Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI TERHADAP PEMUDA DI DESA PEBAUN HULU Marlina, Gusti; Desta Andriani; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Chairil Ezward; Wahyudi; A.Haitami
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v2i1.25

Abstract

Cow urine waste is unused waste that is still scattered in Pebaun Hulu village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency. Currently, cattle waste, especially urine, causes environmental pollution, which disrupts people's comfort. This community service activity aims to train the community, especially the youth of Pebaun Hulu village, to utilize cow urine into liquid organic fertilizer (POC) using fermentation techniques with EM-4. The target of the training activities is the youth of Pebaun Hulu village. Training activities were carried out over two meetings. Based on the pre-test results, 80% of youth do not understand the benefits of fertilizer and do not understand how to make POC. The method used in the training consists of three stages, namely lecture, discussion and practice. The result of the training is that the youth of Pebaun Hulu village understand and understand how to make POC from cow urine found in their environment using the EM-4 fermentation technique. Through this activity, it has also changed the paradigm of the people of Pebaun Hulu village, Kuantan District, Kuantan Singingi Regency who consider cow dung as waste that can pollute the environment to be more useful.
Application of Technology and Fertilizer Management on Oil Palm Plants in Kinali Village: Penerapan Teknologi dan Manajemen Pemupukan Pada Tanaman Kelapa Sawit di Desa Kinali Wahyudi, Wahyudi; Ezward, Chairil; Desta Andriani; Seprido, Seprido; A.Haitami; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Gusti Marlina; Budi Santoso
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/ex747s98

Abstract

Oil palm planting should pay attention to technology and fertilization management. The hope in cultivating oil palm plants is the results/production of the fruit. The community in Kinali Village has begun to convert rubber plantations into oil palm plantations. However, some people still do not know the importance of understanding and implementing fertilization properly. The method of community service activities is to start identifying problems through dialogue which is continued with extension and training activities. In order to measure the level of satisfaction with the activities carried out, a questionnaire was distributed. The results of this activity showed that the community was very satisfied (83,33 %) with the extension and training provided. The importance of this activity is because it increases knowledge, changes mindsets and changes the treatment of community oil palm plants. So that it can increase community income.
PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK BAGI SISWA MENENGAH ATAS/ SEDERAJAT DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Haitami, A; Seprido, Seprido; Andriani, Desta; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Ezward, Chairil; Marlina, Gusti; Wahyudi, Wahyudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.919-926

Abstract

Budidaya secara hidroponik dapat menanggulangi masalah keterbatasan berkurangnya lahan pertanian Edukasi terkait pemanfaatan tanaman hidroponik dinilai penting untuk disosialisasikan agar masyarakat dapat mengenal lebih mendalam dan memiliki motivasi dalam budidaya teknik hidroponik di lingkungan masing-masing. Siswa sebagai generasi penerus bangsa, dalam interaksi sosial memiliki peranan istimewa sebagai penyambung ilmu pengetahuan. Didukung dengan berlakunya kurikulum Merdeka belajar pada siswa menengah atas bahwa siswa harus memiliki keterampilan ekstraseluler salah satunya di bidang pertanian. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan Budidaya hidroponik bagi siswa sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Untuk melihat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta maka sebelum dan sesudah kegiatan PKM disebarkan quisioner. Hasil Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan budidaya hidroponik terhadap siswa SMA/sederajat  sangat antusias diikuti oleh peserta.  Dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler memiliki peluang untuk di kembangkan disekolah bahkan di masyarakat. Terjadi peningkatan sekitar 50 % pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler. Salah satu sekolah peserta pelatihan yaitu MA BAHLUL ULUM kabupatem kuatan singingi sudah penerapan hidroponik system kapiler pada tanaman cabai.
Hydroponic Assembly Training for Teachers and Senior High School Students in Kuantan Singingi Seprido, Seprido; Desta Andriani; A. Haitami; Elfi Indrawanis; Chairil Ezward; Gusti Marlina; Wahyudi; Tri Nopsagiarti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.16414

Abstract

Education is a very important need in society’s life. High school students and equivalent teachers are educational people who continuously learn. Hydroponics is a technology in the agricultural sector that can be adopted in the education sector. A total of 68 participants attended this hydroponics training activity, 22 were teachers and 46 were senior high schools student. All participants showed quite high enthusiasm in this training activity as shown by the high frequency of questions from all participants.
PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR Wahyudi Wahyudi; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Deno Okalia; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1835

Abstract

Dalam perekonomian makroekonomi Indonesia, industri minyak sawit memiliki peran strategis, antara lain penghasil devisa terbesar, lokomotif perekonomian nasional. Salah satu kendala yang dihadapi para petani kelapa sawit di Desa Siberoba adalah perawatan yang kurang optimal termasuk didalampemupukan tanaman belum menghasilkan.Petani yang memiliki ilmu pengetahuan yang kurang memadai dalam perawatan tanaman kelapa sawit, seringkali tidak melakukan pertimbangan konsistensi dalam teknis perawatan.Keadaan ini menimbulkan berbagai mudarat yang pada akhirnya merugikan petani yang pada akhirnya berdampak kepada pendapatan petani.Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pemupukan tanaman belum menghasilkan.Mulai dari persiapan pemupukan sampai tanaman bisa siap dipupuk.Berdasarkan data penyebaran kuesioner dari dua variabel yang dinilai yaitu kemampuan komunikasi dari tim pengabdian dan pengetahuan petani. Penilaian yang tertinggi pada variabel kemampuan komunikasi tim pengabdian terdapat pada jawaban 4 (mampu) yaitu 76%, sedangkan untuk variabel pengetahuan petani jawaban yang paling tinggi terdapat pada jawaban 4 (dapat menjawab 3 jawaban) yaitu 40%.
The Potential Of Bacterial Endophyte Of Plants Paitan Titonia Deversifolia As Biofertilizer And Biopesticide: Potensi Bakteri Endofit Dari Tanaman Paitan Titonia Deversifolia Sebagai Biofertilizer dan Biopestisida Desta andriani; M FIRDAUS OKTAFIYANTO
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1. No. 2 July 2019. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i2.146

Abstract

The development of pathogen control is currently not only targeted at suppressing pathogens but also considered safe for the ecosystem by utilizing endophytic bacteria. Endophytic bacteria can live in plant tissues without causing symptoms of disease and have a positive influence on plant growth. This study aims to obtain potential endophytic bacteria from T. diversifolia. Of the 23 endophytic bacteria isolated and previously characterized there were 13 endophytic bacteria that had the potential to increase rice growth, namely isolates, Ta42t, Ta46t, Ta31n, Tb31t, Tb35t, Tb41t, Ta34n, Tb34n, Ta36n, Tb32t, Tb43n, Ta43n, Tb32n, Tb45n. Of the 23 isolates 3, endophytic bacterial isolates that can suppress pathogens are Tb45n, Tb42n and Ta43n isolates. There are 2 isolates that can be used as triggers for growth as well as can be used to suppress pathogen growth.
Behavior of Heterotrigona itama in Hydroponic Melon (Cucumis melo L.) Planting in Greenhouse with Insecticide Spraying Seprido; Desta Andriani; Chairil Ezward; A. Haitami; Nariman Hadi
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4116

Abstract

Sustaining and improving melon production is essential to fulfill the increasing demand for melon fruit in Indonesia. In order to maintain this level of production, it is necessary to utilize insecticides to manage the pests that pose a threat to melon crops. This research aims to assess the impact of insecticide application on the pollination activity of Heterotrigona itama, a vital pollinating insect for melon plants. This research aimed to investigate the effect of Heterotrigona itama activity on melon plants in a greenhouse treated with insecticides. The study was carried out utilizing a survey-based methodology. Data was collected on several aspects of Heterotrigona items' behavior before and after applying insecticides. The research findings demonstrated that using insecticides on melon crops within a controlled environment decreased the frequency of visits from Heterotrigona itama to the melon flowers. Additionally, it was observed that the application of insecticides resulted in the mortality of Heterotrigona itama within the initial six days following the insecticide spraying. On the second day, the maximum number of individuals present was 14. The analysis of Heterotrigona itama honey revealed that the detected levels of pesticide residues were lower than the benchmark dose response (BMR) threshold.
Respon Tanaman Kacang Panjang Terhadap Perlakuan POC LimPaMa Riko Fajar Wahyudi; Chairil Ezward; Desta Andriani; A. Haitami
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.1981

Abstract

Kondisi kesuburan tanah yang semakin mengkhawatirkan saat ini menjadi salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya tanaman hortikultura, khususnya kacang panjang, yang berdampak langsung pada rendahnya tingkat produktivitas yang dihasilkan. Upaya peningkatan kesuburan tanah sekaligus peningkatan hasil produksi kacang panjang dapat dilakukan melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah pasar sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC). POC yang berbahan dasar limbah pasar dan diperkaya dengan penambahan buah maja selanjutnya dikenal dengan sebutan LimPaMa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan vegetatif dan hasil produksi tanaman kacang panjang yang mendapatkan perlakuan POC LimPaMa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri atas 4 taraf perlakuan, yakni: A0 (tanpa aplikasi POC), A1 (dosis POC 100 ml/liter air), A2 (dosis POC 200 ml/liter air), dan A3 (dosis POC 300 ml/liter air). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aplikasi POC LimPaMa pada taraf perlakuan A2 (dosis 200 ml/liter air) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap umur berbunga (31,14 HST), umur panen (47,38 HST), jumlah polong per tanaman (72,38 polong), serta berat polong per tanaman (1.238,09 gram). Penelitian ini memberikan manfaat dalam hal pendauran ulang limbah pasar yang diperkaya buah maja menjadi POC LimPaMa, sekaligus menyediakan informasi mengenai respons tanaman kacang panjang terhadap perlakuan yang diberikan. Adapun kandungan unsur hara POC LimPaMa meliputi: C-Organik 0,72%, Total N 0,06%, Total P₂O₅ 0,04%, Total K₂O 0,15%, Total Mg 0,005%, dan Total Ca 0,019%.
Penyuluhan Budidaya Kacang Tanah Di Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Chairil Ezward; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Seprido Seprido; Wahyudi Wahyudi; Haitami Haitami; Desta Andriani; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1163

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah diharapkan Kelompok Wanita Tani (KWT) mampu melakukan budidaya tanaman yang dapat menghasilkan produksi tinggi namun ramah lingkungan, seperti melakukan pengolahan tanah maksimum telage, menggunakan Varietas Unggul, menggunakan tehnik budidaya yang bervariasi seperti rotasi tanaman dan tumpangsari, melakukan pemeliharaan yang intensif seperti penyiangan dan pemupukan yang tepat, menggunakan pupuk dalam budidaya sesuai dengan tepat jenis, dosis, wakyu, tempat dan tepat cara, melakukan panen tepat waktu serta melakukan pengelolaan limbah yang tepat (dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak). Tahapan kegiatan yaitu Pra kegiatan PKM, meninjau pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan dengan cara mewawancara penyuluh dan anggota kelompok wanita tani purnama. Informasi ini sangat penting untuk mengambil langkah kegiatan berikutnya. Kegiatan PKM, melakukan penyuluhan dan diskusi kepada anggota kelompok wanita tani purnama untuk pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Hasil dari kegiatan PKM bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Purnama bertambah dan langsung mengaplikasikan.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DESA SEBERANG TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Deno Okalia; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Wahyudi Wahyudi; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2236

Abstract

Salah satu Desa yang berada Kuantan tengah yang memiliki potensi dikembangkan disegala aspek selain letaknya strategis adalah Desa Seberang Taluk. Kegiatan desa Seberang taluk di tahun 2021 dikembangkan kearah pemberdayaan dan peningkatan produktifitas pemuda Desa dalam berwira usaha pertanian dimasa pandemi covid 19. Salah satunya meningkatkan keahlian pemuda dalam pembuatan pupuk organik agar bisa menjadi sumber penghasilan bagi penduduk. Masyarakat seberang Taluk umumnya memiliki mata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani yang tentunya dapat diintegrasikan, dimana kotoran ternak yang banyak dihasilkan dapat dibuat pupuk kompos dan dapat dimanfatkan dalam budidaya tanaman. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa seberang taluk. Memberikan pelatihan pembuatan kompos sehingga dapat diusahakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil kegiatan monev PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemuda Seberang taluk sudah dapat membuat kompos sendiri namun belum skala industri. Semua respon 100% menginginkan pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk pembuatan kompos dalam rangka meningktakan nilai tambah limbah kotoran ternak dan meningkatkan perekonomian desa dengan dihasilkannya produk pupuk kompos yang bisa diperjual belikan.