Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Limbah Rumah Tangga di Desa Lendang Nangka Srihayati, Baiq Virgia; Aryani, Fedya Diajeng; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/5q2swx78

Abstract

Limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air dan udara, serta ancaman kesehatan masyarakat. Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serupa, di mana sebagian besar limbah organik dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknologi tepat guna berbasis lokal untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan partisipatif digunakan, melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahap penelitian. Metode penelitian mencakup identifikasi kebutuhan masyarakat, desain dan pembuatan prototipe alat pengolah limbah, serta pelatihan penggunaannya. Alat yang dirancang sederhana, berbasis teknologi lokal, dan terjangkau, sehingga dapat diterapkan dengan mudah oleh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan evaluasi penggunaan alat untuk menganalisis efektivitasnya dalam mengurangi limbah organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengurangi volume limbah organik hingga 70% dalam waktu singkat, serta menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk pertanian lokal. Selain itu, implementasi teknologi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi tepat guna berbasis lokal dapat menjadi solusi aplikatif untuk pengelolaan limbah rumah tangga di wilayah pedesaan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan model pemberdayaan masyarakat yang relevan dan adaptif, serta dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung keberlanjutan lingkungan
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengelolaan Ekowisata di Kawasan Gili Bidara Amri, Hidayatul; Alhamzani, Ikroman; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p71r7k03

Abstract

Ekowisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, terutama di kawasan pesisir seperti Gili Bidara. Namun, pengelolaan ekowisata yang efektif membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam aspek manajemen dan keterampilan terkait. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan ekowisata di kawasan Gili Bidara. Metode yang digunakan adalah pengabdian berbasis partisipasi masyarakat dengan pelatihan manajemen ekowisata dan pengembangan sumber daya manusia melalui workshop keterampilan praktis, seperti pemanduan wisata dan pengelolaan homestay. Selain itu, dilakukan pendampingan langsung untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah dipelajari. Hasil utama dari pengabdian ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjalankan operasional ekowisata secara mandiri, termasuk dalam pemasaran digital dan pengelolaan produk wisata berbasis budaya dan lingkungan lokal. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa ekowisata di Gili Bidara dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan mandiri di kawasan pesisir.
Pelatihan Penerapan Sistem Informasi Manajemen untuk Usaha Mikro di Desa Lendang Nangka Hidayatunnisa, Nadia Adawi; Lalu Marzuandi; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/59gapz12

Abstract

UMKM di Desa Lendang Nangka memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal, namun banyak di antaranya yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, terutama terkait dengan manajemen keuangan dan penggunaan teknologi. Minimnya pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi dalam manajemen usaha menghambat efisiensi dan daya saing mereka di pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan UMKM melalui pelatihan penerapan sistem informasi manajemen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan dan pendampingan. Pada tahap pelatihan, peserta diajarkan mengenai pentingnya sistem informasi manajemen dan diberikan pengenalan serta simulasi penggunaan aplikasi manajemen keuangan sederhana. Pada tahap pendampingan, peserta diberikan bimbingan langsung untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan aplikasi dan mengintegrasikannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Selama program ini, dilakukan observasi dan wawancara untuk mengevaluasi kemajuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi manajemen berhasil meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan dan mempermudah peserta dalam pengelolaan transaksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem informasi manajemen dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM. Program ini berkontribusi pada pengembangan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan
Pemanfaatan Limbah Plastik sebagai Bahan Bangunan Alternatif di Desa Lendang Nangka Alhamzani, Ikroman; Sulkiah; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/ns9bdr68

Abstract

Limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik telah menjadi permasalahan lingkungan utama, khususnya di Desa Lendang Nangka. Setiap tahun, volume limbah plastik meningkat signifikan, mencemari tanah, air, dan udara, serta mengganggu ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menawarkan solusi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif berupa bata plastik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, melibatkan penduduk Desa Lendang Nangka dalam pengumpulan limbah plastik dan proses produksi bata plastik. Tahapan proses meliputi pengumpulan, pencacahan limbah plastik, pencampuran dengan bahan tambahan, serta pencetakan bata plastik menggunakan alat sederhana. Evaluasi dilakukan untuk menilai efisiensi biaya dibandingkan bata konvensional serta manfaat lingkungan yang dihasilkan, termasuk pengurangan volume limbah plastik dan emisi gas rumah kaca. Hasil menunjukkan bahwa bata plastik memiliki biaya produksi lebih rendah dibandingkan bata konvensional, dengan potensi penghematan jangka panjang. Selain itu, program ini berhasil mengurangi volume limbah plastik di Desa Lendang Nangka dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bangunan alternatif dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah limbah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah dan inovasi produk ramah lingkungan yang dapat direplikasi di daerah lain dengan tantangan serupa
Integrasi Kearifan Lokal dan Teknologi Tepat Guna Berbasis Bahan Lokal: Pendekatan Partisipatoris untuk Pengolahan Air Bersih di Komunitas Adat Terpencil Kusnanik, Nining Widyah; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/bmd0xp81

Abstract

Keterbatasan akses air bersih di komunitas adat terpencil masih menjadi tantangan serius akibat hambatan geografis, minimnya infrastruktur, dan rendahnya adopsi teknologi yang selaras dengan konteks sosial-budaya. Sebagian besar program pengolahan air bersih cenderung mengabaikan pemanfaatan bahan lokal dan partisipasi masyarakat, sehingga keberlanjutan intervensi sulit terwujud. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan teknologi penyaring air sederhana berbasis bahan lokal yang adaptif terhadap kearifan masyarakat adat, sekaligus meningkatkan literasi air bersih dan kesehatan komunitas. Menggunakan pendekatan partisipatoris berbasis komunitas dengan desain riset tindakan, kegiatan dilakukan di Dusun Sukatain, Lombok Timur, melibatkan 30 partisipan yang dipilih secara purposif. Tahapan mencakup identifikasi masalah, perancangan dan uji coba filtrasi bertingkat (kerikil, pasir, arang tempurung kelapa), pelatihan praktis, serta monitoring-evaluasi berbasis uji laboratorium dan analisis tematik. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kekeruhan (50 NTU menjadi 3 NTU), warna (80 TCU menjadi 5 TCU), dan skor bau (4 menjadi 1), yang memenuhi standar Permenkes RI. Kasus diare turun 80% dan infeksi kulit turun 83% dalam tiga bulan pasca-implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi teknis dengan kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memperkuat kapasitas teknis dan sosial komunitas, menawarkan model replikasi untuk wilayah adat lain di Indonesia. Limited access to clean water in remote indigenous communities remains a critical challenge due to geographical barriers, inadequate infrastructure, and the low adoption of technologies aligned with socio-cultural contexts. Most clean water treatment initiatives tend to overlook the use of locally sourced materials and community participation, resulting in poor sustainability of interventions. This study aimed to design and implement a simple water filtration technology utilizing locally available materials, adaptive to indigenous knowledge, while enhancing clean water literacy and community health. Employing a community-based participatory approach within an action research framework, the project was conducted in Sukatain Hamlet, East Lombok, involving 30 purposively selected participants. The stages comprised problem identification, design and testing of a multi-layer filtration system (gravel, sand, coconut shell charcoal), hands-on training, and monitoring–evaluation based on laboratory tests and thematic analysis. Results demonstrated a significant reduction in turbidity (from 50 NTU to 3 NTU), color (from 80 TCU to 5 TCU), and odor score (from 4 to 1), all meeting the Indonesian Ministry of Health standards. Incidences of diarrhea decreased by 80% and skin infections by 83% within three months post-implementation. These findings underscore that integrating technical innovation with indigenous wisdom not only improves water quality but also strengthens the technical and social capacity of communities, offering a replicable model for other indigenous areas in Indonesia.
Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Paving Block Ramah Lingkungan melalui Model Service Learning Berbasis Komunitas Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/twm8jc98

Abstract

Limbah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan paling mendesak di Indonesia, dengan volume tahunan yang terus meningkat dan minimnya strategi pengelolaan di tingkat masyarakat. Meski terdapat berbagai inisiatif daur ulang, masih terdapat kesenjangan pengetahuan terkait penerapan teknologi produksi paving block plastik pada skala rumah tangga, keterlibatan masyarakat marginal, serta bukti kualitas produk dalam penggunaan jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan limbah plastik berbasis service learning komunitas yang mampu menghasilkan paving block ramah lingkungan sesuai standar mutu. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan di sebuah desa mitra dengan melibatkan 30 peserta (ibu rumah tangga dan pemuda) melalui tahapan pengumpulan limbah, pelatihan teknis, produksi, pengujian laboratorium, dan perencanaan pemasaran. Data dikumpulkan menggunakan checklist observasi dan uji tekan, dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 100 menjadi 200 unit per bulan, mutu produk memenuhi SNI 03-0691-1996 (kuat tekan 27,5 MPa; daya serap air 6,8%; ketahanan aus 0,71 mm/menit), serta peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 65%. Model ini membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat mencapai kualitas industri bila dikombinasikan dengan pelatihan terarah, dan mampu memberdayakan kelompok rentan secara ekonomi. Ke depan, replikasi model ini berpotensi memperluas dampak pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Plastic waste is one of the most urgent environmental problems in Indonesia, with annual volumes continuously increasing and limited management strategies at the community level. Although various recycling initiatives exist, there remain knowledge gaps regarding the application of plastic paving block production technology at the household scale, the involvement of marginalized communities, and evidence of product quality over long-term use. This project aimed to develop a community-based service-learning model for plastic waste management capable of producing environmentally friendly paving blocks that meet quality standards. A descriptive qualitative approach was applied in a partner village involving 30 participants (housewives and youth) through stages of waste collection, technical training, production, laboratory testing, and marketing planning. Data were collected using observation checklists and compressive strength tests, and analyzed descriptively and quantitatively. Results showed an increase in production capacity from 100 to 200 units per month, product quality meeting SNI 03-0691-1996 standards (compressive strength 27.5 MPa; water absorption 6.8%; abrasion resistance 0.71 mm/min), and a 65% increase in community participation. This model demonstrates that simple technology can achieve industrial quality when combined with targeted training, while economically empowering vulnerable groups. Moving forward, replicating this model has the potential to expand the impact of plastic waste management while fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Pemberdayaan UMKM Disabilitas melalui Inovasi Aplikasi Mobile Inklusif dengan Pendekatan Participatory Design Sulkiah; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/2jbw3f70

Abstract

Penyandang disabilitas menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses pasar, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga minimnya sarana promosi inklusif, yang berdampak pada rendahnya daya saing UMKM disabilitas. Kesenjangan ini diperparah oleh kurangnya aplikasi pemasaran yang dirancang khusus, minimnya integrasi teknologi digital dengan pelatihan kewirausahaan, serta ketiadaan model pendampingan digital berkelanjutan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akses pasar UMKM disabilitas melalui pengembangan aplikasi mobile berbasis inklusi digital yang terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan online. Menggunakan pendekatan Participatory Design, penelitian ini melibatkan 20 pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Lombok Timur melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan aplikasi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan log penggunaan aplikasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui usability testing. Hasil menunjukkan peningkatan omzet pada 70% pelaku UMKM, perluasan pasar pada 60% pengguna, efisiensi promosi pada 80%, peningkatan keterampilan digital pada 75%, serta kepuasan pengguna sebesar 85%. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi mobile inklusif efektif mengatasi hambatan pemasaran sekaligus membangun kapasitas digital dan keberlanjutan usaha. Implikasi penelitian ini mendorong replikasi model serupa di wilayah lain, dengan potensi penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan adaptif. Persons with disabilities face significant barriers in accessing markets, ranging from mobility limitations to the lack of inclusive promotional tools, which negatively affect the competitiveness of disability-owned MSMEs. This gap is further exacerbated by the absence of marketing applications specifically designed for this group, limited integration of digital technology with entrepreneurship training, and the lack of sustainable digital mentoring models for vulnerable communities. This study aims to enhance market access for disability-owned MSMEs through the development of a mobile application based on digital inclusion, integrated with entrepreneurship training and online mentoring. Using a Participatory Design approach, the study involved 20 disability-owned MSMEs in East Lombok Regency through stages of needs analysis, application development, training, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, and application usage logs, and were analyzed descriptively and via usability testing. The results show a 15–30% sales increase for 70% of MSMEs, market expansion for 60% of users, promotion efficiency for 80%, improved digital skills for 75%, and user satisfaction of 85%. These findings confirm that inclusive mobile technology effectively addresses marketing barriers while building digital capacity and business sustainability. The implications encourage replication of similar models in other regions, with potential to strengthen an inclusive and adaptive economic empowerment ecosystem.
Inovasi Alat Pengering Ikan Portabel Tenaga Surya untuk Peningkatan Efisiensi, Kualitas, dan Nilai Ekonomi Nelayan Skala Kecil Wirakesuma, Dadang Warta Chandra; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/rxkys276

Abstract

Metode pengeringan ikan tradisional yang digunakan nelayan skala kecil di Indonesia masih rentan terhadap variabilitas cuaca, kontaminasi, serta kualitas produk yang tidak konsisten, sehingga menurunkan nilai jual dan menyebabkan kerugian ekonomi. Meskipun pemanfaatan energi terbarukan semakin banyak didiskusikan, masih terbatas perhatian terhadap desain alat pengering ikan tenaga surya yang terjangkau, portabel, dan sesuai dengan kebutuhan sosial-ekonomi nelayan kecil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan alat pengering ikan tenaga surya berbiaya rendah untuk meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk, serta dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan pendekatan pengembangan teknologi terapan, kegiatan dilaksanakan di Desa Padak Goar melibatkan 15 nelayan yang dipilih secara purposif. Tahapan meliputi perancangan dan fabrikasi alat, uji kinerja lapangan, pelatihan penggunaan, serta evaluasi melalui uji laboratorium kadar air, uji organoleptik, dan survei kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengeringan berkurang hingga 40% dibandingkan metode tradisional, sementara produk yang dihasilkan konsisten memenuhi standar kadar air SNI (≤25%), sehingga lebih higienis dan layak pasar. Selain itu, harga jual ikan kering meningkat rata-rata 15% dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 93% terkait kecepatan, kebersihan, dan kemudahan penggunaan alat. Temuan ini membuktikan bahwa pengering tenaga surya tidak hanya meningkatkan efisiensi teknis, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan penerimaan sosial. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada perikanan skala kecil, sekaligus berkontribusi secara teoretis pada pengembangan pengetahuan mengenai inovasi energi terbarukan dalam pengolahan hasil perikanan berbasis masyarakat. Traditional fish drying methods among small-scale fishers in Indonesia remain vulnerable to weather variability, contamination, and inconsistent quality, leading to reduced market value and economic losses. Despite the growing discourse on renewable energy applications, limited attention has been given to the design of solar-powered fish dryers that are affordable, portable, and socially adapted to the needs of small-scale fishers. This study aimed to develop and implement a low-cost solar fish dryer to improve processing efficiency, product quality, and economic outcomes for coastal communities. Using an applied technology development approach, the project was conducted in Padak Goar Village with 15 purposively selected fishers. The stages included design and fabrication of the dryer, field performance tests, training sessions, and evaluation through laboratory analysis of moisture content, organoleptic tests, and user satisfaction surveys. Findings revealed that drying time was reduced by 40% compared to traditional methods, while the resulting products consistently met the national moisture standard (≤25%), ensuring hygienic and marketable quality. Moreover, the average selling price of dried fish increased by 15%, accompanied by a high acceptance rate, with 93% of participants expressing satisfaction regarding speed, cleanliness, and ease of use. These results demonstrate that the solar dryer not only enhances technical efficiency but also strengthens economic resilience and social acceptance. The study contributes practically by offering a replicable model of appropriate technology for small-scale fisheries and theoretically by enriching knowledge on the intersection of renewable energy innovations and community-based fisheries processing.
Inovasi Smart Greenhouse Berbasis Sensor dalam Mengatasi Tantangan Produksi Sayuran Organik di Wilayah Pedesaan Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p0h1as48

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan yang dihadapi petani organik dalam mengelola kondisi lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan hasil panen. Dengan meningkatnya permintaan akan sayuran organik, terdapat kebutuhan nyata untuk menerapkan teknologi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan smart greenhouse berbasis sensor yang berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 10 petani di Desa Lendang Nangka Utara, yang mencakup pemasangan sistem, pelatihan, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sayuran organik meningkat rata-rata 25% setelah penerapan teknologi ini, dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan peningkatan keterampilan petani dalam menggunakan sensor IoT. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan smart greenhouse dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal dan nasional, serta memberdayakan petani untuk mengelola pertanian mereka secara mandiri. The increasing demand for organic vegetables, driven by growing public awareness of health and environmental sustainability, highlights a critical gap in the adoption of modern agricultural technologies among local farmers, particularly in rural areas. This study aimed to implement a low-cost, sensor-based smart greenhouse to enhance the productivity and sustainability of organic vegetable farming. Employing a participatory action research approach, the project engaged ten organic farmers in Lendang Nangka Utara, focusing on system installation, operational training, and ongoing monitoring of plant growth and harvest outcomes. The findings revealed a significant average increase of 25% in organic vegetable production following the implementation of the smart greenhouse, alongside improved pest control due to stable microclimate conditions. Additionally, farmers acquired new skills in utilizing simple IoT sensors for sustainable cultivation practices. These results underscore the potential of smart greenhouse technology to empower local farmers, contributing to food security and environmental conservation. The study advocates for broader adoption of such technologies to foster sustainable agricultural practices and enhance the resilience of local farming communities.
Penggunaan Batu Pecah Lokal dalam Konstruksi Srihayati, Baiq Virgia; Burhan, Lalu Ibrohim
DINAMIKA: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 1 No. 01 (2025): Inovasi Material dan Struktur Adaptif untuk Infrastruktur Masa Depan
Publisher : PT. Lalu Ibrohim Burhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/15dx8h49

Abstract

Penggunaan batu pecah dalam konstruksi merupakan topik yang penting dalam bidang teknik sipil, karena batu pecah merupakan salah satu material utama dalam pembuatan beton dan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kelayakan penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi, dengan fokus pada karakteristik fisik, mekanik, dan geologisnya. Metodologi penelitian melibatkan pengambilan sampel batu pecah dari berbagai lokasi penambangan, dilanjutkan dengan pengujian laboratorium untuk mengidentifikasi distribusi ukuran partikel, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan variasi yang signifikan dalam sifat fisik dan mekanik batu pecah dari berbagai sumber lokal. Analisis gradasi agregat, kepadatan bulk, kekuatan tekan, ketahanan abrasi, komposisi mineralogi, dan reaktivitas alkali-silika memberikan pemahaman yang mendalam tentang kualitas material. Korelasi antara karakteristik geologi dan sifat mekanik dan fisik batu pecah menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek geologi dalam pemilihan material konstruksi. Evaluasi kelayakan batu pecah lokal menghasilkan rekomendasi penggunaan berdasarkan standar kualitas dan karakteristik geologi. Batu pecah dari sumber yang memenuhi standar direkomendasikan untuk digunakan dalam aplikasi konstruksi, sementara yang tidak memenuhi standar memerlukan perhatian lebih lanjut. Panduan praktis yang disusun memberikan pedoman yang berguna bagi praktisi konstruksi dalam pemilihan dan penggunaan batu pecah lokal, memastikan bahwa material yang dipilih sesuai dengan kondisi geologi setempat dan memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Validasi lapangan memperkuat hasil penelitian dengan menunjukkan bahwa batu pecah yang memenuhi standar laboratorium juga menunjukkan performa yang baik di lapangan. Observasi dan umpan balik dari proyek konstruksi nyata memberikan pemahaman tambahan tentang kinerja material dalam situasi praktis. Berdasarkan hasil validasi lapangan, panduan pemilihan dan penggunaan batu pecah diperbarui untuk meningkatkan relevansi dan efektivitasnya dalam aplikasi lapangan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang penggunaan batu pecah lokal dalam konstruksi dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.