Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

REVITALISASI LITERASI KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN SDM LEMBAGA DAKWAH YANG UNGGUL DI ERA DISRUPSI Al Kahfi; Cecep Castrawijaya
JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jmd.2024.102.03

Abstract

Leadership literacy is a fundamental element in developing excellent human resources (HR) within Islamic preaching institutions, especially in the era of disruption characterized by rapid social, technological, and communication changes. This study employs a literature review method by analyzing books, reputable international journals, and academic documents to understand how leadership literacy is a key strategy in enhancing the effectiveness and efficiency of HR management in Islamic preaching institutions. The findings indicate that leaders with strong leadership literacy can manage organizations adaptively, utilize technology in preaching, and establish sustainable leadership regeneration systems. Moreover, leadership literacy contributes to fostering an innovative organizational culture, strengthening collaborative networks, and improving leadership succession in response to global challenges. Thus, this study emphasizes that revitalizing leadership literacy is crucial for developing excellent human resources within Islamic preaching institutions and ensuring their relevance in the modern era.
Penerapan Teori Kepemimpinan Path-Goal Dalam Meningkatkan Kinerja Lembaga Dakwah Rahmi Nur Azizah; Cecep Castrawijaya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja lembaga dakwah sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan yang dijalankan. Dalam praktiknya, masih ditemukan kelembagaan dakwah yang mengalami stagnasi karena kepemimpinan yang kurang adaptif dan tidak sesuai dengan karakteristik anggota maupun tantangan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori kepemimpinan Path–Goal sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan kinerja lembaga dakwah. Metode yang digunakan adalah library research dengan mengkaji literatur-literatur ilmiah yang relevan. Teori Path–Goal menekankan pentingnya pemimpin dalam menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan kondisi bawahannya dan situasi organisasi melalui empat pendekatan: direktif, suportif, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teori ini dapat meningkatkan kejelasan arah kerja, motivasi anggota, kualitas pengambilan keputusan, serta pencapaian target dakwah secara lebih terstruktur dan profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teori Path–Goal merupakan model kepemimpinan yang ideal untuk diterapkan di lembaga dakwah karena fleksibel dan sesuai dengan nilai-nilai partisipatif serta orientasi hasil. Penelitian lanjutan secara empiris masih diperlukan untuk menguji efektivitas teori ini di berbagai tipe organisasi dakwah.
Kepemimpinan Partisipatif dalam Pengembangan Lembaga Dakwah: Membangun Efektivitas, Inovasi, dan Keberlanjutan Baharudin Ardani; Cecep Castrawijaya
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v2i3.1146

Abstract

Participative leadership in dakwah institutions offers clear benefits. Literature indicates this style improves decision quality and spurs innovation, as members with relevant knowledge contribute creative solutions. It fosters an inclusive culture where stakeholders feel valued, responsible, and committed to collective decisions. Organizational effectiveness and efficiency rise with increased participation and member engagement. However, full implementation encounters practical challenges. In dakwah organizations with hierarchical traditions, resistance to power-sharing and trust deficits can cause conflict and decision delays. Limited leadership capacity and communication skills among members become obstacles if leaders are untrained in participative methods. Organizational theory thus recommends adaptive strategies: leaders should establish effective communication channels, empower teams, and implement context-specific leadership training programs. Case studies suggest these measures build a sustainable collaborative culture that supports innovation in dakwah programs. In summary, participative leadership, when combined with appropriate training and a supportive culture, can enhance effectiveness, foster creativity, and ensure organizational sustainability in religious outreach.
ANALISIS STRATEGI PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL: PENDEKATAN STUDI PUSTAKA Mika Arsela, Mika Arsela; Cecep Castrawijaya
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Manaj IN PRESS
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v5i1.2372

Abstract

Era digital menjadi tantangan yang kompleks bagi lembaga dakwah, untuk itu perlu adanya strategi untuk menerapkan perubahan dan pengembangan. Studi ini secara focus membahas tentang analisis strategi perubahan dan pengembmangan lembaga dakwah di era digital. Untuk mengungkat tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. proses pengumpulan data dilakukan melalui buku, artikel, jurnal, majalah, berita serta dokumen terkait dengan tema yang diangat dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh lembaga dakwah di era digital. Pertama memproduksi konten yang bermanfaat, membuat konten yang menarik dengan kemasan yang tepat, menyesuaikan dakwah dengan situasi yang sedang berlangsung, dan membangun sinergi antar komunitas atau ormas untuk menghasilkan juru dakwah yang berstandar.
ANALISIS STRATEGI PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL: PENDEKATAN STUDI PUSTAKA Mika Arsela, Mika Arsela; Cecep Castrawijaya
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v5i1.2372

Abstract

Era digital menjadi tantangan yang kompleks bagi lembaga dakwah, untuk itu perlu adanya strategi untuk menerapkan perubahan dan pengembangan. Studi ini secara focus membahas tentang analisis strategi perubahan dan pengembmangan lembaga dakwah di era digital. Untuk mengungkat tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. proses pengumpulan data dilakukan melalui buku, artikel, jurnal, majalah, berita serta dokumen terkait dengan tema yang diangat dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka ditemukan beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh lembaga dakwah di era digital. Pertama memproduksi konten yang bermanfaat, membuat konten yang menarik dengan kemasan yang tepat, menyesuaikan dakwah dengan situasi yang sedang berlangsung, dan membangun sinergi antar komunitas atau ormas untuk menghasilkan juru dakwah yang berstandar.
Konsep Inovasi Kewirausahaan di Era Disruptif Heny May Widiyawati; Cecep Castrawijaya
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how entrepreneurs innovate in an era of disruption when technology is rapidly changing the business landscape. The study identified three key success factors: the ability to adapt quickly to change, a customer-focused approach, and strategic partnerships. Entrepreneurs who view disruption as an opportunity rather than a threat have a success rate three times higher than others. The findings suggest that modern entrepreneurial innovation extends beyond product development to business model transformation, digital technology adoption, and stakeholder relationship building. The study concludes that entrepreneurs who succeed in a disruptive environment must be able to embrace change, maintain a customer focus, and develop flexible strategies to navigate current market volatility.
Utilizing Fear of Missing Out as A Da'wah Strategy to Enhance Gen Z Entrepreneurship in The Halal Lifestyle Ecosystem Kahfi, Al; Cecep Castrawijaya; Fajriani Arnol
Likuid Jurnal Ekonomi Industri Halal Vol. 5 No. 2 (2025): LIKUID: Jurnal Ekonomi Industri Halal
Publisher : Sharia Economics Study Program Faculty of Islamic Economics and Business UIN Sunan Gunun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/likuid.v5i2.49388

Abstract

The halal lifestyle is becoming an increasingly popular trend among young people, particularly Generation Z. Islamic institutions play a significant role in promoting this lifestyle through various innovative and relevant da'wah strategies, one of which involves utilizing the FOMO (Fear of Missing Out) approach. This study aims to analyze how da'wah innovations using the FOMO strategy are employed to foster interest among Gen Z in the halal lifestyle and to encourage their involvement in da'wah-based entrepreneurship. This research adopts a descriptive qualitative approach by conducting case studies on several digital da'wah programs and campaigns targeting youth, as well as library research to support theoretical and literature analysis. The findings reveal that the use of FOMO in digital da'wah through social media, halal community events, and visual narratives is effective in building awareness and participation among young audiences. Generation Z not only becomes consumers of the halal lifestyle but also begins to engage as active participants in da'wah entrepreneurship. These findings suggest that da'wah innovations that adapt to digital culture and the social psychology of youth can be effective strategies for instilling Islamic values in a creative and sustainable manner.
The Great Filter: Mengapa Sebagian Startup Bertahan dan Lainnya Mati di Lingkungan Disrupsi (LD)? Mika Arsela; Cecep Castrawijaya
Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumbidter.v2i4.916

Abstract

This study examines the concept of the Great Filter as a metaphor to explain why only a few Islamic missionary organizations and startups are able to survive amidst digital disruption, while many others fail. Disruption, characterized by rapid changes in technology, regulations, and societal behavior, creates significant pressure that demands high levels of adaptability and innovation. This study uses a qualitative method based on a literature review by analyzing various literature related to entrepreneurship, digital missionary work, and dynamic capabilities. The results show that the success of Islamic missionary organizations in facing disruption is determined by a combination of visionary leadership, continuous innovation, mastery of digital technology, and the organization's ability to learn and adapt. Conversely, failure is often caused by limited funding, minimal innovation, and weak digital strategies. Thus, the Great Filter can be understood as a natural selection process that only resilient, adaptive organizations can overcome, and is able to combine spiritual values with entrepreneurial innovation.
Hakikat Dan Inovasi Kewirausahaan Dakwah Di Era Disruptif Muhammad Farid Abi Ardiansyah; Cecep Castrawijaya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 2 No. 3 (2024): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v2i3.433

Abstract

Melihat perkembangan komunikasi dan teknologi yang semakin maju menjadi tantangan yang berat bagi dakwah, umumnya para da’i ini perlu memahami Hakikat dan filosofi inovasi dalam melakukan langkah-langkah dakwah. Secara kondisi ini di sisi lain menjadi suatu peluang juga bagi para da’i berdakwah dengan pendekatan kewirausahaan melalui lembaga dakwah atau semacamnya. Secara masa era Dirupsi ini lah pantasnya kita mengembangkan diri, secara Indonesia merupakan nega yang amat padat penduduk dan memilki keanekaragaan suku, ras, budaya dan bahasa. Kebutuhan kohesi sosial ini menjadi tanggung jawab untuk kita merefleksikan diri sebagai seorang da’i untuk menerapkan nilai-nilai yang rahmataan lil alamien. Penelitian ini menitik beratkan pada bagaimana Hakikat dan inovasi dalam kewirausahaan Lembaga atau individu dakwah di era Dirupsi. Terkait era dirupsi, pendekatan dakwah akan memerlukan perubahan dan penyusuaian, baik dari segi bentuk, media, isi (peran) maupun paradigma yang mendasarinya. Penulis menawarkan beberapa strategi yang menyimpulkan penguatan kekuluargaan, menumbuhkan kesamaan presepsi antar kelompok masyarakat dengan memperkuat nilai-nilai universal dan mengembangkan sistem informasi yang mampu menjangkau secara luas dan menumbuhkan komunikasi yang efektif dan humoris.
Inovasi Dakwah Berbasis Kewirausahaan Islami: Strategi Adaptif dan Kolaboratif di Era Disruptif Yoga Agus Yulianto; Cecep Castrawijaya
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era disrupsi ditandai oleh kemajuan teknologi digital, globalisasi informasi, dan perubahan sosial yang cepat. Kondisi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi lembaga dakwah untuk memperluas perannya dalam pemberdayaan umat. Dakwah tidak lagi terbatas pada penyampaian pesan spiritual, tetapi juga mencakup inovasi sosial dan pengembangan kewirausahaan Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dari jurnal-jurnal terindeks Sinta untuk menganalisis strategi lembaga dakwah menghadapi era disrupsi. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga dakwah berpotensi mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam model kewirausahaan sosial, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor. Inovasi seperti dakwah digital dan ekonomi komunitas terbukti meningkatkan efektivitas dan kemandirian lembaga. Keberhasilan dakwah kontemporer ditentukan oleh kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Kata Kunci: Lembaga Dakwah, Kewirausahaan Islami, Inovasi Sosial, Era Disrupsi