Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Dampak Intervensi Workshop Terhadap Kompetensi Manajerial Aktivis Organisasi Kemahasiswaan Mujtahidah, Mujtahidah; Purnomo, Jeki; Rachman, Dian Anggraeni
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i2.5213

Abstract

Strengthening students’ managerial competencies has become a strategic necessity to enhance the effectiveness of student organizations and to prepare future leaders. This study aimed to analyze the impact of an experiential learning–based workshop intervention on the managerial competencies of student organization activists. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 30 core student organization board members selected through purposive sampling. Data were collected using a validated questionnaire measuring five managerial competency indicators: understanding of POAC (planning, organizing, actuating, controlling), organizational vision and mission, goal setting, organizational structure, and perceptions of the importance of organizational management. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results indicated an increase in the mean score from 76.67 to 90.67, with a statistically significant difference (t(29)=2.97; p=0.006) and a moderate effect size (Cohen’s d=0.54). Four indicators showed significant improvement, while one indicator declined, which was interpreted as a critical reflective process following the intervention. These findings confirm that practice-based workshops are effective in enhancing students’ managerial competencies and should be sustainably integrated into student organization development programs.  
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada Masyarakat Daerah Pesisir di Kelurahan Mappasaile Kabupaten Pangkep Nurul Fajriah Sudarman; Mitha Rahmillah; Mujtahidah; Nurul Anisa
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/453r2285

Abstract

Pangkep merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang termasuk wilayah pesisir. Masyarakat di wilayah pesisir pada umumnya menghadapi berbagai masalah yang kompleks. Salah satu isu yang sulit diatasi adalah masalah kebersihan, terutama yang berkaitan dengan sanitasi di tingkat rumah tangga. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar menerapkan prinsip-prinsip PHBS dalam rumah tangga, lingkungan, dan aktivitas sosial mereka. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2025 dan diikuti sebanyak 32 peserta. Adapun metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah dengan melakukan pengenalan program PHBS kepada masyarakat dimulai dari gambaran secara umum, kegiatan pendukung program PHBS serta manfaat yang dihasilkan dari program PHBS. Kegiatan diawali dengan menyampaikan tujuan sosialisasi, kemudian penjelasan PHBS secara umum, dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Evaluasi sosialisasi ini dilakukan secara FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari sosialisasi program PHBS ini telah membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya hidup bersih dan sehat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat khususnya di wilayah pesisir.
Analisis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) Menggunakan Metode Software Development Life Cycle (SDLC) di Dinas Kesehatan Kota Makassar: Analysis of the Development of Health Management Information System (SIMKES) Using the Software Development Life Cycle (SDLC) Method at the Makassar City Health Office Irwandi Rachman; Samsiana; Mujtahidah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10495

Abstract

Ketersediaan data kesehatan yang akurat dan terintegrasi merupakan aspek penting dalam perencanaan serta pengambilan keputusan pelayanan kesehatan. Namun, implementasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) di Dinas Kesehatan Kota Makassar masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan analisis pengembangan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) untuk menilai efektivitas dan keberlanjutannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengembangan SIMKES berdasarkan kesesuaian tahapan SDLC serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan tiga informan kunci yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIMKES di Dinas Kesehatan Kota Makassar berkontribusi positif terhadap pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data kesehatan, meskipun tahapan SDLC seperti analisis kebutuhan, perancangan, pengujian, dan pemeliharaan belum berjalan optimal. Keterbatasan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan ketergantungan pada vendor eksternal menjadi kendala utama. Kesimpulan: Diperlukan strategi peningkatan kapasitas SDM, pembentukan tim IT internal, serta perencanaan pengembangan yang lebih terstruktur untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan SIMKES di Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Literasi Kesehatan Digital dalam Transformasi Digital Health di Indonesia: Literature Review Mujtahidah; Samsiana
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.8266

Abstract

Transformasi digital health di Indonesia telah meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan melalui internet, media sosial, telemedicine, aplikasi kesehatan, dan platform layanan digital. Namun, kemudahan akses tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi kredibilitas, menjaga privasi, dan menggunakan informasi kesehatan digital secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literasi kesehatan digital dalam transformasi digital health di Indonesia, khususnya dari aspek konsep, determinan, tantangan, dan strategi penguatan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan narrative review terstruktur melalui telaah artikel ilmiah, laporan institusi, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian pada 13 artikel menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital merupakan kemampuan multidimensional yang mencakup akses, pemahaman, evaluasi, komunikasi, dan pemanfaatan informasi kesehatan digital. Literasi kesehatan digital dipengaruhi oleh usia, pendidikan, status sosial ekonomi, pengalaman kesehatan, intensitas penggunaan internet, serta literasi digital. Di Indonesia,tantangan utama meliputi rendahnya kemampuan evaluasi informasi, risiko misinformasi, kesenjangan akses digital, keamanan data, dan keterbatasan kompetensi digital tenaga kesehatan. Kesimpulannya, literasi kesehatan digital perlu diperkuat sebagai prasyarat keberhasilan transformasi digital health yang inklusif, aman, dan berkelanjutan
Bridging the Health Literacy Gap among Coastal Communities: The Role of Health Information Access in Pangkep Regency, Indonesia Irwandi Rachman; Mujtahidah; Darnawati
Asian Journal of Environmental Research Vol. 3 No. 2 (2026): May-August
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/ajer.v3i2.813

Abstract

Health literacy is an important determinant of public health, particularly among coastal communities facing geographical barriers, limited access to health services, and unequal distribution of health information. This study aimed to describe health information access and health literacy levels among coastal communities in Tekolabbua Village, Pangkep Regency, Indonesia. A quantitative descriptive design was employed, involving 120 respondents selected through purposive sampling. Data were collected in January 2026 using a structured questionnaire covering demographic characteristics, sources of health information, and the European Health Literacy Survey Questionnaire 16-item short form (HLS-EU-Q16). Data were analyzed using descriptive statistics and presented as frequencies and percentages. The findings showed that the internet was the most frequently used source of health information (51.7%), followed by health workers (32.5%), printed media (7.5%), books/textbooks (5.8%), and research journal articles (2.5%). Most respondents were categorized as having interactive health literacy (52.5%), followed by critical health literacy (43.3%) and functional health literacy (4.2%). These findings indicate that coastal communities in Tekolabbua Village primarily rely on digital sources and health workers and generally demonstrate health literacy above the basic level. Strengthening digital health literacy and optimizing the role of health workers are essential to support informed health decision-making, climate-resilient health systems, sustainable development in marine-dependent populations, and reduced health inequalities caused by geographical isolation. These efforts align with SDG 3, SDG 4, SDG 10, and SDG 14 by enhancing community capacity to respond to environmental health risks.
Pengaruh Graphic Health Warning Terhadap Niat Berhenti Merokok Remaja dan Nilainya Sebagai ‘Sipakainge’ Pada Suku Makassar - Bugis: The Effect of Graphic Health Warnings on Adolescent Smoking Cessation Intentions and Their Value As ‘Sipakainge’ Among The Makassar-Bugis Tribe Alfonsius Tandiassang; Nur Inayah Ismaniar; Yulita Sirinti Pongtambing; Mujtahidah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10450

Abstract

Semua produk-produk rokok diharuskan untuk menampilkan peringatan bahaya merokok bagi kesehatan berupa gambar bungkus rokok yang bertujuan memberikan masyarakat informasi yang jelas dan benar tentang dampak merokok. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi kebiasaan merokok adalah dengan menyertakan peringatan gambar kesehatan pada kemasan rokok sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh Graphic Health Warning (GHW) terhadap niat berhenti merokok remaja dan melihat nilainya dari sudut pandang Sipakainge’ suku Makassar-Bugis. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Kebaharuan dari penelitian ini adalah melakukan pengkajian GHW terhadap sudut pandang nilai Sipakainge’suku Makassar – Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh GHW terhadap niat berhenti merokok pada remaja dan GHW menjadi peringatan visual pada suku Makassar – Bugis. Disarankan untuk pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan budaya dalam membuat intervensi Upaya Berhenti Merokok di Indonesia
Perencanaan SIMKES dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan: Studi Kasus Dinas Kesehatan Kota Makassar: SIMKES Planning in Health Service Transformation: A Case Study of the Makassar City Health Office Samsiana; Mujtahidah; Irwandi Rachman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9294

Abstract

Perencanaan dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) di Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan dinamika adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan dan kebijakan yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan SIMKES sebagai upaya peningkatan transformasi pelayanan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teknik wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap tiga informan kunci yang telah memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara tematik, dan penelitian dilaksanakan pada April 2025. Pengembangan SIMKES diawali dengan kolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada melalui sistem SISFOMAS serta dukungan GLOBAL FUND dalam penyusunan roadmap. Perubahan sistem berlangsung dari SIGDA generik menuju SIMPUS, hingga akhirnya puskesmas memperoleh otonomi memilih sistem akibat keterbatasan model terpusat. Saat ini, pengembangan diarahkan pada SIMKES berbasis klaster melalui kerjasama dengan vendor dan pelatihan pengguna. Evaluasi perencanaan tercermin dalam kebijakan edaran pemilihan vendor yang menekankan aspek keamanan data. Meskipun terdapat upaya adaptasi dalam perencanaan SIMKES, ketergantungan pada vendor dan risiko keamanan data masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas SDM, standarisasi sistem antar-puskesmas, serta penetapan indikator evaluasi dan perjanjian pengelolaan data yang lebih jelas untuk mewujudkan SIMKES yang optimal dan berkelanjutan.
Analisis Penerimaan Sistem Omnicare Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) di Klinik Ratulangi Medical Centre Mujtahidah Mujtahidah; Nur Inayah Ismaniar
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.572

Abstract

Transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut sistem informasi yang tidak hanya tersedia, tetapi juga diterima dan digunakan secara optimal oleh tenaga kesehatan. Sistem Omnicare sebagai sistem informasi klinik di Klinik Ratulangi Medical Centre perlu dievaluasi dari aspek penerimaan pengguna untuk memastikan efektivitas implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Persepsi Kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU) dan Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) terhadap Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Penggunaan Sistem Omnicare dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 33 tenaga kesehatan dari berbagai profesi berpartisipasi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa PU memiliki hubungan positif dan signifikan dengan persepsi penggunaan sistem (r = 0,462; p = 0,007), demikian pula PEOU (r = 0,511; p = 0,002). Analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggunaan, dengan persamaan Y = -0,130 + 0,247X1 + 0,469X2. PEOU memiliki kontribusi relatif lebih kuat dibandingkan PU. Temuan ini menegaskan bahwa kemanfaatan dan kemudahan penggunaan merupakan determinan penting dalam membentuk persepsi positif tenaga kesehatan terhadap penggunaan sistem informasi klinik. Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan aspek usability, peningkatan kualitas informasi, serta strategi pelatihan berkelanjutan untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan Omnicare. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi TAM dalam menganalisis penerimaan sistem informasi pada konteks layanan kesehatan tingkat klinik.
Peran Artificial Intelligence dan Interoperabilitas Data dalam Transformasi Layanan Kesehatan Digital di Indonesia: Literature Review Mujtahidah, Mujtahidah; Rachman, Irwandi
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/cax59k19

Abstract

Digital health transformation has become an important strategy for strengthening Indonesia’s healthcare system. The development of artificial intelligence and health data interoperability offers opportunities to improve access, efficiency, service quality, and data-driven decision-making. This article aims to examine the role of artificial intelligence and data interoperability in digital health transformation, particularly in the implementation of digital health services in Indonesia through the SATUSEHAT ecosystem. This study used a narrative literature review method by analyzing relevant scientific articles, institutional reports, and policy documents published between 2020 and 2026. Data analysis was carried out using a narrative thematic synthesis approach with 5 main themes. The review shows that artificial intelligence has the potential to support diagnosis, disease risk prediction, clinical decision support, remote patient monitoring, and healthcare service efficiency. Meanwhile, data interoperability serves as a fundamental basis for integrating electronic medical records and enabling data exchange among healthcare facilities. SATUSEHAT plays an important role as a national health data ecosystem that supports standardization and integration of digital health services. However, its implementation still faces challenges related to infrastructure readiness, digital literacy, data security, patient privacy, metadata quality, and regulation. This review emphasizes that successful digital health transformation requires strong data governance, adaptive regulation, and cross-sector collaboration