Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha Mikro Syariah sebagai Instrumen Pemberdayaan UMKM: Studi pada UMKM Kuliner Malam di Betungan Kota Bengkulu Alda Julianti; Yosy Arisandy; Miko Polindi
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI Vol. 4 No. 2 (2026): April: JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the success factors of sharia micro-enterprises, understand the perspectives of MSMEs on sharia-based empowerment, and assess the feasibility of sharia micro-enterprises among night culinary MSMEs in Betungan, Bengkulu City. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques conducted through observation, in-depth interviews, and documentation to ensure data validity and richness. The informant selection technique in this study used purposive sampling, which is a method of selecting samples based on specific considerations aligned with the research objectives and relevance to the study context. The results show that business success is influenced by several factors, including the length of business operation, level of income, strategic location, and the consistent application of sharia values in business practices. Furthermore, sharia micro-enterprises are considered quite feasible to run because they have fulfilled halal principles and demonstrated the ability to generate sustainable profits, although challenges remain, particularly in terms of legal compliance and the limited scope of empowerment support programs available.
Pemberdayaan UMKM Emping Melinjo Berbasis Masjid dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal RW 01 Kelurahan Kandang Kota Bengkulu Fathur Rohman; Ninda Ayu Permata Sari; Rika Dwi Yanti; Miko Polindi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1295

Abstract

Program pemberdayaan UMKM olahan melinjo (emping melinjo) di RW 01 Kelurahan Kandang, Kota Bengkulu, mengintegrasikan prinsip syariah 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral) untuk ekonomi lokal berkelanjutan. Pendekatan Project Basic Learning (PjBL) melatih ibu rumah tangga melalui siklus pengolahan melinjo dari bahan mentah hingga produk siap jual, menumbuhkan wirausaha mandiri berbasis nilai Islam: kejujuran, kemampuan, modal halal, analisis pasar, dan jaminan transparan.Masjid di lingkungan setempat menjadi pusat pembelajaran dan distribusi, dengan penguatan pemasaran digital via grup WhatsApp, Instagram, serta platform online seperti Shopee dan Tokopedia (branding "Emping Melinjo Bengkulu Halal"). Mitra utama: (1) pengurus wilayah setempat (RW); (2) masjid di lingkungan setempat; (3) UMKM Olahan Melinjo RW 01 sebagai pelaku lokal. Hasil: produksi meningkat, penjualan perdana melebihi target, atasi fluktuasi bahan baku.Program ini memberdayakan perempuan, kurangi kemiskinan, dan kuatkan ekonomi umat sesuai agenda UMKM syariah nasional. Rencana lanjut: kolaborasi Dinas Koperasi untuk sertifikasi halal dan ekspansi digital. Model ini replikabel untuk RW Bengkulu lainnya, posisikan masjid sebagai penggerak ekonomi kerakyatan syariah.
Peran Mahasiswa KKN Dalam Edukasi Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Nilai Jual UMKM Kopi Bubuk Tasti Dwi Wulandari Auliatul Badri; Jelita Hendika Gultom; Achmad Kaka Ariel Fachrozi; Pesi Elmansa; Miko Polindi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa yang mengikuti Program Pengabdian kepada Masyarakat (Kuliah Kerja Nyata/KKN) dalam memberikan edukasi sertifikasi halal guna meningkatkan nilai jual produk pada UMKM Kopi Bubuk Tasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku UMKM serta mahasiswa KKN yang terlibat dalam program pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya edukasi halal, UMKM Kopi Bubuk Tasti menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan kepatuhan legal, rendahnya pemahaman mengenai sertifikasi halal, serta terbatasnya akses pasar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya daya saing produk di pasar yang lebih luas. Pelaksanaan edukasi halal oleh mahasiswa KKN secara signifikan meningkatkan pemahaman pemilik usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal, prosedur pendaftaran, serta kesiapan dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, proses pendampingan juga membantu pelaku usaha dalam memperbaiki manajemen produksi agar sesuai dengan standar halal yang berlaku. Lebih lanjut, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang akses ke pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Dengan demikian, mahasiswa KKN memiliki peran penting tidak hanya sebagai fasilitator edukasi, tetapi juga sebagai pendamping dalam meningkatkan kualitas produk dan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
Peran Mahasiswa KKN dalam Pengembangan Pemasaran UMKM Kopi Bubuk Tasti Lilis Hidayanti; Trisa Nurhasana; Sandi Febrian; Miko Polindi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam pengembangan pemasaran UMKM Kopi Bubuk Tasti yang berlokasi di Padat Karya RT 01 RW 04 Kelurahan Sumur Dewa, Kota Bengkulu. UMKM ini menggunakan bahan baku kopi dari daerah Tanjung Sakti dan diproduksi secara lokal, sehingga memiliki potensi sebagai produk unggulan daerah. Namun, UMKM ini masih menghadapi kendala dalam pemasaran, seperti rendahnya brand awareness, terbatasnya strategi promosi, belum optimalnya pemanfaatan digital marketing, serta belum adanya sertifikasi halal yang memengaruhi kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan KKN Tematik MBKM. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa KKN berperan aktif dalam mendukung pengembangan pemasaran UMKM melalui program kerja seperti pendampingan digital marketing, pembuatan konten promosi di media sosial, optimalisasi marketplace, serta pendampingan pengurusan sertifikasi halal. Program tersebut meningkatkan kualitas tampilan produk, memperluas jangkauan promosi, dan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pemasaran digital. Selain itu, aktivitas promosi menjadi lebih konsisten dan terarah sehingga produk semakin dikenal masyarakat. Dengan demikian, peran mahasiswa KKN Tematik MBKM memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas pemasaran, memperkuat legalitas produk, dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Penguatan Branding dan Digital Marketing UMKM Keripik Tempe Chatenori Rahma Gustina; M Habbib Dwi Putra H; Fironika Khoirun niswa; Genta Puja Kusuma; Miko Polindi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6631

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) make a significant contribution to Indonesia’s economy; however, they still face various challenges, particularly in branding and digital marketing. This study aims to examine the implementation of branding enhancement and digital marketing strategies to improve the competitiveness of the Keripik Tempe Chatenori UMKM. The method used is a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that prior to the assistance program, the UMKM lacked an adequate visual identity and still relied on conventional marketing methods. Branding enhancement was implemented through logo creation, improved packaging quality, and the addition of product labels. Meanwhile, digital marketing was applied by utilizing social media and various digital platforms as promotional tools. This program had a positive impact, including increased product attractiveness, expanded market reach, and improved interaction with consumers. However, challenges remain, particularly in maintaining consistency in managing digital content. Therefore, continuous assistance is needed so that UMKM can optimize their digital strategies more effectively.
Analisis Manajemen Risiko Pembiayaan KPR Sejahtera BTN iB Menggunakan Akad Murabahah Pada Bank Tabungan Negara (BTN) KC Syariah Bengkulu Diah Puji Astuti; Yosy Arisandi; Miko Polindi
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i1.4431

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab dua masalah utama, yaitu mekanisme pembiayaan KPR Sejahtera BTN iB dengan akad murabahah serta implementasi manajemen risiko pada pembiayaan tersebut di BTN KC Syariah Bengkulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pembiayaan dari tahap pengajuan hingga akad serta mengidentifikasi bentuk risiko yang muncul dan bagaimana strategi mitigasi diterpakan oleh pihak bank. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta melibatkan informasi dari pihak pegawai bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiyaan KPR Sejahtera BTN iB telah sesuai prinsip syariah, dengan akad murabahah yang transparan dan memberikan kepastian harga. BTN Syariah Bengkulu menghadapi berbagai risiko antara lain risiko kredit, likuiditas, operasional, hukum, strategi, reputasi, dan kepatuhan, dengan risiko paling dominan yaitu risiko kredit. Mitigasi dilakukan melalui analisis 5C, minotoring angsuran, asuransi, restrukturisasi, serta kebijakan sesusai regulasi OJK, BI, dan DSN-MUI. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen risiko yang efektif untuk menjaga stabilitas pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tela’ah Kritis Sistem Arisan Daging di Desa Tungkal Kecamatan Pino Raya dalam Perspektif Maslahah Raga Pratama Satria Gusti; Miti Yarmunida; Miko Polindi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i3.31805

Abstract

This study aims to analyze the implementation mechanism of the meat arisan, identify the form of contract (akad) used, and examine the practice from the perspective of maslahah. This research employs a qualitative method with a field research approach. The data analysis technique used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results of the study indicate that the implementation mechanism of the meat arisan is carried out through the formation of a community group that collectively gathers regular contributions based on mutual deliberation to purchase livestock, which are then slaughtered and distributed equally among all members according to mutual agreement. The contract used in this practice is based on the principles of ta‘awun (mutual assistance), togetherness, and collective agreement conducted verbally through deliberation without formal written contracts. This practice reflects cooperation, mutual trust, willingness, and social responsibility without containing elements of riba. From the perspective of maslahah, the meat arisan provides significant economic, social, and religious benefits. Economically, it helps low-income communities obtain meat through a gradual payment system. Socially, it strengthens solidarity and the culture of mutual cooperation, while religiously it reflects the Islamic values of ukhuwah (brotherhood) and trustworthiness (amanah). Although there are still several challenges, such as administrative weaknesses and the absence of clear written regulations, the benefits gained are considered greater than the disadvantages, making this practice consistent with the perspective of maslahah.