Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kinerja Seismik Struktur Gedung Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati Mataram Menggunakan Metode Pushover dan Respon Spektrum Berdasarkan ATC-40 IMAYATUL RA; Lalu Ibrohim Burhan; Ikroman Alhamzani
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.cjemwt28

Abstract

Indonesia memiliki potensi gempa bumi yang tinggi karena berada di dekat pertemuan tiga lempeng tektonik aktif. Pulau Lombok adalah salah satu tempat dengan tingkat kerawanan yang tinggi. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati Mataram adalah fasilitas kesehatan penting disana. Dengan kondisi ini, diperlukan evaluasi kinerja seismik untuk mengevaluasi kemampuan struktur dalam menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja seismik struktur bangunan pengembangan RSIA Permata Hati Mataram dengan menggunakan dua pendekatan analisis, yaitu metode respon spektrum (analisis dinamik linier) dan metode pushover (analisis statik nonlinier), yang berpedoman pada ATC-40. Pemodelan struktur dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000, dengan fokus pada analisis parameter gaya geser dasar (base shear), simpangan (displacement), serta pola distribusi sendi plastis. Hasil analisis metode respon spektrum menunjukkan perilaku elastis dengan simpangan maksimum sebesar 41,05 mm pada arah X dan 75,45 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Sementara itu, metode pushover menunjukkan perilaku nonlinier dengan simpangan maksimum 90,50 mm pada arah X dan 103 mm pada arah Y, serta tingkat kinerja antara IO hingga Damage Control (DC). Berdasarkan hasil tersebut, struktur RSIA Permata Hati Mataram dinyatakan aman terhadap beban gempa sesuai kriteria ATC-40.  
Kerangka Rapid Visual Screening Berbasis Indeks Risiko untuk Penilaian Sistematis Kerentanan Seismik Bangunan Publik Lalu Ibrohim Burhan
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): Ketahanan Infrastruktur terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dinamika.07p52q89

Abstract

Bangunan publik merupakan elemen infrastruktur vital yang berperan penting dalam keberlangsungan layanan esensial saat dan setelah bencana gempa bumi, khususnya di wilayah berkembang dengan tingkat seismisitas tinggi. Namun demikian, banyak bangunan publik belum dievaluasi secara sistematis menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis indeks risiko, sehingga prioritisasi mitigasi dan penguatan struktur sering kali tidak berbasis bukti yang terukur. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kerangka penilaian kerentanan seismik yang efisien, konsisten, dan aplikatif pada skala bangunan individual. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kerentanan seismik bangunan publik terhadap bencana gempa bumi secara kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah bangunan publik di wilayah rawan gempa menggunakan data primer hasil survei lapangan. Pendekatan Rapid Visual Screening (RVS) diterapkan untuk mengumpulkan parameter struktural utama, yang selanjutnya diintegrasikan dengan metode risk index scoring untuk menghitung indeks kerentanan seismik. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap klasifikasi risiko, perbandingan parameter struktural, serta uji konsistensi dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68% bangunan publik berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi, dengan skor kerentanan rata-rata sebesar 0,74, dan bangunan berusia lebih dari 30 tahun memiliki tingkat risiko yang secara signifikan lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi RVS dan indeks risiko mampu menyediakan penilaian kerentanan yang stabil dan terukur. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi metodologis dan empiris terhadap pengembangan penilaian risiko seismik serta mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko dalam upaya peningkatan ketahanan infrastruktur publik Abstract Public buildings constitute critical infrastructure that ensures the continuity of essential services during and after earthquake events, particularly in developing regions characterized by high seismicity. Nevertheless, many public buildings have not been systematically evaluated using quantitative risk-based approaches, resulting in mitigation and retrofit decisions that are often insufficiently evidence-based. This gap highlights the need for an efficient, consistent, and building-level seismic vulnerability assessment framework. This study aims to quantitatively assess the seismic vulnerability of public buildings exposed to earthquake hazards. The research was conducted on a set of public buildings located in a seismically active area using primary data collected through field surveys. Rapid Visual Screening (RVS) was applied to document key structural parameters, which were subsequently integrated with a standardized risk index scoring approach to compute seismic vulnerability indices. Quantitative analyses were performed to classify risk levels, compare structural parameters, and evaluate consistency and sensitivity of the assessment results. The findings indicate that 68% of the assessed public buildings fall within moderate-to-high seismic risk categories, with an average vulnerability score of 0.74, while buildings older than 30 years exhibit substantially higher risk levels. These results demonstrate that the integrated RVS–risk index approach provides a stable and measurable representation of seismic vulnerability. Overall, this study contributes methodologically and empirically to seismic risk assessment practices and supports risk-informed decision-making for enhancing the resilience of public building infrastructure.