Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Penerapan Kurikulum di SDS Katolik Santo Arnoldus Janssen Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau DEWI ASTUTI, SRIYANTI; DEBORA; NYOTO
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 1 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i1.450

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the 2013 Curriculum in teaching at the Private Catholic Elementary School Santo Arnoldus Janssen, Bulik Subdistrict, Lamandau Regency. The 2013 Curriculum is a national curriculum that emphasizes the formation of competencies and character of learners. Despite its commendable objectives, there are several challenges in its implementation, such as incomplete teacher understanding and students' difficulties in comprehending thematic materials. This research employs a qualitative approach with data collection techniques including observation and structured interviews. The research takes place at SDS Catholic Santo Arnoldus Janssen. Observations indicate that teachers have been able to prepare and manage learning effectively, using engaging teaching strategies and encouraging active student participation. Furthermore, students exhibit good activity levels in following the learning process, both physically, mentally, and emotionally. The impact of implementing the 2013 Curriculum is evident in the quality of students who are competent, productive, creative, and independent. Effective and efficient learning resources have been utilized well by teachers, despite limitations in the use of laptops. Learning also stimulates the holistic growth of affective, cognitive, and psychomotor aspects in students. A safe, comfortable, and orderly learning environment is created through consistent rule enforcement and active student participation. Additionally, continuous evaluation and improvement processes are implemented.
Pengembangan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Helmi; Sion, Holten; Femmy; Simpun; Nyoto; Diplan; M. Rezeki; Ciciana, Maneka; Handayani, Endang
Pahlawan: Jurnal Ilmu Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3849.607 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.34

Abstract

Penelitian ini mengembangkan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemberdayaan nilai-nilai budaya dalam penilaian. Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.Tujuan penelitian adalah menghasilkan aplikasi asesmen digital yang valid, praktis, dan efektif, serta mampu mengukur hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan identitas budaya.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Tahapan meliputi analisis kebutuhan (melalui wawancara dengan guru dan tokoh adat), perancangan item penilaian yang dirancang agar mencerminkan nilai seperti handep, harmoni dengan alam, dan motif ukir sesuai sub-suku Dayak setempat, pengembangan prototipe aplikasi, uji coba ahli (expert review), dan implementasi praktek di tiga sekolah dasar di Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket praktik guru/siswa, dan desain eksperimen kuasi (pre‑test/post‑test dengan kelompok kontrol). Hasil validasi ahli menunjukkan rata‑rata skor kelayakan > 90%, sedangkan uji kepraktisan guru dan siswa memperoleh skor > 85%: kategori "sangat praktis". Efektivitas aplikasi terbukti dengan nilai N‑Gain rata‑rata 0,76 hingga 0,84 pada kapabilitas pemahaman konsep dan dimensi budaya lokal—meningkat secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan utama menyatakan bahwa menghadirkan asesmen digital yang dipadu nilai-nilai kearifan lokal dapat memperkaya pedagogi, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan pencapaian akademik. Disarankan aplikasi ini dikembangkan lebih lanjut dengan modul interaktif pelestarian bahasa Dayak, portofolio peserta didik, serta integrasi kurikulum nasional Merdeka.