for community service partners this time. The problem with this partner is that we provide education regarding the postpartum period to all postpartum mother participants who can attend activities at the AHBS maternity clinic. The method for providing this education is through three stages: first, providing education guided by leaflets and outreach media, second, conducting questions and answers and asking for participants' complaints, third, problem solving from community service partner participants. The results of this activity still found mothers with problems related to the postpartum period, one of which was a lack of knowledge. In conclusion, this activity must continue to be carried out to help all mothers know and understand more about the postpartum period. Keywords: Postpartum Period, Postpartum Changes, Perineal Care
Edukasi Pentingnya Melakukan Tes HIV Pada Ibu hamil dan Pasangan Selama Hamil di Papua Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3424

Abstract

Kurangnya partisipasi pasangan ibu hamil untuk emalkukan skrining tes HIV selama ibu dalam masa kehamilan dan maraknya kejadian penularan HIV dari ibu ke janin selama masa kehamilan menjadi salah satu masalah yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan masayarakat terkait pentingnya melakukan tes HIV menjadi salah satu masalah mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan ibu dan keikutsertaan ibu hamil dan pasnagannya dalam melakukan tes HIV terutama saat ibu hamil. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini ditemukan kurangnya pengetahuan ibudan pasangan terkait pentingnya melakukan tes HIV selama masa kehamilan menjadi alasan pasnagan tidka termotivasi untuk ikut serta melakukan tes HIV.
Edukasi Pentingnya Dukungan Keluarga Pada Ibu Nifas dan Sosialisasi Pencegahan Penularan HIV di Puskesmas Harapan Pratami, Yustika Rahmawati; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3531

Abstract

Kegiatan ini dilakukan karena masih ditemukannya ibu nifas yang merasa kurang mendapat dukungan oleh keluarga yang sesungguhnya sangat penting untuk menunjag prose pemulihan ibu selama masa nifas dan proses menyusui yang holistik. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada penleitian sebelumnya yang juga dilakukan di puskesma yang sama yaitu untuk meningkatkan pemahaman keluarga akan pentingnya pemberian dukungan ibu selama masa nifas. Metode pada kegiatan ini dilakuakn dengan 4 tahapan dengan 4 kali sesi pertemuan dengan tujuan memberikan edukasi. Hasil kegiatiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan pasangan akan pentingnya dukungan dari suami dan keuarga kepada ibu pada masa nifas.
Pendidikan Kesehatan Mental pada Ibu di Masa Perinatal Putri, Harlinda Widia; Pratami, Yustika Rahmawati; Handayani, Endah Purwanti; Lestari, Susi; Astutik, Eftyaningrum D W; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Vitania, Wiwit; Hasnia, Hasnia; Fretes, Rachel De; Januarti, Putri Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3589

Abstract

Selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, merupakan fase yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seorang ibu. Pada fase ini, banyak ibu yang mengalami perubahan dalam kesehatan mentalnya, seperti mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan yang mendalam kepada para ibu mengenai kesehatan mental selama masa perinatal, serta meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan psikologis yang mungkin akan muncul. Kegiatan dilaksanakan di Klinik AHBS, Kabupaten Jayapura. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan ceramah dan mengadakan diskusi secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencatat pencapaian positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan ibu hamil yang hadir.
OPTIMALISASI KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL MELALUI PROGRAM DANCE PREGNANCY BERBASIS KOMUNITAS: OPTIMISATION OF MATERNAL MENTAL HEALTH THROUGH A COMMUNITY-BASED PREGNANCY DANCE PROGRAMME Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia; Makualaina, Fenska Narly; Paisal, Fitrah Ivana; Yuliani, Vini
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2976

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan aspek penting dalam kehamilan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu dan janin. Perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan gangguan emosional apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental ibu hamil melalui Program Dance Pregnancy berbasis komunitas di RB AHBS Papua. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dan pelatihan praktik, meliputi penyuluhan kesehatan mental, pelatihan gerakan Dance Pregnancy, serta pembentukan kelompok dukungan ibu hamil. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil dan dilaksanakan secara bertahap. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta observasi untuk menilai respons dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, serta respons positif terhadap pelatihan Dance Pregnancy yang ditandai dengan perasaan lebih rileks, tenang, dan nyaman secara emosional. Pembentukan komunitas ibu hamil juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya dukungan emosional dan rasa kebersamaan antar peserta. Dapat disimpulkan bahwa Program Dance Pregnancy berbasis komunitas merupakan intervensi promotif dan preventif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil. Program ini berpotensi untuk diintegrasikan dalam pelayanan antenatal sebagai bagian dari asuhan kebidanan holistik, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.
Khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc Hasnia, Hasnia; Nasrianti, Nasrianti; Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Astutik, Eftyaningrum Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1934

Abstract

Background: Breastfeeding is essential for the healthy growth and development of infants, but it often fails due to a lack of maternal preparation during pregnancy. A common problem is breast engorgement, which has a prevalence of approximately 65-75% among breastfeeding mothers. If left untreated, this condition can lead to complications such as blocked milk ducts, mastitis, and breast abscesses. One local Papuan wisdom to address this problem is the use of green and red betel leaves, which contain compounds such as flavonoids, tannins, and essential oils that have analgesic and anti-inflammatory effects. Purpose: To analyze the efficacy of green and red betel leaves, native to Papua, in reducing breast engorgement in post-cesarean section mothers. Method: A quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 20 postpartum mothers experiencing breast engorgement (10 participants in the green betel group and 10 participants in the red betel group) at the Khomba Waliyauw Community Health Center. The intervention consisted of warm betel leaf compresses for 20 minutes twice daily (morning and evening), followed by breast care according to standard operating procedures (SOP). The level of swelling was measured using the Six-Point Swelling Scale (SPES) on days 5, 12, 19, and 26. Results: This study demonstrated a significant effect in reducing breast swelling in both groups (p=0.05). The significance value for the green betel leaf group was 0.007 and for the red betel leaf group 0.004. The effectiveness of red betel leaf compresses was proven to be more effective in reducing swelling than green betel leaf compresses in postpartum women after cesarean section (p-value 0.029 <0.05). The effectiveness of red betel leaf is supported by its higher flavonoid and polyphenol content, which act as antioxidants and pain relievers. By day 26, all participants experienced no swelling, while in the green betel leaf group, the reduction only reached 70%. Conclusion: Both green and red betel leaves are effective in reducing breast engorgement in post-cesarean mothers, but the use of red betel leaves combined with breast care is more effective in reducing breast engorgement than green betel leaves. Suggestion: Health workers can increase education on proper breastfeeding techniques during postpartum visits to prevent early breast engorgement.   Keywords: Efficacy; Green Betel Leaves; Papuan Plants; Post-Cesarean Section; Postpartum Mothers; Reducing Breast Engorgement; Red Betel Leaves.   Pendahuluan: Proses menyusui merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat, sering kali tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan ibu saat hamil. Masalah yang sering muncul, seperti pembengkakan payudara (bendungan ASI) yang memiliki prevelensi sekitar 65-75% dikalangan ibu menyusui. Kondisi ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, seperti tersumbatnya saluran air susu, mastitis hingga abses payudara. Salah satu kearifan lokal masyarakat Papua untuk mengatasi hal ini adalah penggunaan daun sirih hijau dan merah yang mengandung senyawa, seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki efek analgetik dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk menganalisis khasiat daun sirih hijau dan merah sebagai tanaman khas papua dalam penurunan pembengkakan payudara ibu nifas post sc. Metode: Penelitian quasy-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 20 ibu nifas mengalami bendungan ASI (10 partisipan kelompok sirih hijau dan 10 partisipan kelompok sirih merah) di Puskesmas Khomba Waliyauw. Intervensi berupa kompres daun sirih yang telah dihangatkan selama 20 menit sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) diikuti dengan perawatan payudara sesuai dengan SOP. Tingkat pembengkakan diukur menggunakan Six Point Engirgement Scale (SPES) pada hari ke-5,12,19, dan 26. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada dua kelompok dalam menurunkan pembengkakan payudara (p=0.05). Nilai signifikan pada kelompok daun sirih hijau 0.007 dan kelompok daun sirih merah 0.004. Efektivitas kompres daun sirih merah terbukti lebih efektif menurunkan pembengkakan, dibandingkan kompres daun sirih hijau pada ibu nifas pasca operasi SC (p-value 0.029 < 0.05). Efektivitas sirih merah didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang lebih tinggi, berperan sebagai antioksidan dan penghilang rasa nyeri. Pada hari ke-26, seluruh partisipan tidak mengalami pembengkakan, sedangkan pada kelompok daun sirih hijau penurunan hanya mencapai 70%. Simpulan: Jenis daun sirih hijau dan daun sirih merah efektif untuk menurunkan pembengkakan pada payudara ibu nifas pasca SC, tetapi penggunaan daun sirih merah yang disertai perawatan payudara lebih efektif menurunkan pembengkakan payudara dibandingkan daun sirih hijau. Saran: Petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai teknik menyusui yang benar selama kunjungan masa nifas, sehingga dapat mencegah secara dini kejadian bendungan ASI.   Kata Kunci: Daun Sirih Hijau; Daun Sirih Merah; Ibu Nifas; Khasiat; Penurunan Pembengkakan Payudara; Post SC; Tanaman Khas Papua.