Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP PRILAKU MAKAN (FEEDING BEHAVIOUR), PREFERENSI MAKAN (FOOD PREFERENCE) DAN TINGKAT AGRESIVITAS (BOLDNESS) MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) Muhamad Soimin; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8364

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan jenis satwa primata yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi pada berbagai habitat sehingga rentan terhadap gangguan antropogenik. Studi ini bertujuan untuk melihat perilaku makan dan preferensi makanan serta tingkat agresivitas boldness dari monyet ekor panjang yang terdapat di area dengan tingkat aktivitas manusia yang tinggi. Pengamatan dilakukan dengan melakukan eksperimen lapangan dengan memberikan jenis pilihan makanan (human and natural food) serta mendekati gerombolan moyet ekor panjang pada jarak tertentu (<1m, 3m, dan 5m). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa monyet ekor panjang tidak terganggung aktivitas manusia serta tidak memiliki preferensi makanan tertentu yang mengindikasikan bahwa telah terjadi proses adaptasi perilaku makan serta domestikasi terhadap aktivitas antropogenik. Selain itu juga, tingkat agresivitas yang tinggi yaitu mendekat searaca agresif (aggressively approaching) ditunjukkan dominan pada jarak yang sangat dekat (<1m) serta tidak ada respon sama sekali ketika didekati pada jarak 5m. Hal ini mengindikasikan juga bahwa monyet ekor panjang dilokasi tersebut sudah terbiasa dengan aktivitas antropogenik yang tinggi karena tidak menunjukkan respon mendekati atau menyerang secara agresif.
ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN MASYARAKAT SEKITAR AGROFORESTRI REPONG DAMAR PAHMUNGAN, PROVINSI LAMPUNG Susanti, Amelia Dwi; Nahlunnisa, Hafizah; Farma, Albert
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14228

Abstract

Sistem repong damar merupakan salah satu kearifan lokal dalam sistem budidaya hutan yang berada di Desa Pahmungan, Provinsi Lampung, dimana pohon utama yang ditanam adalah pohon damar (Shorea javanica) diselingi dengan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Masyarakat yang menghuni kawasan disekitar repong damar menggunakan banyak jenis tumbuhan sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.  Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018 dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Pahmungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap masyarakat dengan teknik snowball sampling serta observasi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 50 jenis tumbuhan dari 28 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Famili tertinggi yaitu Myrtaceae sebesar 21%. Pemanfaatan bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian buah sebesar 76%. Pemanfaatan pohon sebagai bahan pangan yang berada di agroforestri repong damar harus diimbangi dengan pengelolaan dan sistem budidaya yang tepat agar memiliki nilai manfaat berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PEPOHONAN KOTA SEBAGAI DASAR MITIGASI BENCANA ANGIN DI LIMA JALAN UTAMA KOTA MATARAM Rachman, Irna Ningsi Amalia; Nahlunnisa, Hafizah
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 14, No 2 (2024): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v14i2.85185

Abstract

The analysis of tree damage in urban green belts is essential for mitigating the risk of tree falls, which can have detrimental effects on road users and the community. The objective of this study is to assess the extent of damage to trees along five major roads in Mataram City, namely Pemuda Street, Lanko Street, Majapahit Street, Sriwijaya Street, and Brawijaya Street. The research employed a forest health monitoring method, focusing on trees within the green belts of these main roads that exhibited severe damage symptoms. The results indicated that the most frequent damage occurred in the lower and upper trunk sections, accounting for 26% of cases. The most common type of damage was canker, observed in 35% of the trees. In terms of damage severity, 71% of the trees had a damage threshold of 20%, and 14% had a threshold of 30%, indicating that the majority of trees along these five roads remain in healthy condition.Keywords: Disaster mitigation, FHM, Tree damage.AbstrakAnalisis tingkat kerusakan pohon di jalur hijau perkotaan penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan upaya mitigasi pohon tumbang yang berdampak buruk bagi pengguna jalan dan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kerusakan pada pohon di lima jalan utama Kota Mataram diantaranya Jalan Pemuda, Jalan Lanko, Jalan Majapahit, Jalan Sriwijaya dan Jalan Brawijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode FHM (forest health monitoring) dan objek dalam penelitian ini adalah pohon yang memiliki gejala kerusakan yang dinilai parah ada di jalur hijau jalan-jalan utama tersebut. Berdasarkan Lokasi Kerusakan Pohon yang paling banyak mengalami kerusakan adalah pada batang bagian bawah dan bagian atas yaitu sebanyak 26%, tipe kerusakan pohon yaitu kanker sebanyak 35 %, tingkat persentase kerusakan pohon berdasarkan nilai ambang 20% sebanyak 71% dan nilai ambang 30% sebanyak 14% yang mengartikan bahwa tingkat keparahan pohon-pohon yang ada di 5 jalan tersebut masih dalam kondisi sehat.Kata kunci: kerusakan pohon, mitigasi bencana, FHM
Parameter Demografi Simpai (Presbytis melalophos) di Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Jambi: Demographic parameters of simpai (Presbytis melalophos) in Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park Jambi Wulan, Cory; Rifanda, Mahardhika; Rahmilija, Femei; Nahlunnisa, Hafizah; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38551

Abstract

Simpai (Presbytis melalophos) are one of protected primate species in Indonesia. This species listed as endangered on the IUCN Red List, indicating a significant risk of extinction in the foreseeable future. This species faces severe threats due to habitat loss from forest area conversion, increasing forest fires, and illegal logging. This study investigates key demographic parameters of the simpai population within Sultan Thaha Syaifuddin Grand Forest Park in Jambi, Sumatra, aiming to provide valuable data for local conservation efforts. The research was conducted from March to April 2022 using purposive sampling method with a total of 4 transects, each measuring 500 m x 20 m. Demographic parameters assessed include population size, density, age structure, and sex ratio. Results indicate an estimated simpai population density ranging from 318 to 1,053 individuals per km², with an average density of 9 individuals per hectare. Age structure analysis shows a predominance of young individuals, with 74 young, 63 adults, and 24 juveniles recorded, while the adult sex ratio is approximately 1:1,36, consisting of 58 males and 79 females
Keanekaragaman Jenis Pohon Peneduh sebagai Ruang Terbuka Hijau pada Lingkungan Perkantoran Pemerintah  Provinsi Bengkulu: Diversity of Shade Tree Types in Bengkulu Provincial Government Office Environments Dwi Susanti, Amelia; Nahlunnisa, Hafizah; Wiryono; Yansen; Aprilensi, Susan
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.1.32-36

Abstract

Keberadaan pohon peneduh sebagai ruang terbukak hijau di lingkungan kantor pemerintahan memiliki peran penting untuk meningkatkan fungsi ekologis maupun fungsi estetika. Sebagai fungsi ekologis, pohon peneduh mampu meningkatkan kualitas udara dan kenaekaragaman hayati, sedangkan dari sisi estetika mampu menciptakan keindahan lingkungan dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar. Penelitian dilakukan di Lingkungan Perkantoran Pemerintah Provinsi Bengkulu pada bulan Mei – Juli 2017 dengan tujuan untuck mengetahui kenekaragaman jenis pohon peneduh pada Lingkungan Perkantoran Pemerintah Provinsi Bengkulu. Metode penelitian adalah metode sensus dengan mendata seluruh jenis pohon peneduh yang berada di area penelitian dan data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman. Jenis pohon yang ditemukan sejumlah 38 pohon dengan jumlah keseluruhan 390 batang pohon. Pohon yang paling mendominasi adalah pohon glodokan tiang (Polyatia longifolia Sonn.) dengan jumlah 86 pohon atau  22,05% dari keseluruhan jumlah pohon di area tersebut. Indeks Keanekaragaman H’ = 1,02 tergolong ke dalam kategori sedang. Pohon yang memiliki jumalh sedikit diantaranya adalah pohon petai cina (Leuceana loucocephala (Lamk.) de Wit), sawo duren (Chrysophyllum cainito L), sawo kecik (Manilkara kauki L Dubard), sengon (Pariserianthes falcataria (L.) I.C. Nielsen), dan waru (Hibiscus tiliaceus L), hanya ditemukan masing-masing 1 individu saja atau 0,26% dari total keseluruhan pohon.
PENDUGAAN STOK KARBON TEGAKAN SENGON (Albizia falcataria) DI HUTAN RAKYAT DESA GADING WETAN KABUPATENPROBOLINGGO Yandi, Wahyu Nazri; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Samalas Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.16538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga simpanan biomassa dan stok karbon pada tegakan sengon (Albizia falcataria) di hutan rakyat Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran hutan rakyat dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon, dengan fokus pada tegakan sengon yang memiliki siklus rotasi pendek dan nilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan meliputi pengukuran diameter dan tinggi pohon secara sensus pada lahan seluas 2,7 ha, serta perhitungan volume, biomassa, dan karbon menggunakan pendekatan alometrik dan rumus standar yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume tegakan mencapai 357,76 m³ dengan volume per hektar sebesar 132,50 m³. Simpanan biomassa tercatat sebesar 63,2 ton/ha, sedangkan stok karbon yang tersimpan sebesar 29,71 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan diameter dan tinggi sangat berpengaruh terhadap akumulasi biomassa dan karbon. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa tegakan sengon di lokasi studi memiliki potensi signifikan dalam menyimpan karbon, sehingga mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berorientasi pada aspek lingkungan dan potensi insentif karbon ke depan.
ANALISIS PENDUGAAN CADANGAN KARBON DI RUANG TERBUKA HIJAU PADA LINGKUNGAN PERKANTORAN PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU Analysis of Carbon Stock Estimation in Green Open Spaces within the Government Office Environment) Susanti, Amelia Dwi; Nahlunnisa, Hafizah; Wiryono, Wiryono; Yansen, Yansen; Aprilensi, Susan
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 1 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i1.91154

Abstract

Global warming is a phenomenon caused by increased emissions of greenhouse gases in atmosphere, namelycarbon dioxide (CO2), methane (CH4), and nitrous (N2O) oxide. The greenhouse gas that has a big influence on rising air temperatures at the earth's surface is carbon dioxide (CO2),whose concentration increases every year. Trees in the green open space area in theBengkulu Province Government Offices have an important role in reducing carbon emissions. This research aimed to determine the carbon stored in trees and poles in Bengkulu Province Office Parks. The research was conducted from May to July 2017 using sensus method. The carbon storage was estimated using allometric models. The research results showed that the total stored carbon was 123.38 tons/ha, while the total biomass was 457.97 tons. The plant species with the highest carbon storage were Tanjung (21.69 tons/ha), Mahogany (21.25 tons/ha), and Angsana (20.66 tons/ha). The location with the highest carbon storage was the Bengkulu Governor's Office, with a total carbon of 44.56 tons/ha and 86 individual trees.. Keywords: Allometric models, carbon reserves, global warming, green open spaces, governmental office complex. Abstrak Pemanasan global merupakan fenomena yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer seperti gas karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous (N2O). Gas rumah kaca yang sangat berpengaruh besar terhadap naiknya suhu udara di permukaan bumi adalah karbon dioksida (CO2) yang konsentrasinya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pepohonan yang berada di area Ruang Terbuka Hijau pada Lingkungan Perkantoran Pemerintah Provinsi Bengkulu memiliki peran penting untuk mendukung penurunan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cadangan karbon tersimpan di pohon dan tiang di Taman Lingkungan Perkantoran Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2017 dengan menggunakan metode sensus. Cadangan karbon dihitung dengan menggunakan model allometrik. Hasil penelitian menunjukkan total karbon tersimpan adalah 123.38 ton/ha, sedangkan total biomassa sebesar 457.97 ton. Jenis tumbuhan yang memiliki simpanan karbon tertinggi adalah Tanjung 21.69 ton/ha, mahoni 21.25 ton/ha, angsana 20.66 ton/ha. Lokasi yang paling banyak memiliki simpanan karbon adalah Kantor Gubernur Bengkulu dengan total karbon 44.56 ton/ha, dengan jumlah individu 86. Kata kunci: Cadangan karbon, model allometrik, pemanasan global, ruang terbuka hijau, taman lingkungan perkantoran
Peningkatan pemahaman dan kepedulian lingkungan siswa melalui edukasi konservasi berbasis experiential learning di SMAN 12 Kota Jambi Nur'aini, Hanifah; Mandala, Bakti; Nahlunnisa, Hafizah; Darsono, Beti Septiana; Rahmilija, Femei
Jurnal Oase Nusantara Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan yang semakin kompleks menuntut pening-katan kesadaran dan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam upaya pelestarian alam. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa terhadap isu-isu lingkungan melalui sosialisasi dan aksi konservasi di SMAN 12 Kota Jambi. Sebanyak 29 siswa dari kelas X, XI, dan XII terlibat dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan experiential learning dan penyuluhan berbasis ekoliterasi. Rang-kaian kegiatan meliputi pre-test, pe-nyampaian materi secara interaktif, pemutaran video edukatif, diskusi, kuis, praktik penanaman pohon, dan post-test. Materi yang disampaikan mencakup isu kerusakan lingkungan, manfaat pohon dan hutan, serta peran satwa dan tumbuhan dalam ekosistem. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pema-haman siswa terhadap pentingnya pelestarian lingkungan setelah mengikuti kegiatan. Selain peningkatan aspek kognitif, kegiatan ini juga mendorong sikap dan aksi nyata siswa dalam mendukung konservasi lingkungan, seperti penanaman pohon dan pengelolaan taman sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif yang diterapkan mampu menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan siswa. Penguatan edukasi lingkungan di se-kolah diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pembentukan gene-rasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA BALIAN, KECAMATAN MESUJI RAYA, SUMATERA SELATAN Nahlunnisa, Hafizah; Santosa, Yanto; Sari, Intan Purnama; Nurjannah, Siti
Jurnal Agristan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i1.14913

Abstract

Keberadaan perkebunan kelapa sawit rakyat berdampak pada dampak lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terkait budidaya kelapa sawit, dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari keberadaan kelapa sawit rakyat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dengan kuesioner dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap keberadaan kebun sawit rakyat. 40% masyarakat setuju terkait budidaya dan keberadaan dari kebun sawit rakyat. Masyarakat di Desa Balian tidak melihat pengaruh yang signifikan terhadap dampak keberadaan kebun sawit rakyat terhadap lingkungan, sehingga mayoritas bersifat netral (39%). Masyarakat menyatakan bahwa kebun sawit tidak merusak lahan, tidak mencemari sungai, dan berpotensi menjadi habitat satwa liar. Namun, persepsi terhadap kualitas udara dan air cenderung netral. Mayoritas masyarakat Desa Balian juga merespon netral pada dampak sosial dari keberadaan kebun sawit rakyat (51%). Masyarakat menyetujui bahwa kebun sawit meningkatkan interaksi sosial dan partisipasi pemuda, meskipun pelibatan perempuan masih perlu ditingkatkan. Walaupun lebih banyak merespon netral tetapi yang menyatakan setuju juga lebih banyak dari respon tidak tahu dan tidak setuju pada aspek lingkungan dan sosial. Sedangkan untuk dampak ekonomi, persepsi masyarakat sebagian besar positif (40%). Masyarakat setuju terhadap kontribusi kebun sawit dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatkan pendapatan, serta membuka lapangan pekerjaan. Namun, terdapat tingkat ketidaktahuan yang cukup tinggi terkait aspek permodalan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengambilan kebijakan yang mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan tanggung jawab ekologis dari keberadaan kebun sawit rakyat.Kata kunci: persepsi masyarakat, kebun sawit rakyat, lingkungan, ekonomi, sosial
Carbon Storage Estimation in the Sungai Buluh Peat Forest Reserve, Mandahara Ulu District, Tanjung Jabung Timur Regency Dinanty, Fawwaz; Nursanti, Nursanti; Nahlunnisa, Hafizah; Nazri Yandi, Wahyu
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.8982

Abstract

Indonesia has the third-largest tropical forest area in the world, making it a key player in global climate change mitigation efforts. This study aims to identify tree species and estimate above-ground carbon (AGC) stocks in the Sungai Buluh Peat Protected Forest, Jambi. The research employed a descriptive quantitative approach using permanent plot methods and allometric equations across 30 plots measuring 20×20 meters. Data collected included tree species, diameter, and height, which were then analyzed to calculate biomass and carbon stocks. The results identified 1,140 individuals from 26 species, with Mangifera parvifolia, Dyospyros siamang, and Madhuca modleyana being the most dominant. The stand volume reached 426.11 m³/ha, while the estimated AGC was 173.96 tons/ha. The majority of the carbon stock was contributed by the tree strata, accounting for more than 73%. These findings highlight the importance of conserving peatland forests as long-term carbon reservoirs.