Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Literasi Keuangan bagi Petani melalui Program Edukasi di Kabupaten Lombok Timur Baiq Virgia Srihayati; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/96j4kc60

Abstract

Rendahnya literasi keuangan di kalangan petani di Kabupaten Lombok Timur menyebabkan kesulitan dalam mengakses modal formal dan meningkatkan ketergantungan pada sistem pembiayaan informal yang merugikan. Literasi keuangan yang memadai dapat membantu petani dalam menyusun anggaran, mengelola pendapatan, dan membuat keputusan keuangan yang lebih rasional guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan petani melalui program edukasi berbasis kebutuhan lokal dengan pendekatan partisipatif. Program ini melibatkan 50 petani dari berbagai desa dan terdiri dari tiga tahap utama: identifikasi kebutuhan melalui survei awal, workshop edukasi yang mencakup pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan, serta pendampingan individu untuk membantu petani menyusun strategi keuangan yang lebih baik. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test guna mengukur efektivitas program dalam meningkatkan literasi keuangan peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan petani dalam menyusun anggaran, memahami berbagai opsi pembiayaan seperti koperasi dan perbankan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan hasil panen. Temuan ini menegaskan bahwa program edukasi keuangan berbasis kebutuhan lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas manajemen keuangan petani dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap tengkulak. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung strategi pemberdayaan ekonomi petani melalui literasi keuangan dan dapat dijadikan model intervensi di wilayah dengan karakteristik serupa.
Pelatihan E-Commerce bagi UMKM di Wilayah Perdesaan untuk Mendukung Transformasi Digital Fedya Diajeng Aryani; Nadia Adawi Hidayatunnisa; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/bfr1wf41

Abstract

UMKM di wilayah perdesaan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing mereka. Keterbatasan literasi digital dan akses pasar yang terbatas menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan e-commerce sebagai strategi bisnis. Transformasi digital melalui pelatihan e-commerce menjadi langkah yang diperlukan untuk mendukung UMKM desa agar lebih adaptif dalam era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan e-commerce dalam meningkatkan keterampilan digital dan daya saing UMKM perdesaan. Metode yang digunakan adalah pendampingan melalui workshop yang melibatkan UMKM di Kabupaten Lombok Timur. Pelatihan terdiri dari tiga sesi utama: pengenalan e-commerce, pembuatan toko online, dan pemasaran digital. Evaluasi dilakukan melalui monitoring perkembangan UMKM setelah pelatihan serta analisis efektivitas program berdasarkan peningkatan keterampilan dan jangkauan pasar peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berdampak positif terhadap peningkatan jumlah UMKM yang memiliki toko online aktif serta pemahaman mereka dalam strategi pemasaran digital. Implementasi e-commerce terbukti meningkatkan penjualan dan memperluas pasar UMKM desa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa e-commerce merupakan strategi efektif bagi UMKM perdesaan dalam menghadapi transformasi digital. Ke depan, diperlukan program lanjutan berupa mentoring dan dukungan infrastruktur digital untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi oleh UMKM desa. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan UMKM berbasis digital guna memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital.
Pendampingan Pembuatan Produk Inovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Desa Lendang Nangka Hidayatul Amri; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/8zyvzy73

Abstract

Pemanfaatan kearifan lokal sebagai dasar pengembangan produk inovatif memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, keterbatasan dalam inovasi produk, pengemasan, serta strategi pemasaran masih menjadi tantangan utama yang menyebabkan daya saing produk lokal rendah di pasar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendampingan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menciptakan produk inovatif berbasis kearifan lokal di Desa Lendang Nangka.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif melalui serangkaian tahapan, yaitu identifikasi potensi lokal, pelaksanaan workshop, evaluasi produk, dan pendampingan dalam pemasaran produk. Workshop yang dilaksanakan mencakup pelatihan inovasi desain, teknik pengemasan yang menarik dan higienis, serta strategi pemasaran konvensional dan digital. Evaluasi dilakukan dengan menilai kualitas produk yang dihasilkan serta menganalisis dampak program terhadap pemahaman dan keterampilan peserta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan produk dengan nilai jual tinggi dan daya saing lebih baik. Produk berbasis kearifan lokal yang dikembangkan mendapat respons positif dari pasar, terutama karena inovasi dalam desain dan strategi pemasaran.Ke depan, program ini perlu diperluas dengan diversifikasi produk dan optimalisasi pemasaran digital. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal melalui strategi inovasi produk yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Biogas dari Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Alternatif di Desa Lendang Nangka LALU MARZUANDI; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/eka1td11

Abstract

Desa Lendang Nangka menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah pertanian yang belum optimal serta keterbatasan akses terhadap energi konvensional. Kondisi ini berdampak pada pencemaran lingkungan dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil, yang semakin terbatas dan mahal. Oleh karena itu, diperlukan solusi energi alternatif yang berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terhadap efisiensi energi, pengurangan limbah, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Lendang Nangka. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi sosialisasi konsep biogas, pelatihan teknis pembuatan biodigester, serta pendampingan dan evaluasi efektivitas biogas sebagai sumber energi alternatif. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Desa Lendang Nangka yang memiliki potensi dalam mengembangkan teknologi biogas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis kuantitatif terhadap efisiensi produksi serta dampak ekonomi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas mampu memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari beberapa rumah tangga, mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan kayu bakar, serta mengurangi pencemaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Dari aspek ekonomi, penggunaan biogas terbukti menghemat biaya energi rumah tangga dan membuka peluang usaha berbasis residu biodigester sebagai pupuk organik. Secara keseluruhan, pemanfaatan biogas berbasis limbah pertanian terbukti sebagai solusi energi alternatif yang berkelanjutan. Ke depan, program ini perlu didukung dengan pengembangan teknologi biodigester yang lebih efisien serta kebijakan subsidi dan insentif dari pemerintah agar implementasi energi terbarukan semakin luas dan berkelanjutan.
Pengembangan Energi Terbarukan melalui Panel Surya di Desa Tertinggal Ikroman Alhamzani; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/ryx0kd84

Abstract

Banyak desa tertinggal di Indonesia masih mengalami keterbatasan akses listrik, yang berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ketimpangan ini menyebabkan masyarakat kesulitan memanfaatkan teknologi modern yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi panel surya sebagai solusi energi terbarukan guna meningkatkan akses listrik di desa tertinggal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif, dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi dampak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan survei terhadap rumah tangga yang mengalami keterbatasan energi listrik. Implementasi mencakup pemasangan sistem panel surya skala kecil dan pelatihan teknis bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam pemeliharaan sistem. Evaluasi dilakukan dengan mengukur efisiensi sistem panel surya, dampak ekonomi, serta tingkat kesiapan masyarakat dalam mengelola sistem energi secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemasangan panel surya, 85% rumah tangga kini memiliki akses listrik yang stabil, yang berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan. Selain itu, terjadi efisiensi biaya hingga 40% dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil. Penerapan panel surya di desa tertinggal berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan energi masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendukung, pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak desa tertinggal.
Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Strategi Branding dan Digital Marketing Berbasis Media Sosial Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 02 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/9n5kd859

Abstract

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, rendahnya literasi digital dan lemahnya strategi branding menjadi kendala serius dalam meningkatkan daya saing UMKM di era transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan strategi branding dan digital marketing berbasis media sosial guna memperkuat daya saing usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan secara partisipatif. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah dengan pelaku UMKM aktif namun memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial. Materi pelatihan mencakup identifikasi produk, perencanaan konten, manajemen merek, dan strategi komunikasi digital yang efektif. Evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta praktik penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap branding dan pemasaran digital serta peningkatan keterampilan dalam membuat konten promosi yang konsisten dan menarik. Temuan ini menyimpulkan bahwa pelatihan terstruktur dan kolaboratif mampu menjembatani kesenjangan digital serta mendorong UMKM menjadi lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada model pelatihan berbasis komunitas yang efektif dalam memperkuat ekosistem UMKM digital dan meningkatkan ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Mengolah Limbah Rumput Laut Menjadi Pupuk Organik Untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia kusma zayadi; Rian Zohri; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.fjcjh717

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2024 di Desa Kerta Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan partisipasi masyarakat dalam mengolah limbah rumput laut menjadi pupuk organik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah rumput laut yang melimpah dan tingginya ketergantungan petani pada pupuk kimia , yang diperparah oleh kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah organik. Kegiatan ini menggunakan metode pendampingan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan teknik fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk secara mandiri, di mana sebelumnya mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi serupa. Program pelatihan ini berhasil menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan praktik langsung dalam upaya pemanfaatan potensi desa untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan masalah lingkungan.  Abstract The Community Service Program through Real Work Lectures (KKN) in 2024 in Kerta Sari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, aims to improve community skills and participation in processing seaweed waste into organic fertilizer. The main problems faced are the suboptimal utilization of abundant seaweed waste and the high dependence of farmers on chemical fertilizers, which is exacerbated by the lack of community knowledge in processing organic waste. This activity uses a participatory mentoring method through socialization, training, and direct practice of making liquid organic fertilizer (POC) using fermentation techniques. The results of the activity showed an increase in community knowledge and skills in making fertilizer independently, where previously they had never received similar socialization. This training program succeeded in fostering community independence to reduce dependence on chemical fertilizers and encourage the use of local resources to create sustainable agriculture. These findings emphasize the importance of an educational approach and direct practice in efforts to utilize village potential to overcome fertilizer scarcity and environmental problems.
Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Paving Block Ramah Lingkungan melalui Model Service Learning Berbasis Komunitas Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/twm8jc98

Abstract

Limbah plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan paling mendesak di Indonesia, dengan volume tahunan yang terus meningkat dan minimnya strategi pengelolaan di tingkat masyarakat. Meski terdapat berbagai inisiatif daur ulang, masih terdapat kesenjangan pengetahuan terkait penerapan teknologi produksi paving block plastik pada skala rumah tangga, keterlibatan masyarakat marginal, serta bukti kualitas produk dalam penggunaan jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan limbah plastik berbasis service learning komunitas yang mampu menghasilkan paving block ramah lingkungan sesuai standar mutu. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan di sebuah desa mitra dengan melibatkan 30 peserta (ibu rumah tangga dan pemuda) melalui tahapan pengumpulan limbah, pelatihan teknis, produksi, pengujian laboratorium, dan perencanaan pemasaran. Data dikumpulkan menggunakan checklist observasi dan uji tekan, dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dari 100 menjadi 200 unit per bulan, mutu produk memenuhi SNI 03-0691-1996 (kuat tekan 27,5 MPa; daya serap air 6,8%; ketahanan aus 0,71 mm/menit), serta peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 65%. Model ini membuktikan bahwa teknologi sederhana dapat mencapai kualitas industri bila dikombinasikan dengan pelatihan terarah, dan mampu memberdayakan kelompok rentan secara ekonomi. Ke depan, replikasi model ini berpotensi memperluas dampak pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Plastic waste is one of the most urgent environmental problems in Indonesia, with annual volumes continuously increasing and limited management strategies at the community level. Although various recycling initiatives exist, there remain knowledge gaps regarding the application of plastic paving block production technology at the household scale, the involvement of marginalized communities, and evidence of product quality over long-term use. This project aimed to develop a community-based service-learning model for plastic waste management capable of producing environmentally friendly paving blocks that meet quality standards. A descriptive qualitative approach was applied in a partner village involving 30 participants (housewives and youth) through stages of waste collection, technical training, production, laboratory testing, and marketing planning. Data were collected using observation checklists and compressive strength tests, and analyzed descriptively and quantitatively. Results showed an increase in production capacity from 100 to 200 units per month, product quality meeting SNI 03-0691-1996 standards (compressive strength 27.5 MPa; water absorption 6.8%; abrasion resistance 0.71 mm/min), and a 65% increase in community participation. This model demonstrates that simple technology can achieve industrial quality when combined with targeted training, while economically empowering vulnerable groups. Moving forward, replicating this model has the potential to expand the impact of plastic waste management while fostering inclusive and sustainable local economic growth.
Pemberdayaan UMKM Disabilitas melalui Inovasi Aplikasi Mobile Inklusif dengan Pendekatan Participatory Design Sulkiah; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/2jbw3f70

Abstract

Penyandang disabilitas menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses pasar, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga minimnya sarana promosi inklusif, yang berdampak pada rendahnya daya saing UMKM disabilitas. Kesenjangan ini diperparah oleh kurangnya aplikasi pemasaran yang dirancang khusus, minimnya integrasi teknologi digital dengan pelatihan kewirausahaan, serta ketiadaan model pendampingan digital berkelanjutan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akses pasar UMKM disabilitas melalui pengembangan aplikasi mobile berbasis inklusi digital yang terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan online. Menggunakan pendekatan Participatory Design, penelitian ini melibatkan 20 pelaku UMKM disabilitas di Kabupaten Lombok Timur melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan aplikasi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan log penggunaan aplikasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui usability testing. Hasil menunjukkan peningkatan omzet pada 70% pelaku UMKM, perluasan pasar pada 60% pengguna, efisiensi promosi pada 80%, peningkatan keterampilan digital pada 75%, serta kepuasan pengguna sebesar 85%. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi mobile inklusif efektif mengatasi hambatan pemasaran sekaligus membangun kapasitas digital dan keberlanjutan usaha. Implikasi penelitian ini mendorong replikasi model serupa di wilayah lain, dengan potensi penguatan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan adaptif. Persons with disabilities face significant barriers in accessing markets, ranging from mobility limitations to the lack of inclusive promotional tools, which negatively affect the competitiveness of disability-owned MSMEs. This gap is further exacerbated by the absence of marketing applications specifically designed for this group, limited integration of digital technology with entrepreneurship training, and the lack of sustainable digital mentoring models for vulnerable communities. This study aims to enhance market access for disability-owned MSMEs through the development of a mobile application based on digital inclusion, integrated with entrepreneurship training and online mentoring. Using a Participatory Design approach, the study involved 20 disability-owned MSMEs in East Lombok Regency through stages of needs analysis, application development, training, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, and application usage logs, and were analyzed descriptively and via usability testing. The results show a 15–30% sales increase for 70% of MSMEs, market expansion for 60% of users, promotion efficiency for 80%, improved digital skills for 75%, and user satisfaction of 85%. These findings confirm that inclusive mobile technology effectively addresses marketing barriers while building digital capacity and business sustainability. The implications encourage replication of similar models in other regions, with potential to strengthen an inclusive and adaptive economic empowerment ecosystem.
Inovasi Alat Pengering Ikan Portabel Tenaga Surya untuk Peningkatan Efisiensi, Kualitas, dan Nilai Ekonomi Nelayan Skala Kecil Dadang Warta Chandra Wirakesuma; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/rxkys276

Abstract

Metode pengeringan ikan tradisional yang digunakan nelayan skala kecil di Indonesia masih rentan terhadap variabilitas cuaca, kontaminasi, serta kualitas produk yang tidak konsisten, sehingga menurunkan nilai jual dan menyebabkan kerugian ekonomi. Meskipun pemanfaatan energi terbarukan semakin banyak didiskusikan, masih terbatas perhatian terhadap desain alat pengering ikan tenaga surya yang terjangkau, portabel, dan sesuai dengan kebutuhan sosial-ekonomi nelayan kecil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan alat pengering ikan tenaga surya berbiaya rendah untuk meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk, serta dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan pendekatan pengembangan teknologi terapan, kegiatan dilaksanakan di Desa Padak Goar melibatkan 15 nelayan yang dipilih secara purposif. Tahapan meliputi perancangan dan fabrikasi alat, uji kinerja lapangan, pelatihan penggunaan, serta evaluasi melalui uji laboratorium kadar air, uji organoleptik, dan survei kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengeringan berkurang hingga 40% dibandingkan metode tradisional, sementara produk yang dihasilkan konsisten memenuhi standar kadar air SNI (≤25%), sehingga lebih higienis dan layak pasar. Selain itu, harga jual ikan kering meningkat rata-rata 15% dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 93% terkait kecepatan, kebersihan, dan kemudahan penggunaan alat. Temuan ini membuktikan bahwa pengering tenaga surya tidak hanya meningkatkan efisiensi teknis, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan penerimaan sosial. Secara praktis, penelitian ini menawarkan model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada perikanan skala kecil, sekaligus berkontribusi secara teoretis pada pengembangan pengetahuan mengenai inovasi energi terbarukan dalam pengolahan hasil perikanan berbasis masyarakat. Traditional fish drying methods among small-scale fishers in Indonesia remain vulnerable to weather variability, contamination, and inconsistent quality, leading to reduced market value and economic losses. Despite the growing discourse on renewable energy applications, limited attention has been given to the design of solar-powered fish dryers that are affordable, portable, and socially adapted to the needs of small-scale fishers. This study aimed to develop and implement a low-cost solar fish dryer to improve processing efficiency, product quality, and economic outcomes for coastal communities. Using an applied technology development approach, the project was conducted in Padak Goar Village with 15 purposively selected fishers. The stages included design and fabrication of the dryer, field performance tests, training sessions, and evaluation through laboratory analysis of moisture content, organoleptic tests, and user satisfaction surveys. Findings revealed that drying time was reduced by 40% compared to traditional methods, while the resulting products consistently met the national moisture standard (≤25%), ensuring hygienic and marketable quality. Moreover, the average selling price of dried fish increased by 15%, accompanied by a high acceptance rate, with 93% of participants expressing satisfaction regarding speed, cleanliness, and ease of use. These results demonstrate that the solar dryer not only enhances technical efficiency but also strengthens economic resilience and social acceptance. The study contributes practically by offering a replicable model of appropriate technology for small-scale fisheries and theoretically by enriching knowledge on the intersection of renewable energy innovations and community-based fisheries processing.