Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Keragaman Jenis Tumbuhan Invasif Kelurahan Jambula, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara: Invasive Plant Species Diversity in Jambula Urban Village, Ternate City, North Maluku Province Nurjannah, Siti; Nahlunnisa, Hafizah; Adriani, Adriani; Ashari, Reyna; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.43151

Abstract

ABSTRACT Biodiversity in Indonesia faces serious threats due to ecosystem degradation, climate change, and especially alien plant invasions. Invasive plant species can replace local vegetation, disrupt ecosystem balance, and trigger conflicts between humans and wildlife. This study aims to identify and analyze the diversity of invasive plant species in Jambula Urban Village, Ternate City, North Maluku Province as preliminary data for sustainable management of biological resources. The method used was purposive sampling combined with field exploration on open land and roadsides during January-March 2025. The results showed that there were 44 invasive plant species belonging to 21 families, with the dominance of the Asteraceae and Poaceae families. Some species such as Chromolaena odorata, Miconia crenata (Clidemia hirta), Lantana camara, and Mikania micrantha are included in the list of the 100 most invasive plants in the world. Identification analysis shows that 13 plant species are categorized as invasive according to three main sources: PermenLHK No P.94/2016, IUCNGISD, and a guidebook on invasive species in Indonesia. These results emphasize the importance of monitoring and managing invasive plants to preserve the ecosystem of Jambula Urban Village, Ternate City.   Keywords: diversity, invasive, Jambula Urban Village, plant   ABSTRAK Keanekaragaman hayati di Indonesia menghadapi ancaman serius akibat kerusakan ekosistem, perubahan iklim, dan terutama invasi tumbuhan asing. Jenis tumbuhan invasif dapat menggantikan vegetasi lokal, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan memicu konflik antara manusia dan satwa liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keberagaman jenis tumbuhan invasif di Kelurahan Jambula, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara sebagai data awal pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dikombinasikan dengan eksplorasi lapangan pada lahan terbuka dan tepi jalan selama Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 jenis tumbuhan invasif yang tergolong dalam 21 famili, dengan dominasi dari famili Asteraceae dan Poaceae. Beberapa spesies seperti Chromolaena odorata, Miconia crenata (Clidemia hirta), Lantana camara, dan Mikania micrantha termasuk dalam daftar 100 tumbuhan paling invasif di dunia. Analisis identifikasi menunjukkan 13 jenis tumbuhan termasuk dalam kategori invasif menurut tiga sumber utama: PermenLHK No P.94/2016, IUCNGISD, dan buku panduan spesies invasif di Indonesia. Hasil ini menegaskan pentingnya pengawasan dan pengelolaan tumbuhan invasif guna menjaga kelestarian ekosistem di Kelurahan Jambula, Kota Ternate.   Kata kunci: invasif, keanekaragaman, Kelurahan Jambula, tumbuhan
Transformasi UMKM madu hutan menjadi wisata edukasi berkelanjutan: Pengembangan kampung wisata madu Provinsi Jambi Nahlunnisa, Hafizah; Ulfa, Maria; Rahmilija, Femei; Yandi, Wahyu Nazri; Mandala, Bakti
Jurnal Oase Nusantara Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Cipta Lebah Berkah (CLB) melalui merek Rumah Madu Hutan Jambi mengembangkan produksi madu berbasis koloni Apis dorsata di ekosistem gambut Danau Lamo, Muaro Jambi. Seiring meningkatnya minat terhadap wisata edukatif, CLB berpotensi mengembangkan desa edu-ekowisata berkelanjutan yang berfokus pada madu dan konservasi lebah. Namun, tantangan utama meliputi belum adanya perencanaan spasial terpadu, program wisata edukatif yang belum terstruktur, serta keterbatasan media interpretasi. Program pengabdian ini dilaksanakan selama delapan bulan melalui konsultasi dengan manajemen CLB dan observasi di dua lokasi, yaitu area budidaya madu di Danau Lamo dan outlet pemasaran di Kota Jambi. Kegiatan meliputi: (1) penyusunan rencana spasial Desa Wisata Madu; (2) perancangan program edu-wisata tematik bagi pelajar, masyarakat, dan keluarga; (3) pengembangan media interpretasi berupa booklet, leaflet, dan papan informasi; serta (4) penyusunan konsep kampanye sosial-lingkungan bersama LSM untuk mendorong produksi madu berkelanjutan dan kesadaran ekologi. Hasil menunjukkan bahwa lokasi budidaya potensial untuk pengalaman langsung proses madu, sedangkan outlet cocok untuk edukasi dan promosi. Perencanaan spasial dan media interpretasi memperkuat dasar pengembangan Desa Wisata Madu sebagai model “edu-ekowisata” yang menarik dan berkelanjutan. Kampanye sosial-lingkungan diharapkan meningkatkan identitas lokal, konservasi lebah dan ekosistem gambut, serta kesejahteraan masyarakat melalui usaha madu berkelanjutan.
ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN MASYARAKAT SEKITAR AGROFORESTRI REPONG DAMAR PAHMUNGAN, PROVINSI LAMPUNG Susanti, Amelia Dwi; Nahlunnisa, Hafizah; Farma, Albert
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14228

Abstract

Sistem repong damar merupakan salah satu kearifan lokal dalam sistem budidaya hutan yang berada di Desa Pahmungan, Provinsi Lampung, dimana pohon utama yang ditanam adalah pohon damar (Shorea javanica) diselingi dengan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Masyarakat yang menghuni kawasan disekitar repong damar menggunakan banyak jenis tumbuhan sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.  Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018 dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Pahmungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap masyarakat dengan teknik snowball sampling serta observasi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 50 jenis tumbuhan dari 28 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Famili tertinggi yaitu Myrtaceae sebesar 21%. Pemanfaatan bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian buah sebesar 76%. Pemanfaatan pohon sebagai bahan pangan yang berada di agroforestri repong damar harus diimbangi dengan pengelolaan dan sistem budidaya yang tepat agar memiliki nilai manfaat berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
PENDUGAAN STOK KARBON TEGAKAN SENGON (Albizia falcataria) DI HUTAN RAKYAT DESA GADING WETAN KABUPATENPROBOLINGGO Yandi, Wahyu Nazri; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.16538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga simpanan biomassa dan stok karbon pada tegakan sengon (Albizia falcataria) di hutan rakyat Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran hutan rakyat dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon, dengan fokus pada tegakan sengon yang memiliki siklus rotasi pendek dan nilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan meliputi pengukuran diameter dan tinggi pohon secara sensus pada lahan seluas 2,7 ha, serta perhitungan volume, biomassa, dan karbon menggunakan pendekatan alometrik dan rumus standar yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume tegakan mencapai 357,76 m³ dengan volume per hektar sebesar 132,50 m³. Simpanan biomassa tercatat sebesar 63,2 ton/ha, sedangkan stok karbon yang tersimpan sebesar 29,71 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan diameter dan tinggi sangat berpengaruh terhadap akumulasi biomassa dan karbon. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa tegakan sengon di lokasi studi memiliki potensi signifikan dalam menyimpan karbon, sehingga mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berorientasi pada aspek lingkungan dan potensi insentif karbon ke depan.
Potensi tegakan hasil inventarisasi Hutan Tanaman Rakyat Desa Batu Jangkih Kabupaten Lombok Barat Nahlunnisa, Hafizah; Nizar, Wahyu Yuniati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10901

Abstract

Keberadaan hutan tanaman rakyat diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam hal ekonomi. Pendugaan potensi tegakan pada hutan tanaman rakyat perlu dilakukan agar masyarakat dapat menduga potensi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari hutan tanaman rakyat tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi tegakan dan potensi pemanfaatan oleh masyarakat di hutan tanaman rakyat Desa Batu Jangkih, Lombok Barat, serta menduga nilai ekonomi dari potensi kayu tersebut. Inventarisasi dilakukan dengan metode Systematic Strip Sampling dengan cara sensus atau cruissing 100%. Hasil analisis diperoleh data bahwa potensi tegakan sebanyak 6027 individu pohon yang terdiri dari jenis gmelina, mahoni, dan jati, dengan tingkat kerapatan sebesar 47.03 individu per hektar, total volume pohon sebesar 694.41 m3. Potensi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari pemanenan kayu sebesar Rp 273,140,850 dari total volume pohon siap panen sebesar 383.02 m3. Sedangkan hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan dari nilai ekonomi pemanenan jenis tanaman tumpeng sari yaitu kunyit, jahe, lengkuas, cabe jawa, sereh, dan rumput pakan ternak 
Estimasi Cadangan Karbon di Hutan Tanaman Rakyat Desa Batu Jangkih Kabupaten Lombok Barat Nahlunnisa, Hafizah; Yuniarti Nizar, Wahyu; Dinanty, Fawwaz; Yandi, Wahyu Nazri; Susanti, Amelia Dwi
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.2.%p

Abstract

This study aimed to estimate the carbon stock in community plantation forests in Batu Jangkih Village, West Lombok Regency. Data collection was conducted through field observations using the systematic strip sampling method and analyzed with allometric equations specific to each tree species. The stand consisted of mahogany (Swietenia macrophylla), gmelina (Gmelina arborea), and teak (Tectona grandis), with a total of 6,919 individuals and an average density of 52 trees per hectare. The results showed that gmelina had the largest stand volume (7.05 m³/ha), followed by teak (2.36 m³/ha) and mahogany (1.21 m³/ha). Biomass and carbon stock estimations indicated that gmelina stored the highest amount of carbon (3,565.71 tons/ha), while mahogany and teak stored 1,361.79 tons/ha and 1,302.83 tons/ha, respectively. In total, the community plantation forest stored 81,131.35 tons of carbon or 6,230.33 tons/ha. This study demonstrates that stand volume and carbon storage potential are influenced not only by the number of individuals but also by growth rate and morphological characteristics of each tree species. The community plantation forest in Batu Jangkih Village plays an important role in climate change mitigation while also providing economic benefits to local communities.
Optimalisasi Potensi Air Tanah Sebagai Sumber Daya Berkelanjutan Untuk Mendukung Kegiatan Sosial-Ekonomi Masyarakat Di Desa Tantan Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi Arista Yulanda, Yudi; Sucitra Amin, Sarwo; Heltria, Septy; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Abel Azzahra; Meta Dinda Pangaribuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/962kyw27

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, namun ketersediaannya masih menjadi permasalahan serius di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Desa ini belum mendapatkan layanan PDAM dan masyarakat masih bergantung pada sumur gali yang kerap mengalami kekeringan serta kualitas air yang kurang layak.egiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kedalaman air tanah menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan (survei awal dan koordinasi dengan mitra), pelaksanaan (pengambilan data geolistrik serta diskusi dengan masyarakat), dan tindak lanjut (sosialisasi hasil, pendampingan, dan penyusunan peta potensi air tanah). Efektivitas sosialisasi diukur menggunakan analisis N-gain melalui pretest dan posttest terhadap peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pemahaman masyarakat meningkat dari kategori rendah menjadi sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,517 (kategori sedang). kegiatan menghasilkan peta kedalaman air tanah sebagai dasar pembangunan sumur bor produktif, dan juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya air untuk mendukung kebutuhan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kata Kunci: air bersih, metode geolistrik, akuifer, N-gain, Desa Tantan