Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Korelasi antara Dukungan Keluarga dan Self Management Penderita DM Tipe 2 Maulani, Rahayu Maulani; Hasneli, Yesi; Karim, Darwin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15200

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan diri yang baik untuk mencegah komplikasi. Dukungan keluarga memainkan peran penting dalam mendukung self management pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara dukungan keluarga dan self management pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 91 orang pasien DM tipe 2 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rho untuk menentukan hubungan antara dukungan keluarga dan self management. Hasil menunjukkan bahwa 55 orang responden (60,4%) mengalami dukungan keluarga yang buruk, sedangkan 51 orang (56,0%) memiliki self management yang cukup. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan self management, p-value sebesar 0,001 dan nilai r = 0,339. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan self management pada penderita DM tipe 2.
Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Mengenal dan Memberikan Pertolongan Awal Pada Korban Tersedak Karim, Darwin; Dewi, Wan Nishfa; Bayhakki, Bayhakki; Erwin, Erwin; Huda, Nurul; Woferst, Rismadefi; Azzahra, Adila; Anjely, Selly; Hunafa, Zahra; Aswan, Muhammad Farhan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13088

Abstract

ABSTRAK Kejadian tersedak termasuk dalam kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan segera dan apabila terjadi obstruksi atau sumbatan jalan napas maka dapat menyebabkan napas pendek (hipoventilasi), kekurangan oksigen (hipoksemia), peningkatan kerja pernapasan dan gangguan pertukaran gas berubah di paru-paru. Kondisi tersedak dapat dialami oleh siapapun, bisa pada dewasa maupun anak-anak. Oleh karena kasus tersedak dapat terjadi pada siapa saja maka kemampuan untuk memberikan bantuan dan pertolongan pada korban tersedak sebaiknya juga dipahami dan dikuasai oleh masyarakat termasuk keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk mengenal, mengidentifikasi dan mencegah serta dapat memberi pertolongan pertama pada korban tersedak. Kegiatan pengabdian dilakukan pada 28 orang peserta dengan metode penyuluhan kesehatan dan praktik keterampilan pertolongan bagi korban tersedak. Peserta mampu mengenal dan memahami tanda gejala tersedak serta dapat memperagakan prosedur pertolongan pertama pada korban tersedak dengan baik. Kegiatan pengabdian ini secara umum berhasil dengan baik. Tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi telah dilakukan. Tim pengabdian telah melaksanakan kegiatan dengan metode ceramah, tanya jawab/diskusi, pre dan post test kuesioner, menggunakan alat bantu peraga dan orang untuk mendemonstrasikan prosedur pertolongan bagi korban tersedak. Kata Kunci: Tersedak, Pertolongan Pertama, Penyuluhan Kesehatan, Kegawatdaruratan  ABSTRACT Choking incidents are included in emergencies that must receive immediate treatment and if airway obstruction or obstruction occurs, it can cause shortness of breath (hypoventilation), lack of oxygen (hypoxemia), increased work of breathing and impaired gas exchange changes in the lungs. Choking conditions can be experienced by anyone, both adults and children. Because choking cases can happen to anyone, the ability to provide aid and assistance to choking victims should also be understood and mastered by the community, including the family. This activity aims to provide knowledge and understanding to the public to recognize, identify and prevent and provide first aid to choking victims. This activity was carried out on 28 participants using health education methods and practice of rescue skills for choking victims. Participants were able to recognize and understand the signs of choking and were able to demonstrate first aid procedures for choking victims well. This service activity was generally successful. The preparation, implementation and evaluation stages have been carried out. The service team has carried out activities using lecture methods, question and answer/discussion, pre and post test questionnaires, using props and people to demonstrate aid procedures for choking victims. Keywords: Choking, First Aid, Health Education, Emergencies
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Stres pada Remaja Nurliza, Ardillah; Sari, Niken Yuniar; Karim, Darwin; Sari, Tesha Hestyana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 8 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v8i2.8737

Abstract

Adolescence is a period in a person's life where they develop psychologically to find their identity. Teenagers who are vulnerable to experiencing various mental changes such as stress problems need guidance that includes certain parenting styles. A cross-sectional correlational descriptive design was used in this study. The research was conducted at SMAN 8 Pekanbaru with a population of 1,017 students at SMAN 8 Pekanbaru. The sample for this research was 287 respondents using purposive sampling technique. The Parental Authority Questionnaire (PAQ) questionnaire for parenting styles and the Depression Anxiety and Stress Scales Questionnaire (DASS 21) to assess stress levels in adolescents. This research uses univariate analysis, and bivariate analysis uses the chi square test. The results showed that the majority of respondents were female, 173 people (60.3%), the majority of respondents were 16 years old, 136 people (47.4%), and the majority of respondents were first-born children, 115 people (40.1%) . The majority of respondents in the study had a democratic parenting style and experienced normal levels of stress, 111 people (66.1%). Statistical tests show that there is a substantial relationship between parenting methods and stress levels in adolescents with p value (0.000) < alpha (0.05). Thus, it may be said that parenting styles have a significant relationship with stress levels in adolescents. Based on the findings of this study, more prevention and treatment options can be determined by implementing interventions to reduce stress in adolescents, especially due to parenting styles.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Pola Makan dengan Tekanan Darah Penderita Diabetes Melitus Bahira, Hafiza; Hasneli, Yesi; Karim, Darwin
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 1 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss1.2416

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti hipertensi. Pengendalian tekanan darah pada penderita DM dipengaruhi oleh faktor perilaku, termasuk pengetahuan dan sikap terhadap pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap tentang pola makan dengan tekanan darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Airtiris Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 133 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tekanan darah (p=0,007) dan antara sikap dengan tekanan darah (p=0,009). Kesimpulan pada penelitian yaitu bahwa pengetahuan dan sikap tentang pola makan berhubungan dengan tekanan darah pada penderita DM tipe 2. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengendalian tekanan darah dan mencegah komplikasi.
Hubungan Self Efficacy Dengan Illness Perception Pada Pasien Kanker Payudara Yang Sedang Menjalani Kemoterapi Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Ira Syahputri Siahaan; Nurul Huda; Darwin Karim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.679

Abstract

Kanker merupakan suatu keadaan terjadinya mekanisme normal bahkan sel - sel kehilangan kendali kanker payudara merupakan salah satu penyebab tingginya akan kesakitan dan kematian didunia. Pasien kanker payudara biasanya banyak mengalami perubahan dalam dirinya dan kehidupan sehari-hari, meliputi; kondisi fisik, psikologis, sejak proses diagnosis hingga akhir hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self efficacy dan ilness perception pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterpi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel penelitian sebanyak 92 pasien di Poli Rawat Jalan Seruni RSUD Arifin Achmad. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Self Efficacy Scale Breast Cancer (SMSES-BC) untuk Self Efficacy dan Brief Illness Perception Questionnaire (BIPQ) untuk Illnes Perception. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,014, di mana nilai ini lebih kecil dari α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Efficacy dan Illness Perception pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pasien yang percaya pada kemampuannya untuk menjalani pengobatan cenderung memiliki pandangan yang lebih positif terhadap penyakitnya. Artinya, semakin tinggi efikasi diri pasien, semakin baik pula cara mereka memahami dan menangani penyakit sehingga pentingnya dukungan dan edukasi untuk meningkatkan efikasi diri pasien selama menjalani kemoterapi.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Gejala Sarcopenia Di Puskesmas Kota Pekanbaru Aisyah Wati; Yesi Hasneli; Darwin Karim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.684

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk penurunan massa dan kekuatan otot (sarcopenia). Lama menderita DM diduga berpengaruh terhadap timbulnya gejala sarcopenia melalui gangguan metabolisme glukosa, resistensi insulin, dan proses inflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan gejala sarcopenia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan responden sebanyak 60 orang penderita DM berusia maksimal 59 tahun di Puskesmas Garuda. Pengumpulan data dengan kuesioner SARC-F dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menderita DM ≥5 tahun sebanyak 23 orang (38%) dan yang mengalami gejala sarcopenia sebanyak 18 orang (30%). Sebagian besar responden mengeluhkan adanya kesulitan pada beberapa komponen fungsi fisik yang dinilai, meliputi kekuatan otot, kemampuan berjalan, bangun dari posisi duduk, menaiki tangga, serta riwayat jatuh. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara lama menderita DM dengan gejala sarcopenia (p-value= 0,000). Penelitian ini mengindikasikan bahwa lama menderita DM berkontribusi terhadap penurunan kemampuan fungsional yang berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hiperglikemia kronik yang memicu stres oksidatif, resistensi insulin, dan peradangan, sehingga mengganggu metabolisme protein dan memunculkan gejala sarcopenia pada penderita DM.