Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : PeTeKa

PENGELOLAAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nurvika Bella; Slamet Sholeh; Mimin Maryati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 3 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i3.384-389

Abstract

Pendidikan kewirausahaan sebaiknya ditanamkan dalam diri peserta didik sedini mungkin. Semangat kewirausahaan merupakan sesuatu harus dilalui dengan tahap yang panjang, terlebih lagi bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman atau mereka yang tidak berada dilingkungan yang menanamkan jiwa kewirausahaan. Banyak lembaga pendidikan yang hanya mengedepankan akademik tanpa memperhatikan pendidikan kewirausahaan sehingga banyak pula peserta didik yang lulus sebagai tenaga pekerja buka pencipta lapangan pekerjaan. Pada proses pembentukan jiwa kewirausahaan melalui pendidikan, terdapat proses pembentukan karaktker peserta didik melalui pembelajaran dan pembiasaan tentang kewirausahaan  sedini mungkin. Dalam prosesnya  jiwa kewirausahaan akan membentuk kekratifitasan peserta didik dalam berfikir dan bertindak. Melalui kreatifitas tersebut jiwa kewirausahaan peserta didik akan terus menerus berkembang karena dengaan kekreatifitasaan tersebut muncul ide-ide dan permikiran pemikiran yang baru dan lebih inovatif. Keberhasilan suatu pendidikan kewirausahaan dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya : (1) peserta didik mampu mengembangkan ilmu kewirausahaan. (2) lingkungan kelas peserta didik mampu mengembangkan kebiasaan sesuai dengan pendidikan kewirausahaan sesuai dengan yang telah diarahkan. (3) lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang bernuansa kewirausahaan
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KARAWANG Lili Amalia; Mimin Maryati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 2 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i2.205-213

Abstract

Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang selalu memaksimalkan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya, madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan yang memposisikan kepala madrasah sebagai organisator pendidikan. Dalam hal ini sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Bab VII Pasal 42 No 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan. Hasil pembahasan dalam penelitian meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, proses pengadaan sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang dilaksanakan dengan musyawarah terlebih dahulu tentang rencana pengadaan sarana dan prasarana dengan pejabat madrasah dan orang tua peserta didik, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang masih kurang optimal yaitu, kurangnya petugas pemelihara sarana dan prasarana pendidikan, penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang masih membutuhkan gudang untuk penyimpanan sarana dan prasarana, agar barang terjaga dengan baik dan aman. Penelitian tentang pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang bertujuan untuk: (1) mengetahui tentang proses pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, (2) mengetahui tentang pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, (3) mengetahui cara penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan yang baik.
PERENCANAAN ANGGARAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN di SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nandang Nandang; Slamet Sholeh; Mimin Maryati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 3 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i3.377-383

Abstract

Sekolah menengah pertama diharuskan mempunyai sarana dan prasarana perpustakaan yang cukup memadai. Dan data pengunjung siswa nya cukup banyak, oleh karena itu untuk mengoptimalisasikan perpustakaan di sekolah menengah pertama perlu adanya  perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan dengan baik. Dalam hal perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan ini meliputi perencanaan anggaran, dan perencanaan pengembangan koleksi. selain itu juga perlu memerhatikan sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan oleh perpustakaan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah dilaksanakan dengan baik dalam memberikan fasilitas dan bahan pustaka yang lengkap, dengan begitu pengunjung akan terasa nyaman di perpustakaan dan jauh lebih mudah mencari buku. Penelitian tentang Perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah bertujuan: (1) memahami sarana dan prasarana perpustakaan di sekolah menengah pertama. (2) memahami perencanaan sarana dan prasarana perpustakaan di seekolah menengah pertama.
PENERAPAN MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI Siti Suleha; Slamet Sholeh; Hj. Mimin Maryati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 3 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i3.431-440

Abstract

Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering menjadi perhatian utama guru profesional, guru berperan besar dalam perkembangan pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Guru juga menentukan keberhasilan siswa, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Menciptakan kualitas pembelajaran yang nyaman merupakan bagian dari pengelolaan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran PAI, bagaimana langkah-langkah manajemen kelas dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan manajemen kelas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) penerapan manajemen kelas dilakukan dengan menata kondisi kelas, mengatur posisi duduk siswa, menyiapkan bahan ajar dan metode pembelajaran, serta menciptakan kedisiplinan siswa. (2) langkah-langkah pengelolaan kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, yaitu dengan memotivasi siswa, melibatkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, dan menerapkan disiplin siswa. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen kelas yaitu adanya fasilitas seperti ruang kelas, ruang perpustakaan, lapangan, dan masjid sehingga ketika siswa merasa bosan, guru berinisiatif untuk melakukan pembelajaran di luar kelas.Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering menjadi perhatian utama guru profesional, guru berperan besar dalam perkembangan pendidikan khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Guru juga menentukan keberhasilan siswa, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Menciptakan kualitas pembelajaran yang nyaman merupakan bagian dari pengelolaan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran PAI, bagaimana langkah-langkah manajemen kelas dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan manajemen kelas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) penerapan manajemen kelas dilakukan dengan menata kondisi kelas, mengatur posisi duduk siswa, menyiapkan bahan ajar dan metode pembelajaran, serta menciptakan kedisiplinan siswa. (2) langkah-langkah pengelolaan kelas dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, yaitu dengan memotivasi siswa, melibatkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, dan menerapkan disiplin siswa. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan manajemen kelas yaitu adanya fasilitas seperti ruang kelas, ruang perpustakaan, lapangan, dan masjid sehingga ketika siswa merasa bosan, guru berinisiatif untuk melakukan pembelajaran di luar kelas.
MANAJEMEN KURIKULUM ENTREPRENEURSHIP DI SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN Rifda Syafitri; Slamet Sholeh; Mimin Maryati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 2 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i2.343-350

Abstract

Aktualisasi nilai–nilai kewirausaan dalam dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting, sebab dari dunia pendidikan diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan mampu mengurangi angka pengangguran di negeri ini, dan dibantu dengan keseimbangan antara persiapan tenaga terdidik beserta kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ialah tahap dimana peserta didik sudah cukup matang untuk ditanamkan nilai-nilai kewirausahaan, karena pada tahap pertumbuhan ini siswa telah mencapai titik dimana pola fikir nya sudah lengkap sehingga besar peluang untuk mereka dapat memahami dan mengimplementasikan  isi dari kewirausahaan yang diperoleh dari pengalaman belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber informasi berasal dari kepala sekolah, waka kurikulum, guru, peserta didik, serta dokumentasi pendukung. Metode pengumpulan informasi didapat dengan wawancara, pengamatan, serta dokumentasi. Dalam pelaksanaan disekolah upaya penanaman nilai-nilai kewirausahaan dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya : 1) pembenahan kurikulum, 2) kenaikan kedudukan sekolah dalam mempersiapkan wirausaha, 3) pembenahan dalam pengorganisasian.
MANAJEMEN KONFLIK DAN STRES TERHADAP PENGARUH KINERJA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Nur Putri Dwi Rahayu; Mimin Maryati; Hinggil Permana
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.690-698

Abstract

Manajemen sumber daya manusia adalah upaya untuk menghubungkan kebutuhan manusia dengan tujuan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah konflik dan stres berdampak positif terhadap kinerja pendidik di lembaga pendidikan Islam, baik secara parsial maupun bersamaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Efisiensi instruktur sangat penting untuk kelangsungan hidup siswa untuk lembaga pendidikan untuk memenuhi tujuan mereka. Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan konflik. Ini akan mempengaruhi pekerjaan jika tidak dikendalikan dengan baik. Saat beban mental meningkat, volume persalinan yang memicu stres juga meningkat. Tekanan yang terus menerus ini akan menimbulkan stres. Salah satu kekhawatiran yang dapat menghambat efektivitas sumber daya manusia adalah stres di tempat kerja. Kesulitan ini terlihat dalam administrasi Lembaga Pendidikan Islam. Akibat konflik dan tekanan, kinerja individu akan menurun. Mau tidak mau, penanganan konflik harus menjadi prioritas utama. Manajemen stres kerja dilakukan dengan membagi beban kerja, meningkatkan komunikasi organisasi, dan meningkatkan kerjasama manajemen.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBIGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP IT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KARAWANG Pratama, Ardian Indra; Maryati, Mimin; Munafiah, Nida’ul
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 4 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i4.508-512

Abstract

Shared guidance and counseling programs produce program continuity, provide clarity in the direction of program implementation, make it easier to control and evaluate guidance activities, and implement guidance and counseling programs smoothly, effectively and efficiently. The guidance and counseling service program has been discussed in detail in the program planning  meeting at SMP IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang. Guidance and counseling service programs must assist with needs assessments to resolve problems currently being experienced by students. The guidance and counseling service program helps assess students' needs to explore their full potential under in-depth guidance from counselors.
MANAJEMEN KONFLIK DAN STRES TERHADAP PENGARUH KINERJA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Rahayu, Nur Putri Dwi; Maryati, Mimin; Permana, Hinggil
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.690-698

Abstract

Manajemen sumber daya manusia adalah upaya untuk menghubungkan kebutuhan manusia dengan tujuan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah konflik dan stres berdampak positif terhadap kinerja pendidik di lembaga pendidikan Islam, baik secara parsial maupun bersamaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Efisiensi instruktur sangat penting untuk kelangsungan hidup siswa untuk lembaga pendidikan untuk memenuhi tujuan mereka. Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan konflik. Ini akan mempengaruhi pekerjaan jika tidak dikendalikan dengan baik. Saat beban mental meningkat, volume persalinan yang memicu stres juga meningkat. Tekanan yang terus menerus ini akan menimbulkan stres. Salah satu kekhawatiran yang dapat menghambat efektivitas sumber daya manusia adalah stres di tempat kerja. Kesulitan ini terlihat dalam administrasi Lembaga Pendidikan Islam. Akibat konflik dan tekanan, kinerja individu akan menurun. Mau tidak mau, penanganan konflik harus menjadi prioritas utama. Manajemen stres kerja dilakukan dengan membagi beban kerja, meningkatkan komunikasi organisasi, dan meningkatkan kerjasama manajemen.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBIGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP IT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KARAWANG Pratama, Ardian Indra; Maryati, Mimin; Munafiah, Nida’ul
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 4 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i4.508-512

Abstract

Shared guidance and counseling programs produce program continuity, provide clarity in the direction of program implementation, make it easier to control and evaluate guidance activities, and implement guidance and counseling programs smoothly, effectively and efficiently. The guidance and counseling service program has been discussed in detail in the program planning  meeting at SMP IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang. Guidance and counseling service programs must assist with needs assessments to resolve problems currently being experienced by students. The guidance and counseling service program helps assess students' needs to explore their full potential under in-depth guidance from counselors.