Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect Of Rotational Plyometric Training Methods On The Smash Accuracy Of Volleyball Extracurricular Students Pratiwi, Reka Diah; Widiyatmoko, Fajar Ari; Kresnapati, Pandu
STAMINA Vol 9 No 1 (2026): Journal of Stamina
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v9i1.1319

Abstract

Smashing is an important technique in volleyball. However, the accuracy of smashing remains a challenge for students in volleyball extracurricular activities. Muscle strength plays an important role in improving volleyball smashing skills. For this reason, core rotation plyometric exercises were chosen to improve smashing accuracy because they can increase muscle power. This study used a quasi-experimental method with a two-group pretest-posttest design, using an experimental group and a control group as a comparison. This study was conducted at MTS Sultan Fattah Gaji with a population of 8 students participating in volleyball extracurricular activities. The research sample used purposive sampling. The training program was conducted for 4 weeks with 3 meetings per week. Data were collected using the Smash Attack Test instrument and analyzed using a t-test with a significance level of 0.05. The results of the study concluded that there was no significant effect of core rotation plyometric training on the accuracy of volleyball smashes, with a mean value of -3.250, a t-value of -2.030, and a p-value of 0.135. Thus, p = 0.135 > 0.05, so H0 is accepted and H1 is rejected. Although there was an improvement from the pretest to the posttest, it was not strong enough to indicate a significant difference
PENGARUH PUSH UP DAN HAND PADDLE TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA KLUB TIRTA TUNGGAL SEMARANG Putri Oktaviyani, Shelina; Prastiwi, Bertika Kusuma; Widiyatmoko, Fajar Ari
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v6i3.362

Abstract

The background of this research is during the observation at the Semarang Tunggal Tirta club, which is faced with a speed of 50 meters per freestyle swim, which is still slow. The purpose of this study is to find out the effect of push-up and hand paddle on the speed of 50 meters of freestyle swimming. The method employed in this study is a pre-experimental quantitative approach, utilising a two-group pretest and posttest design. The subjects in this study are Semarang Tunggal Tirta club athletes, a total of 15 people, with a sample of 10 people who met the results through the purposive sampling technique. This tool is used to train hand strength, such as push-ups and hand paddles. The push-up results data before and after the test convey a value of 17.13%, and the t-test will give a Sig2-Tail impact of 0.000/p< 0.05. The data of the hand paddle results before and after the test conveyed a value of 14.14%, and the t-test would occur, that would occur Sig2 tail of 0,000/p< 0.05. In this study, push-up and hand paddle exercises carried out at the Semarang single tirta club that most influenced the 50 m freestyle swimming speed were the push-up exercise with an increase of 17.13% although both of them increased the free travel performance of 50 meters, but the push-up training program was more effective than the hand paddle exercise.
Efektivitas Permainan Jumping Sticks Untuk Meningkatkan Teknik Passing Bawah Siswa Smp Pada Pembelajaran Bola Voli Arifin, Muhamad Rifqi; Widiyatmoko, Fajar Ari; Hudah, Maftukin
PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol. 6 No. 1 (2025): PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/pjga.v6i1.1132

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki bagaimana permainan Jumping Sticks memengaruhi kemajuan belajar siswa saat mempelajari bola voli, khususnya teknik passing bawah. Studi ini menguji perbandingan hasil belajar passing bawah antara siswa yang dilatih menggunakan Jumping Sticks dan mereka yang mengikuti cara belajar tradisional. Metode yang diterapkan adalah kuasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Subjeknya melibatkan 64 siswa SMP Negeri 4 Semarang, yang dibagi rata menjadi kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing 32 orang. Alat pengukur berupa tes kemahiran passing bawah bola voli yang sudah melalui validasi. Pengolahan data meliputi analisis deskriptif, pemeriksaan normalitas dan homogenitas, plus uji hipotesis lewat independent samples t-test dengan penyesuaian Welch karena data tidak homogen. Temuan utama menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencatat kenaikan nilai rata-rata yang lebih tinggi ketimbang kelompok kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukkan signifikansi (p < 0,05), yang berarti ada perbedaan bermakna dalam capaian belajar kedua kelompok. Tambahan lagi, ukuran efek menurut Cohen’s d sebesar 1,88, yang masuk kategori efek sangat kuat, sehingga Jumping Sticks terbukti memberikan dampak praktis besar untuk mendongkrak prestasi siswa. Akhirnya, simpulan penelitian menyatakan bahwa penggunaan Jumping Sticks secara nyata memperbaiki hasil belajar passing bawah bola voli, sambil juga merangsang keterlibatan siswa dan menjadikan pembelajaran PJOK lebih efektif secara keseluruhan.
Pengaruh Kegiatan Pemanasan Berbasis Permainan terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Siswa Siswi SMP Mubarok, M.Rizky; Widiyatmoko, Fajar Ari; Wiyanto, Agus
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4066

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) membutuhkan pendekatan yang efektif untuk membangkitkan motivasisiswa agar proses belajar berlangsung lancar. Aktivitas pemanasan berbentuk permainan adalah salah satu langkah yang dapat diambil. Penelitian ini dilakukan untuk menilai bagaimana aktivitas pemanasan berbasis permainan berdampak pada keinginan siswa untuk belajar PJOK di SMP Negeri 1 Kalinyamatan selama tahun akademik 2025–2026. Eksperimen semu, atau quasi-experiment, digunakan sebagai metode kuantitatif dalam penelitian ini. Grup kontrol pre-test dan post-test dibuat dengan cara ini. Dalam penelitian ini, 45 siswa dari kelas VIII dibagi menjadi dua kelompok: 22 siswa dalam kelompok eksperimen dan 23 siswa dalam kelompok kontrol. Alat pengukuran yang digunakan adalah kuesioner yang sudah divalidasi mengenai keinginan siswa untuk belajar. Pengolahan data melibatkan statistik deskriptif selain uji nonparametrik Wilcoxon Signed-Rank Test dan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah melakukan aktivitas pemanasan berbasis permainan. Namun, tidak ada perbedaan signifikan dalam skor pretest dan posttest di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p > 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aktivitas berbasis permainan belum meningkatkan motivasi siswa untuk belajar secara statistik signifikan. Namun, mereka mungkin dapat membuat pembelajaran PJOK lebih seru dan menyenangkan.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Adventure Education Bagi Guru PJOK SMK Kabupaten Semarang Hudah, Maftukhin; Kusumawardhana, Buyung; Widiyatmoko, Fajar Ari; Pratama, Dani Slamet; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.22459

Abstract

Permasalahan guru penjas SMK di Kabupaten Semarang pada tahun 2024 adalah kesulitan dalam meyusun modul ajar kurikulum merdeka dan tidak mengikuti program sekolah penggerak sehingga profil pelajar Pancasila menjadi sulit tercapai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang dapat mengetahui serta terampil dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Sehingga, dalam menghadapi kurikulum dimasa yang akan datang kesiapan guru PJOK harus siap dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan Participatory Action Research dengan melakukan workshop dalam penyusunan modul ajar berbasis adventure education. Tahapan pelaksanaan disusun sebagai berikut: (1) Tahap analisis kebutuhan mitra; (2) Tahap persiapan; (3) Tahap Pelaksanaan; (4) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pendampingan pembuatan modul ajar berbasis adventure education yang dilaksanakan di MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang maka didapat kesimpulan para peserta pengabdian mampu menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Para peserta dapat menyusun dengan sistematis serta mengetahui dasar-dasar dari penyusunan perangkat ajar tersebut. Peserta antusias dalam mengikuti pendampingan penyusunan perangkat ajar dalam hal ini adalah modul ajar berbasis adventure education yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dan membentuk karakter.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Adventure Education Bagi Guru PJOK SMK Kabupaten Semarang Hudah, Maftukhin; Kusumawardhana, Buyung; Widiyatmoko, Fajar Ari; Pratama, Dani Slamet; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.22459

Abstract

Permasalahan guru penjas SMK di Kabupaten Semarang pada tahun 2024 adalah kesulitan dalam meyusun modul ajar kurikulum merdeka dan tidak mengikuti program sekolah penggerak sehingga profil pelajar Pancasila menjadi sulit tercapai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang dapat mengetahui serta terampil dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Sehingga, dalam menghadapi kurikulum dimasa yang akan datang kesiapan guru PJOK harus siap dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan Participatory Action Research dengan melakukan workshop dalam penyusunan modul ajar berbasis adventure education. Tahapan pelaksanaan disusun sebagai berikut: (1) Tahap analisis kebutuhan mitra; (2) Tahap persiapan; (3) Tahap Pelaksanaan; (4) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pendampingan pembuatan modul ajar berbasis adventure education yang dilaksanakan di MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang maka didapat kesimpulan para peserta pengabdian mampu menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Para peserta dapat menyusun dengan sistematis serta mengetahui dasar-dasar dari penyusunan perangkat ajar tersebut. Peserta antusias dalam mengikuti pendampingan penyusunan perangkat ajar dalam hal ini adalah modul ajar berbasis adventure education yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dan membentuk karakter.