Claim Missing Document
Check
Articles

Kecerdasan Emosional sebagai Prediktor Disiplin Belajar Mahasiswa pada Masa Pascapandemi: Sebuah Studi Regresi Linier Dadang Warta Chandra Wirakesuma; Khairul Azmi; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/29cmn966

Abstract

The post-pandemic transformation of education has created new challenges for university students in adapting to shifting learning rhythms and increasing emotional pressures. Emotional intelligence is believed to play a vital role in shaping consistent and adaptive learning discipline during this transition period. This study aimed to assess the influence of emotional intelligence on students' learning discipline in the context of the post-pandemic adjustment. A quantitative correlational approach was employed, involving 148 purposively selected students from various academic programs. Data was collected using two validated psychometric instruments: an emotional intelligence scale based on Goleman and Bar-On's framework, and a learning discipline scale developed by the researchers. Simple linear regression analysis was used, preceded by classical assumption testing to ensure model validity. The results indicated a significant influence of emotional intelligence on learning discipline (β = 0.487; R² = 0.237; p < 0.05). These findings highlight the importance of enhancing EI to support disciplined academic behavior among students. This study contributes to the development of emotional intelligence-based intervention programs in higher education in the post-pandemic era.   Abstract Transformasi pendidikan pascapandemi telah menciptakan tantangan baru bagi mahasiswa dalam menyesuaikan diri terhadap ritme belajar yang berubah dan tekanan emosional yang meningkat. Kecerdasan emosional diyakini berperan penting dalam membentuk disiplin belajar yang konsisten dan adaptif pada masa transisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kecerdasan emosional terhadap disiplin belajar mahasiswa pada masa adaptasi kehidupan baru. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan, dengan partisipasi 148 mahasiswa dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan dua skala psikometrik: skala kecerdasan emosional berdasarkan teori Goleman dan Bar-On, serta skala disiplin belajar yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan melalui regresi linier sederhana, dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap disiplin belajar (β = 0,487; R² = 0,237; p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan EI dalam mendukung perilaku belajar mahasiswa yang disiplin. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan program intervensi berbasis kecerdasan emosional di lingkungan pendidikan tinggi pascapandemi.
Model Empiris Pengaruh Artificial Intelligence terhadap Kreativitas Belajar Mahasiswa: Integrasi TAM dan Creativity Theory dalam Pendekatan Kuantitatif Eksplanatori Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.ws0q4t90

Abstract

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menciptakan peluang baru bagi peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi, namun riset sebelumnya masih berfokus pada efektivitas teknis dan belum mengungkap secara komprehensif bagaimana AI memengaruhi kreativitas mahasiswa sebagai kompetensi utama abad ke-21. Kesenjangan ini menuntut kajian empiris yang memetakan hubungan antara penggunaan AI dan dinamika berpikir kreatif mahasiswa dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh penggunaan AI terhadap kreativitas belajar mahasiswa pendidikan, dengan mengevaluasi intensitas penggunaan, persepsi pengguna, serta kontribusi fitur AI tertentu terhadap kreativitas. Metode yang digunakan berupa desain kuantitatif eksplanatori dengan 110 responden, dianalisis melalui regresi linear dan validasi wawancara, menggunakan instrumen berbasis TAM dan indikator kreativitas Guilford. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan AI berada pada kategori tinggi dan berpengaruh signifikan terhadap kreativitas mahasiswa (β = 0.431, p < 0.001), terutama melalui fitur generative feedback dan idea generation tools. Persepsi kemudahan dan kebermanfaatan memperkuat hubungan tersebut, sementara aspek orisinalitas tetap menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa AI berperan sebagai katalis kognitif yang dapat memperluas fluency dan flexibility mahasiswa, sekaligus memberikan bukti empiris baru bagi pengembangan teori TAM dan Creativity Theory. Implikasi praktisnya mencakup kebutuhan integrasi AI secara pedagogis untuk mendukung kreativitas tanpa mengabaikan risiko ketergantungan, serta membuka arah penelitian baru mengenai variasi platform AI dan pendekatan longitudinal untuk menilai dampak jangka panjangnya. Abstract The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has reshaped learning ecosystems in higher education worldwide; however, existing studies predominantly emphasise technical efficiency rather than examining how AI influences students’ creativity, a core competency of the twenty-first century. This knowledge gap highlights the need for empirical evidence that maps the relationship between AI usage and creative cognitive processes within the Indonesian higher education context. This study aimed to investigate the influence of AI usage on the learning creativity of education students, assessing usage intensity, user perceptions, and the contribution of specific AI features. An explanatory quantitative design was applied to 110 participants, analysed through linear regression and qualitative validation using TAM-based constructs and Guilford’s creativity indicators. The results revealed high AI adoption and a significant effect on student creativity (β = 0.431, p < 0.001), particularly driven by generative feedback and idea generation tools. Perceived ease of use and perceived usefulness strengthened this relationship, although originality remained relatively limited. The findings indicate that AI functions as a cognitive catalyst that enhances students’ fluency and flexibility, contributing new empirical insights to the development of TAM and Creativity Theory frameworks. Practically, the study underscores the importance of integrating AI pedagogically to support creativity while addressing potential dependency risks, and it opens avenues for future research involving multi-platform AI comparison and longitudinal approaches to assess long-term impacts.
Model Integratif Budaya Sekolah–Karakter untuk Menjelaskan Integritas Siswa di Sekolah Multikultural: Studi Mixed Methods Sequential Explanatory Muhammad Fahrudin Alawi; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.dkqwzq91

Abstract

Dalam konteks pendidikan global yang semakin multikultural, peran budaya sekolah sebagai ekosistem pembentuk karakter memperoleh perhatian strategis, namun sejumlah studi sebelumnya masih menitikberatkan pada dimensi pedagogis sehingga keterkaitan sistemik antara struktur budaya sekolah dan pembentukan integritas belum terpetakan secara komprehensif. Kesenjangan pengetahuan ini terutama terlihat pada sekolah-sekolah dengan keberagaman etnis dan agama tinggi, di mana mekanisme pembentukan integritas membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam atas dinamika nilai, interaksi sosial, dan praktik institusional. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh elemen-elemen budaya sekolah terhadap penguatan karakter integritas siswa SMA pada konteks multikultural. Studi ini menggunakan desain mixed methods sequential explanatory, melibatkan survei kuantitatif terhadap 210 siswa dan pendalaman kualitatif melalui wawancara serta observasi etnografis di tiga sekolah multikultural. Hasil menunjukkan bahwa keteladanan moral guru, norma kejujuran akademik, dan interaksi multikultural terarah merupakan faktor signifikan yang menjelaskan variasi integritas siswa, dengan model kuantitatif mencapai kontribusi 46,2%. Data kualitatif mengonfirmasi konsistensi temuan melalui pola praktik dan frekuensi kemunculan tema. Penelitian ini menunjukkan bahwa integritas siswa diperkuat melalui kombinasi legitimasi moral, struktur norma, dan kualitas interaksi sosial yang dirancang secara sadar. Temuan memperluas pengembangan teori budaya sekolah dan pendidikan karakter dengan memasukkan konteks multikultural sebagai komponen kunci, serta memberikan implikasi praktis bagi perancangan kebijakan dan lingkungan fisik sekolah yang mendukung internalisasi nilai karakter. Abstract In increasingly multicultural educational environments, school culture has gained strategic relevance as a formative ecosystem for character development; however, prior research has predominantly focused on pedagogical practices, leaving the systemic linkages between cultural structures and student integrity insufficiently explored. This knowledge gap is particularly evident in highly diverse schools, where the mechanisms shaping integrity require deeper examination of institutional norms, social interactions, and shared values. This study aimed to investigate the influence of key school culture elements on strengthening senior high school students’ integrity within multicultural contexts. A sequential explanatory mixed-methods design was employed, consisting of a quantitative survey of 210 students followed by qualitative inquiry through interviews and ethnographic observations across three multicultural schools. Results indicated that teacher moral modelling, academic honesty norms, and guided multicultural interaction were the principal factors significantly associated with student integrity, with the structural model explaining 46.2% of variance. Qualitative findings corroborated the quantitative results by documenting consistent behavioural patterns and thematic frequencies. The study demonstrates that integrity formation is reinforced through a combination of moral legitimacy, normative structures, and intentionally designed multicultural interactions. These findings advance the Theory of School Culture and Character Education Theory by integrating multicultural dynamics as a core explanatory component and offer practical implications for policy design and the engineering of school environments that facilitate value internalisation.
Model Pengukuran Kolaborasi Berbasis Rubrik Komprehensif untuk Menilai Efektivitas PjBL pada Mahasiswa Teknik di Era Industri 4.0 Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.7qx8w897

Abstract

Transformasi pendidikan tinggi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan kolaboratif secara sistematis, namun penelitian sebelumnya masih didominasi penilaian subjektif dan belum menyediakan bukti kuantitatif yang kuat pada mahasiswa pendidikan teknik. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya evaluasi empiris yang terukur untuk memahami efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas PjBL dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif mahasiswa melalui desain eksperimen kuasi pre–post test. Pengumpulan data dilakukan pada mahasiswa program pendidikan teknik menggunakan rubrik kolaborasi komprehensif, lembar observasi, dan kuesioner persepsi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik dan normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan kolaboratif sebesar 19,26 poin (30,96%) dengan normalized gain 0,51, serta kontribusi tertinggi berasal dari pembagian peran (34,1%), monitoring mingguan (29,4%), dan evaluasi sejawat (22,7%). Persepsi mahasiswa juga positif dengan skor rata-rata 4,31. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL efektif memperkuat interaksi kolaboratif dan kualitas kontribusi teknis mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan landasan teoretis dan metodologis dalam evaluasi PjBL serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum teknik di era pembelajaran digital.   Abstract Higher education transformation in the Fourth Industrial Revolution requires instructional models that systematically foster collaborative skills; however, prior studies have relied heavily on subjective assessments and lack robust quantitative evidence, particularly within engineering education programs. This gap highlights the need for empirical, measurable evaluations of the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in technology-enhanced learning environments. This study aimed to assess the efficacy of PjBL in improving students' collaborative skills using a quasi-experimental pre–post test design. Data were collected from engineering education students through a comprehensive collaboration rubric, structured observation sheets, and perception questionnaires, and analyzed using parametric statistics and normalized gain. The findings showed a 19.26-point improvement (30.96%) in collaborative skills, with a normalized gain of 0.51. The most significant contributions came from role distribution (34.1%), weekly monitoring (29.4%), and peer evaluation (22.7%). Student perceptions were also positive, with an overall score of 4.31. These results demonstrate that PjBL effectively strengthens collaborative interaction and enhances the quality of students' technical contributions. The study contributes to refining theoretical and methodological foundations for evaluating PjBL and provides practical implications for curriculum development in engineering education within digital learning ecosystems.
Pemetaan Kompetensi Pedagogik Guru Pemula pada Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kualitatif Multi-Kasus di Sekolah Dasar Muhammad Salabi; Lalu Ibrohim Burhan
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 3 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/cendekia.bj5k0y46

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru pemula untuk mengembangkan kompetensi pedagogik yang adaptif, namun penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada kesiapan mengajar secara umum tanpa menelaah bagaimana kompetensi tersebut terwujud dalam praktik diferensiasi dan asesmen formatif. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya kajian empiris yang menilai secara langsung kemampuan guru pemula dalam merespons tuntutan kurikulum baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi pedagogik guru pemula pada implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif multi-kasus di tiga sekolah dasar, melibatkan enam guru pemula, dengan pengumpulan data melalui observasi kelas, analisis 18 dokumen pembelajaran, dan wawancara mendalam. Analisis dilakukan menggunakan thematic cross-case analysis berbantu perangkat lunak NVivo. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berada pada kategori berkembang, dengan ketidakkonsistenan pada keselarasan tujuan pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran, keterbatasan diferensiasi (15–45 persen), dan variasi asesmen formatif yang belum sistematis. Guru pemula juga menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap dukungan profesional. Studi ini menegaskan bahwa integrasi komponen Pedagogical Content Knowledge belum stabil pada guru pemula, dan dukungan belajar dewasa diperlukan untuk mempercepat pembentukan identitas profesional mereka. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis mengenai operasionalisasi PCK dalam konteks kurikulum fleksibel, serta kontribusi praktis bagi pengembangan program induksi, pelatihan diferensiasi, dan desain asesmen formatif dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Abstract Implementing the Merdeka Curriculum requires novice teachers to exercise adaptive pedagogical competence. Yet prior studies have predominantly focused on general teaching readiness, without examining how this competence is enacted through differentiation and formative assessment practices. This gap underscores the need for empirical investigation into how novice teachers respond to the technical demands of the new curriculum. This study aimed to analyse novice teachers' pedagogical competence in implementing the Merdeka Curriculum in primary schools. A multi-case qualitative design was applied across three primary schools, involving six novice teachers, with data collected through classroom observations, analysis of 18 instructional documents, and in-depth interviews. The data were analysed using thematic cross-case analysis supported by NVivo. Findings indicated that pedagogical competence was developing but inconsistent, particularly in the alignment of instructional goals with learning outcomes, the limited presence of differentiation (15–45 percent), and uneven formative assessment practices. Novice teachers also demonstrated a high need for professional support. The study shows that components of Pedagogical Content Knowledge are not yet fully integrated among novice teachers, and adult-learning–oriented professional support is essential to strengthen their emerging professional identities. These findings contribute theoretically by refining the operationalisation of PCK within a flexible curriculum context, and practically by informing induction programmes, differentiation training, and the design of formative assessment for the Merdeka Curriculum implementation.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Sekolah Dasar melalui Pendekatan Literasi Digital di Daerah 3T Khairul Azmi; Lalu Mukhtar; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/321eb302

Abstract

Penurunan kualitas pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) menjadi salah satu tantangan besar dalam pemerataan pendidikan di Indonesia. Minimnya akses terhadap teknologi dan sumber daya pendidikan mempengaruhi kemampuan siswa dan guru dalam memanfaatkan informasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan literasi digital di sekolah dasar daerah 3T. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris dengan melibatkan guru dan siswa dalam pelatihan penggunaan teknologi digital, yang mencakup penggunaan platform digital untuk pembelajaran dan aplikasi sederhana untuk siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi digital untuk siswa dan observasi terhadap penerapan teknologi oleh guru dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi digital siswa dan peningkatan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Kesimpulannya, literasi digital dapat secara efektif meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T dan dapat direplikasi di wilayah lainnya dengan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan. Kontribusi penelitian ini adalah menunjukkan bahwa literasi digital bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga dapat mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah terpencil, sehingga menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
Pengembangan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Desa Lendang Nangka Baiq Virgia Srihayati; Fedya Diajeng Aryani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/5q2swx78

Abstract

Limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air dan udara, serta ancaman kesehatan masyarakat. Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serupa, di mana sebagian besar limbah organik dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi tepat guna berbasis lokal untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan partisipatif digunakan, melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahap penelitian. Metode penelitian mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, desain dan pembuatan prototipe alat pengolah limbah, serta pelatihan penggunaannya. Alat yang dirancang sederhana, berbasis teknologi lokal, dan terjangkau, sehingga dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan evaluasi penggunaan alat untuk menganalisis efektivitasnya dalam mengurangi limbah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengurangi volume limbah organik hingga 70% dalam waktu singkat, serta menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk pertanian lokal. Selain itu, implementasi teknologi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi tepat guna berbasis lokal dapat menjadi solusi aplikatif untuk pengelolaan limbah rumah tangga di wilayah pedesaan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan model pemberdayaan masyarakat yang relevan dan adaptif, serta dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung keberlanjutan lingkungan
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Ekowisata di Kawasan Gili Bidara Hidayatul Amri; Ikroman Alhamzani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p71r7k03

Abstract

Ekowisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir seperti Gili Bidara. Namun, pengelolaan ekowisata yang efektif membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam aspek manajemen dan keterampilan terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan ekowisata di kawasan Gili Bidara. Metode yang digunakan adalah pengabdian berbasis partisipasi masyarakat dengan pelatihan manajemen ekowisata dan pengembangan sumber daya manusia melalui workshop keterampilan praktis, seperti pemanduan wisata dan pengelolaan homestay. Selain itu, dilakukan pendampingan langsung untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah dipelajari. Hasil utama dari pengabdian ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjalankan operasional ekowisata secara mandiri, termasuk dalam pemasaran digital dan pengelolaan produk wisata berbasis budaya dan lingkungan lokal. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa ekowisata di Gili Bidara dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan mandiri di kawasan pesisir.
Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Manajemen untuk Usaha Mikro di Desa Lendang Nangka Nadia Adawi Hidayatunnisa; Lalu Marzuandi; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/59gapz12

Abstract

UMKM di Desa Lendang Nangka memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal, namun banyak di antaranya yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, terutama terkait dengan manajemen keuangan dan penggunaan teknologi. Minimnya pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi dalam manajemen usaha menghambat efisiensi dan daya saing mereka di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan UMKM melalui pelatihan penerapan sistem informasi manajemen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan dan pendampingan. Pada tahap pelatihan, peserta diajarkan mengenai pentingnya sistem informasi manajemen dan diberikan pengenalan serta simulasi penggunaan aplikasi manajemen keuangan sederhana. Pada tahap pendampingan, peserta diberikan bimbingan langsung untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan aplikasi dan mengintegrasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Selama program ini, dilakukan observasi dan wawancara untuk mengevaluasi kemajuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi manajemen berhasil meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan dan mempermudah peserta dalam pengelolaan transaksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem informasi manajemen dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM. Program ini berkontribusi pada pengembangan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan
Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Bangunan Alternatif di Desa Lendang Nangka Ikroman Alhamzani; Sulkiah; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/ns9bdr68

Abstract

Limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik telah menjadi permasalahan lingkungan utama, khususnya di Desa Lendang Nangka. Setiap tahun, volume limbah plastik meningkat signifikan, mencemari tanah, air, dan udara, serta mengganggu ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menawarkan solusi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif berupa bata plastik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, melibatkan penduduk Desa Lendang Nangka dalam pengumpulan limbah plastik dan proses produksi bata plastik. Tahapan proses meliputi pengumpulan, pencacahan limbah plastik, pencampuran dengan bahan tambahan, serta pencetakan bata plastik menggunakan alat sederhana. Evaluasi dilakukan untuk menilai efisiensi biaya dibandingkan bata konvensional serta manfaat lingkungan yang dihasilkan, termasuk pengurangan volume limbah plastik dan emisi gas rumah kaca. Hasil menunjukkan bahwa bata plastik memiliki biaya produksi lebih rendah dibandingkan bata konvensional, dengan potensi penghematan jangka panjang. Selain itu, program ini berhasil mengurangi volume limbah plastik di Desa Lendang Nangka dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah limbah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah dan inovasi produk ramah lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa