Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Kesadaran Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid di Kabupaten Lebak Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.615

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Pemeriksaan profil lipid berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk deteksi dini dan edukasi kesehatan metabolik. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran status lipid masyarakat Kabupaten Lebak serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit kardiometabolik. Penelitian dilaksanakan pada 59 peserta dewasa menggunakan metode point-of-care testing (POCT) untuk menilai kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Hasil menunjukkan rerata kolesterol total 184,27 ± 32,78 mg/dL, trigliserida 186,42 ± 88,44 mg/dL, HDL 38,39 ± 11,67 mg/dL, dan LDL 110,5 ± 22,42 mg/dL. Sebanyak 35,6% responden berada pada kategori batas tinggi kolesterol total dan 40,7% memiliki kadar trigliserida di atas normal. Perempuan menunjukkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yang dapat dijelaskan oleh pengaruh hormonal, terutama penurunan estrogen pada fase perimenopause. Selain itu, kadar lipid cenderung meningkat pada usia >40 tahun akibat penurunan aktivitas enzim lipoprotein lipase dan reseptor LDL serta meningkatnya resistensi insulin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining profil lipid sebagai intervensi promotif–preventif untuk mendukung pengendalian faktor risiko metabolik di tingkat komunitas.
Skrining Indeks Massa Tubuh, Lemak Viseral, Lemak Subkutan, dan Massa Otot Rangka pada Karyawan Perkantoran di Kawasan Sudirman, Jakarta Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Lumintang, Valentino Gilbert; Khoto, Anthon Eka Prayoga
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/7p6pzp58

Abstract

Pendahuluan: Kelebihan lemak tubuh, khususnya lemak viseral, merupakan salah satu faktor risiko utama yang berhubungan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan sebagai indikator status gizi, namun tidak selalu mencerminkan distribusi lemak tubuh secara akurat. Oleh karena itu, pemeriksaan komposisi tubuh menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini risiko kesehatan pada kelompok pekerja yang cenderung memiliki gaya hidup sedentari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh karyawan perkantoran di kawasan Sudirman Jakarta melalui skrining IMT dan komposisi tubuh dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan persiapan meliputi koordinasi teknis, penyiapan alat ukur, serta penyusunan materi penyuluhan. Tahap Do mencakup pelaksanaan sesi edukasi kesehatan interaktif mengenai pentingnya gizi seimbang, risiko obesitas abdominal, dan peran massa otot dalam metabolisme tubuh. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Parameter yang diukur meliputi lemak tubuh total, lemak viseral, lemak subkutan, dan massa otot rangka. Pada tahap Check, hasil pengukuran dianalisis dan disampaikan secara individual kepada peserta, disertai konseling singkat mengenai strategi modifikasi gaya hidup sehat. Tahap Action dilakukan melalui evaluasi kegiatan berdasarkan tingkat partisipasi dan umpan balik peserta untuk menyusun rekomendasi keberlanjutan program edukasi kesehatan di tempat kerja. Hasil: Rata-rata IMT peserta berada pada kategori overweight dengan variasi dari kurus hingga obesitas. Sebagian besar peserta memiliki kadar lemak tubuh dan lemak viseral yang melebihi batas normal, sementara massa otot rangka relatif rendah. Kondisi ini memperlihatkan ketidakseimbangan komposisi tubuh yang berpotensi meningkatkan risiko sindrom metabolik. Temuan tersebut menegaskan bahwa skrining berbasis BIA mampu mengungkap risiko yang tidak terdeteksi hanya dengan IMT. Kesimpulan: Kegiatan skrining yang dipadukan dengan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai status gizi dan risiko kesehatan peserta. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di lingkungan kerja sebagai strategi promotif-preventif dalam menurunkan risiko penyakit metabolik serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Pemeriksaan Kadar Asam Urat sebagai Skrining Hiperurisemia: Strategi Promotif dan Preventif dalam Menekan Risiko Gout Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Andersan, Jonathan; Lo, Geoffrey Christian
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 4 № 01 (2026): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v4i01.2107

Abstract

Hyperuricemia is a metabolic health issue that often goes undetected early, despite its strong association with gout and other metabolic diseases. This community service program aimed to improve early detection of hyperuricemia through uric acid screening and to provide promotive and preventive education on risk factors and their management. Conducted at Asisi Church, South Jakarta, the program involved 99 elderly participants and applied a Plan-Do-Check-Action (PDCA) approach. Uric acid levels were measured using point-of-care testing (POCT) with capillary blood, accompanied by education on low-purine diets, physical activity, and adequate hydration. The mean uric acid level was 4.69 mg/dL (SD 1.39), with 9 participants (9.1%) identified as having hyperuricemia. Although most participants were within normal limits, the screening revealed previously undetected cases among older adults with metabolic risks. This activity enhanced health literacy and strengthened the role of community health cadres, demonstrating that community-based POCT screening is feasible for integration into primary care and posbindu programs as a sustainable strategy to prevent gout and metabolic diseases.