Articles
PENGARUH Curcuma zedoaria Rosc. TERHADAP KADAR ALT dan AST TIKUS (Rattus norvegicus) di INDUKSI DMBA DAN SINAR UV B
kuna, rasyid K.H
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6726
Sinar ultra violet bermanfaat untuk manusia yaitu diantaranya untuk mensintesa Vitamin D dan juga berfungsi untuk membunuh bakteri. Namun disamping manfaat tersebut sinar ultra violet dapat merugikan manusia apabila terpapar pada kulit manusia terlalu lama. dampak negatif yang diakibatkan paparan sinar ultra violet yang terlalu lama adalah kemerahan pada kulit, kulit terasa terbakar, sampai dapat mengakibatkan kanker kulit yang dapat dihambat dengan pemberian antioksidan. Ekstrak Curcuma zedoaria (ECZ) terdapat senyawa Kurkumin berpotensi digunakan sebagai antioksidan dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan jaringan hepar. Penelitian ini dilakukan uji in vivo menggunakan Rattus norvegicus dengan 5 kelompok 1 (kontrol sehat), 2 (kontrol negatif) induksi DMBA + sinar UV, 3 induksi DMBA + Sinar UV B dan pemberian ECZ 500 mg/kgBB, induksi DMBA + Sinar UV B dan pemberian ECZ 750 mg/kgBB, 5 (kontrol positif) induksi DMBA + Sinar UV B dan pemberian Vit E. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa setelah perlakuan selama 30 hari, jaringan kulit hewan coba belum menunjukkan terjadinya kanker kulit berdasarkan hasil uji histologinya. Tetapi evaluasi terhadap kadar AST, ALT hewan coba diinduksi DMBA + UV B menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol sehat. Adapun kelompok diberi ECZ juga menunjukkan penurunan kadar AST (Aspartat Transaminase) dan ALT (Alanine Aminotransferase) berbeda secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif (P 0,05). Kesimpulan bahwa ECZ memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan sel hepar pada tikus diinduksi oleh DMBA dan paparan sinar UV B
Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Di Salah Satu Apotek Kota Kotamobagu
kuna, rasyid K.H
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30591/pjif.v14i2.6728
Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya dinegara berkembang. Salah satu obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut adalah antibiotic. Ketidakrasional pemberian dan penggunaan antibiotic memiliki dampak yang sangat besar bagi manusia, salah satunya adalah terjadi resistensi mikroba terhadap antibiotic. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi jumlah antibiotic yang diresepkan terhadap keseluruhan obat disalah satu apotek kota kotamobagu periode januari-maret 2024. Metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari resep. Data yang diperoleh diolah menggunakan metode segmen DU 90%. Hasil penelitian menunjukan presentase antibiotic dalam resep sebesar 62, 85%, golongan antibiotic yang memenuhi segmen DU 90% adalah sefalosforin, kloramfenikol dan kuinolon. Terjadi pergeseran penggunaan antibiotic, dimana golongan sefalosforin merupakan antibiotic yang paling banyak digunakan, sehingga dapat dikatakan bahwa terjadi resistensi golongan penicillin pada wilayah tersebut. Oleh karena itu, hal ini menjadi perhatian penulis resep dan apoteker untuk menggunakan antibiotic secara rasional sehingga dapat menurunkan angka resistensi yang terjadi diwilayah tersebut
Article review: Cost effectiveness analysis of antihypertensive amlodipine compared to captopril in health care facilities
Astuti, Windi;
Kuna, Moh. Rasyid;
Begum, Nanda Sayyida;
Nadila Ginoga, Nur Wahyu;
Sugeha, Muhammad Anugrah
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): May: Law Science and Field
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35335/jmn.v7i2.6095
Hypertension, also known as high blood pressure, is a disease characterized by an increase in systolic blood pressure exceeding 140 mmHg and diastolic blood pressure exceeding 90 mmHg, in several measurements with a time of five minutes and with sufficient rest. The purpose of this study is to determine the cost effectiveness of hypertension therapy by using a comparison of amlodipine and captopril drug therapy in health service facilities. The method chosen was a literature study taken from journals and the results of previous research from various references related to the cost-effectiveness of antihypertensive therapy. Based on several journal literature or scientific publications that have been researched regarding the cost-effectiveness of amlodipine antihypertensive therapy compared to captopril, the results show that amlodipine has a higher effectiveness compared to captopril based on ACER and ICER values from several previous studies. Based on 10 literatures that have been analyzed, 7 literatures state that amlodipine antihypertensive is more Cost-Effective compared to captopril antihypertensive.
Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Penyuluhan Kesehatan Pada Remaja Di SMA NEGRI 3 KOTAMOBAGU
Manika, Helkim S. Laode;
Sibua, Siska Novia;
Ningsih, Suci Rahayu;
Kuna, Moh. Rasyid;
Sabunge, Sity Nurhaliza;
Damopilii, Yuyun;
Manopo, Virayanti;
A Kaligis, Virgita Christania;
Sandala, Deswinta M.P;
Maleteng, Salva S.;
Ratundulage, Sandra S;
Hadi, Nazwa Cahaya;
Dilly, Alya N.;
Tumembow, Marvi J.;
Gomba, Fadila;
Midu, Tria Magfirah;
Darise, Fitriani;
Mamonto, Martia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5725
Indonesia pernikahan dini masih marak terjadi. Trend pernikahan usia dini saat ini lebih banyak terjadi pada perempuan di daerah pedesaan dibanding dengan perkotaan. Hal ini terlihat dari hasil statistik bahwa perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun di daerah pedesaan sebanyak 16,87% sementara di daerah perkotaan hanyak 7,15%. Berdasarkan data juga diketahui bahwa provinsi di Indonesia yang paling banyak kejadian pernikahan dininya (menikah < 18 tahun adalah provinsi Sulawesi Barat sebesar 19,43%, Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu menurunkan angka pernikahan dini dengan memberikan pengetahuan tentang dampak dari pernikahan dini dan bahayanya seks bebas kepada remaja dan membentuk kader agar mereka bisa memberikan informasi yang di dapat kepada teman-teman remaja yang lain dan juga agar mempunyai aktifitas yang bermanfaat, Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada remaja untuk mencegah angka pernikahan dini. Berdasarkan hasil pengabdian terjadi peningkatan pengetahuan tentang dampak pernikahan usia dini. Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan baik,Terlihat dari penerimaan baik oleh kepala sekolah SMAN 3 Kotamobagu, dan antusias dari siswa siswi untuk mengikuti kegiatan penyuluahan ini. Serta tercapainya target yang diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan siswa siswi tentang dampak pernikahan usia dini.
Pengolahan Tumbuhan Serai Sebagai Bahan Baku Pembuatan Spray Anti Nyamuk Di Desa Minanga
kuna, rasyid;
Akbar, Hairil;
Novitasari, Dalia;
Ramena, Tiara Fitra Putri;
Amir, Fitri;
Gaib, Coco Giovani;
Bia, Sri Aldas;
Toli, Asi Cia Tiara;
Matulu, Perwistin;
Mokoagow, Anggi;
Mokodongan, Meylani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5019
Seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit demam berdarah dengue, yang disebabkan virus penyebab maupun nyamuk penularnya sudah tersebar luas di perumahan penduduk maupun di tempat-tempat umum, Tanaman serai (Cymbopogon citrates) dipercaya dapat mengusir nyamuk karena memiliki kandungan dan bau yang dapat mengusir nyamuk. Tanaman serai mengandung senyawa sitronelol dan geraniol yang merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga termasuk nyamuk tujuan kegiatan pengabdian yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pembuatan spray anti nyamuk dan juga mengembangkan kreativitas masyarakat setempat dan juga meningkatkan kemampuan berwirausaha mereka metode yang digunakan berupa sosialisi dan memberikan pelatihan langsung, hasil pengabdian masyarakat bisa memahami dan mempraktekan dapat dibuktikan dari kuis tanya jawab yang dilaksanakan setelah sosisalisasi dan edukasi berlangsung semua masyarakat menjawab dengan benar dan tepat informasi yang disampaikan sebelumnya hal tersebut sebagai acuan kita pelaksanaan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dalam kegiatan ini juga masyarakat dapat menghasilkan produk spray serai semprot pengusir nyamuk yang dapat digunakan oleh masyarakat
Mewujudkan Masyarakat Sehat dengan Penanaman Obat Keluarga (TOGA)
Kuna, Moh. Rasyid;
wullur, anastasya;
Mamonto, )Mutiara;
Lakana, Moh. Fahril
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5149
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang mempunyai efek farmakologis positif bagi tubuh manusia. Tanaman Obat Keluarga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan sederhana seperti demam, flu, batuk dan masalah kesehatan lainnya. Namun, tidak semua masyarakat mempunyai TOGA dipekarangan rumahnya sehingga tidak mengetahui manfaatnya. Tujuan dilakukan pengabdian ini untuk memberikan informasi kepada warga Desa Bunong terkait tanaman obat agar tanaman obat tersebut dapat bermanfaat setelah ditanam sehingga mewujudkan masyarakat yang sehat. Metode yang digunakan active learning dan parcipatory learning, yang meliputi penjabaran, demontrasi, pratek penanaman TOGA. Hasil Pengabdian terjadi meningkatnya pemahaman tentang jenis tanaman TOGA, klasifikasinya, cara pengolahan, pemanfaatan TOGA serta pentingnya tanaman TOGA untuk pengobatan serta mendapatkan keterampilan berbudidaya TOGA dengan memanfaatkan pekarangan dan kebun disekitar rumah untuk menjadi tempat budidaya TOGA. Kesimpulanya Masyarakat menyambut penyuluhan ini dengan baik dan antusias sikap tersebut dapat tercermin setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan tersebut, masyarakat bisa mengelola beberapa jenis tanaman yang bisa di manfaatkan dan ditanam dipekarangan rumah sebagai pengobatan
Sosialisasi Tentang Pencegahan Stunting Di Desa Padang Barat Kecamatan Bintauna
Mokodompit, Hafsia Khairun Nisa;
Akbar, Hairil;
Mokodompit, Putra;
kuna, rasyid
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5401
Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus kurang gizi pada anak balita, usia masuk sekolah baik pada laki-laki dan Perempuan. Menurut WHO tahun 2022 terdapat 148,1 juta anak dibawah lima tahun terlalu pendek dibandingkan dengan usianya (Stunting) atau sekitar 22,3%. Laporan SSGI tahun 2022 angka kejadian stunting di Indonesia sebanyak 21,6%. Untuk di provinsi Sulawesi Utara sebanyak 20,5%. Program sosialisasi mengenai pencegahan stunting di Desa Padang Barat, Kecamatan Bintauna berhasil mencapai sejumlah hasil positif yang signifikan. Pertama terjadi peningkatan pengetahuan tentang Langkah-langkah pencegahan stunting dan cara menjaga pola makan serta pola hidup sehat. Keterlibatan aktif Masyarakat dalam kegiatan interaktif juga meningkat, memperkuat pemahaman serta pengetahuan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa Masyarakat yang masih kurang paham tentang materi yang diberikan. Dari hasil sesi tanya jawab menunjukkan Sebagian Masyarakat paham dengan apa yang disampiakan yaitu di lihat dari feedback Masyarakat yang pro-aktif dalam bertanya. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pemahaman dan pengetahuan pencegahan stunting
Pemanfaatan Kulit Manggis Sebagai Ramuan Herbal Kesehatan Serta Sebagai Penanganan Limbah Kulit Manggis Di Desa Komangaan
Kuna, Moh. Rasyid;
Astuti, Windi;
Gonibala, Alfiana P;
Talamati, Bambang H.;
Pobela, Tarisya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3119
Kulit mangis mempunyai manfaat yang sangat besar. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui manfaat-manfaat dari kulit manggis tersebut dan bagaimana cara mengolahnya agar dapat dikonsumsi sebagai ramuan herbal kesehatan. Biasanya kulit buah manggis hanya terbuang menjadi sampah di pingiiran rumah. Selain pemandangan yang kotor juga dampak yang lainnya bagi kesehatan lingkungan. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini kami melakukan sosialisasi pengolahan kulit manggis menjadi ramuan herbal kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Komangaan Kabupaten Bolaang Mongondow Kegiatan berupa sosialisasi manfaatan dan proses pengolahan dari kulit manggis. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, tanya jawab, diskusi, penugasan serta praktik langsung pembuatan minuman ramuan herbal tradisional untuk kesehatan berbasis kulit buah manggis. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat menambah pemahaman masyarakat tentang pentingnya minuman herbal tradisonal dari kulit buah manggis serta menambah kemampuan warga dalam pembuatan minuman alternatif yang menyehatkan Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik, serta menunjukkan bahwa peserta sangat puas dengan kegiatan yang dilaksanakan.
Penyuluhan Mengenai Dampak Menghirup Lem Ehabond Pada Ramaja Di SMP 8 Kopandakan Kotamobagu
Kuna, Moh. Rasyid;
Gonibala, Alfiana P.;
Mokodompit, Hafsia Khairunnisa;
Dimkatni, Ni Wayan;
Sugeha, Amanda P;
Gonibala, Meita F.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6276
Maraknya penyalahgunaan pengggunaan lem bermerek ehabond di kalangan pelajar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pencegahan di kalangan siswa. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun tantangan tetap besar. Siswa dihadapkan pada realitas bahwa penyalahgunaan lem ehabond dapat mengancam masa depan mereka juga menjangkau aspek mental dan social, Ajakan dari teman-teman atau tekanan kelompok dapat mempengaruhi keputusan siswa, terutama di usia remaja. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dampak dari penggunaan lem ehabond. Metode penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk sesi interaktif, ceramah dan tanya jawab, dan materi penyuluhan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan para pelajar. Adapun tahap dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan meliputi tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2025 dengan sasaran kegiatan adalah pelajar SMP Negeri 8 Kopandakan, Kotamobagu Selatan. Hasil Setelah dilakukan penyuluhan Lem Ehabond sangat meningkat, dari 5% responden dengan pengetahuan baik menjadi 80% setelah diberikan penyuluhan. Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Lem Ehabond membantu pelajar untuk mengenali dan menghindari situasi berisiko yang dapat mengarah pada penyalahgunaan menghirup Lem Ehabond. Kesimpulan menunjukkan hasil yang positif. Pengawasan dan edukasi tentang bahaya menghirup Lem Ehabond di sekolah ini telah berjalan dengan baik, tetapi tetap diperlukan edukasi tambahan untuk memperluas pemahaman siswa mengenai bahaya Menghirup Lem Ehabond. Dengan demikian, diharapkan pemahaman yang lebih mendalam ini dapat mencegah siswa mencoba menggunakan Lem Ehabond.
Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai Upaya Preventif terhadap Penyakit Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar SDN 10 Bintauna
Rismayani, Besse;
Akbar, Hairil;
Kaseger, Henny;
Astuti, Widya;
Kuna, Moh Rasyid;
Mokoagow, Angi;
Mokodongan, Meylanni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.693
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai upaya preventif terhadap penyakit kecacingan di SDN 10 Bintauna. Penyakit kecacingan masih sering ditemukan pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta kurangnya fasilitas sanitasi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan tanya jawab yang melibatkan siswa dan guru. Materi mencakup pengertian CTPS, waktu-waktu penting mencuci tangan, dampak buruk dari tidak mencuci tangan, serta langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan dan lingkungan sekolah. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, serta mampu mempraktikkan langkah CTPS dengan benar. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan pihak sekolah, antusiasme peserta, serta kerja sama tim pelaksana dan guru. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan di lingkungan sekolah dasar.