Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pencatatan Nikah Pada Masyarakat Dayak Yunita, Gabriela Rifa; Karimah, Nuur Qaulan; Alfiyah, Auliyana; Rahman, M. Taufik; Hairullah; Efendy, Noor
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.704

Abstract

Abstract This study aims to understand marriage registration in the Dayak Kaharingan community in Haratai 1 Village, Loksado District, South Hulu Sungai Regency. The research focuses on examining how marriage registration is carried out within the Dayak Kaharingan community, specifically in Haratai 1 Village. This is a field study with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using data reduction, data presentation, and verification techniques. The findings reveal that the Dayak Kaharingan tribe holds strong traditions and beliefs, particularly regarding marriage and daily life. Marriages within this tribe are officially recorded, with each marriage recognized through a marriage certificate or booklet authorized by the Population and Civil Registration Office (Dukcapil). In cases of divorce or the death of a spouse, property division is based on mutual agreement, with property returned to each party unless children are involved, in which case the dowry is not returned. Furthermore, the tribe maintains a strong belief in spiritual beings, as reflected in their regular practice of placing offerings. They believe that failure to fulfill this obligation will bring negative consequences in the future. Keywords: Dayak Kaharingan Community, Marriage Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami pencatatan pernikahan dalam masyarakat Dayak Kaharingan di Desa Haratai 1, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Fokus penelitian ini adalah mengkaji bagaimana pencatatan pernikahan dilakukan di masyarakat suku Dayak Kaharingan, khususnya di Desa Haratai 1. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Dayak Kaharingan memiliki tradisi dan kepercayaan yang sangat kuat, terutama dalam hal pernikahan dan kehidupan sehari-hari. Pernikahan di dalam suku ini tetap dicatat secara resmi, di mana setiap pernikahan diakui melalui surat atau buku nikah yang disahkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Selain itu, ketika terjadi perceraian atau salah satu pasangan meninggal, pembagian harta dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama. Harta akan dikembalikan kepada masing-masing pihak, kecuali jika pasangan tersebut memiliki anak, maka jujuran (mahar) tidak dikembalikan. Selain aspek pernikahan, suku ini juga memiliki kepercayaan yang kuat terhadap makhluk halus, yang tercermin dalam praktik mereka yang secara rutin meletakkan sesajen. Mereka percaya bahwa jika kewajiban ini tidak dipenuhi, hal tersebut akan membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka di masa mendatang. Kata Kunci: Masyarakat Dayak Kaharingan, Pernikahan
Penerapan Konsep Kafaah Dalam Pernikahan di Desa Lumpangi Kecamatan Loksado Hulu Sungai Selatan Faizien , Muhammad; Qusairi , Ahmad; Rayhan, Muhammad Asfi; Aflah, Risyida; Karima; Efendy, Noor
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.705

Abstract

Abstract Marriage is a crucial institution that serves as a foundation in society and family. In the context of Loksado society, the concept of kafa'ah, or equality between prospective husband and wife, influences how people view choosing a life partner. However, there is often a shift in focus from religious equality to social and economic status, which can affect household harmony. This research aims to analyze the perception of Loksado society regarding kafa'ah and its impact on building a sakinah, mawaddah, warrahmah family. The research uses a qualitative method, with interviews and observations conducted in Kadipaten Village, Wiradesa Subdistrict, Pekalongan Regency. The results show that the Loksado community has a varied understanding of kafa'ah, with three main categories: equality in religion and economy, equality in customs and culture, and the practical application of equality principles without knowing the term kafa'ah. The impact of kafa'ah includes increased household harmony, strengthened social bonds, and the preservation of local customs. Keywords: Marriage, Kafa'ah, Equality, Loksado Society, Sakinah Mawaddah Warrahmah Family, Customs and Culture, Household Harmony. Abstrak Pernikahan adalah institusi penting yang menjadi fondasi dalam masyarakat dan keluarga. Dalam konteks masyarakat lumpangi kecamatan Loksado, konsep kafa'ah atau kesetaraan antara calon suami dan istri memengaruhi cara pandang masyarakat dalam memilih pasangan hidup. Namun, sering terjadi pergeseran fokus dari kesetaraan agama ke status sosial dan ekonomi, yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat lumpangi kecamatan Loksado terhadap kafa'ah dan dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan wawancara dan observasi di Desa Kadipaten, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lumpangi kecamatan Loksado memiliki pemahaman variatif tentang kafa'ah, dengan tiga kategori utama: kesetaraan dalam agama dan ekonomi, adat dan budaya, serta penerapan prinsip kesetaraan tanpa memahami istilah kafa'ah. Dampak penerapan kafa'ah mencakup peningkatan keharmonisan rumah tangga, penguatan ikatan sosial, dan pelestarian adat. Kata Kunci: Pernikahan, Kafa'ah, Kesetaraan, Masyarakat lumpangi kecamatan Loksado, Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah, Adat dan Budaya, Keharmonisan Rumah Tangga.
Wanita Karir dan Dampaknya terhadap Rumah Tangga Norma, Asmanol; Jazuli, Muhammad; Halimah, Siti; Niswah, Hilyatun; Efendy, Noor
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 3 (2024): The articles in this volume explore various legal and social topics, including
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i3.706

Abstract

Abstract This research aims to determine the dual role of women and women’s motivation to become career women and to determine the impact of women’s dual role in maintaining family harmony. This research is field research. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation methods. This research analyzed the data using data reduction, data presentation and verification. The results of the research show that strategies for maintaining family harmony in women’s careers are (1) how career women balance their time between taking care of the household and work (2) the role of husbands in helping with housework while women are working (3) differences in views from the surrounding community regarding career women and ordinary housewife women (4) differences in taking care of the household before and after becoming a career woman (5) How career women educate their children in the midst of busy work. 6) The impact of career women in taking care of the household Keywords: Career Woman, Family, Impact Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ganda perempuan serta motivasi perempuan untuk menjadi wanita karir dan untuk mengetahui dampak dari peran ganda perempuan dalam menjaga menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini di analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menjaga kerukunan keluarga dalam karir wanita adalah (1) cara wanita karir menyeimbangkan waktu antara mengurus rumah tangga dengan pekerjaan (2) peran suami saat membantu pekerjaan rumah disaat wanita sedang bekerja (3)perbedaan pandangan dari masyarakat sekitar mengenai wanita karir dan wanita irt biasa (4) perbedaan dalam mengurus rumah tangga sebelum dan sesudah menjadi wanita karir (5) Cara wanita karir mendidik anak ditengah kesibukan pekerjaan. 6) Dampak Wanita karir dalam mengurus rumah tangga Kata Kunci: Wanita Karir, Keluarga, Dampak
Panduan Al-Qur'an Untuk Memilih Pasangan Hidup Yang Ideal Suliansyah, Suliansyah; Efendy, Noor
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.677

Abstract

Abstract Choosing a good life partner is a hope for the future to form a happy family. The Qur'an as a guide to life provides guidance in choosing an ideal life partner. Choosing a life partner will certainly be crucial. Because life partners are part of the destiny that has been determined by SWT. with an Islamic approach using the Qur'an, it is hoped that it can provide guidance in choosing an ideal life partner. Using the Qur'an is expected to provide solutions in choosing a life partner. Choosing a life partner is explained in QS. Al-Baqarah verse 221, QS. These two letters and verses are a form of Allah's command and khitab to His servants who want to enter into marriage with considerations of choosing an ideal partner on the non-physical side, in the sense of piety and faith while in QS An-Nur verses 26 and 32 choosing a life partner with regard to physically, namely choosing a partner or marrying from among equals / kafaah. in the sense of being equal in terms of finance, income, and rank. this is certainly for the good of the couple in building a household in this world and the hereafter. Keywords: Al-Qur'an, Life Partner, Ideal Partner Abstrak Memilih pasangan hidup yang baik merupakan sebagai harapan kedepan untuk membentuk keluarga yang bahagia. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup memberikan panduan dalam memilih pasangan hidup yang ideal. Memilih pasangan hidup tentunya akan krusial. Karena pasangan hidup merupakan sebagian takdir yang sudah ditetapkan oleh SWT. dengan pendekatan islami menggunakan Al- Qur’an diharapkan dapat meberikan solusi dalam memilih pasangan hidup. Memilih pasangan hidup di jelaskan pada QS. Al-Baqarah ayat 221, QS. Al-Hujurat ayat 13. kedua surat dan ayat ini merupakan bentuk perintah dan khitab Allah Swt kepada hamba-Nya yang hendak melangsungkan pernikahan dengan pertimbangan-pertimbangan memilih pasangan ideal dalam sisi non fisik, dalam arti ketakwaan dan keimanan sedangkan dalam QS An-Nur ayat 26 dan 32 memilih pasangan hidup yang berkenaan dengan secara fisik, yaitu memilih pasangan atau menikahi dari kalangan yang sederajat/kafaah. dalam arti sederajat dalam sisi finansial, pendapatan, dan kepangkatan. hal ini tentunya demi ke baikan pasangan tersebut dalam membina rumah tangga di dunia maupun akhirat. Kata Kunci: Al-Qur’an, Pasangan Hidup, Pasangan Ideal
Penundaan Hidup Bersama Sebelum Resepsi Pernikahan Pada Masyarakat Banjar (Studi Kasus Di Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan) Ridha, Muhammad; Raudah; Mahfuzah, Siti; Ulfiyah, Ainun Ridha; Rahman, Taufik; Efendy, Noor
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.707

Abstract

Abstract This research aims to find out people's opinions about postponing living together before the wedding reception in the Banjar community. The method we used in collecting this data was through field research, namely in Tumbukan Banyu Village, Daha Selatan District, Hulu Sungai Selatan Regency and we also used library research to find out how the Munakahat Fiqh views it. The analytical method we use is descriptive qualitative. Based on the results of the analysis of the data we collected, it can be concluded that every person who carries out a marriage is obliged to fulfill the requirements and pillars of marriage, if they have fulfilled the requirements and pillars then this marriage is valid in the Islamic religion. However, the community, especially Banjar, still adheres to traditional rules, according to which bridal couples who have already completed their marriage contract are not allowed to live together and relate like husband and wife. They still live in separate places, namely at their respective parents' homes before the wedding reception is held, even though it is legal from the Islamic religious point of view. However, as long as the bride and groom have agreed and are both willing to postpone it, it won't be a problem if they both decide to postpone living together. Keywords: postponement of living together, customary rules, Islamic views. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang Penundaan Hidup Bersama Sebelum Resepsi Pernikahan Pada Masyarakat Banjar. Metode yang kami gunakan dalam pengumpulan data ini yakni melalui penelitian lapangan (field research) yaitu di Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan kami juga menggunakan penelitian kepustakaan(library research) guna untuk mengetahui bagaimana Fikih Munakahat memandangnya. Metode analisis yang kami gunakan yakni dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang kami kumpulkan dapat disimpulkan bahwa setiap orang yang melaksanakan pernikahan berkewajiban memenuhi syarat-syarat dan rukun nikah, apabila telah memunuhi syarat dan rukunnya maka pernikahan ini sudah sah dalam pandangan Islam. Akan tetapi, pada masyarakat khususnya Banjar masih memegang teguh aturan adat, yang mana pasangan pengantin yang sudah menjalani akad nikah mereka belum boleh untuk hidup bersama dan berhubungan layaknya suami istri. Mereka masih hidup terpisah tempat yaitu masih dirumah orang tua masing-masing sebelum diadakannya resepsi pernikahan, meskipun sudah sah dalam pandangan agama Islam. Namun, selagi pengantin ini telah sepakat dan sama-sama ikhlas untuk menunda maka tidak menjadi masalah jika mereka berdua memutuskan untuk menunda hidup bersama. Kata kunci: penundaan hidup bersama, aturan adat, pandangan Islam.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Angka Pernikahan Dini di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Badali, Muhammad Amin; Al-Madani, Muhammad Rasyid; Fatimatuzzahra, Nur; Karima, Syifa; Efendy, Noor
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.708

Abstract

Abstract Early marriage remains prevalent in Daha Utara District, Hulu Sungai Selatan Regency, despite the Marriage Law No. 16 of 2019, which sets the minimum legal age for marriage. This study aims to identify the factors contributing to the high rate of early marriage in the area. The research employs an empirical legal method, utilizing interviews, observations, and documentation involving local KUA officials, community leaders, and families involved in early marriages. The findings reveal three main factors influencing early marriage: (1) economic factors, where families facing financial hardship marry off their children to reduce the economic burden; (2) educational factors, where youth with lower educational attainment tend to marry early due to limited alternative activities; and (3) pubertal factors, where social norms push for marriage as soon as children reach puberty. Additionally, religious and cultural factors play a significant role in supporting early marriage practices. This study is expected to provide insights into the social and cultural conditions that drive early marriage in Kandangan District. Keywords: Early marriage, economic factors, educational factors, puberty, culture, religion, Kandangan District. Abstrak Pernikahan dini masih sering terjadi di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meskipun Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan batas usia minimal untuk menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala KUA, tokoh masyarakat, serta keluarga yang terkait pernikahan dini. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yang mempengaruhi pernikahan dini, yaitu: (1) faktor ekonomi, di mana keluarga dengan keterbatasan ekonomi memilih menikahkan anak mereka untuk mengurangi beban; (2) faktor pendidikan, yang menunjukkan bahwa remaja dengan tingkat pendidikan rendah cenderung menikah lebih cepat karena minimnya aktivitas lain; dan (3) faktor pubertas, di mana norma sosial mendorong pernikahan segera setelah anak mencapai usia pubertas. Faktor agama dan budaya juga berperan penting dalam mendukung praktik pernikahan dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kondisi sosial dan budaya yang memengaruhi fenomena pernikahan dini di Kecamatan Kandangan. Kata Kunci: Pernikahan dini, faktor ekonomi, faktor pendidikan, pubertas, budaya, agama, Kecamatan Kandangan.