Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman dan Kelimpahan Famili Chaetodontidae Serta Hubungannya dengan Tutupan Karang Hidup di Pulau Weh, Sabang Putra, Risandi Dwirama
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6407

Abstract

Ikan karang merupakan salah satu biota laut yang sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem terumbu karang. Oleh karena itu, ada tidaknya spesies ikan karang tertentu dapat menggambarkan kondisi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara keanekaragaman dan kelimpahan ikan Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup di dua belas lokasi Pulau Weh, Sabang. Metode Sensus Visual Bawah Air digunakan untuk mengumpulkan data ikan karang. Data persentase tutupan karang hidup dikumpulkan dengan menggunakan metode Transek Foto Bawah Air. Hasil penelitian menemukan total 24 spesies ikan Chaetodontidae yang mewakili empat marga dengan jumlah individu yang tercatat pada saat pengamatan sebanyak 1.041 individu. Rata-rata kategori tutupan karang hidup di Pulau Weh, Sabang dalam kondisi cukup baik (31,255%). Ikan Chaetodontidae di Pulau Weh, Sabang termasuk dalam kategori  keanekaragaman rendah dengan rata-rata indeks keanekaragaman (H) = 2,059 serta kelimpahan rata-rata Ikan Chaetodontidae sebesar 2.479 (ind/ha). Terdapat korelasi yang lemah antara jumlah jenis Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup dan juga antara kelimpahan Chaetodontidae dengan tutupan karang Pulau Weh, Sabang dengan nilai koefisien determinasi R2 regresi linier masing-masing sebesar 0,4299 dan 0,2522.
Implementasi Teknologi Irigasi Cerdas: Sistem Penyiraman Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban dan Sprayer Pada Gapoktan Desa Gunung Lengkuas Ilva, Habrio; Dwirama Putra, Risandi; Abdul Alimun Karim; Cahya Rada, Dwi; Muhamad Zulfakar
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.138

Abstract

Petani Sayur di Desa Gunung Lengkuas masih menggunakan metode penyiraman manual yang kurang efisien dari segi waktu, tenaga, dan penggunaan air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penyiraman manual yang masih dilakukan oleh petani di Desa Gunung Lengkuas melalui implementasi sistem irigasi cerdas. Teknologi yang diperkenalkan adalah sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah dan sprayer yang dikendalikan oleh mikrokontroler NodeMCU ESP8266 serta didukung panel surya sebagai sumber energi. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, perancangan alat, instalasi sistem, pelatihan mitra, dan evaluasi kinerja sistem. Kegiatan dilakukan secara tatap muka selama periode September hingga Desember 2024, bekerja sama dengan GAPOKTAN Desa Gunung Lengkuas sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan sistem mampu mengurangi penggunaan air hingga 30% serta menghemat waktu dan tenaga petani karena penyiraman dilakukan secara otomatis dan tepat waktu. Teknologi ini juga memberikan solusi yang ramah lingkungan dan hemat energi, karena memanfaatkan sumber daya terbarukan. Implementasi sistem irigasi cerdas ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pertanian, tetapi juga mendorong transformasi menuju pertanian berbasis teknologi.
Conversion of High Speed Landing Craft Boat for Passenger into High Speed Landing Craft Boat for Ambulance Prayetno, Eko; Verandi, Alde Vio; Uzri H.A, Islam; Putra, Risandi Dwirama; Nusyirwan, Deny
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i2.20550

Abstract

The Riau Archipelago is one of the provinces that geographically consist of 1700 islands surrounded by sea, both small and large, with a percentage of 98% sea and 2% land. So, to support the minimal health facilities on the Riau Archipelago, an Ambulance Boat is needed to mobilize patients to hospitals with better facilities. In this study, it aims to modify the design of the High Speed Landing Craft Boat Passenger to become an Ambulance Boat with a length of 12 m, a width of 3 m, a height of 1.2 m, and a draft of 0.6 m. Then perform technical calculations including hull shape coefficient analysis, stability, seakeeping, resistance, speed, ship power, and Motion Sickness Incidence (MSI) analysis. From MSI analysis with ISO 2631 parameters, the wave heading is divided into 5 sections: 00 (Following Seas), 450 (Stern Quartering Seas), 900 (Beam Seas), 1350 (Bow Quartering Seas), and 1800 (Head Seas). The value MSI is obtained after carrying out a comprehensive analysis, the results are depicted in the MSI chart for sea state 1 calm (0-0.1 m) and sea state 2 smooth (0.1-0.5 m) conditions with the following wave directions, waves coming from the side (beam seas), and waves coming from the front (head seas).
Pola Sebaran Suhu Permukaan Laut, Klorofil-A dan Arah Kecepatan Angin Berdasarkan Perbedaan Musim di Perairan Pulau Bintan Bagian Timur Putra, Risandi Dwirama; Prista, Dahlia Mei; Ritonga, Abdul Rahman; Siringoringo, Rikoh Manogar; Suhana, Mario Putra; Apdillah, Dony
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i3.10340

Abstract

Karakteristik oseanografi pada perairan Pulau Bintan bagian timur dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya pergerakan angin muson serta sirkulasi massa air laut sehingga berdampak terhadap fluktuasi pola sebaran konsentrasi klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut (SPL). Kajian terkait pola sebaran SPL, klorofil-a dan Arah Kecepatan Angin didasarkan akibat adanya perbedaan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada Febuari dengan pengambilan data lapangan pada bulan Oktober 2020 serta pengambilan data citra Aqua MODIS rata-rata bulanan 2017-2019. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pola sebaran SPL di perairan Pulau Bintan mengalami fluktuasi berdasarkan perbedaan musim, peningkatan SPL terjadi pada musim musim timur berkisar 29,88-30,53°C dan penurunan nilai SPL terjadi pada musim utara berkisar antara 28,48-28,51°C. Pada musim selatan nilai SPL di Pulau Bintan kembali mengalami peningkatan dengan nilai SPL sebesar 29,65-29,95°C sedangkan pada musim barat nilai SPL berkisar antara 29,74-30,33°C. Pola sebaran klorofil-a di perairan Pulau Bintan juga mengalami fluktuasi berdasarkan perbedaan musim dimana nilai konsentrasi klorofil-a mengalami peningkatan di musim selatan berkisar 0,74-1,32 mg/m3 dibandingkan dengan musim sebelumnya yaitu pada musim barat dengan besar nilai klorofil-a berkisar antara 0,45- 0,52 mg/m3. Nilai klorofil-a meningkat kembali pada musim utara berkisar antara 0,60 – 0,78 mg/m3, sedangkan untuk Musim timur konsentrasi klorofil-a berkisar 0,67-0,98 mg/m3. Pergerakan pola arah dan kecepatan angin di perairan Pulau Bintan didominasi oleh pergerakan angin muson, dimana kecepatan angin tertinggi terjadi pada musim utara.
ESTIMASI KANDUNGAN STOK KARBON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN DOMPAK DAN BERAKIT, KEPULAUAN RIAU Hertyastuti, Putri Restu; Putra, Risandi Dwirama; Apriadi, Tri; Suhana, Mario Putra; Idris, Fadhliyah; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32199

Abstract

Salah satu peran penting ekosistem lamun yaitu sebagai penyerap karbon yang berasal dari atmosfer. Pulau Bintan merupakan salah satu pulau dengan hamparan padang lamun yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon pada padang lamun yang berasal dari seluruh jenis lamun dan sedimen yang berada di perairan Berakit dan Dompak Pulau Bintan. Penentuan potensi cadangan karbon dilakukan dengan melihat estimasi cadangan karbon di dalam sedimen dan biomassa lamun meliputi bagian atas (daun dan pelepah daun) dan bagian bawah lamun (rhizome dan akar). Pengukuran stok karbon pada sedimen lamun dilakukan dengan menggunakan metode pengabuan kering atau Loss on Ignation (LOI) dan kandungan karbon pada biomassa lamun diukur menggunakan metode konversi dengan konstanta. Hasil penelitian menunjukkan pada stasiun Berakit estimasi total cadangan karbon sedimen sebesar 91 Mg Corg ha-1 dan 10,58 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon lamun, sedangkan stasiun Dompak nilai estimasi total cadangan karbon pada sedimen berkisar103,80 Mg Corg ha-1 dan 3,34 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon bagian lamun. Kandungan karbon pada substrat dipengaruhi oleh komposisi sedimen dan kandungan karbon pada lamun dipengaruhi oleh kerapatan lamun.
Conversion of High Speed Landing Craft Boat for Passenger into High Speed Landing Craft Boat for Ambulance Eko Prayetno; Alde Vio Verandi; Islam Uzri H.A; Risandi Dwirama Putra; Deny Nusyirwan
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v9i2.4996

Abstract

The Riau Archipelago is one of the provinces that geographically consist of 1700 islands surrounded by sea, both small and large, with a percentage of 98% sea and 2% land. So, to support the minimal health facilities on the Riau Archipelago, an Ambulance Boat is needed to mobilize patients to hospitals with better facilities. In this study, it aims to modify the design of the High Speed Landing Craft Boat Passenger to become an Ambulance Boat with a length of 12 m, a width of 3 m, a height of 1.2 m, and a draft of 0.6 m. Then perform technical calculations including hull shape coefficient analysis, stability, seakeeping, resistance, speed, ship power, and Motion Sickness Incidence (MSI) analysis. From MSI analysis with ISO 2631 parameters, the wave heading is divided into 5 sections: 00 (Following Seas), 450 (Stern Quartering Seas), 900 (Beam Seas), 1350 (Bow Quartering Seas), and 1800 (Head Seas). The value MSI is obtained after carrying out a comprehensive analysis, the results are depicted in the MSI chart for sea state 1 calm (0-0.1 m) and sea state 2 smooth (0.1-0.5 m) conditions with the following wave directions, waves coming from the side (beam seas), and waves coming from the front (head seas).
The Relationship Between Reef Fish and Coverage of Coral and Turf Algae in Coral Reef Ecosystems of Biak Island, Papua Aji, Ludi Parwadani; Putra, Risandi Dwirama; Abrar, Muhammad; Siringoringo, Rikoh Manogar; Giyanto, Giyanto
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, we examine the influence of benthic coverage on fish diversity in coral reef ecosystems. Benthic and reef fish community surveys were conducted at 14 sites using underwater photographic transect and underwater visual census methods, respectively. Coral cover (26.1%) was found to be lower than turf algae cover (42.1%). A total of 56 fish species, comprised of 14 carnivores, 21 corallivores, and 21 herbivores, were recorded. The most widely distributed carnivore and herbivore species were Lethrinus harak and Ctenochaetus striatus, respectively. Two species of butterflyfish, Chaetodon citrinellus and Chaetodon trifasciatus, were the most widely distributed species among corallivores. The number of herbivorous fish species was correlated with coral cover, but not turf algae cover. In contrast, no correlation was observed between the diversity of corallivorous and carnivorous fish and the coverage values of the two benthic groups (coral and turf algae). Despite this, a pattern was observed in which areas with higher coral cover had more corallivorous and carnivorous fish species, while sites with higher turf algae cover had fewer of these fish species. Reef fish distribution depends on live coral, which are the primary habitat-forming organisms on coral reefs. Coral and reef fish are essential in maintaining ecological functions and shaping reef ecosystems.
Biodiversity of Reef Fishes in Three Small Outer Islands of West Papua, Indonesia Risandi Dwirama Putra; Petrus Christianus Makatipu; I Wayan Eka Dharmawan; Frensly Damianus Hukom; Muhammad Abrar; Rikoh Manogar Siringoringo; Ni Wayan Purnamsari; Aditya Hikmat Nugraha; Pradipta Agustina; Khairunnisa Khairunnisa; Asep Mulyono; MD Jayedul Islam
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 27, No 4 (2022): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.27.4.285-296

Abstract

Coral fish groups have a very strong dependence on coral reef ecosystems. Nusa Manggala Expedition was carried out for twenty days to explore basic data on the diversity of species of coral reef fish in the Liki, Bepondi, and Miossu Islands. Assessment of coral fish assemblages using Underwater Visual Census (UVC). Four hundred and thirty-two species of fifty families of reef fishes found during the 2nd session the Nusa Manggala expedition in Liki, Bepondi, and Miossu islands, northern Papua. Four species (Mobula tarapacana, M. alfredi, Oxymonacanthus longirostris, Bolbometopon muricatum, and Plectropomus areolatus) and one species (Cheilinus undulatus) categorized of IUCN as Vulnerable (VU) and Endangered (EN), respectively, were recorded in this study. There is unique pattern of reef fishes’ composition in small outer islands location in pristine location that shows Pomacentridae and Labridae were almost in the same number as Gobiidae, Apogonidae, Serranidae, Chaetodontidae, and Acanthuridae. In addition, the results showed that the Liki and Miossu islands and Bepondi Island included at the Coral Fish Diversity Index (CFDI) as an extraordinary and excellent category of marine fish, respectively. The results of the expedition showed that the Liki Islands and Miossu Island had an extraordinary category of marine fish, and Bepondi Island had an excellent category of sea fish. The culture of local people in Papua called "Sasi" prove to provide full protection to the ecosystem and have a positive impact on high diversity of reef fishes.
Rancang Bangun Tenda Pelindung Ikan Asin Menggunakan Teknologi Nirkabel Bluetooth Untuk Masyarakat Nelayan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Nusyirwan, Deny; Prayetno, Eko; Baihaque, Muhd Ridho; Yunianto, Anton Hekso; Putra, Risandi Dwirama; Raharja, Adyk Marga; Apriansyah, Firman
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 19, No 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v19i1.110730

Abstract

Ikan asin adalah produk yang dihasilkan dengan merendam ikan dalam air garam dan kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Kualitas pengeringan sangat mempengaruhi harga jual ikan asin, semakin baik proses pengeringannya, semakin tinggi nilai jual ikan tersebut. Namun, salah satu masalah utama dalam proses ini adalah ketika ikan terkena hujan, yang memperlambat pengeringan dan dapat merusak kualitas ikan. Masyarakat pesisir umumnya menutup atau memindahkan ikan yang sedang dijemur agar tidak basah terkena hujan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diusulkan tenda otomatis untuk melindungi ikan asin dari hujan. Tenda ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno yang terhubung dengan Bluetooth sebagai pusat pengolahan informasi, sehingga tenda dapat secara otomatis menutup ketika hujan datang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi ini efektif, murah, dan mudah digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sosial dan design thinking bersama warga sebagai calon pengguna untuk memahami kebutuhan mereka, sehingga solusi yang dihasilkan tepat dan relevan.
Teknologi Internet of Things untuk Monitoring Berat Sampah di Lokasi Wisata Pulau Penyengat Nusyirwan, Deny; Prayetno, Eko; Baihaque, Muhd Ridho; Yunianto, Anton Hekso; Putra, Risandi Dwirama; Raharja, Adyk Marga; Apriansyah, Firman; Suhendra, Tonny
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 19, No 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v19i1.110757

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Penyengat, salah satu kawasan wisata sejarah peninggalan kerajaan Melayu yang menjadi daya tarik utama di Kota Tanjungpinang. Peningkatan aktivitas masyarakat dan jumlah wisatawan menyebabkan peningkatan signifikan terhadap volume sampah, baik dari sumber rumah tangga maupun aktivitas wisata. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sistem pemantauan berat sampah berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses secara real-time oleh petugas kebersihan dan instansi terkait tanpa batasan ruang dan waktu. Sistem ini menggunakan Wemos D1 Min dengan konektivitas Wi-Fi yang terintegrasi dengan sensor load cell, serta memanfaatkan aplikasi Blynk sebagai penghubung ke web server. Penelitian diawali melalui pendekatan sosial bersama masyarakat sebagai calon pengguna dan dilanjutkan dengan penerapan metode design thinking untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat bekerja dengan baik, akurat, mudah dioperasikan, dan memiliki biaya implementasi yang rendah. Inovasi ini terbukti mampu mendukung efisiensi pengelolaan sampah di Pulau Penyengat serta berpotensi diterapkan di kawasan wisata lain dengan kondisi serupa.
Co-Authors Abdul Alimun Karim Abdul Rahman Ritonga Adih Adih Aditya Hikmat Nugraha Adrian, Dino Adyk Marga Raharja Agung Dhamar Syakti Alde Vio Verandi Andi Bakia Askara Andri Irawan Ani Suryanti Anton Hekso Yunianto Apriansyah, Firman Arief Pratomo, Arief Asep Mulyono Asep Mulyono Bachtiar, Ibnu Kahfi Bukhari Bukhari Chandra Joei Koenawan Deah, A Dedy Kurniawan Desi Nurlianti Devia Hartono Puteri Dony Apdillah Dwi Septiani Putri Edwin Ghutowo Fadhliyah Idris Frensly Damianus Hukom Habrio Ilva YR Hasnarika, Hasnarika Herlanto Sihar Napitupulu Hertyastuti, Putri Restu Hidayah, Ricky Try Noer Hidayah, Ricky Try Noer I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Nurjaya Ibnu Kahfi Bachtiar Ichsan, Rafiqul M Ichsan, Rafiqul M Ilham Antariksa Tasabaramo Islam Uzri H.A Ita Karlina Jaya, Yales Veva Jaya, Yales Veva Jumsurizal Jumsurizal Juraij Juraij Khairunnisa Khairunnisa Koto, J. Kurniawan Ramadhan Lubis Leica Febby Shafitri LUDI PARWADANI AJI M Ramlan M, Mufti F Mario Putra Suhana MD Jayedul Islam MD Jayedul Islam Muhamad Muliadi Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhammad Abrar Muhammad Zulfakar Muhd Ridho Baihaque Munthe, Masri Ginting Munthe, Masri Ginting Muta Ali Khalifa Ni Wayan Purnama Sari Ni Wayan Purnamasari Ni Wayan Purnamsari Ni Wayan Purnamsari Nusyirwan, Deny Nyoman M N Natih Oksto Ridho Sianturi Petrus Christianus Makatipu Pradipta Agustina, Pradipta Prayetno, Eko Prayetno, Eko Prista, Dahlia Mei Reski Putri Handayani Ricky Try Noer Hidayah Rikoh Manogar Siringoringo Rikoh Manogar Siringoringo Rikoh Manogar Siringoringo Rikoh Manogar Siringoringo Rikoh Manogar Siringoringo Ritonga, Abdul Rahman Rizki Abdullah Rumapea, Meyliana Anastasya Sapta Nugraha Saputra, H Sarmada, Iqbal Faiz Sarmada, Iqbal Faiz Satria Agust SATRIYAS ILYAS Sinta Junia Wulandari Soedrajad Haryo Adji Soedrajad Haryo Adji Susi Rahmawati Susi Rahmawati T. Ersti Yulika Sari Tonny Suhendra Tri Apriadi Tri Nur Cahyo Try Febrianto Udhi E Hernawan Udhi E Hernawan Verandi, Alde Vio