Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL EDUKASI DIET KETOGENIK BERBASIS DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF-EFFICACY KELUARGA UNTUK MENURUNKAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI TINGKAT PRIMER WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Novita Yusuf, Rahmi; Sandra, Rhona; Sari, Imrah; Rika Nofia, Vino; Sakti Anggraini, Siska; Diana Morika, Honesty
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30635

Abstract

ABSTRAK Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya dukungan sosial dalam penerapan gaya hidup sehat. Salah satu pendekatan yang saat ini mulai dikembangkan dalam pencegahan PJK adalah diet ketogenik, yaitu pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan mengontrol berat badan. Namun, keberhasilan penerapan diet ini sangat bergantung pada dukungan keluarga dan keyakinan diri (self-efficacy) individu dalam menjalankannya secara konsisten.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga dalam upaya menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan interaktif kepada kader dan keluarga dengan risiko tinggi PJK di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Agustus 2025, meliputi sesi edukasi gizi, pelatihan penyusunan menu ketogenik, serta diskusi kelompok terarah untuk memperkuat dukungan sosial antaranggota keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 32 peserta keluarga yang mengikuti program, menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3 (naik 5%), rata-rata skor sikap dan self efficacy meningkat dari 2,8 menjadi 4,1 (naik 57%) dan rata-rata peningkatan keseluruhan mencapai 61% melebihi standar minimal 20% efektivitas program edukasi yang mengalami peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam menerapkan pola makan ketogenik serta menunjukkan peningkatan self-efficacy keluarga dalam mendukung perubahan perilaku sehat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul edukasi diet ketogenik berbasis dukungan sosial dan self-efficacy keluarga efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga untuk menerapkan gaya hidup sehat guna menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Disarankan agar modul ini digunakan secara berkelanjutan sebagai media edukasi promotif dan preventif di tingkat layanan primer.Kata kunci: Diet ketogenik, dukungan sosial, self-efficacy, penyakit jantung koroner, edukasi kesehatan                                                                  ABSTRACTCoronary heart disease (CHD) is one of the leading causes of death in Indonesia, largely influenced by unhealthy eating habits, lack of physical activity, and low social support in adopting a healthy lifestyle. One of the approaches currently being developed for CHD prevention is the ketogenic diet, a low-carbohydrate and high-healthy-fat eating pattern that can help reduce levels of low-density lipoprotein (LDL), increase high-density lipoprotein (HDL), and maintain body weight. However, the success of this diet strongly depends on family support and individual self-efficacy in adhering to the regimen consistently. The purpose of this community service activity was to develop and implement ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy as an effort to reduce the risk of coronary heart disease. The activity was carried out through interactive counseling and training sessions for health cadres and families at high risk of CHD in the working area of Lubuk Buaya Public Health Center. The program was conducted for one day in August 2025, consisting of nutrition education sessions, ketogenic meal planning workshops, and focus group discussions aimed at strengthening social support among family members. The results showed that among 32 participating families, there was a significant increase in the average knowledge score from 2.6 to 4.3 (an increase of 65%), while the average attitude and self-efficacy scores rose from 2.8 to 4.1 (an increase of 57%). The overall improvement reached 61%, exceeding the minimum standard of 20% program effectiveness. These results indicate that the ketogenic diet education module based on family social support and self-efficacy effectively increased participants’ knowledge, motivation, and readiness to adopt a healthy lifestyle to prevent coronary heart disease. It is recommended that this module be implemented sustainably as a promotive and preventive educational medium at the primary healthcare level.Keywords: ketogenic diet, social support, self-efficacy, coronary heart disease, health education
EFEKTIVITAS TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING KOMBINASI POSTURAL DRAINAGE TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN CLEARANCE SPUTUM TB PARU MULTI DRUG RESISTANT Amri, Novita; Sakti Anggraini, Siska; Morika, Honesty Diana
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30667

Abstract

Tuberkulosis Paru Multi Drug Resistant (MDR-TB) merupakan salah satu tantangan kesehatan global dengan tingkat mortalitas yang tinggi dan terapi yang kompleks. Pasien MDR-TB kerap mengalami hipoksemia akibat gangguan pertukaran gas serta retensi sputum yang berisiko menimbulkan komplikasi berupa atelektasis dan perburukan fungsi paru. Kondisi ini membutuhkan intervensi tambahan selain pengobatan farmakologis. Teknik Active Cycle of Breathing (ACBT) dan Postural Drainage (PD) secara teoritis mampu meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki clearance sputum, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya pada pasien MDR-TB masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi gap pengetahuan tersebut sekaligus mengeksplorasi intervensi fisioterapi yang sederhana dan terjangkau sebagai terapi adjuvan dalam tatalaksana MDR-TB.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi ACBT dan PD dalam meningkatkan saturasi oksigen serta clearance sputum pada pasien MDR-TB. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan pretest–posttest control group. Sebanyak 30 pasien MDR-TB direkrut sebagai sampel penelitian dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=15) yang mendapatkan terapi ACBT + PD dan kelompok kontrol (n=15) yang hanya memperoleh perawatan standar. Intervensi diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, sedangkan clearance sputum dievaluasi berdasarkan volume dan karakteristik sputum. Analisis data dilakukan dengan paired t-test untuk melihat perbedaan intrakelompok dan independent t-test untuk membandingkan hasil antar kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 91,80% ± 3,25 menjadi 95,60% ± 2,80 (p=0,018), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna dengan nilai rata-rata 91,40% ± 3,10. Pada aspek clearance sputum, kelompok intervensi mengalami peningkatan volume dari 8,90 ± 2,20 ml menjadi 15,70 ± 3,05 ml (p=0,007), sedangkan kelompok kontrol tetap relatif stabil yaitu 9,10 ± 2,30 ml. Analisis bivariat menegaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna baik pada saturasi oksigen maupun volume sputum antara kelompok intervensi dan kontrol.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ACBT dan PD terbukti efektif dalam meningkatkan oksigenasi serta memperbaiki clearance sputum pada pasien TB paru MDR.Kata Kunci : Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; saturasi oksigen; clearance sputum ABSTRACTMultidrug-resistant pulmonary tuberculosis (MDR-TB) remains a major global health challenge with high mortality rates and complex treatment regimens. Patients with MDR-TB often experience hypoxemia due to impaired gas exchange and sputum retention, which may lead to complications such as atelectasis and further deterioration of lung function. These conditions require adjunctive interventions in addition to pharmacological therapy. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) and Postural Drainage (PD) are theoretically capable of improving oxygen saturation and enhancing sputum clearance; however, empirical evidence regarding their effectiveness in MDR-TB patients remains limited. Therefore, this study is important to address the existing knowledge gap and explore simple, affordable physiotherapy interventions as adjuvant therapy in the management of MDR-TB.This study aimed to analyze the effectiveness of combining ACBT and PD in improving oxygen saturation and sputum clearance in MDR-TB patients. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. A total of 30 MDR-TB patients were recruited and divided into two groups: the intervention group (n=15), which received ACBT + PD therapy, and the control group (n=15), which received standard care only. The intervention was administered for four weeks with a frequency of three sessions per week. Oxygen saturation was measured using a pulse oximeter, while sputum clearance was evaluated based on volume and characteristics. Data analysis was conducted using paired t-tests for intragroup comparisons and independent t-tests for intergroup comparisons.The results showed that the mean oxygen saturation in the intervention group significantly increased from 91.80% ± 3.25 to 95.60% ± 2.80 (p=0.018), while the control group showed no significant changes with a mean value of 91.40% ± 3.10. In terms of sputum clearance, the intervention group experienced a significant increase in sputum volume from 8.90 ± 2.20 ml to 15.70 ± 3.05 ml (p=0.007), whereas the control group remained relatively stable at 9.10 ± 2.30 ml. Bivariate analysis confirmed significant differences between the intervention and control groups in both oxygen saturation and sputum volume.In conclusion, the combination of ACBT and PD is proven effective in improving oxygenation and enhancing sputum clearance among patients with MDR pulmonary tuberculosis.Keywords: Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; oxygen saturation; sputum clearance