Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Teaching English at primary school under Merdeka curriculum: Students' voices Falah, Irfan Fajrul; Apsari, Yanuarti; Kusumah, Rita
The Proceedings of English Language Teaching, Literature, and Translation (ELTLT) Vol. 12 (2023)
Publisher : The Proceedings of English Language Teaching, Literature, and Translation (ELTLT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of the education curriculum is inevitable since the quality of teaching and learning should be improved. In Indonesia for instance, it has experienced more than 10 changes since the independence up to now where the Merdeka curriculum is implemented. As a part of the curriculum, the status of English at the primary level remains the same. It is an elective subject that can be taught based on school readiness which is no different compared to the previous curriculum (K-13 Curriculum). However, given the new look of the curriculum that emphasizes students' interest and needs in learning, it is worth identifying how students at primary schools perceive learning. In addition, the students' voices particularly in teaching English have not been given priority. The participants of the study were 147 primary school students (N-147, 80 males and 67 females) who learn English in the first and fourth grades. In this study, the researchers used several techniques for collecting data including a questionnaire that cover four aspects; students’ interests; methods; media, and students’ comprehension activities. In addition, the researchers use also focus group discussions that were held on the site. The results show that several issues are still there to be solved sooner rather than later. Therefore, the quality of teaching English at the primary level could be better in the future.
TECHNOLOGY-MEDIATED TASK-BASED LEARNING (TTL) TO IMPROVE STUDENT’S PRODUCTIVE SKILLS IN PRIMARY SCHOOL Ahmad Haerudin, Dodi; Falah, Irfan Fajrul; Kusumah, Rita
ELTIN Journal Vol 12 No 2 (2024): VOLUME 12, ISSUE 2, OCTOBER 2024
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English language skills, especially speaking and writing, are essential since it can help the students to express their ideas and thoughts. However, developing these skills takes work and require serious effort. The combination of technology and technology-mediated task-based learning (TBLT) is a suitable formula to improve speaking and writing skills, especially for students in elementary schools. This is a mixed-method study where qualitative and quantitative approaches complement each other. A total of 56 4th-grade elementary school students who were divided into experimental groups (n-28) and control groups (n-28) became participants in this study. The data collection techniques used were tests, observation, and interviews. Meanwhile, for data analysis, this study used statistical analysis for quantitative data and content analysis for qualitative data. The results indicate that the use of technology-mediated task-based learning had an effect on students' speaking and writing skills. This can be seen from the statistical test results of Asymp. Sig two-tailed (0.037) that is lower than 0.05. In addition, using Technology-mediated task-based learning has several advantages, including creating exciting learning and increasing students' engagement. However, several challenges must also be considered, including teacher creativity in designing and the need for students to adapt to the implemented design.
PENGARUH PENERAPAN ICE BREAKING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KERTAUNGARAN Nugraha Cahya Wiguna; Irfan Fajrul Falah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam penelitian selanjutnya dan memberikan informasi kepada guru dan sekolah. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN kertaungaran yang berjumlah 35. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebar angket skala likert. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan realibilitas. Uji prasyarat dilakukan dengan uji normalitas. Uji hipotesis menggunakan Paired Samples Test. hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa. Dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ice breaking Terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IV SDN Kertaungaran. Hal ini juga diperkuat oleh hasil postest motivasi belajar peserta didik yang berada pada kategori tinggi sebanyak 9 peserta didik, kategori sedang sebanyak 20 peserta didik dan kategori rendah senyak 6 peserta didik.
THE PORTRAIT OF TEACHING ENGLISH IN PRIMARY SCHOOL UNDER KURIKULUM MERDEKA: TEACHERS’ VOICES Falah, Irfan Fajrul; Kusumah, Rita; Apsari, Yanuarti; Sari, Agatha Kristi Pramudika
Wiralodra English Journal (WEJ) Vol. 8 No. 2 (2024): Wiralodra English Journal (WEJ)
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v8i2.274

Abstract

The changes in the national curriculum in Indonesia have been regular since the independence. It is an action taken to improve the quality of education given the demands of both era and society as well as a preparation of more competitive outcomes. This study concerns teachers' perceptions of the current curriculum (Kurikulum Merdeka). It is important to see how it is going in the practical field, particularly in teaching English in primary schools. This study employed a case study design where Six English teachers from six different schools in Kuningan, West Java, Indonesia took part as participants in the current study. They were interviewed in two modes, onsite and online, to share their views regarding the Merdeka curriculum implementation. The data from the interviews were analyzed through qualitative analysis. The result shows that both schools and policymakers have done several aspects regarding the implementation. Meanwhile, along with its implementation, the challenges exist including time allotment, students’ proficiency, and students' motivation, Therefore, the findings should be taken seriously, to improve the quality of teaching English at the primary level.  
IMPLEMENTASI MODEL THINK TALK WRITE BERBASIS MULTIMEDIAUNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS KELAS VSEKOLAH DASAR Rusnilawati Rusnilawati; Irfan Fajrul Falah
Jurnal Lensa Pendas Vol 1 No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar merupakan pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan mengajar guru, aktivitas belajar, serta hasil belajar siswa kelas VA SD Islam Al-Madina Kota Semarang melalui penerapan model Think Talk Write berbasis multimedia.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus. Setiap siklus terdapat empat tahapan yang dilalui yaitu perencanaan, pelaksanakan, pengamantan dan refleksi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskripstif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Keterampilan guru siklus I mendapatkan skor 27 kategori baik, pada siklus II skor 30 kategori sangat baik, dan siklus III meningkat dengan skor 34 kategori sangat baik. (2) Aktivitas siswa siklus I mendapatkan skor 21.14 kategori baik, pada siklus II skor 23.20 kategori baik, dan siklus III meningkat dengan skor 27.30 kategori sangat baik. (3) Ketuntasan belajar klasikal siswa siklus I 76% meningkat pada siklus II menjadi 83,33%, dan meningkat pada siklus III menjadi 90%. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model Think Talk Write berbasis multimedia dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.
KOLABORASI QUESTION AND ANSWER TECHNIQUE DAN SEE DIFFERENCES DALAM MENINGKATKAN RESPON SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEKOLAH DASAR Agatha Kristi Pramudika Sari; Irfan Fajrul Falah
Jurnal Lensa Pendas Vol 2 No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya respon siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris di sekolah merupakan sebuah kendala yang harus dipecahkan. Tentu ini merupakan sebuah tantangan bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris agar materi yang kita sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh siswa sehingga mereka dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapat dalam kehidupan sehari-hari yang juga akan berdampak secara otomatis terhadap respond dan juga minat siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Salah satu caraya adalah dengan menggunakan metode yang sesuai dengan karakter dan juga kebutuhan siswa. Dalam hal ini metode question and answer yang dikolaborasikan dengan permainan see differences, Selain dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, metode ini juga sangat membantu guru dalam menciptakan respon positif siswa dalam mempelajari bahasa Inggris khususnya pada aspek speaking
PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL YANG DIMODIFIKASI Irfan Fajrul Falah; Agatha Kristi Pramudika Sari
Jurnal Lensa Pendas Vol 3 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/lensa pendas.v3i2.263

Abstract

Bahasa Inggris menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar di era yang serba teknologi seperti sekarang ini. Sudah barang tentu kita harus senantiasa membekali anak-anak kita dengan pengetahuan bahasa Inggris yang mana akan sangat berguna dalam kehidupan mereka kelak. Salah satu upaya dalam proses pengenalan bahasa Inggris di Sekolah Dasar yang dapat dilakukan oleh guru khususnya dalam mengenalkan kosakata bahasa Inggris adalah melalui permainan tradisional “Slep Dur” yang berasal dari Jawa Barat. Permainan tradisional ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak di daerah karena mungkin kalah bersaing dengan gadget yang diberikan oleh orang tua mereka. Namun dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada pembelajar muda usia atau anak-anak sekaligus melestarikan warisan tradisional daerah yang dimiliki.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM ( IPA ) SISWA KELAS IV SDN 1 CILEUYA KECAMATAN CIMAHI KABUPATEN KUNINGAN Firda Sari Ayuningsih; Irfan Fajrul Falah
Jurnal Lensa Pendas Vol 5 No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v5i2.1637

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN 01 Cileuya, dan untuk mengetahui peran serta kendala yang menghambat proses pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPA dikelas IV SDN I Cileuya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, dengan menggunakan responden siswa kelas IV, guru/ wali kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, sementara untuk teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah triangulasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan guru menerapkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada pembelajaran IPA dapat membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, karena lingkungan sekolah sangatlah berperan penting dalam proses pembelajaran, khususnya pada pembelajaran IPA yang erat kaitanya dengan lingkungan sekitar. Namun adapula beberapa kendala yang mengambat seperti dalam pengelolaan waktu dan kurangnya konsentrasi siswa.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI TERBIMBING DI SEKOLAH DASAR Azi Rini Rizkillah; Irfan Fajrul Falah
Jurnal Lensa Pendas Vol 6 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v6i2.1652

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode diskusi terbimbing di Kelas V SD Negeri Kertaungaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi terbimbing pada KD Bahasa Indonesia Tema 8 Sub Tema 1 materi mengidentifikasi dan menuliskan peristiwa-peristiwa pada teks dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Kertaungaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I ke siklus II. Pada pra siklus diperoleh nilai aktivitas 47% kategori (Kurang). Pada siklus I mengalami peningkatan, yaitu 60% berkategori (Cukup). Ativitas siswa pada Siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 87% atau berkatergori (Sangat Baik). Pada pra siklus terdapat 9 siswa atau 25% yang nilainya mencapai KKM. Siklus I nilai yang tuntas sesuai KKM sebanyak 26 siswa atau 72%. Sedangkan pada siklus II nilai yang tuntas sebanyak 33 siswa atau 92%. Pencapaian 92% > 75% sesuai kriteria klasikal yang telah ditentukan, maka Penelitian Tindakan Kelas dinyatakan berhasil.
Respon Siswa Terhadap Bahan Ajar Membaca Berbasis Kearifan Lokal Irfan Fajrul Falah; Rita Kusumah; Muhafidin
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i1.2607

Abstract

Diantara beberapa jenis membaca, membaca pemahaman dianggap yang paling kompleks karena melibatkan pengetahuan dan juga pengalaman yang telah dimiliki oleh pembaca serta dihubungkan dengan isi bacaan. Di tingkat sekolah dasar, kemampuan ini belum mendapat perhatian yang maksimal terutama dari guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan mengembangkan bahan bacaan yang relevan dengan kehidupan mereka yang dalam hal ini di basiskan pada kearifan lokal. Dengan mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, proses pembelajaran disinyalir akan lebih efektif sehingga berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran respon siswa terhadap bahan ajar membaca yang dikembangkan yakni bahan ajar membaca berbasis kearifan lokal. Penelitian ini sendiri menggunakan metode kualitatif dengan teknik penyebaran angket. Angket sendiri terdiri dari beberapa pernyataan yang sederhana dan didistribusikan kepada siswa kelas 5B di SDN Cigugur Kabupaten Kuningan. Adapun angket tersebut meliputi pertanyaan terkait display atau tampilan, konten dan juga kebermanfaatan yang dirasakan. Berdasarkan hasil dari angket yang telah didistribusikan, respon yang ditunjukan oleh siswa terhadap bahan ajar membaca berbasis kearifan lokal yang disusun berada dalam level baik. Hal ini terlihat dari skor rata-rata yang lebih dari 70 % yang terdapat dalam tiga aspek yakni tampilan, konten materi dan juga manfaat yang dirasakan.