Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect Of Family Planning With ABPK Counseling On Decision Making Family Planning In Wus (Women Of Reproductive Age) Sabda Nirwana, Betanuari; Khofidhotur Rofiah; Alfika Awatiszahro; Bintang Fathia Sari; Arasyesa Darul Arayan
Journal for Quality in Public Health Vol. 6 No. 2 (2023): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v6i2.452

Abstract

ABPK is a standard guideline for family planning counseling services which not only contains the latest information about contraception or family planning but also contains standard family planning counseling processes and steps that are based on the rights of family planning clients and informed choices. The purpose of this study was to find out whether there was any effect of counseling on family planning using contraceptive collection tools, the sample in this study was total sampling, namely all women of childbearing age in the Grogol area, Kediri district, the method used was providing family planning counseling with assistive devices decision-making. This research is an experimental study, one group pre-test post-test design, conducted in January 2023. The results of the Wilcoxon test, the results of this study are p-value <0.05, from the results of the study it can be stated that there is an effect of family counseling planning with decision-making tools for family planning decision making.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN PANGAN UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA Nirwana, Betanuari Sabda; Nikmah, Anis Nikmatul; Awatiszahro, Alfika; Rofiah, Khofidhotur; Wahyuni, Ida Tri
Abdi Panca Marga Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v5i2.2204

Abstract

Nutritional problems for toddlers will arise if the food intake consumed does not match the nutritional needs of toddlers. Nutritional problems that commonly arise include malnutrition and malnutrition. The prevalence of malnutrition and malnutrition among children under five in Indonesia is increasing compared to 2010 to 2019. The number of children under five with malnutrition and malnutrition in Indonesia in 2019 was 19.6% and it is estimated that there are still 4.5 million children under five with malnutrition and malnutrition. less has not been detected. The aim of this community service is to increase the knowledge and skills of mothers of toddlers to use Moringa leaves as an additional food ingredient to improve toddler nutrition. Moringa leaves contain many nutrients and are a source of vitamins and minerals for the body, so they are good for use as a food additive for toddlers. This community service activity was carried out at the Posyandu in Kawedusan Village, Plosoklaten District, Kediri Regency. This activity provides health education and skills in making food menus using Moringa leaves to 25 mothers of toddlers. Evaluation of success was assessed by a post test given to mothers of toddlers. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge and skills about the benefits of Moringa leaves for mothers of toddlers with an assessment of knowledge and skills in the good category, namely 8% during the pre-test, after health education and skills in processing Moringa leaves, the post-test results were in the good category, 84%. The conclusion of this community service activity was an increase in the knowledge and skills of mothers of toddlers in understanding the importance of nutrition for toddlers and how to make toddler food menus using Moringa leaves. Keywords : Moringa leaves, improving nutrition, toddler nutrition
Pengaruh penggunaan rebusan air daun sirih (piper betle) terhadap penurunan keputihan fisiologis pada wanita usia subur Nirwana, Betanuari Sabda; Laili, Fauzia; Rofiah, Khofidhotur; Nikmah, Anis Nikmatul; Lutfiasari, Dessy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1677

Abstract

Background: Vaginal discharge is one of the most common complaints among women of childbearing age or reproductive age, occurring in 80% of women aged 15-45 years. Women of reproductive age are at risk of increased incidence of candidiasis, trichomoniasis, gonorrhea, and bacterial vaginosis. One plant that is often used as an alternative to reduce vaginal discharge is betel leaf. In addition to being widely available in the home environment, green betel leaf is often used because of its low risk of side effects. Purpose: To reduce the incidence of physiological vaginal discharge in women of reproductive age. Method: A quasi-experimental study using a pre-post-test one-group method was conducted in January 2025 in Grogol, Kediri. The sampling technique used accidental sampling with a sample size of 16 participants. The independent variable in this study was betel leaf decoction, while the dependent variable was vaginal discharge. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Wilcoxon test. Results: The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000, indicating that the use of betel leaf decoction has an effect on vaginal discharge in women of reproductive age. Conclusion: Betel leaf extract can be used as an effective, safe, and easy-to-apply non-pharmacological treatment alternative for women of childbearing age in an effort to maintain reproductive health and prevent recurrent vaginal discharge.   Keywords: Betel Leaf; Vaginal Discharge; Women.   Pendahuluan: Keputihan merupakan salah satu keluhan yang paling umum terjadi pada wanita usia subur atau usia reproduksi yaitu sebesar 80% terjadi pada usia 15-45 tahun. Wanita dalam kelompok usia reproduksi berisiko mengalami peningkatan terjadinya Candidiasis, trichomoniasis, gonorrhea dan bacterial vaginosis. Salah satu tanaman yang sering dijadikan alternatif untuk mengurangi keputihan yaitu daun sirih, selain banyak di sekitar lingkungan rumah daun sirih hijau sering digunakan karena resiko efek samping yang tidak berbahaya. Tujuan: Untuk menurunkan angka keputihan fisiologi pada wanita usia subur. Metode: Penelitian quasy experimental menggunakan metode pre-post-test one group, dilaksanakan pada Januari 2025 di Grogol, Kediri. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 16 partisipan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah rebusan daun sirih, variabel dependen adalah keputihan. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Wilcoxon test. Hasil: Uji wilcoxon menunjukkan p value = 0.000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan rebusan daun sirih terhadap keputihan pada wanita usia subur. Simpulan: Rebusan daun sirih dapat dijadikan alternatif pengobatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh wanita usia subur dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah terjadinya keputihan berulang. Kata Kunci: Daun Sirih; Keputihan; Wanita.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Viridula, Erike Yunicha; Purnani, Weni Tri; Awatiszahro, Alfika
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7022

Abstract

Abstrak Menstruasi merupakan proses alami yang menunjukkan kematangan organ reproduksi wanita, namun sering kali disertai dengan keluhan nyeri haid atau dismenore yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologis yang paling umum dialami remaja putri. Menurut WHO, sekitar 70–90% remaja putri di dunia mengalami dismenore dengan tingkat nyeri yang bervariasi dari ringan hingga berat. Tujuan dalam penelitian mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Rancangan Penelitian Analitik Korelasi pendekatan Cross Sectional, dengan populasi adalah semua Remaja Putri di SMPN 7 Kota Kediri Tahun 2025. Besar sampel yaitu 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan memberikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (56.2%) 18 responden mengalami nyeri ringan, setelah diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (62.5%) 20 responden tidak mengalami nyeri dan hasil bahwa sebagian besar responden (31,25%) 10 responden mengalami nyeri ringan dan Positive rank sebanyak 30 responden yang artinya dari 32 responden setelah diberi perlakuan aromaterapi lavender terdapat 30 responden mengalami penurunan itensitas nyerinya dan ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi lavender. Hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga bisa dikatakan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Diharapkan dapat mengembangkan edukasi dan praktik asuhan kebidanan komplementer dengan menggunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu metode penanganan dismenore.   Kata Kunci: Aromaterapi Lavender, Disminorea, Remaja Putri
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMINORE Wahyuni, Ida Tri; Laili, Fauzia; Nirwana, Betanuari Sabda; Rofiah, Khofidhotur; Husna , Dewi Asmaul
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7064

Abstract

Abstrak Dismenore merupakan keluhan umum pada wanita usia produktif yang ditandai dengan nyeri haid yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri disminore pada remaja putri pada SMP 7 Negeri Kota Kediri.  Kompres hangat adalah suatu metode dalam penggunaan suhu hangat setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis. Kompres dingin adalah suatu metode dalam penggunaan suhu rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 32 responden remaja putri yang mengalai nyeri haid dengan menggunakan metode simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,000 dan α = 0,05 sehingga ρ < α maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri disminorhea terdapat perbedaan jumlah nyeri disminorhea setelah diberikan kompres hangat dimana dalam kategori nyeri sedang sebelum diberikan terapi kompres hangat terdapat 29 responden, sedangkan sebelum pemberian kompres hangat tidak terdapat remaja yang mengalami nyeri disminorhea, dan setelah pemberian kompres hangat terdapat 6 penderita yang tidak mengalami nyeri. Penurunan nyeri pada masing-masing responden sangat bervariasi, hal itu sangat erat terkait denan factor-faktor yang mempengaruhi nyeri yang dibawa oleh responden baik dari diri responden sendiri maupun dari lingkungan luar   Kata Kunci: Dismenore, nyeri haid, remaja, kompres hangat, manajemen nonfarmakologis.
Pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Nikmah, Anis Nikmatul; Lutfiasari, Dessy; Wulandari, Siswi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1700

Abstract

Background: Hemoglobin is made up of iron which is an O2 carrier. High and abnormal hemoglobin levels occur due to hemoconcentration due to dehydration. The number of red blood cells and hemoglobin molecules does not always increase and decrease simultaneously, for example, a decrease in red blood cells accompanied by a slight increase in hemoglobin levels or normal occurs in cases of pernicious anemia, as well as a slightly increased or normal level of red blood cell hemoglobin accompanied by decreased hemoglobin levels, occurs in iron deficiency anemia. Purpose: To determine the effect of mung bean juice on changes in hemoglobin levels in adolescent girls with anemia. Method: A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design was used. The study focused on adolescent girls at the Faculty of Health Sciences, University of Kediri. A sample of 40 participants was selected using purposive sampling and divided into two groups. Data were examined using paired t-tests. Results: Hemoglobin levels in the intervention group increased from 11.05±0.79 to 12.03±0.98 gr/dl after being given mung bean juice. The control group had an average hemoglobin concentration of 11.25±0.42 gr/dl before the test and decreased slightly to 11.20±0.62 gr/dl after the test, the intervention group showed a significant effect on hemoglobin levels before and after receiving mung bean juice (p=0.025), indicating a significant change in hemoglobin levels after the intervention. Conclusion: the administration of mung bean juice has a positive impact on increasing hemoglobin levels in anemic adolescent girls. Consider measuring ferritin levels and controlling participants' diets for more accurate results. College students are encouraged to regularly consume mung bean juice as an easy and affordable natural alternative to help increase hemoglobin levels and prevent anemia.   Keywords: Anemia; Green Bean Juice; Young Women.   Pendahuluan: Hemoglobin terdiri dari zat besi yang merupakan pembawa O2. Kadar hemoglobin yang tinggi dan abnormal terjadi karena hemokonsentrasi akibat dehidrasi. Jumlah sel darah merah dan molekul hemoglobin tidak selamanya meningkat dan menurun secara bersamaan, misalnya penurunan sel darah merah di sertai kadar hemoglobin yang sedikit meningkat atau normal terjadi pada kasus anemia pernisiosa, serta kadar hemoglobin sel darah merah yang sedikit meningkat atau normal disertai kadar hemoglobin yang menurun, terjadi pada anemia defisiensi zat besi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh sari kacang hijau terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia. Metode: Desain quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Penelitian difokuskan pada populasi remaja putri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kediri. Sampel penelitian berjumlah 40 partisiapn yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Data diperiksa dengan uji beda berpasangan. Hasil: Kadar hemoglobin pada kelompok intervensi mengalami peningkatan dari 11.05±0.79 menjadi 12.03±0.98 gr/dl setelah diberikan jus kacang hijau. Kelompok kontrol memiliki rata-rata konsentrasi hemoglobin 11.25±0.42  gr/dl sebelum pengujian dan sedikit menurun menjadi 11.20±0.62 gr/dl setelah pengujian. Kelompok intervensi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kadar hemoglobin sebelum dan sesudah menerima jus kacang hijau (p=0.025), mengindikasikan perubahan yang berarti pada tingkat hemoglobin setelah intervensi. Simpulan: Pemberian sari kacang hijau memberikan dampak positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Sari Kacang Hijau.
Pengaruh ekstrak daun kelor (moringa oleifera) terhadap perbaikan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan dengan anemia Wahyuni, Ida Tri; Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Ningtyas, Yulfa Wahyu; Putri, Eka Diana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.2190

Abstract

Background: Adolescence is the second period of rapid growth and development after infancy and toddlerhood. Anemia is one of the nutritional problems in the world. Adolescent girls are at risk of iron deficiency anemia due to insufficient iron intake in the body. The efficacy of Moringa Oleifera leaf extract as a complementary therapy in increasing hematocrit levels and erythrocyte count Purpose: To determine the effect of moringa leaf extract (Moringa oleifera) on improving hemoglobin levels in students with anemia Method: A quasi-experimental study using a pre-posttest control with group design was conducted in October 2025 at the Midwifery Study Program, Kadiri University. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 50 participants divided into an intervention group and a control group. The independent variable in this study was moringa leaf extract, while the dependent variable was hemoglobin levels. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using the independent t-test. Results: Giving 1 gram of moringa leaf extract (Moringa Oleifera) for 14 days was shown to significantly increase hemoglobin levels (p-value=0.013; p<0.05) in the group that received moringa leaf extract and iron tablets. Conclusion: Giving Moringa Oleifera leaf extract as a complementary therapy influenced the increase in hemoglobin levels in the intervention group.   Keywords: Adolescents; Anemia; Hemoglobin; Moringa Oleifera.   Pendahuluan: Masa remaja adalah periode kedua pertumbuhan dan perkembangan yang cepat setelah bayi dan balita. Anemia adalah salah satu masalah gizi di dunia. Remaja putri memiliki risiko anemia zat besi akibat kurangnya asupan zat besi dalam tubuh. Khasiat ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kadar hematokrit dan jumlah eritrosit Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perbaikan kadar hemoglobin pada mahasiswa yang mengalami anemia Metode: Penelitian quasy experimental dengan metode pre-posttest control with groulp delsign, dilaksanakan bulan Oktober 2025 di Program Studi Kebidanan Universitas Kadiri. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 partisipan yang terbagi kedalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Variabel independent dalam penelitian ini adalah ekstrak daun kelor, sedangkan variabel depeden ialah kadar hemoglobin. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji indepdendet t-test. Hasil: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dosis 1 gram selama 14 hari terbukti meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (p-value=0.013; p<0.05) pada kelompok yang menerima ekstrak daun kelor dan tablet Fe. Simpulan: Pemberian ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai terapi komplementer memengaruhi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok intervensi.   Kata Kunci: Anemia; Hemoglobin; Daun Kelor (Moringa Oleifera); Remaja.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JASMINE TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI Rofiah, Khofidhotur; Nirwana , Betanuari Sabda; Viridula , Erike Yunicha; Ardela, Mayasari Putri; Wahyuni, Ida Tri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7542

Abstract

Abstrak Nyeri haid atau dismenorea yang terjadi pada remaja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dalam penelitian mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jasmine pada intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan the one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menerapkan kriteria sebanyak 32 responden. Pengumpulan data dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) sebelum pemberian aromaterapi jasmine dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%) setelah pemberian aromaterapi jasmine. Negative rank menunjukkan bahwa dari 32 responden, 30 responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid, ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi jasmine. Hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan aromaterapi jasmine efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026.   Kata Kunci: Aromaterapi Jasmine, Disminorea, Remaja Putri
PENGARUH PENYULUHAN SKRINING PRANIKAH DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SKRINING PRANIKAH Awatiszahro, Alfika; Nirwana , Betanuari Sabda; Rofiah, Khofidhotur; Lutfiasari, Dessy; Rohmawati , Huda; Dewi, Rahma Kusuma; Inti, Sri; Puspita , Nara Lintan Mega
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7544

Abstract

Abstrak   Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan angka yang tinggi, di mana sekitar 81% remaja perempuan dan 84% remaja laki-laki mengaku pernah berpacaran. Akibat pacarana akan meningkatkan resiko pernikahan dini. Tahun 2023 angka dispensasi nikah di kabupaten Kediri ada 429 anak yang rata-rata disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Data pernikahan dini di Indonesia menunjukkan tren penurunan secara nasional menjadi 5,9% pada 2024, namun masih tergolong tinggi dengan Indonesia berada di peringkat ke-4 di dunia menurut data UNICEF 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan media video terkait dengan skrining pranikah guna mempersiapkan remaja dalam pernikahan sehingga tidak melakukan tindakan yang membahayakan dan merugikan kesehatan remaja. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Ngasem Kabupaten kediri. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dan didapatakan jumlah responden 35. Responden dilakukan pretes dengan menggunakan kuesioner kemudian diberi penyuluhan menggunakan media video skrining pranikah kemudian dilakukan posttest. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon karena data berdistribuso tidak normal. Hasil uji statistic diadaptkan p value 0.000 lebih kecil dari 0.05 artinya ada pengaruh media penyuluahan video terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan media video tehadap peningkatan pengetahuan remaja tentang skrining pranikah. Video ini dapat digunakan untuk memberikan edukasi terhadap remaja secara lebih luas agar mereka terhindar dari perilaku yang membahayakan kesehatan seperti pacarana yang tidak sehat, seks pranikah hingga pernikahan dini.   Kata kunci : remaja, skrining pranikah, penyuluhan , video  
HUBUNGAN KEAKTIFAN KELAS IBU HAMIL DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TM III Nirwana, Betanuari Sabda; Purnani, Weni Tri; Rofiah, Khofidhotur; Firdaus, Nikmatul; Awatiszahro, Alfika
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7590

Abstract

Abstrak   Kehamilan merupakan proses fisiologis yang normal, namun sering kali disertai dengan perubahan fisik dan psikis yang kompleks, terutama pada trimester III. Ibu hamil primigravida (kehamilan pertama) cenderung mengalami kecemasan yang lebih tinggi karena ketidaktahuan dan kekhawatiran dalam menghadapi proses persalinan. Salah satu upaya pemerintah untuk membekali ibu hamil dengan pengetahuan dan keterampilan adalah melalui program "Kelas Ibu Hamil". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keikutsertaan atau keaktifan dalam kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Polindes Desa Wonokerto, Kab. Ngawi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III di Polindes Desa Wonokerto pada bulan Maret 2026 yang berjumlah 43 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Population (sampling jenuh). Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (55,8%) tidak aktif mengikuti kelas ibu hamil dan mengalami kecemasan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan kelas ibu hamil dengan kecemasan menghadapi persalinan. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,865 menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat dengan arah negatif, artinya semakin aktif ibu mengikuti kelas, maka tingkat kecemasan yang dirasakan akan semakin rendah. Hasil penelitian ini adalah Ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara keaktifan mengikuti kelas ibu hamil dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kumbe. Tenaga kesehatan disarankan untuk selalu meningkatkan edukasi mengenai manfaat kelas ibu hamil guna membantu ibu hamil mengurangi kecemasan mereka.   Kata Kunci: Kelas Ibu Hamil, Kecemasan, Persalinan.