Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Proceeding Seminar Nasional IPA

PERBEDAAN SIFAT BIOPLASTIK LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN BIOPLASTIK TEPUNG TAPIOKA Rahmawati, Maya Putri; Fajriyanti, Lisa Amelia; Afiddah, Tawallani; Mustikaningtyas, Dewi; Atunnisa, Rifa'
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu faktor masalah di lingkungan karena proses daur ulang sampah plastik membutuhkan waktu yang cukup lama seperti kantong plastik. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan suatu energi alternatif berbahan plastik yang diperoleh dari bahan yang tersedia di alam dan cepat terurai yaitu bioplastik atau plastic biodegradable dari bahan polimer alami seperti pati. Dimana bioplastik tersebut dapat dijadikan pengganti plastik konvensional karena cepat terdegradasi dan ramah lingkungan. Salah satu bahan pati dengan selulosa yang dapat digunakan yaitu kulit umbi singkong. Tujuan dilakukannya eksperimen ini adalah untuk mengetahui perbedaan sifat bioplastik limbah kulit singkong dengan bioplastik tepung tapioka. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan dan melalui beberapa tahap pengujian seperti pengujian pada warna, ketahanan terhadap air, ketebalan, elastisitas, dan kekuatan terhadap barang. Didapatkan hasil bioplastik dari tepung tapioka sifat ujinya lebih unggul daripada bioplastik dari limbah kulit singkong. Faktor yang mempengaruhi perbedaan sifat antara kedua bioplastik tersebut yaitu panas matahari serta kandungan pati di dalam bahan. Dimana pada hari pengujian untuk bioplastik dari limbah kulit singkong belum sepenuhnya kering dibandingkan dengan bioplastik dari tepung tapioka dan pati pada kulit singkong lebih sedikit dibandingkan dengan tepung tapioka.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH UNTUK PEMBUATAN EKOENZIM Faj'ria, Nur; Wara, Adisti Danis; Sofiyani, Rakhma Dita; Fadhilah, Nurul; Mustikaningtyas, Dewi; Atunnisa, Rifa'
Proceeding Seminar Nasional IPA 2023
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekoenzim merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik berupa sayuran dan kulit buah dengan campuran substrat gula merah dan air. Ekoenzim memiliki beberapa kegunaan sebagai anti jamur, anti bakteri, agen insektisida, pupuk tanaman, pembersih lantai, disinfektan, pembersih aliran selokan dan masih banyak lagi. Dalam penelitian ini pembuatan ekoenzim dilakukan dengan memanfaatkan beberapa limbah kulit buah yang ada di sekitar Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan limbah kulit buah menjadi suatu produk bermanfaat berupa ekoenzim. Pengambilan limbah kulit diperoleh dari sisa produksi jus buah yang ada di sekitar Universitas Negeri Semarang. Limbah kulit buah diolah sebagai produk ekoenzim dengan menambahkan gula merah sebagai substrat dan difermentasikan. Hasil yang diperoleh dari fermentasi selama tiga bulan berupa cairan berwarna kuning kecoklatan beraroma asam segar serta terdapat endapan berwarna kuning. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ekoenzim yang dibuat dapat layak untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Aspek Fungsional dan Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Taman Progo, Semarang Timur Putri, Salma Dwi; Salsabela, Salwa; Prihatanto, Zidan Hafizh Nur Muqshid; Anindita, Fadhilla Dyah; Jabbar, Abdul; Atunnisa, Rifa’
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang termasuk kedalam daerah dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Pertumbuhan infrastruktur kota selalu terjadi, pembebasan banyak lahan juga dikhawatirkan akan terjadi. Sebagai upaya tersedianya ruang terbuka hijau (RTH), Kota Semarang dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2010 sudah menetapkan ketentuan tentang penataan ruang terbuka hijau di tingkat kota maupun tingkat kecamatan. Semarang Timur merupakan salah satu kecamatan di Semarang dengan jumlah penduduk sebesar 70.972 jiwa, kesesuaian kondisi dan fungsi RTH perlu dikaji untuk meningkatkan keefektivitasannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek fungsional dan pola pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Taman Progo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data dengan wawancara responden dan observasi lapangan yang kemudian didukung dengan dokumentasi peraturan daerah di Semarang yang berkaitan. Analasis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis tersebut, didapatkan hasil bahwa Taman Progo sudah cukup memenuhi fungsi yang sudah ada, namun ditemukannya beberapa kekurangan yaitu kurangnya pengelolaan yang dilakukan pemerintah, serta persepsi masyarakat tentang Taman Progo yang belum sesuai.
TEKNIK EKSPLORASI, ISOLASI, DAN IDENTIFIKASI SPORA FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA Pradama, Daffa Evan; Atunnisa, Rifa’
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza adalah asosiasi simbiotik yang esensial untuk satu atau kedua mitra, antara fungi (khususnya yang hidup dalam tanah dan tanaman) dan akar (atau organ lain yang bersentuhan dengan substrat) dari tanaman hidup, terutama bertugas untuk memindahkan hara. Mikoriza terdapat dalam organ tanaman spesifik dimana hubungan intimnya tercipta sebagai akibat perkembangan serempak tanaman-fungi (Brundrett 2004). Dalam fenomena ini fungi menginfeksi dan mengkoloni akar tanpa menimbulkan nekrosis sebagaimana biasa terjadi pada infeksi fungi patogen, dan mendapat pasokan nutrisi secara teratur dari tanaman. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengisolasi, dan mengidentifikasi spora Fungi Mikoriza Arbuskula yang berada pada area rhizosfer tegakan mahoni (Swietenia mahagoni). Dengan menggunakan teknik wet sieving ditemukan jenis spora Glomus sp. berbentuk bulat atau globular dengan ukuran relatif besar dan berwarna gelap keunguan atau coklat, serta Gigaspora sp. terlihat berbentuk bulat sempurna (globosa) dengan ukuran yang relatif lebih besar, dan memiliki warna coklat kekuningan atau keemasan.
ARBUSKULA MIKORIZA PADA TANAMAN PIONIR Miscanthus sinensis di EKOSISTEM GUNUNG BERAPI Atunnisa, Rifa’
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza arbuskula merupakan asosiasi simbiotik yang esensial, antara fungi yang berada pada tanah dengan akar yang diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman inangnya dengan meningkatkan kemampuan penyerapan nutrisi hara, terutama fosfat. Infeksi Mikoriza arbuskula terjadi di dalam organ tanaman dimana simbiosis ini tercipta sebagai akibat perkembangan serempak antara tanaman dan fungi. Dalam fenomena ini fungi mikoriza arbuskula (FMA) menginfeksi dan mengkoloni akar tanpa menimbulkan nekrosis sebagaimana biasa terjadi pada infeksi fungi patogen, dan mendapat pasokan nutrisi secara teratur dari tanaman. Miscanthus sinensis merupakan tanaman pionir yang banyak ditemukan pada daerah kritis yang tersebar luas di daerah Eurasia, termasuk pada daerah lereng pegunungan api di wilayah Jepang. Penelititian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi adanya struktur mikoriza pada akar tanaman M. sinensis. Dengan teknik blue staining berhasil mengkonfirmasi bahwa FMA memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan resiliensi tanaman yang hidup pada daerah kritis seperti pada lereng pegunungan api.