Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGUATAN MANAJEMEN SISTEM INFORMASI KOMUNITAS PONDOK SENI BATU Ardhian, Dany; Anggrian, Mayang; Rohman, Ahmad Syarifuddin; Rizal, Maulfi Syaiful
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v11i1.36055

Abstract

Pondok Seni Batu is a community that accommodates most artists in Batu City, East Java. The existence of this community is strategic in the art ecosystem in Batu City. However, this community does not yet have a representative and publicly accessible platform related to its artists, even though the visibility of the artists' information can support the existence of the community and reach a wider audience. This community service is carried out with the aim of (1) expanding the reach of information in the form of a digital platform containing artist profiling and studio mapping to read the artistic laboratory at Pondok Seni Batu, (2) strengthening information management by mapping information systems, (3) profiling artists, studio mapping, and (4) maintaining the continuity of information availability by providing creative writing assistance to young members of the community. This service will produce a profile of Pondok Seni Batu artists and a map of studios in the community. The availability of an information platform containing the two things above can help Pondok Seni Batu for resource mapping, achieving public visibility and building stronger networks.
Cyanotype Sebagai Sarana Terapis Wahyuono, Wisesa; Mayang Anggrian
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.17711

Abstract

Urgensi penggunaan teknik seni Cyanotype sebagai terapi seni terletak pada dampaknya yang positif terhadap kondisi emosional anak yang mengalami trauma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah Cyanotype, proses penggunaan, dan hasil terapi Cyanotype. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa Cyanotype (1) Cyanotype adalah teknik cetak fotografi yang ditemukan Sir John Herschel pada tahun 1842, menggunakan reaksi kimia antara ferric ammonium citrate dan potassium ferricyanide untuk menghasilkan warna biru khas, Prussian Blue. (2) Teknik Cyanotype, awalnya digunakan untuk mencetak peta dan diagram dalam bidang arsitektur sebagai cetak biru (blueprint), kemudian berkembang menjadi medium seni yang menarik bagi seniman, termasuk Anna Atkins yang mendokumentasikan botani melalui cyanotype. Prosesnya melibatkan pelapisan larutan sensitif cahaya pada media seperti kain atau kertas, diikuti eksposur cahaya ultraviolet dan pencucian untuk membentuk pola atau gambar. (3) Sebagai salah satu metode fotografi alternatif, cyanotype tetap populer hingga kini karena kesederhanaan proses, fleksibilitas eksperimen visual, serta daya tarik estetika yang unik, menjadikannya juga relevan dalam konteks terapi seni untuk mengekspresikan emosi dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Pendampingan Pembelajaran Kolaboratif Mural Tematik bagi Siswa di SMPN 10 Kota Malang Rohman, A. Syarifuddin; Anggrian, Mayang
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.03.04

Abstract

SMPN 10 Malang is a school that implements inclusive learning, so some of its educational-inclusive programs need to be supported and optimized. In collaboration with the Fine Arts Program at Brawijaya University, SMP 10 Malang facilitates students and university students in learning fine arts through the creation of educational thematic murals. The creation of educational thematic murals is important to provide recreational learning that accommodates the educational needs of both regular and special needs students. The process of creating educational thematic murals involves teachers, 7th and 8th-grade students, and Fine Arts students from Brawijaya University, with the theme of sustainable living. The learning process uses adaptive and collaborative methods. The outcome of this activity is the creation of a sustainable lifestyle-themed mural with 9 themes across 19 sections of the school's front wall. This provides contextual, inclusive, and recreational learning activities for the “special” students of SMPN 10. Additionally, the mural serves an artistic purpose for the school environment, and art students gain a contextual learning medium.
SENI DALAM DIMENSI EKOLOGI: PERAN INSAN SENI DALAM ADVOKASI ISU LINGKUNGAN Anggrian, Mayang; Iksan, Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v14i2.3964

Abstract

Art and its crosses in ecological areas have the opportunity and potential to help advocate environmental issues in the community. However, the art of ecology and advocacy about it has not been done by many artists. Even artwork and environmental advocacy are less popular and desirable in the art ecosystem because it doesn’t intersect with the practical economy of artists. In fact, referring to the increasingly critical global ecological situation, it is currently necessary to make sustainable efforts to build community eco consciousness. This research then questioned about the motives of art activist doing artwork with environmental theme, as well as their role in advocating environmental issues in society. Furthermore, this research also examines how the impact of artistic work with the environmental theme on the surrounding community. This is interesting because the various environmental advocacy efforts that have been caried out by these artist have been responded to by various dynamics in society, and it can be seen if people of the arts can play a unique role in environmental advocacy. In the end the qualitative descriptive method used in this study found a number of certain pattern about the motivation, role, and impact of environmental art work that has been carried out by artists in the local community. Based on this research environmental advocacy and artistic work have become a catalyst for the appreciation of eco-consciousness of the surrounding community. The position of the arts is quite strategic as agent of change.
Perspektif Eksistensi Seni Grafis Konvensional Terhadap Seniman Grafis di Jawa Timur Wicaksana, Satria Bagus; Anggrian, Mayang
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat perkembangan zaman pada saat ini, banyak sekali teknologi digital yang memudahkan aktivitas semua kalangan. Hal tersebut tidak dipungkiri dan bisa terjadi dalam dunia seni rupa. Salah satu fenomena tersebut dalam dunia seni rupa terjadi pada bidang seni grafis konvensional. Diketahui bahwasannya seni grafis konvensional merupakan seni grafis yang masih menggunakan teknik secara tradisional. Adanya eksistensi teknologi digital pada saat ini, membuat seni grafis konvensional dipertanyakan lebih lanjut akan kredibilitasnya. Permasalahan tersebut tentu menimbulkan berbagai perspektif terhadap seniman grafis terutama yang ada di Jawa Timur. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan sebuah penelitian dengan tujuan mengetahui perspektif seniman grafis di Jawa Timur, akan eksistensi seni grafis konvensional pada saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus, kemudian ditelaah menggunakan Teori Eksistensialisme dan Kebebasan dari Jean-Paul Sartre. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dimana peneliti mempertimbangkan sampel yang memiliki sifat representatif tinggi akan pengalaman seni grafis konvensional. Sumber data didapatkan dengan menggunakan beberapa teknik, diantaranya yaitu; observasi, wawancara menggunakan kuesioner, serta dokumentasi. Temuan hasil penelitian didapatkan bahwasannya seniman grafis konvensional di Jawa Timur diantaranya: Herdita Caprina, Vicky Ashar Dwigantara, dan Happy Wahyu Firdaus memiliki perspektif serta pandangan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwasannya seni grafis konvensional pada era perkembangan teknologi digital saat ini kurang tersorot. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan seni grafis konvensional yang cenderung mengangkat isu-isu politik dan sensitif. Selain itu, kredibilitas seni grafis konvensional sendiri jika dikombinasikan dengan teknologi digital saat ini, maka akan merubah keunikan dan keautentikannya menjadi seni grafis pengembangan.
IDE BENTUK SIMBOLOGI PEWAYANGAN PADA BAJU MODEST WEAR SEBAGAI MEDIA BERKREASI SENI Azhari, Dhea; Anggrian, Mayang
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 18 No. 1 (2024): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewayangan Jawa merupakan suatu kebudayaan Indonesia yang sangat indah dan menarik. Dengan kebudayaan Indonesia yang begitu indah dan sangat memanjakan mata tersebut tentunya kita dapat melestarikan kebudayaan tersebut dengan cara membuat motif pewayangan dengan figur wanita atau pembordir. Tidak hanya itu simbol yang terkandung dalam motif tersebut tentunya memiliki makna tersendiri bagi para Seniman yang membuatnya. Dalam penelitian ini akan membahas tentang ide bentuk penggunaan simbologi pewayangan pada baju fashion show dengan menggunakan teori estetika untuk menganalisis hasil data-data yang sudah diperlukan. Penelitian ini Tentunya juga menggunakan metode kuantitatif yang berupa hasil deskripsi tentang terjawabnya rumusan masalah seperti latar belakang tentang seniman lalu proses kreatif dari karya tersebut dan juga dari analisis karya tersebut. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan kita sebagai orang awam akan terus mengingat kebudayaan Indonesia atau seni dari Indonesia yang sangat menawan. Dalam hal ini melestarikan kebudayaan juga bisa diaplikasikan pada baju fashion modest wear.