Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kinerja Multifactor Evaluation Process (MFEP) dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan mutasi karyawan (Studi Kasus pada PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Departement Information Technology) Komarudin, Agus; Sari, Reni Permata; Hafiz, Aliy
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2171

Abstract

Perkembangan dari sistem pengambilan keputusan saat ini terus meningkat, pada penelitian sebelumnya penulis hanya menggunakan salah satu metode, upaya meningkatkan kinerja dan pelaksanaan tugas bagi karyawan, dalam meningkatkan motivasi bagi karyawan, salah satu cara yang ditempuh dalam langkah nyata adalah mutasi karyawan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan antara lain absensi, mengisi joblist, kunjungan sesuai RPIT, disiplin, kerjasama team, inovasi, dan kominmen terhadap perusahaan dimana penulis akan menggunakan dua metode sistem pengambilan keputusan untuk mendapatkan perbandingan. Pada PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Departement IT terbagi menjadi 2 Divisi, yaitu IT Office Support dan IT Store Support, IT Office Support bertugas memonitor dan maintenance semua aplikasi yang berjalan di Office serta DC, sedangkan IT Store Support bertugas memonitor dan maintenance semua aplikasi yang berjalan di Store/Toko. Pada tahun 2016 Manager dituntut oleh manajemen untuk mengurangi staff IT, baik pada IT Office Support maupun IT Store Support. IT Store Support 9 orang, IT Office Support 4 orang. Berdasarkan peraturan baru IT Store Support membutuhkan karyawan berdasarkan rasio 1:50 yaitu 1 orang 50 toko, jumlah toko saat ini 260 toko, jadi 260/50 = 5,2 jadi seharusnya hanya 5-6 orang untuk jumlah IT Store Support. Sedangkan IT Office Support Shift kerja dengan 3 Shift membutuhkan minimal 5 orang. Manager harus menentukan karyawan dengan jabatan IT Store Support akan di Mutasi 2 orang dan 1 orang pindah Divisi. Beberapa metode yang digunakan dalam SPK diantaranya adalah metode Multi Factor Evalution Process (MFEP) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Dengan adanya dua metode tersebut penulis ingin mengetahui metode manakah yang cocok untuk menentukan Mutasi Karyawan.
Metode Pengembangan Aplikasi Berbasis Mobile Di Indonesia Secara Historis Data 2019-2023 Hafiz, Aliy; Mardina; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.2 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi umumnya terbagi menjadi tiga platform yaitu desktop, web, dan mobile. Aplikasi mobile adalah teknologi yang paling sering digunakan, didukung oleh kemajuan pesat smartphone. Pengembangan aplikasi mobile dapat dilakukan melalui berbagai model atau metode seperti System Development Life Cycle (SDLC), Agile, Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dan lain lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab beberapa pertanyaan: 1) mengetahui tren model metode pengembangan aplikasi mobile, 2) mengidentifikasi model pengembangan aplikasi berbasis mobile atau android yang mayoritas digunakan oleh pengembang dalam melakukan pengembangan aplikasi berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis metode pengembangan aplikasi mobile dengan meninjau 200 artikel yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2023. Artikel didapatkan menggunakan aplikasi Publish Or Perish dengan kata kunci pengembangan aplikasi berbasis android dan mobile. Hasil dari penelitian ini yaitu mayoritas model pengembangan aplikasi yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi berbasis android atau mobile adalah model pengembangan System Development Life Cycle (SDLC) waterfall.