Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAN (IKP) PADA JALAN RAYA KARANGJATI – PANDAAN KABUPATEN PASURUAN Fahreza Taufiqurrahman; Raharjo, Nain; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.6974

Abstract

Jalan Raya Karangjati – Pandaan Kabupaten Pasuruan merupakan jalan sedang dengan fungsi jalan lokal dengan panjang ruas 4.7 kilometer. Jalan ini dilalui oleh berbagai jenis kendaraan ringan dan berat. Pergerakan lalu lintas di jalan ini cukup tinggi mengingat kawasan ini merupakan kawasan industri. Beban lalu lintas yang padat dan berat ini tentu dapat mempengaruhi kondisi perkerasan jalan pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan, mengetahui tingkat kerusakannya, dan memberikan penanganan yang tepat, serta menyajikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terkait dengan pekerjaan penanganan kerusakan jalan tersebut. Metode yang digunakan untuk analisis kerusakan jalan mengacu pada pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Data primer pada penelitian ini yaitu data survei kerusakan jalan dan HSP dari Kementerian PUPR Tahun 2022. Dari hasil survei didapat jenis kerusakannya yaitu retak kulit buaya, retak blok, retak selip, retak tepi, retak memanjang/melintang, tambalan, pengausan agregat, lubang, dan pelepasan butir. Hasil analisis menyatakan bahwa nilai rata-rata kerusakan menurut IKP lajur 1 sebesar 80 dan pada lajur 2 sebesar 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi jalan tersebut masuk pada katergori Baik (Good). Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemeliharaan berkala yaitu dengan melakukan pekerjaan perbaikan.
PENGARUH VARIASI FIBERGLASS DAN FLY ASH TERHADAP PERFORMA BETON PERVIOUS Prasetiyo, Moch Farkhan; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8073

Abstract

Beton pervious merupakan beton dengan pori – pori, yang memungkinkan air untuk melewatinya, biasanya digunakan untuk mengurangi limpasan air hujan dan aplikasinya pada tempat parkir dan trotoar. Studi ini bertujuan untuk menilai dampak variasi pemanfaatan fly ash dan fiberglass terhadap kinerja beton pervious. Pengujian mencakup uji fisik bahan, desain campuran sesuai ACI 522R, serta pengujian kekuatan tekan, kekuatan tarik belah, dan permeabilitas pada usia 7, 14, dan 28 hari. Variasi fly ash yang diaplikasikan adalah 13%, 16%, dan 19% sebagai pengganti sebagian semen, sementara fiberglass digunakan sebesar 0,2%, 0,4%, dan 0,6% terhadap volume beton, masing – masing persentase fly ash dan fiberglass menggunakan 3 benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi 16% fly ash menghasilkan kekuatan tekan maksimum sebesar 15,53 MPa dan kuat tarik belah tertinggi sebesar 1,43 MPa pada umur 28 hari. Dalam campuran fiberglass, komposisi terbaik adalah 0,4%, dengan kekuatan tekan mencapai 11,85 MPa dan kekuatan tarik belah 1,78 MPa. Pada permeabilitas, nilai maksimum tercatat pada beton tanpa fly ash sebesar 26,05 cm/s, sedangkan nilai minimum ditemukan pada campuran 16% fly ash sebesar 19,87 cm/s, menunjukkan bahwa struktur beton lebih padat. Kombinasi terbaik 16% fly ash dan 0,4% fiberglass menciptakan keseimbangan antara kekuatan dan permeabilitas, dengan nilai kuat tekan 14,63 MPa, kuat tarik belah 1,40 MPa, dan permeabilitas 18,54 cm/s. Analisis relasi antar parameter menunjukkan bahwa kuat tarik belah bertambah sejalan dengan peningkatan kuat tekan, mengindikasikan korelasi positif yang konsisten. Sebaliknya, terdapat hubungan negatif antara kuat tekan dan permeabilitas, di mana peningkatan kuat tekan cenderung menurunkan permeabilitas. Ini terjadi karena peningkatan kekuatan beton sering kali berkaitan dengan pengisian rongga atau pori, yang menghasilkan penurunan aliran air. Oleh karena itu, penentuan rasio fly ash dan fiberglass yang sesuai sangat krusial untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan mekanis dan kemampuan drainase beton pervious.
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR LAUT PANTAI TERHADAP KUAT TEKAN DAN TARIK BELAH BETON - MRK Kusuma, Arya Rangga; Suryadi, Akhmad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8272

Abstract

Akibat melimpahnya pasir Pantai di Desa Serang yang pada dasarnya secara geografis berada di dekat Pantai,menyebabkan banyak Masyarakat Serang yang memanfaatkan agregat pasir Pantai Serang sebagai agregat halus daripada mengambil di luar desa.Maka penelitian ini bertujuan untuk mengatasi pengaruh penggunaan agregat pasir Pantai sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus terhadap kuat tekan dan kuat Tarik belah dengan variasi 0%,20%,40%,dan 60%.Metode yang digunakan yaitu eksperimen yang mengacu pada SNI 03-2834-200 untuk pembuatan beton dengan kuat tekan rencana sebesar 20 MPa,benda uji silinder dengan ukuran Ø15 x 30 cm dan umur rencana 7,14,dan 28 hari untuk kuat tekan dan 28 hari untuk kuat tarik belah dengan jumlah benda uji 96 sampel,masing masing variasi berjumlah 12 sampel beton dengan dua rendaman yaitu air tawar dan air laut.Dari hasil penelitian ini nilai kuat tekan beton 0% air tawar 32,52 Mpa, beton normal air laut 28,34 Mpa,Beton 20% air tawar 26,03 Mpa,Beton 20% air laut 25,61 Mpa,Beton 40% air tawar 25,01MPa,Beton 40% air laut 24,82 Mpa,Beton 60% air tawar 24,63 Mpa,Beton 60% air laut 24,16 Mpa untuk nilai kuat tarik belah beton 0% air tawar 3,50 Mpa, beton normal air laut 3,10 Mpa,Beton 20% air tawar 3,00 Mpa,Beton 20% air laut 2,92 Mpa,Beton 40% air tawar 2,89 MPa,Beton 40% air laut 2,86 Mpa,Beton 60% air tawar 2,85 Mpa,Beton 60% air laut 2,82 Mpa.Dari penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari variasi 0% air tawar yaitu 32,52 Mpa dan terendah variasi 60% air laut yaitu 24,16 Mpa untuk nilai kuat tarik belah tertinggi 0% air tawar yaitu 3,50 Mpa dan terendah 60% air laut yaitu 2,82 Mpa.Dapat diambil kesimpulan bahwa campuran pasir Pantai yang semakin tinggi dan rendaman air laut dapat menurunkan nilai kuat tekan dan Tarik belah beton.