Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENERAPAN GOOD GOVERNANCE PEMILIHAN KETUA RT 031 SIMPANG GUSTI BANJARMASIN Hasdi Suryadi; Yudi Rahman; Fauziannor Fauziannor; Hardika Muh Fatih; Abul Hasan Asy’ari; Imawati Yousida; Muhammad Rais Wathani
Azam Insan Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v5i2.281

Abstract

Pemilihan Ketua RT merupakan wujud demokrasi lokal yang berperan penting dalam mewujudkan kepemimpinan dan tata kelola lingkungan yang baik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya transparansi, serta lemahnya administrasi dan dokumentasi pemilihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi tata kelola pemilihan Ketua RT yang transparan dan partisipatif di RT 031 Simpang Gusti VI Banjarmasin melalui penerapan prinsip-prinsip good governance. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, sosialisasi, penyusunan tata tertib dan perangkat administrasi, pendampingan pelaksanaan pemilihan, serta evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh tahapan pemilihan berlangsung secara tertib, terbuka, dan akuntabel. Penyediaan formulir pencalonan, daftar pemilih tetap, daftar hadir, berita acara, dan dokumentasi pemilihan meningkatkan transparansi serta kepercayaan masyarakat terhadap proses dan hasil pemilihan. Partisipasi warga juga meningkat, ditunjukkan oleh tingginya keterlibatan dalam menggunakan hak pilih. Hasil pemilihan diterima seluruh warga tanpa menimbulkan konflik. Dengan demikian, pendampingan tata kelola pemilihan Ketua RT yang transparan dan partisipatif efektif memperkuat praktik demokrasi lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun legitimasi dan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan di tingkat lingkungan.
Pengaruh Pendidikan Pelatihan Dan Kompetensi Terhadap Motivasi Kerja Dan Kinerja Karyawan Pada PT. Asuransi Astra Buana Cabang Banjarmasin Hardika Muhammad Fatih; Asruni Asruni; Jhony Fahrin Sapar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.9334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendidikan pelatihan dan kompetensi terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan di PT. Asuransi Astra Buana Cabang Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 30 karyawan dan dianalisis menggunakan SmartPLS versi 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pelatihan dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja serta kinerja karyawan. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Motivasi kerja memediasi pengaruh pendidikan pelatihan terhadap kinerja, namun tidak memediasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja. Secara keseluruhan, terdapat pengaruh total antara pendidikan pelatihan, motivasi kerja, dan kinerja karyawan.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja ASN pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Hardika Muhammad Fatih; Melania Melania; Rifqi Amrulloh
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 5: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i5.10421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara simultan dan secara parsial motivasi kerja dan disiplin kerja Terhadap kinerja ASN pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Skala pengukuran menggunakan skala likert dengan tingkat preferensi 1 sampai dengan 5. Analisis data menggunakanan alisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan secara simultan dan secara parsial terhadap kinerja ASN pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Motivasi kerja adalah variable yang berpengaruh dominan terhadap kinerja ASN pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja ASN Pada Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Hardika Muhammad Fatih; Maria Anastasia; Mulyono Mulyono
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.11886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap tingkat kepuasan serta kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa beban kerja dan motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan dan kinerja ASN. Beban kerja yang berlebihan cenderung menurunkan tingkat kepuasan dan kinerja, sedangkan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan keduanya. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi beban kerja serta mendorong peningkatan motivasi kerja ASN di lingkungan tersebut
Pengaruh Promosi Kesehatan, Fasilitas Pelayanan, Sikap Petugas, Dan Waktu Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur Ernawati Ernawati; Normastaniah Normastaniah; Tulus Sintani; Hardika Muhammad Fatih; Isyana Maya Savitri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan, fasilitas pelayanan, sikap petugas, dan waktu pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah menerima pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert, dan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial promosi kesehatan, fasilitas pelayanan, sikap petugas, dan waktu pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Secara simultan, keempat variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dengan nilai F hitung 45,623 > F tabel 2,47 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,716 menunjukkan bahwa 71,6% variasi kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh keempat variabel independen, sedangkan sisanya 28,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan promosi kesehatan, fasilitas yang memadai, sikap petugas yang baik, serta waktu pelayanan yang efisien sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di bidang kesehatan.
Workplace Learning sebagai Mediasi Dukungan Organisasional dan Iklim Kerja terhadap Motivasi Pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Tapin Yudi Rahman; Fakhri; Wahyu Nugroho; Hardika Muhammad Fatih
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan organisasional dan iklim kerja terhadap motivasi kerja pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Tapin, dengan workplace learning sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh populasi sebanyak 98 pegawai (sampel jenuh), kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dukungan organisasional dan iklim kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap workplace learning; (2) dukungan organisasional, iklim kerja, dan workplace learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Workplace learning terbukti menjadi variabel mediasi yang memperkuat pengaruh dukungan organisasional dan iklim kerja terhadap motivasi kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan organisasi, penciptaan iklim kerja yang kondusif, serta pengembangan pembelajaran di tempat kerja sebagai strategi untuk mendorong motivasi dan kinerja pegawai. Implikasi praktisnya, organisasi perlu lebih fokus pada aspek SDM melalui pelatihan, fasilitasi, dan pengelolaan lingkungan kerja yang efektif.
Feasibility Analysis of Durian Cultivation Business (Durio Xinethius) and Economic Benefits for Durian Farmers in Bontang, East Kalimantan Rediyono Rediyono; Hardika Muhammad Fatih; Didik Cahyono
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 5 No 6 (2026): IJHESS JUNE 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v5i6.2379

Abstract

Durian cultivation is a high-value agricultural business with the potential to improve farmers' welfare. However, this business requires a comprehensive economic feasibility analysis because it is a medium- to long-term investment. This study aims to analyze the feasibility of durian cultivation and its contribution to the economic conditions of farmers in Bontang City, East Kalimantan. The research method used was a descriptive quantitative approach with a census method of 19 durian farmers. Data were collected through structured interviews, field observations, and documentation, then analyzed using cost, revenue, income, and business feasibility analysis. The results showed that durian cultivation is economically feasible with revenues far exceeding production costs, including during the pre-production period before the plants bear fruit.
The role of workforce diversity in shaping employee inclusion in organizations Anthonius Karsudjono; Abdul Kadir; Noor Ritawaty; Hardika Muhammad Fatih; Ali Audah
Annals of Human Resource Management Research Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v5i4.3459

Abstract

Purpose: This study investigates how Generational Diversity (GD), Gender Diversity (GE), Disability Orientation (DO), Socioeconomic Status (SES), and Cultural Values (CV) influence Employee Inclusion (EI) in medium- and large-scale organizations in Indonesia. Research Methodology: A quantitative, causal-explanatory design was applied using survey data from 150 employees collected via structured questionnaires on a 5-point Likert scale. Data were analyzed using PLS-SEM with bootstrapping (1,000 resamples) to assess measurement reliability/validity and test structural relationships. Results: Findings indicate that all five diversity-orientation constructs positively and significantly affect Employee Inclusion. Cultural Values and Generational Diversity show the strongest effects, while Gender Diversity, Disability Orientation, and Socioeconomic Status also contribute meaningfully. The model explains about 66% of the variance in EI (R² ? 0.661), and all paths meet significance criteria (t > 1.96; p < 0.05). Conclusions: Employee inclusion is strengthened when organizations intentionally cultivate culturally respectful environments, encourage intergenerational collaboration, ensure gender equity, support employees with disabilities, and reduce SES-based barriers through fair HR practices. Limitations: The study is cross-sectional, context-specific, and relies on self-reported data, which may limit causal inference and generalizability. Contribution: This research integrates multiple diversity dimensions into a single predictive framework, offering evidence-based priorities for leaders and policymakers to design targeted inclusion strategies that enhance engagement and organizational effectiveness.
Pengaruh Digitalisasi Kerja dan Dukungan Teknologi terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening pada Pengelola Rumah Susun Kota Banjarmasin Hardika Muhammad Fatih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi kerja dan dukungan teknologi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Pengelola Rumah Susun Kota Banjarmasin. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan organisasi sektor publik untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan melalui transformasi digital, khususnya dalam pengelolaan rumah susun yang memiliki kompleksitas administrasi dan operasional.. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Eqation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta kepuasan kerja. Dukungan teknologi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, namun terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga variabel ini tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antarvariabel. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi kerja merupakan faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja, sedangkan dukungan teknologi lebih berperan dalam meningkatkan aspek psikologis pegawai. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan penguatan digitalisasi kerja dan memastikan dukungan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan operasional guna meningkatkan kualitas pengelolaan rumah susun
Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Pendidik SMKS Putra Bangsa Bontang Kalimantan Timur Rediyono Rediyono; Hardika Muhammad Fatih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18109

Abstract

Kinerja tenaga pendidik merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Kinerja yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, di antaranya motivasi kerja dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga pendidik di SMKS Putra Bangsa Bontang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 26 tenaga pendidik dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik baik secara parsial maupun simultan. Motivasi kerja memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan pentingnya faktor motivasi dan kondisi lingkungan kerja dalam meningkatkan kinerja guru. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja tenaga pendidik memerlukan pengelolaan motivasi dan lingkungan kerja secara terpadu dan berkelanjutan.