Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Hikmah

ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG DAKWAH DIGITAL DALAM MENANGKAL HOAKS DAN DISINFORMASI KEAGAMAAN: Kajian Literatur Berbasis Teori Komunikasi Dakwah Trizuwani, Siti; Robaiyadi, Robaiyadi; Jaya, Canra Krisna
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i1.3888

Abstract

The development of digital technology has significantly changed the patterns of religious communication in the modern era. Social media has become a new space for preachers to spread religious messages with a wider and faster reach. However, this progress also presents a major challenge in the form of rampant hoaxes and religious disinformation that can cause unrest and division among the people. This article is a literature review that aims to analyze the challenges and opportunities of digital da'wah in dealing with the phenomenon of religious hoaxes using Agenda Setting Theory, Uses and Gratifications Theory, and Da'wah Communication Theory. Through a synthesis of previous studies, this review finds that dai play an important role as agents of digital literacy who are able to instill the value of tabayyun (information verification) in society. Adaptive communication strategies, collaboration with religious authorities, and principles based on rahmatan lil 'alamin (a blessing for all) da'wah are the keys to success in dealing with religious disinformation in the digital space. Thus, this study reinforces the view that digital da'wah is not merely an activity of spreading religious messages, but also a form of literacy and community empowerment towards a healthy and ethical information ecosystem.[Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola komunikasi dakwah di era modern. Media sosial kini menjadi ruang baru bagi para dai untuk menyebarkan pesan keagamaan dengan jangkauan yang lebih luas dan cepat. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan tantangan besar berupa maraknya hoaks dan disinformasi keagamaan yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan umat. Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang dakwah digital dalam menghadapi fenomena hoaks keagamaan dengan menggunakan Teori Agenda Setting, Uses and Gratifications, dan Teori Komunikasi Dakwah. Melalui sintesis berbagai penelitian terdahulu, kajian ini menemukan bahwa dai berperan penting sebagai agen literasi digital yang mampu menanamkan nilai tabayyun (verifikasi informasi) dalam masyarakat. Strategi komunikasi yang adaptif, kolaboratif dengan otoritas keagamaan, serta berbasis prinsip dakwah rahmatan lil ‘alamin menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi disinformasi keagamaan di ruang digital. Dengan demikian, kajian ini memperkuat pandangan bahwa dakwah digital bukan sekadar aktivitas penyebaran pesan agama, tetapi juga bentuk literasi dan pemberdayaan masyarakat menuju ekosistem informasi yang sehat dan beretika].Kata Kunci: Komunikasi Dakwah; Era Digital; Disinformasi Keagamaan
Storytelling Sebagai Strategi Healing Dakwah: Analisis Content Dakwah Ustadz Hilman Fauzi Fadilah, Nurul; Sabirin, Yoga Basyiril; Jaya, Canra Krisna
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3886

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the content of Ustadz Hilman Fauzi's preaching in digital preaching and explain the role of storytelling strategies in shaping Islamic messages, the healing process of preaching, and its transformative dimensions for Muslim female audiences. The background of this study stems from the increasing spiritual and emotional needs of Muslim women in the digital age who face psychological and social pressures and the influence of popular culture. This study uses a qualitative approach with content analysis methods on the comments of Muslim female audiences on Ustadz Hilman's preaching videos on the TikTok platform. The data is categorized into several themes, namely the acceptance of Islamic messages, emotional responses, perceptions of healing, and the spiritual experiences of the audience. The results of the analysis show that the content analysis of the storytelling da'wah used by Ustadz Hilman Fauzi in digital da'wah plays an important role in the healing process of da'wah for Muslim female audiences. Through real stories, personal experiences, and simple parables delivered in a light and interactive manner, Islamic messages become easier to understand and touch the emotional side of the audience. Storytelling has proven to be effective in creating a calming preaching space, building social solidarity, and strengthening spiritual closeness to Allah. Thus, storytelling is not only a method of conveying messages, but also a transformative da'wah strategy that integrates cognitive, emotional, social, and spiritual aspects into a holistic religious experience.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah Ustadz Hilman Fauzi dalam dakwah digital serta menjelaskan peran strategi storytelling dalam membentuk pesan Islami, proses healing dakwah, dan dimensi transformatifnya bagi audiens muslimah. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kebutuhan spiritual dan emosional perempuan muslim di era digital yang menghadapi tekanan psikologis, sosial, dan pengaruh budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis) terhadap komentar audiens muslimah pada video dakwah Ustadz Hilman di platform TikTok. Data dikategorikan ke dalam beberapa tema, yaitu penerimaan pesan Islami, respon emosional, persepsi terhadap healing, serta pengalaman spiritual audiens. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis konten dari dakwah storytelling yang digunakan Ustadz Hilman Fauzi dalam dakwah digital berperan penting dalam proses healing dakwah bagi audiens muslimah. Melalui kisah nyata, pengalaman pribadi, dan perumpamaan sederhana yang disampaikan secara ringan dan interaktif, pesan Islami menjadi lebih mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional audiens. Storytelling terbukti mampu menciptakan ruang dakwah yang menenangkan, membangun solidaritas sosial, serta memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah. Dengan demikian, storytelling tidak hanya menjadi metode penyampaian pesan, tetapi juga strategi dakwah transformatif yang mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, sosial, dan spiritual dalam satu pengalaman religius yang utuh.