Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effectiveness of Hanging Ornamental Plants in Absorbing solar Radiation for Enviromental Temperature Control Harmin, Amalia; Muhammad Isra; Fauzan; Marini Bravikawati; Sarah Niaci; Afrahun Naziah; Bukhari Kasim; Akbar Rizqullah
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 9 No. 2 (2025): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology (MJMST)
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mjmst.v9i2.25013

Abstract

Global climate change, characterized by an increase in the average temperature of the Earth, is an important issue that affects human life. One of the phenomena that occurs is the Urban Heat Island (UHI) phenomenon. This phenomenon occurs due to the lack of green plants that function as absorbers of solar heat. However, the effectiveness of plants in absorbing solar heat can vary. Therefore, experimental scientific studies are needed to determine the extent to which hanging ornamental plants can absorb solar heat. This study tested five types of hanging ornamental plants to obtain heat absorption values, namely Epipremnum aureum, Chlorophytum comosum, Paperomia hopei, Discidia geri, and Tradescantia spatcheae. The results of the study found that Chlorophytum Comosum (spider plant) had the highest heat absorption value of 1 kJ. This study contributes to providing solutions for controlling environmental temperature.
PENGUATAN KUALITAS INFRASTRUKTUR PENDIDIKAN MELALUI PENDAMPINGAN PROGRAM REVITALISASI SMA DI PROVINSI ACEH Kasaf, Michel; Alfisyahrin; Diana, Mhd. Arief; Rizqi Maysyarah Hadi, Tjut; Bravikawati, Marini
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v3i3.13822

Abstract

The Senior High School (SMA) Revitalization Program is a strategic government initiative aimed at improving the quality of educational infrastructure to support a safe, comfortable, and sustainable learning environment. However, its implementation still encounters various technical and managerial challenges, particularly during the planning, execution, and control stages of the work. This community service activity aims to strengthen the quality of educational infrastructure through assistance in the SMA Revitalization Program in Aceh Province. The assistance was carried out by a university team using a self-managed approach, providing technical assistance, field supervision, and administrative support to schools and relevant stakeholders. The implementation methods included identification of existing conditions, assistance in technical planning, monitoring of construction implementation, and evaluation of work outcomes. The results indicate that the assistance improved the technical understanding of school-level implementers, enhanced the quality of construction work, and minimized potential implementation errors. Therefore, this activity contributes positively to the successful implementation of the SMA Revitalization Program and to the improvement of educational infrastructure quality in Aceh Province.
PELATIHAN PEMETAAN PARTISIPATIF DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR TERPADU DI DESA KUALA PAREK, KABUPATEN ACEH TIMUR Fauzia, Arisna; Iswahyudi, Iswahyudi; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut; Hamdani, Hamdani; Zulfadhli, Zulfadhli
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65211

Abstract

Kuala Parek Village, located in a coastal area with a public tourist beach, boasts various village assets and ecosystems that generate natural resources. As one of the oldest villages in East Aceh Regency, Kuala Parek Village has significant coastal potential. However, the village faces challenges in coastal area management and regional development, particularly related to spatial information technology. This technology is already commonly used in addressing integrated coastal area planning and management. The urgency of this research is to conduct mapping that can provide a clear picture of village potential, natural resources/ecosystems, and village assets that can support sustainable development. The purpose of this community service is to conduct participatory mapping training activities to review current village boundaries. This is useful for facilitating partners in implementing integrated coastal area management. The methods used include mapping training involving the community and field mapping surveys. The results obtained show an increase in community skills in understanding regional mapping, the ability to operate Google Earth for location determination, and improved capacity in identifying village potential related to coastal area management. Through surveys conducted to review village boundaries and potential, village governments have become more enthusiastic about remapping existing community resources. This is because participatory mapping can provide accurate information from the community by incorporating geospatial data.Desa Kuala Parek, yang terletak di kawasan pesisir dengan pantai wisata yang terbuka untuk umum memiliki berbagai aset-aset desa, dan ekosistem yang menghasilkan sumber daya alam. Sebagai salah satu desa tertua di Kabupaten Aceh Timur, Desa Kuala Parek ini memiliki potensi desa di bidang kepesisiran. Namun, desa ini menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan wilayah desa pesisir dan aspek manajemen pengembangan daerah yang bersifat teknologi informasi spasial. Teknologi ini sudah umum dalam mengatasi perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Urgensi penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan yang dapat memberikan gambaran yang jelas tentang potensi desa, sumber daya alam/ekosistem, serta aset desa yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan kegiatan pelatihan pemetaan secara partisipatif dalam meninjau kembali batas-batas desa terkini. Hal ini bermanfaat untuk memudahkan mitra dalam melakukan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Metode yang digunakan yaitu pelatihan pemetaan yang melibatkan masyarakat serta survei pemetaan di lapangan. Hasil yang didapatkan dari berupa adanya peningkatan terhadap kemampuan masyarakat dalam pemahaman terhadap pemetaan daerahnya, dapat mengoperasikan google earth untuk penentuan lokasi, dan terkait pengelolaan wilayah pesisir dalam mengidentifikasi potensi desa. Melalui kegiatan survei dalam peninjauan kembali batas dan potensi desa, pemerintah desa menjadi lebih antusias dalam melakukan pemetaan kembali sumber daya yang ada di masyarakat. Hal ini dikarenakan pemetaan partisipatif mampu memberikan informasi yang akurat dari masyarakat dengan menyesuaikan data geospasial.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN INSEKTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI BAN TIMOH, KECAMATAN SUNGAI RAYA SEBAGAI WUJUD PERTANIAN BERKELANJUTAN Iswahyudi, Iswahyudi; Saputra, Iwan; Fauzia, Arisna; Bravikawati, Marini; Mulyani, Cut
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7033

Abstract

Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu desa di Kabupaten Aceh Timur yang memiliki produk unggulan berupa padi dan tanaman holtikultura. Desa ini juga menjadi salah satu penyumbang gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Timur. Namun, dalam memanen hasil pertaniannya sering sekali tanaman diserang oleh hama. Contohnya di Kelompok Tani Ban Timoh yang menjadi kelompok tani bergerak di bidang pertanian dengan menghasilkan padi mencapai 1-2 ton/ha setiap musim tanam. Kelompok tersebut juga memiliki kendala dalam pengendalian hama. Hama yang sering menyerang adalah Hama penggerek batang dan pernah menyebabkan gagal panen. Untuk pengendalian dikarenakan jumlahnya banyak, mereka sering menggunakan insektisida sintetis yang memberikan residu pada hasil pertanian mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan kelompok tani dalam pengelolaan hama terpadu melalui identifikasi lahan sawah sekitarnya dan cara pembuatan insektisida nabati sebagai pengelolaan hama bersifat hayati. Metode yang digunakan yaitu metode edukasi mengenai pengelolaan hama terpadu (PHT) serta jenis-jenis serangan hama dan mengajak aktif untuk ikut demonstrasi pembuatan insektisida nabati. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu penerapan kegiatan pelatihan pembuatan insektisida nabati dapat mengatasi permasalahan petani dalam mengurangi penggunaaan bahan kimiawi. Peningkatan pengetahuan masyarakat juga mengindikasikan keberhasilan kegiatan dikarenakan adanya selisih hasil pre-test dan post-test yang signifikan pada setiap item topik pertanyaan dengan rata-rata mencapai angka 30%.