Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Ulfa Diya Atiqa; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Isfawati Mahmud
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 5 No 1 (2025): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52019/ijpt.v5i1.10606

Abstract

Latar Belakang: Dismenore adalah kondisi umum dialami oleh remaja perempuan yang ditandai rasa nyeri perut bagian bawah ketika menstruasi. Nyeri ini mengakibatkan rasa tidak nyaman seperti nyeri punggung, nyeri perut bagian bawah, serta perubahan emosi sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari serta dapat mempengaruhi kualitas hidup. Terapi non-farmakologi khususnya terapi manipulatif salah satunya adalah effleurage massage, di mana teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Salah satu manfaat dari effleurage massage yaitu mengurangi ketegangan pada otot sehingga dapat mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Metode: Studi ini menggunakan literature review yang menggunakan metode PICOS framework untuk mencari artikel dari 2 database yaitu Google Scholar dan PubMed. Didapatkan 12 artikel penelitian yang memenuhi kriteria dalam rentang waktu 2020-2024. Hasil: Berdasarkan analisis studi literatur didapatkan hasil bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan massage effleurage adalah sedang dan setelah diberikan intervensi skala nyeri adalah ringan, dengan hasil uji statistik p-value < 0.05. Kesimpulan: Effleurage massage terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore pada remaja putri.
Efektivitas Gym Ball Exercise terhadap Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III: Tinjauan Literatur menggunakan PRISMA Atiqa, Ulfa Diya; Fahruddin, Sri Gunda Fahriana
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i2.4034

Abstract

Most women in their third trimester of pregnancy experience pain in the lower back, which is generally caused by changes in center of gravity and increased lordosis in posture. The use of gym ball is one intervention that has proven effective in reducing pain during pregnancy, as well as helping to increase the strength of the trunk stabilizer muscle and provide comfort for mother in doing activities. This research aims to find references for gym ball exercises for reducing low back pain in woman during the third-trimester of pregnancy. Literature review was carried out in accordance with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic and Meta-Analyses) guidelines, by analyzing 5 research articles, each involving sample sizes ranging from 15 to 28 respondents. Based on the analysis of articles that have been carried out, it appears that gym ball exercises can assist in alleviating lumbar discomfort in women expecting during the final trimester. According to it, all facilities can provide education and gym ball exercises to pregnant women starting third-trimester.
Latihan core stability sebagai intervensi menurunkan nyeri pada pasien non-specific low back pain Ulfa Diya Atiqa; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Isfawati Mahmud
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4684

Abstract

Non-Specific Low Back Pain (NSLBP) adalah gangguan pada sistem muskuloskeletal yang sering dialami secara global dan menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan aktivitas otot inti terutama otot transversus abdominis dan multifidus, yang berperan dalam menjaga stabilitas tulang belakang. Disfungsi pada otot-otot tersebut dapat memicu instabilitas segmen vertebra serta terjadinya nyeri kronis. Core Stability Exercise (CSE) kemudian dikembangkan sebagai pendekatan konservatif yang bertujuan meningkatkan kontrol neuromuskular serta mengurangi intensitas nyeri pada penderi NSLBP. Tinjauan sistematis bertujuan menganalisis efektivitas CSE dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dewasa dengan NSLBP menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, PEDro, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2016–2026. Kriteria inklusi mencakup uji klinis acak (RCT) yang menilai efek CSE terhadap skor VAS pada pasien NSLBP. Sebanyak sebelas studi memenuhi kriteria. CSE secara signifikan menurunkan skor VAS sebesar 2–5 poin dan meningkatkan stabilitas lumbopelvik, propriosepsi, serta fungsi tubuh dibandingkan latihan konvensional. CSE merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan berbasis bukti untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi neuromuskular pada NSLBP. Latihan teratur selama 4–12 minggu, 3–5 kali per minggu, direkomendasikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk standarisasi protokol dan evaluasi efek jangka panjang.
Penyuluhan dan Demonstrasi Pilates untuk Physical Wellness Wanita Produktif di Gereja Marjuk Bandung Ika Rahman; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Lona Thesalonika; Angelika Wirani
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.81

Abstract

Productive-aged women in Indonesia face physical health challenges, such as low physical activity levels and increasing obesity prevalence. This community service program aims to enhance the physical wellness of productive-aged women in the Marjuk Church of Christ Movement, Bandung, through Pilates education and demonstration. Methods included educational sessions to increase awareness, practical training, demonstrations, and continuous mentoring. The results showed a significant improvement in participants' knowledge about the benefits of Pilates, frequency of physical activity, and physical fitness, including core strength, flexibility, and endurance. Additionally, participants reported mental benefits such as stress reduction and increased motivation for regular exercise. In conclusion, this program effectively improved participants’ awareness, skills, and physical and mental health while strengthening social solidarity within the church community. Similar programs can be expanded to other communities to extend its benefits