Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan Penutupan Ventricular Septal Defect secara Transkateter dengan Pembedahan pada Anak: Telaah Sistematis dan Meta Analisis Ivander, Alvin; Adriansyah, Rizky; Tanjung, Ika Citra Dewi; Raynaldo, Abdul Halim
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2022): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v3i2.5412

Abstract

Background: Ventricular Septal Defect is a Congenital Heart Defect characterized by an opening in interventricular septum or more that happen because of intraventricular septum’s failure to fuse during fetal development. Ventricular Septal Defect itself is the most prevalent type of CHD found on pediatric patient and decreased their quality of life thus corrective treatment become important to ensure child healthy growth. Transcatheter procedure is expected as one of the alternative for corrective treatment which is better and safer compared to surgical closure of VSD corrective treatment. Objectives: This research aimed to observe the comparison of VSD closure between transcatheter compared to surgical closure. Methods: This research is a systematic review and meta-analysis compliant with PRISMA guidelines and analyzed using Review Manager 5.3. Discussion: This research identifies 1.991 journals however, only 10 journals fulfilled the inclusion criteria. The review founded that there is no significant difference between either transcatheter or surgical closure outcome (RR = 0,99) however the analysis founded that transcatheter method are much safer in term of complication event (RR =0,54), residual shunt event (RR = 0,56), and blood transfusion (RR=0,03) while also provide a much cheaper cost with faster procedure time, and hospitalization. Conclusion: The results of data analysis found that transcatheter procedure is safer, cheaper, and have a much faster speed in term of operation duration and hospital stay compared to surgical closure of VSD. Transcatheter procedure is recommended as treatment choice for corrective treatment of patient diagnosed with VSD. Keywords: Ventricular Septal Defect, transcatheter, surgical closure, child   Latar Belakang: Ventricular Septal Defect adalah Penyakit Jantung Bawaan yang ditandai dengan adanya satu lubang pada septum interventrikular atau lebih yang terjadi akibat kegagalan fusi septum intraventrikular saat perkembangan janin. VSD sendiri adalah jenis PJB yang paling sering timbul pada anak dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup anak sehingga terapi korektif menjadi penting agar anak dapat tumbuh dengan baik. Prosedur transkateter diharapkan menjadi salah satu alternatif terapi korektif yang lebih baik dibandingan dengan pembedahan dalam pengobatan korektif VSD. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan penutupan VSD secara transkateter dibandingkan dengan pembedahan. Metode: Penelitian ini merupakan telaah sistematik dan meta analisis yang patuh pada kaidah pedoman PRISMA lalu dianalisis menggunakan Review Manager 5.3. Pembahasan: Penelitian ini menemukan 1.991 jurnal namun hanya 10 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Telaah tersebut menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara luaran prosedur transkateter atau pembedahan (RR = 0,99) namun analisis yang dilakukan menemukan bahwa transkateter lebih aman dalam segi kejadian komplikasi (R = 0,54), kejadian pirau residual (RR = 0,56), dan transfusi darah (RR = 0,03) dan lebih murah dalam hal biaya serta lebih cepat baik prosedur maupun lama rawat inap. Kesimpulan: Hasil analisis ini menemukan bahwa prosedur transkateter lebih aman, murah, dan lebih cepat dalam hal prosedur serta lama rawat inap dibandingkan pembedahan. Prosedur transkateter direkomendasikan sebagai pilihan prosedur untuk pengobatan korektif VSD. Kata Kunci: Ventricular Septal Defect, transkateter, pembedahan, anak
Pengaruh Intervensi Edukasi PSN 3M Plus Lintas Sektoral terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat dalam Pencegahan Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Jaya Sibuea, Bonar Pandapotan; Amelia, Rina; Ritarwan, Kiking; Tanjung, Ika Citra Dewi; Yulfi, Hemma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.20960

Abstract

ABSTRACT Dengue fever (DHF) is an infectious disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito and is a global public health problem, especially in tropical countries such as Indonesia. Spikes in DHF cases occur fluctuatively in various regions, including South Labuhanbatu Regency, especially in the Beringin Jaya Health Center working area, which shows an increase in incidence every rainy season. The most effective control effort is through education and community empowerment in mosquito nest eradication (PSN) with the 3M Plus approach. This intervention is optimized if it is carried out through cross-sectoral collaboration involving the government, health workers, and local communities. This study aims to determine the effect of PSN 3M Plus educational intervention on the knowledge, attitudes, and actions of respondents in dengue prevention. The method used was quasi experimental with a one-group pretest-posttest design on 100 respondents selected by purposive sampling. Data were collected through a standardized questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed univariately and bivariately using the McNemar Test. The results showed a significant increase in respondents' knowledge after the 3M Plus PSN education intervention, from 45% to 64% (p = 0.013). However, in the attitude variable there was only an increase from 44% to 50% (p = 0.643), and in the action variable from 49% to 53% (p = 0.417), both of which did not show statistically significant differences. The PSN 3M Plus educational intervention was effective in increasing respondents' knowledge, but not strong enough to influence changes in attitudes and actions. A more intensive, sustainable, and participatory educational approach is needed to achieve a more comprehensive behavior change in dengue prevention. Keywords: Education, PSN 3M Plus, Cross-Sectoral.  ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegyptii dan menjadi masalah kesehatan masyarakat global, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Peningkatan kasus DBD terjadi secara fluktuatif di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Labuhanbatu Selatan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Beringin Jaya, yang menunjukkan peningkatan kejadian setiap musim hujan. Upaya pengendalian yang paling efektif adalah melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pendekatan 3M Plus. Intervensi ini menjadi lebih optimal jika dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, petugas kesehatan, dan komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi edukasi PSN 3M Plus terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan responden dalam pencegahan dengue. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain one-group pretest-posttest pada 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan responden setelah dilakukan intervensi edukasi PSN 3M Plus, dari 45% menjadi 64% (p = 0,013). Namun, pada variabel sikap hanya terjadi peningkatan dari 44% menjadi 50% (p = 0,643), dan pada variabel tindakan dari 49% menjadi 53% (p = 0,417), keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Intervensi edukasi PSN 3M Plus efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden, namun belum cukup kuat memengaruhi perubahan sikap dan tindakan. Diperlukan pendekatan edukatif yang lebih intensif, berkelanjutan, dan partisipatif agar terjadi perubahan perilaku yang lebih menyeluruh dalam pencegahan DBD. Kata Kunci: Edukasi, PSN 3M Plus, Lintas Sektoral, Dengue.