Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE BENEFITS OF INTEGRATING COFFEE AND HONEY BEE CULTIVATION (INKOLEMA) ON INCREASING COFFEE PRODUCTIVITY, FARMER INCOME AND SUSTAINABILITY IN BENER MERIAH DISTRICT Dedi Ikhwani; Fajri; Indra
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v4i5.2113

Abstract

A reduction in coffee productivity will have an adverse effect on farmers' income, and will be disruption the economy to potentially causating proverty. One strategy that farmers can employ to mitigate this impact is integration, which establishes a mutually beneficial relationship between the two agricultural practices. This study examines the potential benefits of integrating coffee and honeybee cultivation (Inkolema) for increasing coffee productivity, farmers' income and the sustainability of coffee farming in Bener Meriah Regency. The research was conducted over the period from October 2023 to September 2024, with a total of 65 coffee farmers who had implemented Inkolema, in addition to five key respondents. The method of analysis was descriptive. Initially, the difference test of coffee productivity and farmers' income was conducted using paired sample t-tests on the SPSS software. Subsequently, a multi-dimensional scale (MDS) sustainability analysis was performed with the Rapcoffee application, which is a modification of Rapfish. The findings indicated a notable disparity in coffee productivity and farmers' income on coffee farms prior to and following the implementation of Inkolema. The placement of 13 bee colonies on one hectare of coffee land has been found to increase coffee productivity by 2.87% and 4.44% has been increasing farmer income from the coffee sources. The implementation of Inkolema has been observed to positively impact crop pollination and pest control, thereby increasing the quality and quantity of production. The sustainability index analysis indicates that the implementation of Inkolema can be classified as moderately sustainable, with a multidimensional index value of 73.25%, encompassing ecological, economic, and social dimensions. The utilization of coffee skin waste, waste disposal, income comparison with district minimum wage, land area, education participation, and extension roles were identified as sensitive factors in sustainability. In finally the study concluded that Inkolema has the potential to improve farmers' economic welfare through resource efficiency, income diversification and contribute to the sustainability of coffee farming.
Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa sebagai Sarana Edukasi dan Kreativitas Produk Cermin untuk Siswa SMP Negeri 1 Plupuh, Sragen Seftianingsih, Dina Kristiana; Dian Muhammad Rifai; Dea Syahnas Paradita; Ardiyansah; Fajri; Afifah; Gigih Hananto Tutuko; Ganaia Laisya Shafyna; Naufal Jelang Ramdzaka
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 2 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i2.2080

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada siswa SMP Negeri 1 Plupuh, Sragen dalam mengolah limbah batok kelapa menjadi produk kerajinan berupa cermin. Batok kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sebenarnya memiliki potensi besar sebagai bahan dasar produk yang bernilai estetis dan ekonomis. Melalui program pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada konsep daur ulang dan pengelolaan limbah, serta diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Proses pelaksanaan kegiatan mencakup empat tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, pelatihan serta pendampingan dan evaluasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan, terlihat bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mereka mampu menghasilkan karya kerajinan cermin dari batok kelapa yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kewirausahaan pelajar. Program ini memberikan konstribusi dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan serta jiwa kewirausahaan sejak usia dini. Kata Kunci: edukasi, kreativitas, limbah batok kelapa, kerajinan cermin
Manajemen Kurikulum Pesantren Dalam Meningkatkan Pemahaman Moderasi Keagamaan di Pondok Pesantren As’ad Kota Jambi Fajri; Arsyad
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen kurikulum di Pondok Pesantren As'Ad, khususnya di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) As'Ad, dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama. Tujuan utama penelitian ini adalah agar MAS As'Ad menjadi pondok yang memahami dan menerapkan nilai-nilai moderasi beragama, sehingga para santri dapat menjadi negarawan yang baik dan garda terdepan menuju Indonesia Emas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, verifikasi data, dan uji kepercayaan menggunakan triangulasi data. Lokasi penelitian berada di MAS As'Ad, Olak Kemang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren As'ad Kota Jambi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui manajemen kurikulum yang efektif dan pendekatan pendidikan yang holistik. Dengan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal, serta menerapkan metode pembelajaran interaktif seperti qissuh  (bercerita) dan halaqah. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi Islam, menghasilkan santri yang memiliki pemahaman agama yang inklusif dan seimbang antara ilmu agama dan pendidikan umum. Serta penerapan nilai-nilai tawassuth, i'tidal, tasamuh, dan qudwah dalam kurikulum telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman moderasi keagamaan di kalangan santri. Santri tidak hanya dilatih untuk menghargai perbedaan, tetapi juga didorong untuk berkontribusi aktif dalam masyarakat sebagai agen perdamaian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SMP NEGERI 2 GALESONG SELATAN Muh. Albar; Fajri; Nasir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39695

Abstract

This study aims to determine the effect of practice-based learning models on students' learning interest in science subjects at SMP Negeri 2 South Galesong. The study used a quantitative descriptive method with a Likert scale questionnaire given to 30 students of class IX D through a purposive sampling technique. The results showed that the practice-based learning model was able to increase students' learning interest, marked by increased enthusiasm, activeness, and understanding of students during experimental activities. Students were more motivated and involved when learning science concepts through direct experience. These findings confirm that practice-based learning is effective in strengthening students' learning interest.