Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN TUMBUH KEMBANG ANAK ASIA 6-36 BULAN MENGGUNAKAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MRICAN KOTA KEDIRI TAHUN 2019 khofi, khofidhotur rofiah
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v3i2.2387

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masa  anak-anak adalah masa keemasan bagi perkembangan anak (golden age) yang dalam tindakannya sering meniru orang tua. Namun, orang tua masih memiliki pengetahuan dan kemampuan stimulasi perkembangan yang kurang, dimana 90% ibu tidak mengetahui tentang stimulasi perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh pendidikan tumbuh kembang anak usia 6-36 bulan melalui media booklet  terhadap pengetahuan dan kemampuan stimulasi perkembangan. Metode: Desain penelitian ini adalah quasy experimentaldengan  rancangan pretest posttest control group designdengan kelompok kontrol menggunakan media powerpoint. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak gangguanstimulasiperkembanganusia 6-36 bulan di wilayah Kerja PuskesmasMricanKota Kediri tahun 2019 yang berjumlah 38orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling, sehingga didapatkan 36 responden yang terdiri dari 18 orang kelompok eksperimen dan 18 orang kelompok kontrol. Instrumen Penelitian adalah booklet,powerpoint, kuesioner dan lembar observasi. Analisis data berupa analisis deskriptif, prasyarat analisis menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk dan Homogenitas, uji hipotesis menggunakan paired T test, independent T test, dan Uji Manova. Hasil penelitian: analisis Paired Sample T test pengetahuan menunjukkan bahwa nilai kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai mean pretest 74,54, mean posttest89,58, dan signifikansi 0,000. Hasil uji Independent T Test pengetahuan didapatkan pvalue 0,031. Hasilanalisis Paired Sample T test kemampuan stimulasi menunjukkan bahwa nilai kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai mean pretest 20,56, mean posttest 24,33, dan signifikansi 0,000. Hasil uji Independent T Test kemampuan stimulasi didapatkan pvalue 0,008. Hasil uji Manovavariable luar sumber informasi pengetahuan menunjukkan bahwa nilai pvalue 0,019 dan Partial Eta Squared 0,282. Hasil Uji Manova efektivitas booklet dan Powerpoint menunjukkan bahwa booklet dapat meningkatkan pengetahuan tumbuh kembang sebesar 85,2% dan kemampuan stimulasi sebesar 71,4%, powerpoint dapat meningkatkan pengetahuan tumbuh kembang sebesar 78,9% dan kemampuan stimulasi sebesar 63,5%. Kesimpulan:Booklet pendidikan tumbuh kembang dapat mempengaruhi secara signifikan peningkatan pengetahuan dan kemampuan stimulasi perkembangan. Diharapkan booklet yang telah dikembangkan dapat digunakan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan dalam melakukan pendidikan tumbuh kembang. Kata Kunci:booklet, pengetahuan, kemampuan, stimulasi perkembangan, tumbuh kembang
Hubungan antara Umur dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di RSUD Paniai Kabupaten Paniai Papua Tengah Liling Tumonglo, Norva; Rofiah, Khofidhotur; Yunicha Viridula, Erike
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v5i2.5559

Abstract

 Pre-eklampsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan di mana hipertensi terjadi setelahminggu ke- 20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Kejadian preeklamsia dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu umur dan riwayat hipertensi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur dan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Paniai Kabupaten Paniai Papua Tengah. Desain penelitian ini adalah jenis Expost Facto mengungkap fakta (tanpa perlakuan). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di RSUD Paniai Kabupaten Paniai. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling dengan sampel 133 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengumpul data. Hasil dianalisis menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari total 133 responden didapatkan sebagian besar responden sebesar 72 (54,1%) responden umur 20-35 tahun juga tidak mengalami preeklamsia dan sebagian besar 100 (75,2%) responden tidak ada riwayat preeklamsia juga tidak mengalami preeklamsia, hampir seluruhnya (79,7%) responden tidak mengalami preeklamsia yaitu 106 responden. Hasil uji statistic didapatkan adanya hubungan antara umur dengan kejadian preeklamsia (p value 0,002  kurang dari alfa = 0,05) dan ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia (p value 0,000 kurang dari alfa  = 0,05). Peneliti menyarankan ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang kehamilan dan rutin memeriksakan kehamilan pada petugas pelayanan kesehatan serta mengetahui tanda bahaya kehamilan yang dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan janin.
Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024 Pamula, Raras Sucma Ambar; Rofiah, Khofidhotur; Yunicha Viridula, Erike
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i1.6384

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) didefinisikan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter (kg/m2). Preeklamsia merupakan kehamilan yang ditandai dengan tingginya tekanan darah, kadar protein urine, serta odema. Menurut data survey Dinas Kesehatan Kota Kediri tahun 2023 kasus preeklamsia sebanyak 83 kasus (1,87%). Salah satu faktor yang dapat mendukung terjadinya preeklamsia yaitu obesitas. Wanita dengan status gizi berlebih memiliki resiko tinggi seperti keguguran, preeklamsia, dan kematian prenatal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil dengan kejadian preeklamsia di Puskesmas Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan korelasional, metode penelitian menggunakan data sekunder, populasi 200 ibu hamil dengann teknik probability sampling dengan teknik simpel random sampling, besar sampel 133 ibu hamil. Instrument penelitian menggunakan lembar pengumpul data, teknik data menggunakan uji spearman’s rank (Rho). Hasil analisis menunjukkan dari 133 responden sebagian besar memiliki indeks massa tubuh normal (62,4%), hampir seluruhnya tidak mengalami preeklamsia (90,2%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman’s rank diperoleh nilai ρ = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95 % (ɑ = 0,05) dapat dikatakan ρ < ɑ H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Koefisien korelasi sebesar 0,424. Berarti tingkat hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil dengan kejadian preeklamsia dalam kategori sedang dengan arah hubungan positif (+) artinya terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil dengan kejadian preeklamsia. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi mengenai pencegahan terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil.
Pengaruh Pemberian Pijat Endorphine terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin di Puskesmas Malahar Kecamatan Tabundungg Kabupaten Sumba Timur Alvina Rambu Deku; Rofiah, Khofidhotur; Erike Yunicha Viridula
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i2.6494

Abstract

Nyeri pada persalinan disebabkan oleh munculnya kontraksi otot uterus. Berdasarkan Survey Penelitian terdapat hampir seluruhnya ibu bersalin (80%) mengalami nyeri berat pada saat persalinan kala I fase aktif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Pijat Endorphine terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin di Puskesmas Malahar Kecamatan Tabundungg Kabupaten Sumba Timur Tahun 2025. Rancangan penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Populasi seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di Puskesmas Malahar, besar sampel 16 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan lembar observasi dan hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil Peneitian menunujukan bahwa hampir seluruhnya responden mengalami nyeri berat sebelum diberikan pijat endorphine 14 (87,5%) responden dan setelah diberikan pijat endorphine hampir seluruhnya responden mengalami nyeri sedang 18 (81,3%) responden. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Pemberian Pijat Endorphine terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin. Diharapkan pijat endorphine dapat digunakan sebagai metode non-farmakologi untuk membantu mengurangi nyeri persalinan kala I fase akif.
Hubungan Antara Keaktifan Kelas Ibu Hamil Dengan Kecemasan Pada Ibu Hamil PrimigravidaTM III Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas KumbeKab. Merauke Provinsi Papua Selatan Suhartatik; Sabda Nirwana, Betanuari; Khofidhotur Rofiah; Rahma Kusuma Dewi; Firdaus, Nikmatul
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v6i2.6505

Abstract

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Kumbe Kab. Merauke Provinsi Papua Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Kumbe Kab. Merauke Provinsi Papua Selatan pada bulan Januari 2025 berjumlah 43 ibu hamil primigravida  trimester III. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 ibu hamil  primigravida trimester III. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Population dengan instrument pengumpulan data menggunakan lembar pengumpulan data uji statistik yang digunakan yaitu uji sperman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value sebesar 0,000, (ρ-value : α (0.05) karena ρ-value <0,05 maka H0 ditolak, dan H1 diterima, yang berarti ada hubungan antara keaktifan kelas ibu hamil dengan adanya kecemasan ibu hamil primigravida TM III dalam menghadapi proses persalinan. Sementara itu nilai r sebesar 0,865 menunjukkan hubungan antara keaktifan kelas ibu hamil dengan adanya kecemasan ibu hamil primigravida TM III dalam menghadapi proses persalinan mempunyai korelasi dalam tingkat sangat kuat, dengan arah positif, yang artinya semakin ibu hamil aktif mengikuti kelas ibu hamil maka semakin berkurang adanya kecemasan dalam menghadapi proses persalinan pada ibu hamil TM III di Puskesmas Kumbe Kab. Merauke Provinsi Papua Selatan. Tenaga kesehatan hendaknya lebih banyak memberikan penyuluhan tentang manfaat kelas ibu hamil untuk ibu hamil primigravida TM III untuk mengurangi adanya kecemasan pada saat menghadapi proses persalinan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN  TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMILPRIMIGRAVIDA TRIMESTER I TENTANG EMESIS GRAVIDARUM Nirwana, Betanuari Sabda; Lutfiasari, Dessy; Awatiszahro, Alfika; Rofiah, Khofidhotur; Firdaus, Nikmatul
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v6i1.6328

Abstract

Abstrak Kehamilan melibatkan banyak perubahan fisiologis dan psikologis. Salah satu perubahan fisiologis yang dialami ibu trimester I yaitu emesis gravidarum. Emesis gravidarum merupakan ibu hamil yang mengalami mual muntah yang dapat menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari sehingga membahayakan kesehatan bagi janin dan ibu, bahkan dapat menyebabkan kematian. Kurangnya pengetahuan tentang emesis pada ibu hamil gravidarum paling umum terjadi pada primigravida. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu primigravida trimester tentang emesis gravidarum. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitik cross sectional. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen adalah tingkat pendidikan ibu, sedangkan variabel dependen tingkat pengetahuan ibu primigravida trimester I tentang emesis gravidarum. Lokasi penelitian di Puskesmas Gemarang Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan pada Februari 2025. Penelitian dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran, selanjutnya dilakukan tabulasi dan menggunakan rumus spearman dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan Rho (ρ)  Spearman yang sama dengan 0,491, dikonsultasikan untuk mengkritisi tabel kritik Rho (ρ) dengan interval kepercayaan 95% dengann = 15 didapatkan 0,525. Jadi hasil Rho (ρ) hitung lebih kecil dari tabel, sehingga diperoleh H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu primigravida trimester I tentang emesis gravidarum. Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu maka semakin baik pengetahuan ibu tentang perubahan yang terjadi pada awal kehamilan, salah satunya adalah emesis gravidarum. Hal ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan pendidikan yang baik untuk menjalani kontrol kehamilan yang baik, terutama dalam mempertahankan dan mengetahui perubahan yang terjadi. Kata kunci: Emesis gravidarum, Primigravida, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKLSUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Rofiah, Khofidhotur; Nirwana, Betanuari Sabda; Firdaus, Nikmatul; Viridula, Erike Yunicha; Nikmah , Anis Nikmatul
Jurnal Bidan Pintar Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v5i2.6920

Abstract

WHO menyatakan bahwa prevalensi balita Stunting yang ada di Indonesia cukup  tinggi. Indonesia termasuk dalam urutan ketiga negara dengan prevalensi tertinggi Stunting diwilayah Regional Asia Tenggara. di Indonesia Rata-rata prevalensi balita Stunting pada tahun 2005- 2017 mencapai 36,4%. Wilayah kerja Poskesdes Cerme Kabupaten Kediri Tahun 2024 merupakan rangking ke-2 dengan kasus stunting tertinggi di Kabupaten Kediri yaitu sebanyak 18%. Tujuan dari penelitian ini adalah adakah hubungan antara pemberian asi eklsusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan. Rancangan Penelitian Analitik Korelasi pendekatan Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh bayi yang berumur 31 bayi yang diambil dengan menggunakan total populasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data laporan gizi yang ada diposkesdes Cerme Kabupaten Kediri. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (74,2%) ibu memberikan ASI Ekslusif yaitu berjumlah 23 responden, sebagian besar (74,2%) responden tidak stunting yaitu berjumlah 23 respon, Berdasarkan analisa hubungan menggunakan Spearman rho mendapatkan hasil p value=0,002 < α=0,05, yang berarti Ho di tolak atau H1 diterima yang artinya ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting. Kekuatan hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting mendapatkan nilai (r) +0,543 dengan kekuatan hubungan sedang dengan arah hubungannya positif. Diharapkan ibu postpartum dapat memberikan ASI ekslusif sebagai langkah pencegahan dalam kejadian Stunting.  Kata Kunci: ASI Ekslusif, Stunting, Bayi 6-24 bulan
Enhancing Adolescent Health through Anemia Prevention Education and Hemoglobin Testing to Reduce the Risk of Stunting Dessy Lutfiasari; Alfika Awatiszahro; Betanuari Sabda Nirwana; Khofidhotur Rofiah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i2.732

Abstract

Stunting can begin as early as adolescence, particularly through anemia in young girls. Anemia occurs due to a lack of hemoglobin, especially during menstruation. If not properly addressed, it can lead to stunting. In Indonesia, the anemia rate among adolescents remains high, reaching 32% in 2018 and declining to 15.5% in 2023. According to the WHO, this figure is still considered high, as it remains above 10%. The purpose of this community service activity is to increase adolescent knowledge and skills regarding anemia prevention. The community outreach activities included pre-test and post-tests, giving health education, and hemoglobin level checks. Results showed that knowledge before the health education was less of knowledge (84.3%), but after the health education increased to 86.8% in good knowledge. Furthermore, hemoglobin level checks revealed that 37% of students had anemia, with half of these having moderate anemia. This community service activity can be a way to prevent anemia through health education and hemoglobin level checks, thereby increasing knowledge about anemia prevention and stunting prevention.
The Effect of Decoction of Coriander Seeds on Blood Pressure in Menopausal Women with Hypertension in the Work Area of the Mrican Health Center Kediri in 2022 Khofidhotur Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana; Eva Dianingtyas Ariyanti; Gilang Dewanti Harimurti; Hendargo Agung Pribadi
Journal for Quality in Public Health Vol. 5 No. 2 (2022): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v5i2.351

Abstract

This study is based on the high incidence of hypertension in menopausal women and 40% of them solved it by consuming herbal drinking from their parents before. One of the herbs that can be used to lower blood pressure is coriander seeds. The purpose of this study is the influence of coriander seed stew to the blood pressure of menopausal women who experience hypertension in the work area of ​​Mrican Public Health Center Kediri in 2022. The design used in this research is pre experimental with pretest-post test one group design approach. The population in this study were all postmenopausal women who experienced hypertension in Gayam Posyandu village 3 working area of ​​Mrican Kediri Public Health Center in April 2022 of 27 people. Sampling technique of this research is purposive sampling. The sample size is 20 people. The independent variable (X) in this research is coriander seed stew while blood pressure as dependent variable (Y). The instrument used is spygmo manometer. Data analysis using T paired samples. The results showed that the mean blood pressure value of sistole after giving the coriander seed stew was lower than before, as was the diastolic blood pressure. Result of data analysis got pvalue = 0.000 or less from α = 0,05 meaning that H0 rejected and H1 accepted, meaning there is influence of coriander seed stew to blood pressure of menopausal women who have hypertension in Work Area of ​​Mrican Kediri Public Health Center in 2022. Coriander seeds can lower blood pressure elderly because it contains flavonoids. Elderly are expected to consume coriander seed stew regularly because hypertension is a chronic disease, control blood pressure to the health center on a regular basis.
The Effect of Counseling About SADARI with Demonstration Methods on WUS Skills (Women of Childbearing Age) Sabda Nirwana, Betanuari; Khofidhotur Rofiah; Alfika Awatiszahro; Sri Mulyani; Hesti Rahayu
Journal for Quality in Public Health Vol. 6 No. 1 (2022): November
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v6i1.436

Abstract

Breast cancer is one of the most common types of cancer suffered by women with a very high prevalence in all countries in the world. In Indonesia, breast self-examination is still individual so early detection programs are still not efficient and effective. The lack of education about early detection of breast cancer can result in patients with advanced breast cancer being still quite hiFindfind the early symptoms of breast cancer, women can detect it themselves, so there is no need for an expert to find the beginning of breast cancer.The purpose of this study was to analyze the effect of counseling using the conscious demonstration method on the skills of women of childbearing age, the SPSS test used by Wilcoxon with the results after being given awareness counseling using the demonstration method, 93.3% of respondents had better skills, the results of data analysis were p-value < 0.05, the results of the study showed that there was an effect of counseling on Safari with the demonstration method on Sadari skills in women of childbearing age. It is hoped that all women of childbearing age can improve Sadari skills to detect breast cancer early.